
Tidak terasa sudah sekitar 1 bulan, Aku dan Kak andre menjadi dekat. Setiap hari kami sering saling mengirimi pesan, bahkan tidak jarang Kak andre menelepon ku dimalam hari.
Aku sendiri Tidak menyangka bisa sampai sedekat ini. Kufikir selama nya Dia hanya bisa kulihat dari jauh. Tapi sekarang bahkan Dia terasa sangat dekat. Seakan-akan bisa dengan mudah untuk Aku Gapai.
"Ly.." Panggil ku kepada Ely yang sedang duduk di samping ku.
"Hmmm " Gumam nya sambil sibuk bermain Handphone. Mungkin sedang Chatingan dengan pacar nya.
"Menurut Lo, Apa Gue terlalu bermimpi tinggi, Jika berharap bisa pacaran Sama Kak Andi?" Tanyaku.
Tatapan mataku tertuju pada Kak Andi Yang sedang bermain basket bersama teman-teman nya di lapangan Basket.
Ely menutup handphone nya lalu menyimpan nya di saku seragam.
"Lo Mau dengar pendapat Gue secara jujur? atau cuma pendapat yang bisa buat hati Lo tenang?" Tanya nya Sambil mengikuti Arah pandangan ku ke lapangan Basket.
Aku tersenyum kecut "Lebih baik Jujur meski menyakitkan kan, dari pada kebahagiaan sesaat, tapi nanti akan jadi jauh lebih sakit" Jawabku retoris.
"Kalau itu memang yang Lo mau" Kata Ely sambil menghela nafas.
Ely kembali menatap kearah lapangan. Menatap Kak Andi seolah sedang memikirkan sesuatu.
"Lo tahu kan meskipun Gue lama pacaran Sama Rofi, Tapi kita berdua sama-sama selingkuh karena Kita Ldr" Kata nya lagi
"Iya, kenapa malah Lo yang curhat" Kataku heran.
"Cckk" Ely berdecak kesal.
"Dengerin omongan Gue sampai selesai Dodol" kata nya sambil menyentil dahiku.
"Aww, iya-iya sorry. Lanjutin" Kataku sambil mengusap-usap dahi ku. 'kebiasaan banget suka nyentil dahi Gue' Batin ku kesal.
"Gue sering ketemu banyak karakter cowok dan menurut Gue Kak Andre Itu Tipe karakter cowok yang seperti Matahari" Lanjut Ely lagi sambil menganggukan kepala seolah menyetujui pemikiran nya sendiri.
"Matahari?" Tanyaku tidak mengerti
"Kenapa Matahari?" Tanyaku Lagi.
"Dia terlalu bersinar terang jika dilihat dari jauh" Ely menghentikan kalimat nya sejenak
"Tapi saat Lo ngeliat nya dari dekat Lo akan terluka karena sengatan matahari yang terlalu panas" Tambah nya lagi.
"Maksud Lo?" Tanya ku lagi masih belum mengerti.
__ADS_1
"Lo lihat Kak Andi sekarang" perintah nya padaku.
Saat aku kembali menengok kearah lapangan basket, kebetulan sekali Kak Andi sedang melihat kearahku sekarang. Kak Andi tersenyum manis kearah ku. Aku pun langsung tersenyum manis membalas nya.
"Apa yang Lo lihat" Tanya Ely padaku.
"Kak Andi ganteng banget..!" Jawabku semangat.
"huffttt.." Ely menghela nafas "Bukan itu maksud Gue" Tambah nya lagi.
"Berapa banyak sekarang yang menatap Kak Andi dengan pandangan yang sama kayak Lo?" Tanya nya lagi.
Pandanganku beralih kepada para murid perempuan yang sekarang sedang melihat Kearah lapangan Basket. Lebih tepat nya mereka sedang menatap Kak andi dengan pandangan memuja.
"Lo cuma satu di antara banyak nya murid perempuan yang memuja Kak Andi di sekolah ini" Kata Ely.
Kata-katanya sangat tepat sasaran. Hatiku berdenyut nyeri saat menyadari Aku hanya salah satu diantara mereka.
"Mungkin sekarang Lo emang dekat sama Dia, nggak menutup kemungkinan juga kalau kalian mungkin akan pacaran" Kata Ely
"Tapi..." Ely menghentikan kalimat nya sejenak
"Apa Lo sanggup menghadapi dan menerima kehidupan Kak Andi yang selalu jadi pusat perhatian dan di kelilingi cewek-cewek Cantik yang mungkin bakal buat Lo sering sakit hati" Kata Ely lagi memperingatkan.
"Karena yang Gue lihat, Dia tipe cowok yang menikmati ketenaran nya, seakan itu sudah menjadi hal yang wajar" Tambah Ely lagi
Aku hanya diam tidak bisa menjawab
"Dia Ramah ke Lo yang kelihatan banget punya perasaan ke Dia, tapi di sisi lain Dia juga bersikap ramah ke cewek-cewek lain yang jelas punya perasaan ke Dia" Jelas Ely lagi.
"Menurut Gue Sekalipun Dia menerima perasaan Lo, Tapi.. Belum tentu kedepan nya Dia Akan jaga perasaan Lo, Atau mungkin malah Dia Akan minta Lo untuk mengerti kedekatan Dia dengan Cewek lain" Kata Ely Lagi.
Aku diam memikirkan semua kata-kata Ely
"Mungkin Kata-kata Gue terdengar kejam, Tapi bisa jadi semua hal itulah yang kedepan nya harus Lo hadapi" Kata Ely memperingatkan.
"Sebagai Sahabat Saran Gue, Kalo Lo nggak sanggup mending mundur dari sekarang. Gue nggak mau lihat Lo, yang nanti nya cuma bakal sakit Hati" Lanjut Ely lagi Lalu menepuk-nepuk pundak ku seolah menenangkan.
Ely benar Apa Aku Akan sanggup menghadapi Itu semua.
****
Aku banyak memikirkan kata-kata Ely tadi siang. Benarkah Aku akan menghadapi semua itu, jika sampai benar-benar berpacaran dengan Kak Andi.
__ADS_1
Saat Aku sedang sibuk dengan pemikiranku sendiri. ku dengar ada yang mengetuk pintu rumah ku.
'Tok..tok..tok' "Fit.. Fitri" Panggil seseorang
Dari suara nya seperti nya itu Dayu, Sahabat ku sejak kecil, rumah nya hanya berjarak 100 meter dari sini.
"Iya sebentar..!" Teriakku
Saat Aku membuka pintu Dayu langsung menubruk ku membuatku langsung Terhuyung kebelakang. Untung saja meskipun tubuh nya tinggi tapi Dayu cukup kurus Jadi aku masih sanggup menahan beban tubuh nya.
"Kenapa?" Tanyaku sambil mengelus punggung nya yang sedang menangis sambil memeluk ku.
"Hiks..Hiks..Hiks, Fit Rayan selingkuh lagi" Adu nya sambil menangis sesenggukan.
"Lagi..?" Tanya ku jengkel.
Dayu tidak menjawab, Dayu hanya mengangguk sambil menangis sesenggukan.
"Huffftt.." Aku menghela nafas lelah.
'Seperti nya sebentar lagi akan ada drama' Batin ku lelah.
Dayu dan Rayan sudah berpacaran sejak Dayu kelas 2 Smp hingga sekarang. Usia Rayan sendiri Lebih Tua Dua tahun dari Aku dan Dayu.
Rayan lumayan Tampan, tapi genit nya bukan main. Meski sudah bertahun-tahun pacaran dengan Dayu kebiasaan selingkuh nya itu sangat sulit dihilangkan.
"Yaudah masuk dulu yuk, cerita kan di dalam" Ajak ku sambil merangkul bahu nya dan membawa nya keruang tengah.
Aku mendudukkan Dayu di sofa, lalu menyalakan televisi. Agar suara tangis dayu tidak terdengar sampai rumah tetangga. karena rumah-rumah disini jarak nya cukup dekat.
Aku mengambil 1 kotak tissue lalu meletakkan nya di hadapan Dayu.
"Jadi kali ini Selingkuh sama cewek mana Rayan?" Tanyaku sambil duduk di hadapan Dayu.
"Hiks... Sama teman Kerja nya Hiks.. Hiks" Jawab nya sambil menangis.
"Dari mana Lo tau Kalau Rayan selingkuh?, bisa aja kali ini Lo cuma salah paham" Kataku mencoba mengurangi kesedihan nya.
"Nggak mungkin Gue salah Hiks.. Gue lihat sendiri Hiks.. itu Cewek nyuapin Rayan makan Hiks.. mana mungkin kalau teman kerja biasa sampai nyuapin makan Hiks" Cerita nya dengan susah payah sambil mengusap Air mata dan ingus dengan tissue
"Huffttt" Aku menghela nafas lelah.
"Dasar Rayan Sialan..!" Umpatku kesal.
__ADS_1