
Karena besok adalah waktu janjian Fitri untuk pergi main bersama teman teman nya. Malam ini Fitri sibuk menyiapkan barang apa saja yang akan di bawa nya.
"Baju udah, celana , sampo ,sabun Hmm.. apa lagi ya yang belum" Gumam Fitri pelan sambil mengingat lagi barang apa lagi yang dia butuhkan.
"Ah iya handuk! hampir saja Gue lupa" Ujar Fitri teringat.
Setelah itu Fitri memasukan semua barang yang akan dia bawa besok ke dalam tas.
"Beres deh" Gumam Fitri lega.
"Gue nggak perlu bawa mak'up, Ely pasti udah bawa komplit. Lagian Gue juga kan cuma pake bedak sama lipglos doang, nggak pake juga nggak apa apa" Gumam Fitri pelan.
Fitri berbaring di kasur nya lalu memejamkan mata, baru saja Fitri akan tertidur ponsel nya berdering.
"Duh siapa sih yang telepon, nggak tahu apa Gue udah ngantuk" Sungut Fitri kesal. Lalu duduk dan meraih ponsel nya di atas meja.
"Nomor baru, siapa ya" Gumam Fitri pelan. Karena takut telepon penting meski malas, dengan terpaksa Fitri mengangkat panggilan itu.
'Halo..' Sapa Fitri pelan.
'Halo, ini Riri ya?' Tanya suara lelaki di seberang telepon.
Karena sedikit mengantuk Fitri jadi lupa, jika ada yang menyebut nama nya Riri 'Bukan, salah sambung deh mas kaya nya. Saya tutup ya' Ujar Fitri sambil bersiap mau menutup telepon nya.
__ADS_1
"Ehh... Tunggu sebentar!" Seru suara lelaki di seberang telepon. Mencegah Fitri menutup telepon nya.
Dengan terpaksa Fitri tidak jadi menutup telepon nya. "Kenapa lagi?" Tanya Fitri malas.
"Benar kok ini suara nya Riri, Ini Gue Ri Ahmad" Ujar suara di seberang telepon.
Mendengar nama Ahmad di sebut, kesadaran Fitri perlahan kembali. 'Ah Elo Mad, Gue kira siapa, Sorry ya agak ngantuk Gue tadi jadi nggak konsen' Ucap Fitri merasa bersalah.
'Iya nggak apa apa. Gue juga yang salah langsung telepon Lo tanpa kirim pesan dulu" Ucap Ahmad maklum.
'Ah tapi kalau Lo udah ngantuk, Gue lain kali aja Ri telepon nya, Lo tidur aja" Ujar Ahmad tidak ingin Fitri merasa tertanggu.
'Nggak apa apa Mad, Gue juga udah terlanjur bangun' Ujar Fitri.
Fitri tertawa kecil 'Iya beneran, udah seger lagi Gue' Ucap Fitri tidak berbohong, rasa kantuk nya benar benar sudah hilang, mungkin karena sudah lama tidak mengobrol dengan Ahmad membuat rasa kantuk nya menghilang.
Ahmad tersenyum senang 'Benar ya? kalau gitu Gue nggak akan ngerasa segan lagi nih' Ujar Ahmad pelan.
'Iya iya, sesuka Lo aja' Ujar Fitri lalu tertawa.
Mendengar suara tawa Fitri membuat Ahmad juga ikut tertawa 'Oh Iya Ri gimana kabar Lo?' Tanya Ahmad penasaran.
'Gue sehat, Lo sendiri apa kabar?' Tanya Fitri balik.
__ADS_1
'Gue juga sehat, Gue baru pulang dari Jambi hari ini. Sebenar nya udah lama Gue mau hubungin Lo, tapi di sana sinyal kurang bagus' Ujar Ahmad.
'Pantes aja Lo nggak ada kabar, Gue kira waktu itu Lo minta kontak Gue cuma buat basa basi aja' Ujar Fitri pelan lalu tertawa.
'Mana mungkin Ri, hidup Gue hampa banget putus komunikasi sama Lo hampir 2 tahun. Nggak mungkin sekarang Gue nyianyiain kesempatan buat bisa deket lagi sama Lo' Ujar Ahmad sedih.
Hidup Ahmad selama hampir 2 tahun ini benar benar terasa hampa. Ahmad sudah terbiasa berada di dekat Riri entah itu saat masih menjadi teman atau pun pacar, Riri yang tiba tiba menghilang sungguh membuat nya sangat frustasi.
Mendengar ucapan Ahmad membuat hati Fitri terasa nyeri, Dia merasa bersalah pada Ahmad. Tapi mau bagaimana pun Fitri tidak mau lagi mengingat nya. Bagi Fitri semua itu sudah berlalu.
'Bisa aja Lo Mad, yang penting kan sekarang kita udah bisa komunikasi lagi. Jadi lupain aja apa yang sudah berlalu' Ujar Fitri pelan.
'Gimana bisa Gue ngelupain semua nya gitu aja Ri, saat itu kita baik baik saja. Tapi tiba tiba Lo mutusin Gue tanpa penjelasan. Lo nggak datang ke sekolah, semua teman dekat Lo bilang nggak tahu Lo kenapa dan di mana. Lalu saat Gue cari Lo ke rumah Lo, ibuk Lo bilang kata nya Lo pergi kerumah nenek Lo, Lo nggak tahu kan seberapa Frustasi nya Gue saat itu' Ujar Ahmad menahan tangis.
Saat itu Ahmad benar benar merasa kehilangan arah, Ahmad sangat mencintai Riri. Ahmad jatuh cinta pada pandangan pertama pada Riri saat masa orientasi Smp. Saat itu Riri terlihat sangat mempesona, dengan tubuh mungil nya Riri berani melawan senior yang saat itu menindas Ahmad. Ahmad kecil yang dulu penakut langsung jatuh hati dengan keberanian Riri, sejak saat itu Ahmad terus berusaha mendekati Riri. Setelah 2 tahun lebih mengejar Riri tanpa lelah, Akhir nya Riri luluh dan mau menerima perasaan nya. Saat itu Ahmad merasa sangat bahagia, tapi beberapa bulan setelah itu, tiba tiba Fitri memutuskan hubungan denfan nya lalu menghilang. Membuat Ahmad sangat Frustasi, dunia Ahmad saat itu terasa runtuh. Banyak yang mengatakan pada Ahmad, jika itu hanya lah cinta monyet yang seiring waktu berlalu pasti akan hilang. Tapi yang terjadi pada Ahmad justru sebalik nya, Rasa rindu Ahmad pada Riri begitu besar, semakin lama rasa rindu itu justru membuat perasaan nya semakin menguat.
'Mad Gue benar benar minta maaf karena udah mutusin Lo tanpa penjelasan, tapi semua itu udah berlalu Gue harap Lo bisa lupain semua itu' Pinta Fitri pelan.
Hati Ahmad langsung berdenyut nyeri, bagaimana bisa Ahmad melupakan semua itu begitu saja. Meskipun kenangan itu menyakitkan, tapi banyak juga kenangan indah nya bersama Riri. Ahmad tidak akan pernah bisa melupakan semua kenangan itu.
'Ri Gue tahu nggak ada guna nya kalau Gue tanya ini sekarang, tapi mau bagaimana pun Gue pengen tahu, sebenar nya apa salah Gue? kenapa Lo ninggalin Gue gitu aja, Gue butuh penjelasan Lo' Ujar Ahmad menuntut.
Fitri bisa merasakan dari suara Ahmad jika Ahmad merasa sangat terluka karena diri nya. Tapi Fitri tidak ingin menjelaskan apa pun bagi Fitri ingatan itu juga adalah luka terdalam untuk nya semua itu bagaikan mimpi buruk untuk Fitri. Mengalami hal buruk dan kehilangan sahabat yang berharga di waktu bersamaan membuat Fitri begitu hancur. Fitri ingin melupakan semua itu dan memulai hidup baru yang bahagia, hidup normal seperti yang lain nya. Menikmati masa remaja nya dengan penuh tawa. Fitri tidak ingin lagi menengok kebelakang karena itu hanya akan membuat nya terluka.
__ADS_1