
"Kenapa wajah Lo Fit kok jadi merah Gitu" Tegur Ely
Fitri langsung menyentuh wajahnya "Nggak apa-apa Gue cuma kepanasan aja" Dalih Fitri sambil mengipasi wajah nya menggunakan tangan.
"Aneh Lo cuaca lagi dingin gini kok malah kepanasan" Kata Ely heran.
"Nggak tahu, Gue juga heran" Jawab Fitri. Fitri berdiri lalu memasukkan buku di mejanya ke dalam tas.
Saat hendak pergi Ely menahan tangan Fitri "Mau kemana Lo?" Tanya Ely.
"Mau ke kantin laper Gue" Balas Fitri.
"Gue ikut" Kata Ely.
"Ngapain Lo ikut?" Tanya Fitri
"Ya mau makan lah Fit, ngapain lagi coba ke kantin kalo nggak makan" Jawab Ely kesal.
"May kekantin yuk" Ajak Ely kepada Mayang yang dari tadi sibuk bermain handphone sendiri.
"Boleh deh, Gue juga udah laper nih" Jawab Mayang menyetujui.
Fitri menepuk kening nya pelan 'Aduh gimana nih' Batin Fitri bingung.
Dengan cepat Fitri mengirim pesan ke Andi 'Kak gimana nih? Ely dan Mayang mau ikut Aku ke kantin' Tanya Fitri bingung.
Tidak lama kemudian Andi langsung membalas nya 'Nggak apa-apa ajak aja, disini juga ada Herman sama Irwan' Balas Andi
'Oke Kak' Balas Fitri
"Fit ngapain Lo bengong, ayok katanya mau ke kantin" Tegur Ely.
"Eh iya" Balas Fitri gelagapan.
Mereka bertiga pun pergi ke kantin bersama. Sesampainya di kantin, mata Fitri mencari keberadaan Andi dan teman-teman nya.
"Fitria..!" Panggil Andi "Disini" Teriak Andi sambil melambaikan tangan kearah Fitri.
Fitri yang melihat Andi langsung tersenyum.
"Eh kok Kak Andi manggil Lo Fit?" Tanya Mayang heran.
"Iya Dia ngajak Kita makan bareng" Jawab Fitri
"Serius Lo?" Tanya Ely terkejut.
Fitri tidak menjawab nya "Yuk Kita kesana" Ajak Fitri sambil menggandeng Ely dan Mayang yang masih kebingungan.
"Duduk disini Fit" Pinta Andi sambil menggeser kursi di sampingnya. Fitri pun menuruti Andi untuk duduk di sampingnya.
"Kalian berdua juga duduk" Tegur Andi kepada Ely dan Mayang yang sedang kebingungan.
__ADS_1
"Iya Kak" Jawab Ely dan Mayang lalu duduk di dua kursi kosong di samping Fitri.
"Tumben Ndi Lo ngajak junior cewek duduk bareng biasanya kalo Gue yang minta Lo selalu nolak" Tanya Irwan.
"Mulai sekarang Kalian akan sering liat mereka makan bareng Kita" Beritahu Andi kepada kedua temannya.
"Wihh bau-bau nya ada yang baru jadian nih" Kata Herman sambil melirik Fitri.
Fitri tersenyum malu. Andi tersenyum lalu meraih tangan kiri Fitri menggenggamnya lalu meletakkan kedua tangan mereka yang saling menggenggam ke atas meja.
Otomatis Herman, Irwan, Ely dan Mayang berteriak heboh. "Wah selamat Ndi, Fit" Kata Irwan memberi selamat.
"wihh ini pasti berkat info yang Gue kasih tempo hari ya Fit" Goda Herman pada Fitri.
"Nggak usah diungkit Kak malu-maluin" Kata Fitri malu, mengingat peristiwa tempo hari, yang kemungkinan memang menjadi pengaruh kemajuan hubungan nya dengan Andi.
"Pantas aja dari pagi Fitri udah senyam senyum nggak jelas, sampe buat seisi kelas sawan ngeliat Fitri, ternyata ini sebabnya" Kata Ely yang akhirnya mengerti penyebab kelakuan aneh Fitri sepanjang hari ini.
"Selamat Kak, Fit" Kata Mayang "Kok Lo nggak cerita ke Kita sih Fit" Protes Mayang.
"hehehe Sorry May rencananya nanti baru mau Gue ceritain" Kata Fitri.
"Wah kalo gitu Kita dapat pajak jadian donk Ndi" Pinta Herman tidak tahu malu.
"Ya harus donk!" Kata Irwan menyetujui.
Sedangkan Ely dan Mayang hanya mengangguk setuju karena masih merasa segan dengan ketiga senior ini.
"Asyiikk" Teriak mereka bahagia.
Fitri mendekati Andi "Serius Kak mau traktir? Teman-teman Aku makannya banyak" Bisik Fitri.
"Nggak apa-apa, Aku emang udah niat mau traktir mereka" Balas Andi ikut berbisik.
Ely dan Mayang saling melirik, lalu tersenyum melihat Andi dan Fitri saling berbisik. Sedangkan Herman dan Irwan sedang sibuk, memikirkan menu apa saja yang paling mahal di kantin ini. Agar bisa memoroti uang jajan Andi yang berlebihan itu.
"Kamu mau makan apa Fit, Biar Aku pesenin" Tanya Andi pada Fitri.
" Hmm.. makan apa ya enaknya" Bingung Fitri
"Aku mau makan mie ayam Kak" Putus Fitri akhirnya.
"Kita nggak di tanya Ndi mau makan apa?" Goda Irwan
"Kalian pesan sendiri" Kata Andi masa bodo.
"Sekarang Andi gitu ya mentang-mentang udah punya pacar, nggak perduli lagi sama teman" Kata Herman dengan ekspresi wajah sok teraniaya.
"Apaan sih Lo Her, geli Gue" Kata Andi sambil memandang Herman jijik.
"Tunggu sebentar ya Aku pesenin dulu" Kata Andi sambil mengelus rambut Fitri lalu beranjak pergi.
__ADS_1
"Gila baper Gue" Kata Mayang kepada Ely
"Sama Gue juga, Rofi aja nggak pernah selembut itu ke Gue" Kata Ely iri.
"Yaudah yuk Ly Kita pesen makanan sendiri" Ajak Mayang pada Ely.
"Iya ayok, nggak ada yang mau pesenin buat Kita" Kata Ely menyetujui.
"Enaknya ada yang mesenin makanan tinggal duduk manis aja, nanti tinggal makan" Goda Mayang pada Fitri.
"Apaan sih kalian, udah sana pesan makanan" Kata Fitri mengusir.
"Hahahahaha" Tawa Ely dan Mayang lalu beranjak pergi.
Sedangkan Herman dan Irwan sudah pergi sejak tadi. Setelah tinggal sendirian Fitri menyentuh kedua pipinya yang terasa panas. "Gila malu banget Gue" Gumam Fitri pelan.
🦋🦋
"Kalian nggak salah itu nuangin sambal sebanyak itu?" Tanya Irwan terkejut melihat ketiga gadis di hadapannya menuangkan banyak sambal di makanannya.
"Nggak apa-apa Kak Kita udah biasa" Jawab Ely
Sedangkan Irwan menggeleng tak percaya melihatnya.
"Kuat banget ya perut kalian, Gue cuma pake sambal setengah sendok aja udah kepedasan" Kata Herman takjub.
"Kalo makan nggak pedas malah rasanya jadi kurang enak Kak" Ucap Mayang memberi tahu.
Sedangkan Herman hanya memandang ngeri tumpukan sambal di mangkuk ketiga gadis itu.
"Kamu yakin bisa makan sambal sebanyak itu, jangan banyak-banyak nanti sakit perut" Tegur Andi pada Fitri.
"Nggak apa-apa Kak Aku dari kecil Udah biasa makan pedas" Jawab Fitri lalu lanjut memakan makanannya.
Sedangkan Andi melihat Fitri khawatir memakan sambal sebanyak itu, "Yaudah Aku ambilin minum dulu ya" Kata Andi lalu berdiri. Sedangkan Fitri hanya mengangguk menyetujui.
Tidak lama kemudian Andi kembali, membawa sebungkus tissue dan 3 botol minuman dingin untuk ketiga gadis pecinta sambal itu. Andi memberikan minuman coklat untuk Fitri sedangkan untuk Ely dan Mayang minuman rasa strawberry.
"Minum dulu Fit, biar nggak terlalu pedas" Kata Andi sambil meletakan minuman dingin yang tutupnya sudah dibuka di hadapan Fitri.
"Iya kak makasih" Jawab Fitri tersenyum manis lalu meminum sedikit minumannya.
"Ini untuk kalian berdua, Gue nggak tau minuman yang kalian suka" Kata Andi sambil meletakan minuman dingin di hadapan Ely dan Mayang.
"Iya kak, makasih" Ucap mereka berdua.
"Kita nggak di ambilin minuman Ndi" Tanya Herman.
"Kalian ambil sendiri" Kata Andi
"Pilih kasih Lo" Ejek Irwan
__ADS_1
Andi hanya melengos tidah perduli dan melanjutkan makannya, membuat kedua temannya kesal.