
"Benaran Kamu cuma mau negasin batas hubungan Kalian?" Tanya Andi memastikan.
Fitri mengangguk yakin " Iya, kalau Aku nggak temuin dia, dia akan tetap terus menerus nagih janji ku. Karena itu Aku harus ketemu dia supaya dia nggak punya alasan lain lagi" Ujar Fitri menjelaskan.
"Huuffftt" Andi menghela nafas berat.
"Oke, tapi janji ya lain kali jangan mau di ajak ketemuan sama dia lagi" Ucap Andi menatap Fitri.
Fitri tersenyum dan mengangguk "Iya Aku janji" Ujar Fitri lalu menyandarkan kepala nya di bahu Andi.
Andi mengelus lembut rambut Fitri "Lagian Kamu ngapain sih pake janjiin mau traktir dia segala" Sungut Andi masih tidak rela.
"Itu karena Kita nggak sengaja Ketemu di rumah makan dan dia bayarin makanan Aku dan Adikku, Karena Aku nggak enak hati jadi Aku bilang nanti gantian Aku yang traktir dia" Ujar Fitri menjelaskan.
"Kenapa Kamu mau di bayarin?" Tanya Andi.
"Aku juga udah nolak tapi dia nya keras kepala, kata nya sebagai perayaan ketemu Aku lagi setelah sekian lama. Jadi yah Aku terpaksa terima" Ujar Fitri mengelus tangan Andi yang ada di genggaman nya.
"Kamu Kok kayak nya lunak banget sih sama dia" Ujar Andi tidak suka.
"Aku cuma ngerasa bersalah Kak, dia itu orang nya baik banget sama Aku. Dulu dia ngejar Aku selama 2 tahun lebih, dan setelah Aku terima perasaan dia baru beberapa bulan Aku putusin dia tanpa sebab. Setelah itu Aku pergi ke rumah nenek ku" Jelas Fitri menjelaskan.
"Kamu masih ada rasa ya sama dia?" Tanya Andi curiga.
Fitri langsung menggeleng "Perasaan Aku ke dia dulu baru sekedar suka biasa, dan sekarang Aku cuma ngerasa bersalah aja" Ucap Fitri.
"Yakin?" Tanya Andi memastikan.
"Yakin banget! Aku udah pernah bilang belum kalau Kakak ini cinta pertamaku" Ucap Fitri.
Andi langsung tersenyum senang "Entah lah Aku nggak ingat" Ujar Andi
Fitri langsung mengangkat kepala nya lalu menatap Andi sinis. Andi yang di tatap justru tertawa "Hahahaha" Tawa Andi lalu beralih memeluk Fitri "Sayang Kamu banget!" Ujar Andi pelan, Fitri langsung tersenyum bahagia dan membalas pelukan Andi.
🦋🦋🦋
Fitri dan Dayu berjalan memasuki Cafe tempat janji temu nya dengan Ahmad.
"Lo itu ya ada aja kelakuan nya ngapain sih pake janjiin traktir makan mantan segala" Ujar Dayu mengomel.
"Ya udah sih mau gimana lagi udah terlanjur" Ucap Fitri.
__ADS_1
"Mangkanya jangan sembarangan bikin janji sama anak orang" Ucap Dayu.
"Iya iya lain kali nggak akan begitu lagi" Jawab Fitri kesal.
"Si Andi itu terlalu lunak sama Lo, Kalau Gue jadi dia nggak bakal Gue kasih izin pacar Gue ketemu sama mantannya. Nambah nambahin penyakit hati aja" Ujar Dayu masih ingin mengomel.
"Untung aja Lo bukan dia" Gumam Fitri pelan.
"Apa Lo bilang?" Sentak Dayu
"Nggak apa apa, udah berhenti ngomel Ahmad nya udah dateng tuh" Ujar Fitri sambil menunjuk Ahmad dengan dagu nya.
"Mana?" Tanya Dayu sambil melihat ke segala arah isi Cafe memcari Ahmad.
"Nggak ada tuh" Ujar Dayu tidak melihat kehadiran Ahmad.
"Itu yang pake kemeja biru" Ujar Fitri sambil menunjuk ke arah Ahmad.
Dayu melihat ke arah yang di tunjuk Fitri "Lo yakin itu Ahmad Fit? nggak salah orang Lo?" Tanya Dayu tidak yakin.
"Yakin lah" Ujar Fitri.
"Maksud Lo?" Tanya Fitri tidak mengerti.
"Dulu dia kelihatan lugu dan manis, tapi Lo lihat sekarang dia kelihatan Laki banget mana tinggi lagi" Ujar Dayu kagum.
Fitri ikut mengamati Ahmad Dayu benar, Ahmad sudah banyak berubah Ahmad yang dulu lugu dan polos sudah tidak ada. Sekarang Ahmad lebih terlihat dewasa dan juga maco? Fitri menggeleng kan kepala nya, seperti nya dia mulai terpengaruh dengan ucapan Dayu. Tapi mungkin karena kali ini mereka sengaja berjanji bertemu, Ahmad terlihat lebih rapi dan terlihat sedikit tampan?
"Hadeh apaan deh Lo nggak jelas banget, udah yuk kesana" Ajak Fitri sambil menarik Dayu dan menghampiri Ahmad.
"Sorry Mad Lo nunggu lama ya" Ucap Fitri.
Ahmad yang tadi sibuk bermain ponsel langsung menatap ke arah Fitri. "Nggak apa apa Ri, Gue aja yang dateng nya kecepatan" Ujar Ahmad tersenyum.
"Dayu kan?" Tanya Ahmad ramah.
"Iya ingat aja Lo sama Gue" Ucap Dayu tersenyum.
"Ingat lah Lo kan sahabat dekat Riri mana mungkin Gue lupa" Ujar Ahmad.
"Duduk dulu Ri ,Dayu" Ujar Ahmad mempersilakan Fitri dan Dayu duduk.
__ADS_1
Fitri dan Dayu langsung duduk di hadapan Ahmad. "Lo makan apa Mad sampe bisa setinggi ini?" Tanya Dayu penasaran.
Fitri menyikut lengan Dayu pelan, tapi tidak Dayu perdulikan.
Ahmad tertawa kecil " Makan hati Gue" Jawab Ahmad bercanda sambil melirik Fitri.
"Wahh mungkin Gue juga karena terlalu sering makan hati ya? mangka nya bisa tinggi" Ujar Dayu lalu tertawa.
"Jadi maksud kalian Gue pendek karena nggak pernah makan hati gitu" Ujar Fitri mencebik kesal.
Ahmad dan Dayu justru tertawa "Lo mah emang udah bawaan dari lahir Fit, udah nggak mungkin bisa tinggi" Ujar Dayu mengejek.
"Sialan Lo!" Umpat Fitri kesal.
"Lo nggak perlu tinggi Kok Ri, Gue kan udah tinggi" Ujar Ahmad tersirat.
Fitri dan Dayu saling melirik entah kenapa rasa nya jadi agak sedikit canggung.
"Ah gimana kalau sekarang Kita pesan makanan dulu? udah lapar nih Gue" Ujar Dayu berusaha mencair kan suasana. Fitri mengangguk setuju.
"Oh iya, sorry sampai lupa Gue, Kalian mau pesan apa?" Tanya Ahmad sambil menyerah kan buku menu kepada Fitri dan Dayu.
Setelah mereka memutuskan mau memesan makanan apa, Ahmad pergi untuk memesan makanan mereka.
"Kayak nya Ahmad belum bisa move on ya dari Lo" Ujar Dayu setelah Ahmad pergi.
"Iya Gue juga tahu, karena itu rencana nya hari ini Gue mau tegasin ke dia kalau Kita nggak bisa lebih dari teman" Ucap Fitri menjelaskan.
"Tapi kalau menurut Gue dengan kegigihan dia yang dulu, Gue rasa dia nggak akan menyerah dengan mudah" Ujar Dayu sambil mengingat betapa Ahmad sangat gigih dulu saat mendekati Fitri.
"Nggak tahu deh kalau itu, yang penting kan Gue udah berusaha" Ujar Fitri pasrah.
Tidak lama Ahmad kembali bergabung bersama mereka, sambil menunggu pesanan mereka datang mereka asyik mengobrol tentang banyak hal.
"Wah awet banget ya Lo sama Rayan salut Gue" Ucap Ahmad memuji kelanggengan hubungan Dayu dan Rayan.
"Semua itu berkat kemurahan hati Gue Mad, kalau nggak pasti udah bubar sekarang" Ucap Dayu.
"Masalah nya Hati Lo itu terlalu murah ke Rayan" Ejek Fitri.
"Cckk Sialan Lo!" Umpat Dayu kesal.
__ADS_1