Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 23


__ADS_3

Sedari tadi Aku berpura pura sibuk mengerjakan soal Ujian akhir semester tahun kemarin. Meskipun begitu bisa Kurasakan, Kak Andi di sela kesibukannya mengerjakan soal Ujian, Dia terus menerus menatapku. Awal nya hanya melirik saja, tapi sekarang dia terang terangan menatapku, membuatku merasa tidak nyaman. Karena sudah sangat tidak nyaman, Aku mengambil buku lalu berpura pura membacanya untuk menutupi wajahku yang sudah terasa panas karena malunya.


"Fit, Fitria" Panggil Kak Andi pelan.


"Hmmm" gumam ku sambil terus berpura-pura membaca.


"Kamu lagi ngapain?" Tanya Kak Andi lagi.


"Baca buku!" Jawabku singkat 'memangnya dia tidak lihat jika aku sedang membaca buku, yah meskipun bukunya sama sekali tidak kubaca' Batinku kesal.


"Wah Kamu hebat ya" Ujar Kak Andi pelan


"Apanya yang hebat?" Kataku bertanya.


"Kamu bisa baca, meskipun bukunya kebalik" Ujarnya geli.


Aku yang mendengar nya langsung melihat dan membalik buku yang kupegang, ternyata memang benar benar terbalik.


'Dasar Fitri bego, bisa bisanya salah memegang buku, memalukan' Rutukku dalam hati.


Aku berdehem pelan "Ekhem" Karena malu Aku tidak menjawab nya. Aku meletakan kembali bukuku di meja. Lalu mulai kembali mengerjakan Soal.


"Kamu kenapa diem aja sih dari tadi?" Tanya Kak Andi.


"Nggak apa apa" Jawabku singkat.


"Jangan nunduk terus dong, Aku jadi nggak bisa melihat wajah Kamu" Keluh Kak Andi.


"Kak Kita kan disini untuk belajar" Ujar ku mengingat kan Dia.


"Ya nggak apa apa lagi Fit, Kalau belajar nya sambil sedikit pacaran, nggak usah terlalu serius begitu" Kata Andi.


Mendengar Kak Andi menyinggung soal pacaran, Aku jadi teringat kejadian di rak buku tadi. Aku yang merasa malu semakin menundukan wajah ku.


"Atau Kamu malu ya karena kejadian tadi" Tebak Kak Andi tepat sasaran. Aku hanya diam tidak menjawab.


Melihat Fitri yang tidak menjawab membuat Andi yakin tebakan nya tadi benar.


"Beneran Kamu malu Fit?" Tanya Andi lagi.


"Apaan sih Kak, Udah deh jangan bahas itu lagi" Ujar Fitri malu.


"Eh beneran? nggak perlu malu lagi Fit itu kan cuma ciuman" Ujar Kak Andi santai.


"Kak, jangan keras keras ngomong nya" Kesal ku sambil melotot. 'Apa katanya, tadi cuma ciuman? Seenaknya Dia mengatakan ciuman pertamaku yang berharga dianggap nya cuma' batinku kesal.


"Loh Kok Kamu jadi marah?" Tanya Kak Andi.

__ADS_1


"Aku nggak marah!" Jawabku judes.


"Nggak, Kamu beneran lagi marah" Ujar nya menebak.


"Aku nggak marah" Sangkal ku lagi.


"Kenapa Kamu marah, Jangan jangan tadi itu ciuman pertama Kamu ya?" Tebaknya tepat sasaran. Dengan cepat Aku membungkam mulut Kak Andi dengan tanganku.


"Kak, Jangan sebut sebut tentang ciuman lagi" Bisik ku pelan.


"Gimana kalau ada yang dengar" Kataku malu.


Kak Andi menarik tanganku yang membekap mulutnya, lalu Dia menggenggamnya.


"Kenapa? beneran yang tadi itu ciuman pertama Kamu?" Bisik Kak Andi bertanya.


Aku diam tidak menjawab dan berusaha menarik tanganku yang di genggam nya, tapi Kak Andi justru mengeratkan genggaman tangannya.


Diam nya Fitri membuat Andi yakin jika tebakan nya tadi benar "Ternyata benar ya!" Ujar Andi yang tersenyum senang, mengetahui jika Dia lah yang sudah mendapatkan ciuman pertama Fitri.


"Pantas saja waktu ciuman tadi Kamu kaku banget!" ujar Andi sedikit keras sampai membuat murid yang duduk tidak jauh dari mereka menoleh kearah mereka berdua.


"Kak! jangan keras keras ngomong nya" Tegur Fitri kesal.


Melihat Fitri yang kesal justru membuat Andi terkekeh senang. "Iya maaf" Ucap Andi berbisik.


Fitri hanya melotot kesal kearah Andi. "Lain kali Aku ajarin Kamu caranya ciuman yang benar, supaya nggak kaku lagi" Bisik Andi pelan.


"Stttt jangan berisik di perpustakaan" Tegur seseorang yang duduk tidak jauh dari mereka.


"Maaf" Jawab Fitri


Andi mengelus lengan nya yang dipukul Fitri sambil terkekeh pelan "Kamu keras banget mukulnya, sakit tahu" Keluh Andi tapi tersenyum.


Fitri menatap Andi Kesal "Syukurin biar tahu rasa" Kesal Fitri.


"Tapi Aku serius mau ajarin Kamu" Bisik Andi lagi menggoda.


"Kak stop ngomongin itu" kesal Fitri sambil mencubit lengan Andi.


"Aww sakit sayang" keluh Andi.


"Mangkanya berhenti bahas itu lagi" Kesal Fitri sambil melotot.


"Iya iya maaf, Kamu barbar banget sih sama pacar sendiri" Keluh Andi sambil mengelus lengan nya yang tadi di cubit Fitri. Cubitan Fitri benar benar terasa sakit.


"Biarin, biar tahu rasa" Ujar Fitri kesal.

__ADS_1


Fitri berdiri Lalu membereskan buku bukunya.


"Kamu mau kemana?" Tanya Andi sambil menatap Fitri yang sibuk memasukan buku nya ke tas.


"Balik ke kelas" Kata Fitri jutek.


"Loh kok udah balik, kan masih ada waktu" Keluh Andi.


"Udah nggak mood buat belajar" Jawab Fitri judes.


Sepertinya Andi sudah benar benar membuat Fitri kesal.


"Sebentar Kita pergi bareng" Ujar Andi sambil membereskan buku bukunya.


"Nggak perlu" Jawab Fitri jutek. Setelah selesai membereskan barang nya Fitri langsung beranjak pergi tanpa menunggu Andi.


Andi yang melihat Fitri akan meninggalkan nya panik dan buru buru memasukan barangnya ke tas. "Tunggu sebentar" Kata Andi kepada Fitri yang sudah melangkah pergi.


Fitri tidak perduli dan meneruskan langkahnya, meninggalkan perpustakaan. Dengan cepat Andi berlari menyusul Fitri.


"Sayang Kamu marah?" Tanya Andi sambil meraih tangan Fitri dan menggenggamnya.


Fitri tidak menjawab dan berusaha melepaskan tangannya dari genggaman Andi.


Andi semakin mengeratkan genggaman tangan nya "Aku minta maaf, Aku nggak bermaksud buat Kamu benar benar marah, Aku cuma bercanda tadi" Bujuk Andi.


Fitri tetap diam tidak menjawab membuat Andi jadi panik "Fitria sayang, jangan marah dong, Aku beneran minta maaf" Ujar Andi lalu menggenggam kedua tangan Fitri.


Fitri langsung melengos tidak mau menatap Andi "Sayang, maafin Aku ya" Rayu Andi lagi.


"Hufftt" Fitri menghela nafas lelah lalu menatap Andi kesal.


"Kakak minta maaf untuk apa?" Tanya Fitri.


Andi yang sebenarnya tidak tahu bagian mana kata katanya yang membuat Fitri marah menjadi bingung. "Aku minta maaf udah buat Kamu kesal" Jawab Andi memasang wajah menyesal.


"Apa kakak tahu apa yang buat Aku kesal?" Tanya Fitri lagi.


Andi menggelengkan kepalanya tidak tahu. "Kakak nggak tahu apa salah kakak, tapi minta maaf" Ujar Fitri kesal.


"Kalau Kamu kasih tahu, apa salah aku, Aku janji nggak akan ngulangin lagi" bujuk Andi.


"Udah lah Kakak nggak akan ngerti" Ketus Fitri lalu melepaskan genggaman tangan Andi dan pergi dari sana.


Sedangkan Andi hanya menatap Kepergian Fitri dengan bingung. "Emang Gue cenayang apa? Mana Gue tahu apa salah Gue kalau Dia nggak ngomong" Keluh Andi.


Lalu Andi mengacak rambutnya frustasi "Emang benar ya kata orang, cewek itu rumit" gumam Andi pelan.

__ADS_1


Sedangkan Fitri sedang tersenyum geli "Biar kapok Dia, suruh siapa bikin Gue malu, udah tahu di perpustakaan banyak orang bisa bisanya Dia dengan nggak tahu malu bahas ciuman" Ujar Fitri


"Bingung kan Lo sekarang" gumam Fitri sambil terkekeh pelan. "Wajah bingung nya benar-benar lucu, hampir aja tadi Gue ketawa" gumam Fitri sambil terkekeh geli.


__ADS_2