Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 42


__ADS_3

"Wuaahhhh daebakk!" Girang Fitri langsung bangun dan duduk dari kasur nya.


"Kyuhyun oppa rillis MV baru" Ujar Fitri sambil memutar MV lagu terbaru dari Kyuhyun member super junior yang berjudul 'Together'


Dengan hati gembira Fitri mendengar kan, sambil membaca subtitle Indonesia yang ada di MV "Wah luar biasa, lagu Kyuhyun oppa memang nggak pernah mengecewakan" Ujar Fitri takjub.


Selain kualitas suara nya yang bagus, makna dari lagu ini juga bagus "Semoga saja Gue dan Kak Andi juga bisa tetap bahagia bersama" Gumam Fitri berharap.


Fitri melirik jam dinding di kamar nya "Uhhh cepat banget sih udah jam 5 sore aja, Gue masih pengen rebahan" Keluh Fitri, kembali membaringkan tubuh nya di kasur.


Sepulang dari sekolah tadi, sehabis berganti baju Fitri langsung membaringkan tubuh nya di kasur dan tidur. Jika saja tadi tidak ada bunyi notifikasi dari chanel YouTube idola nya, Fitri sekarang pasti lebih memilih untuk melanjutkan tidur siang nya meskipun sekarang sore hari. Entah kenapa hari ini Fitri merasa sangat lelah. Dia jadi malas mau melakukan apa apun.


'Tokk tokk tokk' terdengar ketukan di pintu kamar Fitri.


"Mbakkk!" Panggil Andre dengan suara nyaring. Karena malas bangun Fitri tidak menyahut 'Fitri mau pura pura masih tidur saja, masalah makan malam masak mie instan juga sudah enak' Batin Fitri malas.


'Tokk tokk tokk' Suara ketukan pintu masih terdengar "Mbaakkk keluar!" Pinta Andre lebih mengeraskan suara nya. Fitri tetap diam tidak mau menyahut.


"Mbakk keluar! nggak usah pura pura tidur, Andre denger tadi Mbak teriak teriak" Ujar Andre tidak mau menyerah.


"Cepat bangun masak, Aa Juna tadi kesini nganterin ayam. Kata nya Abah lagi pengen makan ayam" Pinta Andre lagi.


"Mbaakkkk!" Teriak Andre kesal karena Fitri tidak juga mau keluar kamar.


"Yaudah kalau nggak mau keluar, Andre telpon Aa ya bilang kalau Mbak Fitri nggak mau masakin Abah ayam" Ujar Andre mengancam.


Dengan kesal akhir nya Fitri bangun dari ranjang nya dan membuka pintu. "Kamu itu ya dasar Adek durhaka, nggak pengertian banget Mbak itu lagi nggak mood mau masak" Sungut Fitri kesal.


Andre justru mencebik sebal "Kamu itu Mbak yang Cucu durhaka, orang Abah nya lagi pengen makan Ayam malah nggak mau masakin" Ujar Andre membalas.


"Lagian Aa Juna ini kebiasaan, giliran masak daging aja nyuruh Mbak yang masak bukan nya dia masak sendiri" Ujar Fitri mengeluh.


"Kata Aa masak yang ribet itu udah jadi tugas Mbak sebagai Cucu dan keponakan perempuan yang bisa di andalkan" Ujar Andre sambil tersenyum mengejek.


"Apa nya yang bisa di andalkan, dasar nya aja dia itu malas" Ucap Fitri kesal.


"Udah sana masak, sesama pemalas jangan saling menghina" Ucap Andre lalu pergi meninggalkan Fitri yang sedang kesal sendirian di depan pintu kamar.

__ADS_1


Fitri mendecakan lidah nya sebal "Ckk dasar Adek durhaka" Sungut Fitri kesal. Namun meskipun begitu Fitri tetap pergi ke dapur untuk memasak.


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


"Mbakk ayam nya kurang pedas" Komentar Andre sambil menggerogoti ceker Ayam.


"Sengaja Mbak kasih cabe nya nggak sebanyak biasa nya, Abah itu sekarang udah tua perut nya nggak terlalu kuat kalau makan terlalu pedas, terakhir Mbak masakin sambel ikan Abah sakit perut" Ujar Fitri menjelaskan, sambil menggerogoti leher Ayam.


"Yaudah lain kali kalau masak di pisah aja, masak nya kurang enak kalau nggak pedas" Pinta Andre sedikit memerintah.


Fitri langsung melirik Adik nya sinis " Nggak mau, ribet! masak aja sendiri kalau kebanyakan ngeluh" Ucap Fitri sebal.


"Cih bilang aja malas" Sindir Andre.


"Bodo amat" Ujar Fitri tidak perduli.


"Dek paketan internet Kamu masih ada?" Tanya Fitri.


"Masih" Jawab Andre singkat.


"Tumben banget Akhir akhir ini paketan internet kamu awet, biasa nya baru sebentar udah habis" Ujar Fitri heran.


Karena Fitri bertanya tanpa mengalihkan mata nya dari leher Ayam nya, Fitri tidak menyadari jika Adik nya bersikap sedikit tidak biasa.


"Hmm gitu" Gumam Fitri pelan mengerti.


'Ting' Notifikasi pesan Fitri berbunyi, Fitri melihat sekilas dari layar ponsel nya yang menyala.


"Ahmad ini ya rajin banget ngechat Gue setiap hari, bahkan lebih rajin dari pacar Gue" Gumam Fitri karena tangan nya sedang kotor Fitri tidak bisa membuka ponselnya. Andre sempat melirik sebentar ke arah ponsel Fitri lalu berpura pura tidak perduli.


Setelah selesai makan malam Fitri langsung membuka ponsel nya.


'Selamat malam Riri😊' Pesan Ahmad.


'Malam juga' Balas Fitri singkat.


'Riri sudah makan?' Tanya Ahmad.

__ADS_1


'Sudah, baru saja selesai makan' Jawab Fitri.


'Gue juga baru selesai makan nih sama pecel lele' pesan Ahmad.


"Dia ini kebiasaan deh Gue kan nggak tanya" Gumam Fitri pelan.


'Mantap dong' Jawab Fitri.


'Pasti, Oh iya Ri minggu depan Gue boleh main kerumah Lo nggak?' Tanya Ahmad.


'Maaf Mad bukan nya nggak boleh, tapi Gue di rumah cuma berdua sama Adek Gue. Nggak enak aja di liat tetangga kalau ada lelaki yang datang kerumah' Tolak ku beralasan.


'Iya Ri, kalau ketemu di luar gimana? kira kira kapan Lo ada waktu luang?' Tanya Ahmad masih belum menyerah.


'Hmm gimana ya Gue belum tau, liat nanti deh kalau Gue ada waktu luang nanti Gue kabarin' Jawab Fitri tidak memberikan kepastian.


'Kalau Lo sibuk banget, Gimana kalau Gue datang ke sekolah Lo? biar kita bisa makan bareng, Lo kan udah janji mau traktir Gue' Ujar Ahmad gigih.


Fitri langsung gelagapan "Bisa berabe kalau dia sampai ke sekolah" Gumam Fitri panik.


'Yaudah deh kita ketemu di luar aja minggu depan, tapi Gue ajak Dayu ya" Jawab Fitri akhir nya.


'Kenapa harus ajak Dayu? Lo nggak nyaman ya kalau Kita cuma ketemu berdua' Tanya Ahmad.


'Bukannya gitu, Gue kan udah pernah bilang Gue udah punya pacar sekarang. Takut nya nanti ada yang lihat dan salah faham' Jawab Fitri.


'Yaudah deh iya, yang penting Gue bisa ketemu Lo aja Gue udah senang' Jawab Ahmad.


'Tapi Gue akan tanya pacar Gue dulu kalau dia nggak ijinin Gue tetap nggak bisa pergi' Balas Fitri.


'Lo takut banget ya sama dia?' Tanya Ahmad.


"Huffttt" Fitri menghela nafas lelah.


'Bukan nya takut, Gue cuma berusaha menghargai pendapat dia, kalau dia nggak nyaman Gue ketemu Lo tentu Gue harus hargai pendapat dia kan' Jawab Fitri sedikit kesal.


'Oke oke Gue tunggu kabar dari Lo' Ujar Ahmad setuju.

__ADS_1


Fitri memilih untuk tidak membalas lagi "Sifat keras kepala nya ini dari dulu nggak pernah berubah" Gumam Fitri kesal.


__ADS_2