Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 45


__ADS_3

Tidak lama kemudian makanan mereka datang, Ahmad dengan sigap menata makanan sesuai pesanan mereka masing masing-masing. Melihat ada yang kurang dari pesanan mereka Ahmad langsung berdiri.


"Sebentar ya ada yang kurang" Kata Ahmad pamit pada Fitri dan Dayu.


Fitri dan Dayu hanya mengangguk lalu saling pandang "Apa yang kurang Fit? perasaan gue pesenan Kita sudah datang semua deh?" Tanya Dayu bingung.


Fitri menggeleng kan kepala nya "Nggak tau gue, mungkin Ahmad tambah makanan lagi karena takut nggak kenyang" Jawab Fitri sekenanya.


"Iya kali ya, Ahmad kan tinggi banget sekarang, mungkin karena makan nya banyak" Ucap Dayu asal menyimpulkan.


"Yaelah kalo beneran makan banyak bisa tambah Tinggi, pasti gue sekarang udah lebih tinggi dari lo" Jawab Fitri tidak senang


"Iya juga ya, lo mah bukan nya tambah ke atas ini malah tambah kesamping Hahahaha" Kata Dayu lalu tertawa mengejek.


"Sialan lo!" Kesal Fitri sambil melempar selembar tissue, yang sudah di remas nya membentuk bulat ke arah Dayu.


Dayu yang sudah tau akan di lempar tissue oleh Fitri, langsung sigap menghindar. "Hahahaha gk kena bweee" Tawa Dayu justru makin keras lalu memelet kan lidah nya kearah Fitri, mengejek.


"Cckkk sial!" Ucap Fitri mengumpat kesal.


Tidak lama kemudian Ahmad datang, dengan membawa mangkuk di tangan nya. Ahmad meletakkan mangkuk yang ternyata berisi sambal di depan Fitri dan Dayu.


"Nih ekstra sambal kesukaan kalian" Ucap Ahmad sambil tersenyum.


"Wih mantap! tau aja lo, gue sama Fitri nggak bisa makan tanpa sambal" Seru Dayu senang.


"Thanks mad" Kata Fitri sambil tersenyum.


Ahmad tersenyum senang "Gue mana mungkin lupa, dulu kan setiap kali makan bareng, kalian ribut mulu harus ada sambal" Jawab Ahmad mengingat kebiasaan Fitri dulu yang tidak bisa makan tanpa sambal. Wajah cemberut Fitri saat tidak bisa mendapatkan sambal sangat lah lucu. Mengingat hal tersebut membuat Ahmad tersenyum kecil.

__ADS_1


"Halah yang lo ingat itu pasti cuma Fitri saja, mana mungkin lo ingat apa makanan yang gue suka" Ucap Dayu menyindir dengan tepat sasaran.


Ahmad tidak mengelak dia hanya tersenyum canggung sambil menggaruk leher nya.


Melihat gelagat Ahmad Dayu langsung tau jika tebakan nya barusan 100% benar


"Tuh kan pasti benar tebakan gue" Ucap Dayu mengejek sambil melirik Fitri 'lelaki gagal move on' Ucap Dayu kepada Fitri tanpa suara.


Fitri yang paham maksud Dayu langsung melotot tidak senang "Yaudah kita makan saja dulu" Kata Fitri menutup percakapan. Jika di lanjutkan, Fitri takut pembicaraan ini akan jadi makin panjang.


Mereka bertiga makan dengan tenang, lalu setelah selesai makan "Gimana kalo gue pesenin sop buah?" Tanya Ahmad yang berusaha mengulur waktu, agar dia dan Fitri bisa bersama lebih lama.


"Sop buah Wahh.." Ucapan Dayu langsung berhenti ketika melihat tatapan mata Fitri yang menyuruhnya untuk menolak.


"Wahh sayang banget gue nggak bisa, gue udah ada janji lain sama Rayan" Tambah Dayu sedikit tidak rela, karena Dayu juga sedang ingin makan sop buah.


"Takut kelamaan Mad kalo harus makan sop buah dulu, nggak enak gue sama Rayan udah janji balikin Dayu tepat waktu" Ucap Fitri menolak.


"Kalo di bungkus aja gimana Ri?" Tanya Ahmad lagi masih belum ingin mengakhiri pertemuan mereka.


'Nih laki dari dulu emang paling pantang menyerah, salut gue' Batin Dayu dalam hati.


"Maaf banget, nggak bisa kasian Rayan udah nungguin Dayu balik" Tolak Fitri lagi.


'Cih dasar Cewek kejam bisa-bisa nya dia jadiin gue yang tanpa dosa ini sebagai alasan' Gerutu Dayu kesal dalam hati


Fitri melirik Dayu berusaha memberikan kode, agar Fitri dan Ahmad bisa berbicara berdua. Tapi dasar Dayu yang sedari tadi sibuk bersungut-sungut di dalam hati, tidak bisa menangkap kode yang di berikan Fitri.


'Kenapa lagi nih anak, sakit mata' Batin Dayu tidak peka.

__ADS_1


Karena kesal Fitri menendang kaki Dayu di bawah meja "Aww!" Teriak Dayu sedikit kesakitan, Dayu menunduk untuk mengusap kaki nya yang di tendang Fitri tanpa perasaan.


"Kaki lo kenapa Yu? kebentur kaki meja ya" Ucap Fitri membuat alibi sambil ikut menundukan kepala nya mendekati Dayu.


'Pergi dulu, gue mau ngomong penting sama Ahmad' Bisik Fitri pelan.


'Nggak perlu nendang kaki gue juga kali, tega banget lo' Bisik Dayu tak kalah pelan.


'Suruh siapa nggak peka' Balas Fitri berbisik.


"Kenapa kaki lo Yu?" Tanya Ahmad menyela kedua sahabat yang sedang sibuk berbisik.


"Ahh nggak apa-apa Mad, kaki gue nggak sengaja nendang kaki meja" Jawab Dayu beralasan.


"Lo sih nggak hati-hati Yu" Ucap Fitri menimpali.


Dayu melirik Fitri sinis, sedangkan Fitri memasang wajah polos tanpa dosa.


"Ehh Rayan telepon nih, gue angkat telepon dulu ya. Kalian ngobrol aja dulu, Gue tunggu di depan" Ucap Dayu berbohong, agar bisa keluar dan meninggalkan Fitri dan Ahmad berdua.


"Iya" Jawab Fitri singkat, sedangkan Ahmad hanya mengangguk setuju.


Setelah Dayu tidak terlihat lagi Fitri menatap Ahmad serius "Mad ada yang mau gue omongin ke lo" Ucap Fitri pelan.


Melihat tatapan Fitri membuat jantung Ahmad serasa berhenti berdetak, Ahmad tahu betul Arti tatapan itu. Fitri selalu menatap Ahmad dengan cara yang sama, setiap kali Fitri mau menolak pernyataan cinta Ahmad dulu. Ahmad tersenyum getir, tapi mau bagaimanapun Ahmad tidak bisa menghindar.


"Iya Ri kenapa? ngomong aja gue dengerin" Jawab Ahmad sambil berusaha memberikan senyum terbaiknya untuk Fitri.


Fitri menghirup nafas panjang bersiap untuk mengatakan alasan utama dia bertemu dengan Ahmad hari ini. Fitri tahu Ahmad adalah lelaki yang baik, tapi Fitri harus dengan tegas menjelaskan batas hubungan mereka berdua.

__ADS_1


"Sebelum nya gue minta maaf atas perlakuan gue yang dulu, tanpa alasan yang jelas gue mutusin lo gitu aja. Maaf gue udah buat lo bingung dan tanpa sengaja menyakiti perasaan lo. Gue juga minta maaf karena nggak bisa jelasin alasan tepat nya kenapa gue bersikap begitu. Tapi yang jelas semua penyebab nya ada di gue, lo nggak salah apa-apa. Dulu lo udah perlakuin gue dengan sangat baik, gue nya aja yang nggak tahu diri, gue benar-benar minta maaf" Ucap Fitri meminta maaf dengan tulus.


Ahmad menatap Fitri sendu matanya mulai berkaca-kaca, tapi tidak ada sepatah katapun yang sanggup Ahmad ucapkan. Ahmad mengerti Fitri tulus mengucapkan permintaan maaf kepadanya. Hati Ahmad berkecamuk banyak hal yang ingin Ahmad sampaikan, tapi bibir nya tidak sanggup terbuka.


__ADS_2