Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 61


__ADS_3

Flashback


3 Tahun yang lalu....


Saat itu mereka sudah menerima surat kelulusan SMP. Rencananya besok Fitri, Dayu dan Raya akan pergi bermain ke pantai, untuk merayakan kelulusan mereka. Fitri sedang mengemasi barang-barang yang akan di bawanya karena rencananya besok mereka juga akan menginap.


"Selesai!" Seru Fitri senang sambil menatap tas yang akan di bawa besok dengan puas.


Terdengar suara musik yang cukup keras "Cckk berisik banget sih musiknya, gue kan pengen tidur siang, supaya besok bisa lebih segar" Gumam Fitri Sambil menjatuhkan tubuhnya di kasur.


Di desa mereka memang sedang ada acara kampanye partai di lapangan bola, dan lapangan bolanya terletak tidak jauh dari rumah Fitri


Tidak lama kemudian Fitri bangun lagi "Haiishhh gue nggak bisa tidur" Kesal Fitri langsung bangun


"Raya udah selesai beres-beres belum ya?" Gumam Fitri pelan


"Main kesana aja deh, dari pada sumpek dirumah" Ujar Fitri pelan


Jarak rumah Fitri dan Raya sangat dekat, cukup berjalan kaki 3 menit saja sudah sampai. Dengan langkah ringan Fitri berjalan ke rumah Raya, jalanan terasa lebih sepi, karena rata-rata tetangga mereka pergi ke lapangan melihat kampanye. Dengar-dengar sebagai hiburan selain kampanye, mereka juga menyewa penyanyi dangdut untuk meramaikan acara. Fitri tidak terlalu perduli, karena dia tidak menyukai dangdut sama sekali


Setelah sampai di rumah Raya Fitri mengetuk pintunya pelan 'tok tok tok' "Raya" Panggil Fitri namun tidak ada sahutan


"Raya" Panggil Fitri sekali lagi namun tetap tidak terdengar suara sahutan dari dalam rumah.


"Musik dangdut nya terlalu kencang kali ya, suara Raya jadi nggak kedengaran" Gumam Fitri pelan


Fitri memutar knop pintu rumah Raya, ternyata tidak di kunci. Dengan segera Fitri langsung masuk, sedari kecil mereka sudah bermain bersama jadi mereka sudah tidak segan untuk keluar masuk rumah masing-masing


Dengan senang Fitri langsung menuju kamar Raya "Raya" panggil Fitri lagi lalu langsung membuka pintu kamar Raya


"Lo udah selesai beres-ber-" Ucapan Fitri terhenti, Fitri melangkah mundur terkejut melihat apa yang sedang dilihatnya


Di lihatnya Raya sedang terbaring di lantai dengan bagian bawah yang berlumuran darah


"Rayaaaa" Teriak Fitri histeris dan langsung berlari ke arah Raya


"Lo kenapa?" Tanya Fitri panik melihat Raya yang terlihat sangat kesakitan membuat air mata Fitri langsung menetes deras

__ADS_1


"Lo kenapa Ray?" Tanya Fitri sambil menangis


"Tolongggg" Teriak Fitri keras


"Tolongggggg" Teriak Fitri sekuat tenaga, tapi tidak perduli sekeras apapun Fitri berteriak tidak ada orang yang datang


"Hisk hiks Lo kenapa Ray? kenapa bisa begini?" Tanya Fitri sambil menangis


"Fit hiks perut gue sakit banget Aaakkk" Ujar Raya pelan sambil merintih kesakitan


"Hiks hiks gimana ini hiks" Tangis Fitri kebingungan


"Fit gue nggak kuat" Lirih Raya darah segar terus mengalir dari arah paha Raya membuat Fitri sangat ketakutan


"Nggak Ray, lo harus bertahan. Gue akan bawa lo kerumah sakit" Ujar Fitri bertekad


Dengan sekuat tenaga Fitri membantu Raya bangun, lalu menggendong Raya di punggungnya


"Lo harus kuat, kita akan cari bantuan" Ujar Fitri berusaha menggendong Raya.


Dengan tertatih-tatih Fitri menggendong Raya keluar rumah, setelah berhasil keluar rumah Fitri langsung pergi ke arah lapangan yang terdapat banyak orang


"Siapapun Tolonggggg tolonggggg" Fitri berteriak sekuat tenaga namun tidak ada siapapun di jalanan


Fitri tetap tidak mau menyerah yang ada dalam fikiran nya saat ini adalah segera menolong Raya


"Tolonggggggg" Teriak Fitri putus asa, suara Fitri sudah terasa hampir hilang, langkah kakinya pun makin lama makin pelan


"Hiks kenapa nggak ada 1 orang pun hiks" Tangis Fitri putus asa.


Rintihan yang dari tadi terdengar dari Raya pun sudah tidak terdengar sama sekali.


"Ray RAYAA" Teriak Fitri memanggil Raya yang berada di punggungnya


"Fit" Lirih Raya pelan


"Ray lo harus bertahan, lo nggak boleh tinggalin gue hiks" Ucap Fitri pelan, Air mata Fitri terus menetes tanpa henti

__ADS_1


Meskipun Kakinya sudah terasa lemas, Fitri tetap tidak mau menyerah dia berusaha sekuat tenaga melangkah kan kaki nya mencari pertolongan


"Gue udah nggak kuat" Lirih Raya semakin pelan


"Nggak! nggak boleh, kita kan sudah janji akan ke pantai. Lo nggak boleh ingkar janji!" Ujar Fitri tidak ingin Raya menyerah


"Maaf" Lirih Raya, tangan Raya yang memeluk lehernya pun terlepas lemas


Langkah Fitri langsung terhenti, Fitri diliputi perasaan takut, seumur hidupnya baru ini Fitri merasa sangat ketakutan, dengan tangan bergetar Fitri menurunkan Raya dari gendongan nya. Setelah itu Fitri memeluk Raya erat


"Ray" Panggil Fitri lirih, namun tidak ada jawaban dari Raya. Wajah Raya sudah sangat pucat


Fitri mengguncangkan tubuh Raya "Raya!!" Teriak Fitri putus asa


Perlahan mata Raya terbuka, melihat itu Fitri langsung memeluk Raya erat "Lo nggak boleh tinggalin gue" Pinta Fitri putus asa


"Maaf" Lirih Raya pelan


Fitri melepaskan pelukannya menatap wajah Raya yang sayu "gue nggak butuh maaf lo, yang gue butuhin, lo nggak boleh tinggalin gue" Pinta Fitri putus asa, dengan air mata yang terus menetes


Tangan Raya dengan pelan terangkat menyentuh pipi Fitri, dengan lembut Raya menghapus air mata Fitri


"Maafin gue, gue harap lo nggak ngelakuin kesalahan yang sama kayak gue" Ucap Raya lirih


Penglihatan Fitri terasa buram karena air mata yang menumpuk di pelupuk matanya, Fitri memejamkan matanya sejenak membuat air matanya jatuh mengenai wajah Raya


Meskipun tidak mengerti kesalahan apa yang Raya maksud, Fitri menganggukan kepalanya pelan "Gue janji, asalkan lo mau bertahan apapun itu gue janji akan turutin semua kata lo" Ucap Fitri pelan


Mendengar Fitri yang berjanji membuat Raya tersenyum puas. Namun tidak lama setelah itu, tangan Raya yang berada di pipi Fitri terjatuh tanpa tenaga. Dengan cepat Fitri menggenggam tangan tersebut, dan menyentuhkan ke wajahnya kembali.


"Gue kan udah janji, lo juga harus bertahan" Lirih Fitri putus asa


Perlahan mata Raya mulai menutup, seketika jantung Fitri terasa di remas terasa sakit dan juga sesak, suaranya pun terasa tercekat. Fitri diterpa rasa ketakutan yang sangat besar, tanpa suara Fitri mengguncang-guncang tubuh Raya, namun Raya tetap tidak merespon. Dengan takut Fitri menjulurkan tangan nya ke hidung Raya, namun tidak terasa ada hembusan nafas sama sekali. Fitri menggeleng kan kepalanya tidak percaya, tidak! mana mungkin raya tega meninggalkan dirinya


"Aakkkk" Suara Fitri tercekat


Fitri menatap tubuh Raya yang di penuhi darah, tubuh nya sendiri pun terkena banyak darah Raya, Fitri memandang kedua tangannya yang berlumuran darah lalu menggeleng kan kepalanya tidak percaya.

__ADS_1


'Ini pasti mimpi' Batin Fitri


Di peluknya Raya dengan erat "Ra-ya" Lirih Fitri terbata setelah itu pandangan Fitri mulai terasa gelap, seketika Fitri pingsan dengan Raya dalam pelukannya


__ADS_2