Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 19


__ADS_3

"Habis ini kalian mau kemana?" Tanya Ahmad.


"Pulang" Kataku singkat.


"Loh kok pulang Mbak, Mbak kan udah janji Kita mau beli sop buah" Keluh Adikku, 'Dasar Adek nggak peka' Batinku kesal.


"Lain kali aja dek beli sop buah nya, Mbak udah kenyang ini" Alasanku.


"Nggak mau, Mbak kan udah janji, Kalo belum beli Sop buah, Andre nggak mau pulang!" Kata Adikku keras kepala.


"Lain kali aja ya, memang nya Adek belum kenyang?" Kataku merayu.


"Udah kenyang sih, tapi kalau untuk sop buah perut Andre masih muat" katanya tetap kekeh sambil mengelus perut buncitnya.


"Nanti sakit perut Lo kalo kebanyakan makan" Peringatku.


"Halah biasanya aja Kita kalo makan banyak nggak apa apa, Mbak aja kan biasa nya makan banyak nggak pernah sakit perut" Kata Adikku keras kepala.


"Huffftt" Kataku menghela nafas berat.


"Iya deh Iya" Kataku menyerah.


Ahmad yang dari tadi mengamati perdebatanku dan Adikku, hanya terkekeh kecil melihat kekalahanku


"Mas boleh ikut beli sop buah nggak dek?" Tanya Ahmad pada Adikku.


"Ngapain Mas ikut Kita?" Tanya Andre jutek.


"Mas juga kan pengen beli sop buah nya" Jawab Ahmad.


"Yah terserah kalau mau beli ya beli aja ngapain tanya Andre" Kata Adikku jutek.


"Mas kan mau nya beli bareng sama Andre" Kata Ahmad.


"Terserah" Jawab Andre.


"Sorry ya Adek Gue emang suka jutek, kalau ketemu orang baru" Kataku meminta maaf atas sikap Adikku.


"Iya nggak apa apa santai aja" Jawab Ahmad sambil tersenyum maklum.


"Oh iya Ri, Gue minta nomor WA Lo dong?, udah lama Kita nggak ketemu jangan sampai putus komunikasi" Kata Ahmad sambil menyerahkan handphone nya.


"Oke deh" Jawabku sambil menerima handphone nya, lalu memasukan nomor WA Ku.


"Nih" Kataku sambil mengembalikan handphone nya


"Thanks" Kata nya sambil tersenyum senang.


Ahmad melihat nomor WA Fitri senang lalu memberi nama My Riri untuk kontak WA Fitri.


Setelah menyelesaikan makannya Aku mengambil dompet Ku dari tas."Yaudah yuk pergi" Ajak ku


Ahmad dan Andre hanya mengangguk menyetujui. Aku langsung berjalan menuju kasir. "Mbak makanan saya yang dibungkus sudah jadi belum ya?" Tanya ku kepada penjaga kasir.


"Mbak duduk di meja nomor berapa?" Tanya kasir nya.


"Nomor 5 Mbak" Jawabku.


"Sudah Mbak, tunggu sebentar ya?" katanya.


Aku hanya mengangguk, lalu Kulihat Mbak kasirnya pergi mengambil pesanan ku.


"Nih Mbak" Kata nya sambil menyerahkan pesananku.


"Total semuanya berapa ya Mbak?" Tanyaku

__ADS_1


"Total nya Rp.****** Mbak" Jawab nya


Saat Aku mau mengambil Uang dari dompet, Ahmad menyentuh tangan ku menghentikan.


"Biar Gue aja yang bayar Ri" Katanya.


"Nggak usah Mad, Nggak enak Gue baru ketemu masa udah di bayarin makan aja" Kataku segan.


"Nggak apa apa, Itung itung perayaan Kita ketemu lagi setelah hampir 2 tahun nggak ketemu" Katanya sambil tersenyum.


"Beneran deh, nggak Enak Gue sama Lo" Kataku mencoba menolak.


"Udah nggak apa apa, Lo kayak ke orang asing aja ngerasa nggak enak" Kata Ahmad tidak mau menyerah.


"Huffttt" Aku menghela nafas, Ahmad ini dari dulu memang tidak mudah menyerah.


"Oke deh, tapi lain kali biar Gue yang traktir Lo" Kataku menyetujui.


"Nah gitu donk" Katanya senang.


"Berapa Mbak semuanya? sama punya saya juga?" Tanya Ahmad.


"Semua nya jadi RP.****** Mas" Kata penjaga kasirnya.


"Yuk pergi!" Ajak Ahmad setelah selesai membayar.


Aku hanya mengangguk sambil mengikutinya dari belakang.


"Lo naik apa tadi kesini?" Tanya ahmad.


"Gue bawa motor" Jawabku.


"Gue juga bawa motor, nanti Gue ikutin Lo dari belakang ya, waktu pergi ke tempat sop buah" Kata Ahmad.


"Iya" jawabku sambil mengangguk.


🦋🦋


"Mbak saya pesan sop buah nya 3 ya, 2 di makan disini yang 1 bungkus" Pesan ku


" Iya Mbak" Jawab pedagang sop buah nya.


Aku langsung berjalan menghampiri Ahmad dan Andre, yang sedang duduk di meja yang sama.


"Udah pesan?" Tanya Ahmad.


"Udah" Kataku sambil mengangguk.


sedang kan Andre seperti biasa sedang sibuk bermain game.


"Kamu main game apa Dek?" Tanya Ahmad pada Adikku.


"Free fire" Jawab Andre singkat.


"Wah mas juga main game itu, gimana kalau kapan kapan kita mabar?" Tanya Ahmad.


Andre terlihat sedang berfikir "Hmm boleh deh" Kata Andre akhirnya.


"Nama ID kamu apa Dek?" Tanya Ahmad sambil membuka handphone nya.


"Andre ganteng!" Jawab Andre percaya diri.


Sesaat Ahmad terlihat terkejut, lalu terkekeh pelan. Sedangkan Aku hanya menahan tawa. Setelah bereka bertukar ID perhatian Ahmad kembali padaku.


"Lo sibuk apa sekarang Ri?" Tanya Ahmad padaku.

__ADS_1


"Sekolah dan ngurus Adek" Jawabku.


"Lo ngurus Adek Lo sendirian?" Tanya Ahmad.


Aku mengangguk"Iya Ibuk Gue, nyusul bapak kerja di kuala lumpur" Jawabku.


"Wahh, sejak kapan?" Tanya nya lagi.


"Udah hampir 1 tahun sih" Jawabku.


Ahmad mengangguk mengerti.


"Lo sekolah dimana?" Tanya Ahmad.


"Sekolah Gue deket dari sini, Smk Trigada" Jawabku.


"Lo ngambil Kejuruan?" Tanya Ahmad.


Aku mengangguk.


"Iya Gue ngambil jurusan Akuntansi" Jawabku.


"wahh banyak yang bilang itu jurusan paling sulit Lo" Ucap Ahmad.


Aku mengangguk menyetujui "Agak sulit sih, tapi untungnya Gue masih sanggup" Jawabku.


Lalu tidak lama pesanan Kami datang. Andre langsung menghentikan permainannya, dan segera meyantap sop buah nya dengan semangat.


"Kok cuma 2 pesan nya? Tanya Ahmad.


"Gue masih kenyang, Kalian aja yang makan, punya Gue di bungkus. nanti aja dirumah makan nya" Jawabku.


Ahmad mengangguk mengerti lalu mulai memakan sop buah milik nya.


"Lo sekolah dimana?" Tanyaku pada Ahmad.


Ahmad menghentikan suapan nya lalu menatap ku. "Setelah lulus Smp, Gue nggak lanjut sekolah" Jawab Ahmad lalu tersenyum.


"Oh sorry Gue nggak maksud" Kataku tidak enak.


"Nggak apa apa santai aja" Katanya sambil tersenyum.


"Itu pilihan Gue sendiri" Tambah nya lagi.


"Terus sekarang Lo sibuk apa?" Tanyaku.


"Gue sekarang kerja jadi Supir mobil teronton" Jawabnya.


"Mobil truk yang besar itu?" Tanya ku lagi.


Ahmad mengangguk "Emang Lo udah punya sim?" Tanyaku penasaran.


"Iya Umur Gue di buat lebih Tua, jadi yah udah sekitar 1 tahun sih Gue punya KTP dan SIM" Jawabnya.


"Lo nyupir sendirian?" Tanyaku penasaran.


"Kadang sih ada teman, tapi yah nggak jarang Gue nyupir sendiri, Tergantung tujuan barang nya. Kalau jauh baru Gue ajak teman biar ada yang gantiin Gue nyupir kalau ngantuk" Jelasnya.


Aku mengangguk mencoba memahami.


"Emang biasanya Lo bawa barang kemana aja?" Tanyaku penasaran.


"Kalimantan, Jambi dan daerah daerah lain yang lumayan jauh. Sekali Gue pergi Biasanya bisa sampai 1 atau 2 bulan baru pulang, bahkan kadang bisa lebih" Jelasnya.


"Wahh hebat banget Lo bisa nyupir sampai sejauh itu, nggak capek emang nya?" Tanyaku.

__ADS_1


"Capek sih sebenarnya, tapi sekarang udah terbiasa jadi ya sekarang terasa lebih enjoy kerjanya" Aku mengangguk mengerti.


__ADS_2