
Beberapa hari kemudian...
"Kak" Panggil Fitri pelan
"Hmm" Gumam Andi pelan, Andi yang sedang membaringkan kepala nya di pangkuan Fitri, sambil bermain game di ponsel nya hanya bergumam untuk merespon panggilan Fitri
Fitri menatap ragu ke arah Andi, Fitri sudah memikirkan ini selama berhari hari Fitri rasa Fitri harus mengatakan nya kepada Andi. Jika tidak dia tidak akan bisa tenang karena merasa bersalah.
"Aku mau bicara sesuatu" Ucap Fitri pelan
"Iya bicara saja sayang" Ujar Andi lembut tanpa mengalihkan pandangan nya dari ponsel nya.
"Tapi Kakak jangan marah ya" Kata Fitri gugup, Fitri takut Andi akan marah pada nya.
Mendengar nada suara Fitri yang terdengar Aneh, Andi langsung menghentikan permainan game di ponsel nya. Andi langsung bangun dan duduk menghadap Fitri.
"Kamu mau bicara Apa?" Tanya Andi menatap Fitri curiga, tidak biasa nya Fitri bersikap seperti ini
Fitri menatap Andi "Tapi Kakak janji dulu jangan marah" Ujar Fitri pelan
"Tergantung apa dulu yang mau kamu bicarakan" Jawab Andi enggan berjanji
Fitri langsung merengut kecewa "Yaudah deh nggak jadi" Ujar Fitri hendak berdiri dari sofa
Dengan cepat Andi menarik Fitri untuk kembali duduk di hadapan nya "Mau kemana?" Tanya Andi tidak suka Fitri meninggalkan nya
"Mau ke kamar mandi" Jawab Fitri bohong, Fitri hanya berusah untuk menghindar saja
Andi yang tahu jika Fitri berbohong langsung menggenggam tangan Fitri "Cckk alasan saja, bilang saja mau kabur" Tebak Andi tepat sasaran
Fitri hanya menunduk diam, Andi menghela nafas pelan "Oke Aku janji nggak akan marah" Ujar Andi yang Akhir nya menyerah, dia memang tidak bisa menang dari Fitri
__ADS_1
Fitri langsung tersenyum senang "Janji ya?" Tanya Fitri menjulurkan jari kelingking nya
Andi tersenyum kecil "Iya janji" Jawab Andi mengaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking Fitri
Fitri masih merasa takut untuk bicara, Andi yang sadar jika Fitri masih takut dia marah menghela nafas pelan 'Cewek itu selalu saja memperumit keadaan' Batin Andi dalam hati
"Nggak apa-apa bicara saja, Aku janji nggak akan marah. Lagian di rumah nggak ada orang kamu nggak perlu takut orang lain dengar" Ujar Andi berusaha menenangkan Fitri
Fitri langsung berdecih sebal "Cihh kalo tau nggak ada orang di rumah kakak, mana mau Aku dateng!" Ujar Fitri sebal ketika mengingat demi mengajak Fitri ke rumah nya Andi menipu nya, jika Putri adik Andi sangat ingin bertemu dengan nya. Fitri dan Adik perempuan Andi memang sudah kenal bahkan menjadi sangat akrab karena memiliki hobi yang sama. Karena itu tanpa curiga Fitri percaya saja perkataan Andi, padahal Putri sedang pergi bersama ayah dan ibu nya ke tempat kerabat mereka.
Andi hanya terkekeh pelan "Habis kalau nggak gitu, kamu nggak mau datang ke rumah, aku kan kesepian di rumah sendiri" Ujar Andi beralasan
"Dasar penipu" Ujar Fitri sebal
"Salah Kamu yang mau pacaran sama penipu" Ujar Andi lalu terkekeh senang
"Cihhh" Fitri berdecih kesal
"Kenapa? Kamu takut aku apa-apain kalau cuma berdua saja di rumah" Bisik Andi pelan lalu meniup telinga Fitri menggoda
Ucapan Andi sangat lah benar, selama ini Fitri terus menerus menghindari keadaan yang membuat nya harus berduaan saja dengan Andi di tempat tertutup, Fitri hanya berusaha mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi
"Apaan sih Kak" Ujar Fitri yang mulai risih lalu langsung berusaha melepaskan diri dari Andi, melihat ekspresi Fitri yang terlihat mulai tidak nyaman membuat Andi akhirnya melepaskan Fitri.
Selalu saja seperti ini, Andi selalu merasa Fitri terkadang bersikap waspada terhadap nya. Andi mengerti Fitri hanya berusaha untuk melindungi diri nya sendiri. Tapi terkadang Andi merasa Fitri tidak sepenuh nya mempercayai nya. Meskipun kenyataan nya memang benar, terkadang Andi memiliki fikiran untuk berbuat nakal dengan Fitri, tapi Andi sudah berusaha untuk menahan diri lagipula Andi juga tidak akan pernah memaksa melakukan hal yang berlebihan jika Fitri tidak bersedia.
Andi berusaha untuk berekspresi jahil lalu terkekeh pelan "Benarkan? Kamu kayak nya takut banget aku apa-apain" Ujar Andi sambil masih terkekeh pelan
"Apaan sih Kak, nggak lucu deh, bercanda nya" Ujar Fitri mengerucut kan bibir nya sebal
Andi tersenyum manis "Iya Maaf" Ujar Andi sambil mengelus lembut kepala Fitri. Fitri hanya mengangguk sambil cemberut
__ADS_1
"Udah jangan cemberut lagi, tadi Katanya ada yang mau di bicarain" Ujar Andi mencoba mengalihkan pembicaraan
"Oh iya " Ujar Fitri menepuk kening nya pelan, bisa-bisa nya di melupakan tujuan nya untuk bertemu Andi hari ini
Fitri menarik nafas pelan lalu menghembuskan nya perlahan, Fitri menarik lalu menggenggam tangan Andi pelan. melihat sikap Fitri membuat Andi menatap Fitri curiga.
"Aku mau mengaku salah" Ujar Fitri akhirnya
"Salah apa?" Tanya Andi menatap Fitri penasaran
"Awal nya karena takut Kakak marah Aku nggak berani bilang, tapi selama beberapa hari ini Aku terus ngerasa Sudah ngelakuin kesalahan ke Kakak, jadi Aku putuskan untuk mengaku saja ke Kakak" Ujar Fitri takut-takut sambil memperhatikan ekspresi wajah Andi yang sulit di tebak.
"Jadi?" Tanya Andi meminta Fitri untuk melanjutkan kalimat nya
"Sebenar nya beberapa hari yang lalu waktu Aku ketemuan sama Ahmad" Fitri menghentikan kalimat nya dan melihat perubahan ekspresi di wajah Andi
"Dia sempat peluk Aku" Ucap Fitri pelan
"APAAA?" Teriak Andi marah dan langsung berdiri dari duduk nya
"KENAPA KAMU BARU BILANG SEKARANG?" Teriak Andi kesal
Fitri langsung menciut takut "Kalo Aku bilang Aku takut Kakak marah" Cicit Fitri pelan
"Kamu yang baru bilang sekarang yang buat Aku pengen marah!" Kata Andi sedikit keras, membuat Fitri semakin takut
"Maaf" Cicit Fitri ketakutan, pertama kali melihat Andi semarah ini membuat Fitri ingin menangis, sebisa mungkin Fitri menahan Air mata nya yang ingin keluar.
Melihat Fitri yang hampir menangis karena ketakutan, membuat Andi berusaha untuk menenangkan diri nya, dia tidak boleh melampiaskan amarah nya kepada Fitri
Andi langsung menghampiri Fitri yang menunduk ketakutan di sofa, dengan cepat Andi memeluk Fitri "Maaf, Aku nggak bermaksud bentak Kamu" Ujar Andi lembut menenangkan Fitri yang hampir menangis. Fitri hanya diam sambil mengangguk kan kepala nya pelan.
__ADS_1