
Fitri menatap pintu kamar rawat Dayu dengan ragu, tadi Rayan mengatakan jika Dayu sudah sadar. Dan pertama kali yang di cari Dayu ketika sadar adalah Fitri, karena itu dengan segera Rayan memanggil Fitri. Tetapi entah kenapa Fitri merasa takut, bagaimana jika ternyata semua ini adalah ilusi dari harapan nya agar Dayu selamat. Fitri benar-benar takut bagaimana jika ketika dia membuka pintu di hadapannya ternyata Dayu menghilang.
Ahmad yang melihat Fitri seperti sedang dilema menyentuh pundak Fitri lembut "Masuklah" Ujar Ahmad menatap Fitri dengan penuh keyakinan seolah sedang meyakinkan Fitri jika semua ini nyata
Fitri menatap Ahmad, entah kenapa tatapan Ahmad seolah memberinya kekuatan
"Bagaimana jika ternyata semua ini tidak nyata? gue takut, ketika gue membuka pintu itu ternyata Dayu tidak ada" Ujar Fitri dengan mata merah menahan tangis
Ahmad mengusap pundak Fitri lembut "Jangan takut Ri, semua ini nyata. Gue yang berdiri di depan lo ini nyata, begitu juga Dayu yang berada di balik pintu itu juga nyata. Masuklah Dayu pasti sudah menunggu lo dari tadi" Ujar Ahmad
Fitri mengangguk, dengan mengumpulkan semua keberaniannya Fitri membuka pintu di hadapannya. Ketika pintu terbuka, Fitri menatap lurus ke arah ranjang di ruangan tersebut. Di sana Dayu sedang terbaring lemah sambil tersenyum hangat kepadanya. Melihat itu membuat Fitri sangat senang, dengan segera Fitri menghampiri Dayu dan memeluknya
"hiks lo benar-benar buat gue takut hiks, gue kira lo juga bakal ninggalin gue hiks hiks" Ujar Fitri sambil menangis penuh syukur
"Mana mungkin gue ninggalin lo, kalau gue pergi siapa lagi coba yang akan dengerin kehaluan lo yang nggak jelas itu" Ujar Dayu mencoba untuk menghibur Fitri
Fitri melepaskan pelukannya, lalu menatap Dayu sambil mengusap air matanya yang deras "Sejak kapan hiks lo dengerin kehaluan gue, yang ada kan hiks hiks, lo ikut ngehalu bareng gue hiks hiks" Jawab Fitri, lalu mereka berdua terkekeh pelan
Ahmad yang berdiri di luar pintu, melihat Fitri dan Dayu sudah bisa bercanda tersenyum senang
"Lo Ahmad?" Tanya seseorang di di belakang Ahmad. Ahmad menoleh, setelah tau siapa yang mengajaknya berbicara membuat senyum Ahmad Seketika sirna
"Iya kenapa?" Tanya Ahmad datar
"Bisa kita bicara sebentar?" Tanya Andi, yang tadi tanpa sengaja melihat interaksi antara Fitri dan Ahmad di depan pintu kamar rawat Dayu
Ahmad menyeringai, dari ekspresi Andi terlihat sekali jika Andi ingin mencari masalah dengannya.
"Baiklah" Jawab Ahmad setuju, lalu mereka berduapun pergi untuk mencari tempat yang lebih pantas untuk berbicara
Rayan yang melihat kepergian kedua lelaki itu merasa sedikit khawatir "gawat!" Gumam Rayan pelan
"Apanya yang gawat?" Tanya Dayu yang mendengar gumaman Rayan, sedangkan Fitri menatap nya bertanya
Rayan tersenyum "Nggak apa-apa seperti nya gue laper lagi deh, gue keluar dulu ya beli makanan" Ujar Rayan mencari alasan
__ADS_1
"Makan mulu kerjaan lo" Ujar Fitri menyindir sambil berusaha menghentikan air matanya yang sedari tadi tidak berhenti menetes
"Suka-suka cacing di perut gue, urus saja itu ingus lo yang udah berceceran kemana-mana" Ujar Rayan mengejek lalu beranjak pergi
"Sialan lo!" Umpat Fitri kesal sambil benar-benat mengusap ingus nya dengan tissue
Rayan memeletkan lidah mengejek, lalu langsung pergi untuk mengikuti ke dua lelaki yang berpotensi aju jotos
Dayu terkekeh pelan "Lo kok malah ketawa sih, lihat Rayan ngejek gue" Ujar Fitri kesal
"Kenapa, omongan Rayan kan benar" Ujar Dayu lalu tertawa
"Lo itu sama aja nyebelinnya kayak Rayan" Ujar Fitri kesal
Melihat Fitri yang kesal Dayu langsung tertawa "Hahahaha" Tawa Dayu senang
Melihat Dayu yang sudah bisa tertawa pun, membuat Fitri tersenyum senang.
🦋🦋🦋
"Apa yang mau lo bicarain?" Tanya Ahmad tidak suka
Andi menatap Ahmad tajam "Gue harap lo nggak sembarangan sentuh Fitri seperti tadi" Ujar Andi tidak suka,
Tadi ketika melihat Ahmad dengan seenaknya menyentuh pundak Fitri, membuat Andi sangat marah. Ingin rasanya Andi menghampiri dan langsung menghajar Ahmad, namun karena memikirkan kondisi Fitri yang sedang tidak baik membuat Andi menahan dirinya
Ahmad menyeringai "Punya hak apa lo ngelarang-ngelarang gue, Riri saja nggak keberatan" Ujar Ahmad tidak perduli
"Gue pacarnya, dan siapa yang lo panggil Riri?" Tanya Andi tidak suka
"Baru juga pacar bukan suami" Jawab Ahmad lalu menyeringai
"Gue pasti akan jadi suami Fitri" Ujar Andi sambil menatap Ahmad tajam
Ahmad tersenyum meremehkan "Yasudah tunggu lo jadi suami Riri, baru lo punya hak untuk melarang gue" Ujar Ahmad lalu berbalik hendak pergi dari sana
__ADS_1
Melihat Ahmad akan pergi, dengan segera Andi menarik lengan Ahmad "Tunggu!" Ujar Andi menahan
Ahmad berbalik lalu menyentakkan tangannya, membuat tangan Andi terlepas dari lengannya "Apa lagi?" Tanya Ahmad jutek
"Kenapa lo terus-menerus menyebut Fitri dengan sebutan Riri?" Tanya Andi tidak suka
Ahmad tersenyum licik "Itu nama panggilan sayang gue ke Fitri, kenapa lo nggak terima?" Ujar Ahmad sengaja memancing emosi Andi
Andi mengeraskan rahangnya menahan amarah "Jangan sembarangan memberikan panggilan sayang ke pacar orang lain" Ujar Andi marah
Ahmad tersenyum "Baru juga pacar, jangan sombong bisa saja nanti gue gantiin posisi lo" Ujar Ahmad
Andi yang marah menunjuk wajah Ahmad dengan jarinya "Lo itu semakin di biarin semakin kurang ajar ya. Gue peringati lo mulai sekarang jauhi Fitri" Ujar Andi tajam
Ahmad menyeringai "Kalau gue nggak mau?" Ujar Ahmad menantang
"Kurang ajar!" Maki Andi marah, lalu langsung hendak meninju Ahmad, namun Rayan yang sedari tadi mengawasi mereka berdua langsung berlari menghampiri dan menarik Andi
"Sabar bro, nggak perlu main tangan!" Ujar Rayan berusaha menjauhkan Andi dari Ahmad
"Tapi Bajingan itu benar-benar kurang ajar!" Marah Andi
"Lo harus tenang, kalau Fitri sampai tahu kalian bertengkar Fitri pasti akan sangat marah dan sedih, lo kan tahu sendiri emosi Fitri sedang tidak stabil sekarang" Ujar Rayan
Mendengar perkataan Rayan, dengan segera Andi menjadi tenang. Rayan benar, emosi Fitri sedang tidak stabil sekarang, Fitri sudah sangat sedih melihat keadaan Dayu yang sekarang. Jika dirinya membuat masalah dengan si brengsek itu, Fitri pasti akan sangat sedih dan marah. Apalagi si brengsek itu lah yang sudah menolong Dayu, Fitri saat ini pasti menganggap si brengsek itu sebagai penyelamat.
"Gue lepasin lo kali ini, tapi ingat sekali lagi lo bersikap di luar batas ke Fitri, gue pasti akan hajar lo habis-habisan" Ujar Andi mengancam
"Gue nggak takut! dan gue kasih tau lo, selama Riri belum resmi jadi istri orang, gue nggak akan pernah menyerah untuk merebut Riri kembali" Ujar Ahmad menantang
Amarah Andi kembali meluap "Kurang ajar!" Marah Andi hendak kembali melancarkan tinjunya namun dengan segera Rayan menahan nya
"Sabar bro" Tahan Rayan
"Cckk sialan!" Umpat Andi marah lalu memilih pergi dari sana
__ADS_1
Ahmad menyeringai senang karena merasa sudah menang, sedangkan Rayan menggelengkan kepalanya tidak habis fikir. Rayan tidak pernah menyangka Fitri yang aneh seperti itu bisa membuat dua lelaki tergila-gila padanya