Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 47


__ADS_3

Sepanjang perjalanan Fitri hanya diam, sedangkan Dayu hanya menyetir motor nya tanpa Kata. Banyak hal yang ingin Dayu katakan tapi mengingat ekspresi sedih Fitri saat keluar dari rumah makan tadi membuat Dayu enggan bertanya. Mungkin sekarang Fitri butuh waktu untuk menenangkan diri, jika nanti Fitri ingin menceritakan apa saja yang terjadi di dalam rumah makan tadi, Dayu akan menjadi pendengar yang baik untuk saat ini Dayu hanya bisa menunggu.


Hampir 30 menit Fitri dan Dayu baru sampai di rumah Fitri. Begitu sampai Fitri langsung berjalan menuju kamar nya, sedangkan Dayu yang merasa tidak boleh meninggalkan Fitri sendirian mengikuti Fitri dalam diam.


Begitu sampai kamar Fitri langsung memeluk bantal nya dan menenggelamkan wajah nya di bantal, setelah itu terdengar suara pelan tangisan Fitri yang teredam oleh bantal. Dayu duduk di samping Fitri dan mengelus bahu Fitri pelan mencoba menenangkan Fitri tanpa suara.


Dayu sangat paham meskipun Fitri terlihat begitu ceria dan terlihat cuek seakan hidup nya tanpa beban, tapi Fitri adalah orang yang paling sensitif yang pernah Dayu kenal. Fitri orang yang selalu mementingkan sebuah hubungan juga sangat menghargai sebuah ketulusan. Dayu bisa sedikit menerka apa yang terjadi di antara Fitri dan Ahmad. Dayu cukup menyukai Ahmad sebagai kekasih Fitri, selama ini meskipun Fitri tidak pernah mengatakan kepada nya Dayu tahu banyak lelaki yang dengan sengaja mendekati Fitri hanya untuk menjadikan Fitri batu loncatan agar bisa mendekati Dayu. Fitri sangat menghargai persahabatan mereka karena itu Fitri selalu memendam segala nya sendiri. Tapi Ahmad berbeda sejak pertama kali Ahmad bertemu dengan Dayu dan Fitri tatapan Ahmad selalu hanya tertuju untuk Fitri, jika Dayu mungkin bukan lah sahabat Fitri Dayu rasa Ahmad bahkan akan malas sekedar untuk menyapa atau berbasa basi kepada nya. Ahmad sangat gigih, tidak perduli secuek apapun Fitri terhadap nya Ahmad tidak pernah menyerah. untuk pertama kali nya Fitri merasakan ketulusan, merasakan bagaimana rasanya dicintai. Meskipun membutuhkan waktu yang cukup lama, akhirnya Fitri luluh dan menerima perasaan Ahmad. Tapi sayang Fitri mengalami hal yang sulit untuk di terimanya, membuat nya menjauh dari semua orang. Rasa suka yang baru sedikit tumbuh di hati Fitri untuk Ahmad menjadi tidak bisa berkembang. Butuh waktu 1 tahun bagi Fitri untuk menerima dan memulai kembali kehidupan nya. Dayu berharap Fitri bisa mendapatkan kebahagiaan nya sendiri.


Setelah merasa cukup menangis Fitri mengangkat wajah nya dari bantal lalu terduduk di kasur nya, Fitri menatap Dayu sedih. "Yu gue jahat banget ya?" Tanya Fitri sedih sesekali Fitri mengusap pipi nya, Air mata nya sangat sulit untuk berhenti.


Dayu menggeleng kan kepala nya pelan "Enggak, apa yang lo lakuin itu udah benar, dari pada memberikan harapan palsu untuk Ahmad, memang lebih baik lo menjelaskan dengan jelas batas hubungan kalian berdua" Ucap Dayu membenarkan apa yang Fitri lakukan


Fitri hanya diam menundukkan kepala nya "Justru kalau lo cuma diam dan menerima semua perlakuan Ahmad padahal lo tau dia punya rasa sama lo, itu baru yang di sebut jahat" Ucap Dayu menambah kan. Dayu justru kagum karena Fitri tegas memberikan batas Fitri tidak mau memiliki hubungan yang tidak jelas dengan lelaki lain.


"Jadi apa yang terjadi sama kalian tadi?" Ucap Dayu yang memberanikan diri untuk bertanya


Fitri menatap Dayu sayu, lalu perlahan Fitri mulai menceritakan semua percakapan yang terjadi di antara Fitri dan Ahmad. Dayu hanya diam tidak menyela membiarkan Fitri menceritakan semua nya.

__ADS_1


"Lo tau nggak sih yu gimana perasaan gue waktu dengerin kata-kata Ahmad" Ujar Fitri lalu menghentikan ucapan nya sejenak.


"Semua kata-kata dia itu terasa tulus banget dari hati, gue bisa ngerasain sebesar apa perasaan dia buat gue. Bahkan gue sempat berpikir perasaan Kak Andi ke gue Nggak sebesar perasaan Ahmad ke gue. Tapi meskipun begitu gue tau yang gue sayang itu kak Andi, dan gue cuma bisa kasih hati gue buat kak Andi" Ujar Fitri pelan.


Dayu langsung memeluk Fitri dan mengelus punggung nya pelan "Yang lo lakuin itu sudah benar Fit, Lo nggak perlu merasa bersalah, semua nya pasti akan membaik" Ucap Dayu mencoba menghibur Fitri


Seperti yang Dayu duga Ahmad memang sangat gigih, bahkan sampai akhir dia tetap tidak ingin menyerah. Dayu cukup salut dengan kegigihan Ahmad. hanya saja kegigihan nya itu hanya akan melukai diri nya sendiri. Sedangkan untuk Andi pacar Fitri yang saat ini, meskipun mereka belum sempat bertemu tapi Dayu harap Andi tidak akan melukai Fitri dan mencintai Fitri dengan tulus.


*****


"Jadi gimana hasil dari pertemuan kamu sama mantan kamu kemarin?" Tanya Andi yang akhir nya buka suara


Fitri menatap Andi lalu tersenyum tanpa dosa "Nggak gimana-gimana, Aku cuma menjelaskan batas hubungan kita dengan jelas, terus dia bilang dia paham" Jawab Fitri berusaha terlihat santai


"Dia semudah itu menyerah?" Tanya Andi dengan tatapan menyelidik kurang percaya. Dari apa yang Andi dengar dari Fitri Ahmad masih berusaha untuk mendekati nya meskipun sudah tahu jika Fitri sudah punya pacar. Jadi Andi sedikit tidak percaya jika Ahmad akan menyerah begitu saja.


Fitri menatap Andi ragu "Sebenar nya nggak sepenuh nya menyerah" Ujar Fitri pelan

__ADS_1


Andi langsung berekspresi tidak senang, Andi baru saja akan membuka mulut nya bersiap untuk mengumpati Ahmad tapi dengan cepat Fitri menyela.


"Tapi dia janji selama aku ada pacar dia nggak akan ganggu hubungan kita, dia juga nggak akan berusaha untuk mendekati aku lagi. Jadi kakak tenang saja di nggak akan ganggu aku lagi" Ujar Fitri menjelaskan dengan cepat.


"Cihh dasar keras kepala, itu kan sama aja dia bilang kalo kita putus dia akan deketin kamu lagi" Ujar Andi tidak suka


"Selama kita nggak putus kan semua nya akan baik-baik saja, kakak nggak perlu khawatir" Ucap Fitri berusaha menenangkan Andi.


"Tetap saja Aku nggak suka" Kata Andi kesal lalu melengoskan wajah nya.


"Kenapa? Kakak berencana untuk putus sama Aku?" Tanya Fitri menatap Andi curiga


Andi langsung merubah ekspresinya "Ya nggak lah, enak saja Aku nggak akan kasih dia kesempatan untuk merebut Kamu dari Aku" Ujar Andi menggebu-gebu sambil menggenggam tangan Fitri


"Yakin?" Tanya Fitri menyelidik


"Tentu saja, kamu itu milikku nggak akan aku biarkan siapapun merebut Kamu" Ucap Andi berapi-api dengan tatapan mata penuh semangat, Fitri yang melihat nya hanya terkekeh pelan.

__ADS_1


__ADS_2