
Dengan kasar Fitri menyentakkan tangan Andi di tubuhnya, Fitri kembali berdiri tegak, Fitri menatap lekat wanita tersebut lalu tersenyum menyeringai.
"Wah!!! ternyata benar-benar cantik, secantik boneka" Ujar Fitri sarkas.
Wanita tersebut menatap Fitri sambil menangis "Ma-maaf" Ujar Wanita itu pelan.
Andi menggenggam tangan Fitri "Sayang biar aku jelaskan" Ujar Andi takut.
"Fia" Panggil Fitri dingin.
Fia yang berada di atas kasur Andi menunduk ketakutan, tidak berani menatap Fitri.
"Selama ini gue memang selalu mengira lo itu anak yang cantik dan polos, tapi setelah melihat lo benar-benar polos seperti sekarang-" Fitri menghentikan Kata-katanya sejenak, lalu menatap tubuh polos Fia dengan seksama.
Fitri menyeringai "Gue baru sadar, ternyata lo jauh lebih cantik dari yang gue kira"
Fia dengan segera kembali merebut selimut yang berada di tangan putri untuk menutupi tubuh polosnya
Fitri melirik Andi yang hanya mengenakan celana dan bertelanjang dada "Wajar kalau Andi juga akhirnya jatuh cinta sama lo" Ujar Fitri dingin, lalu tersenyum miris.
"Nggak sayang, itu nggak benar! Aku cuma cinta sama Kamu. Aku sama sekali nggak ada perasaan apapun ke dia" Ujar Andi langsung menyangkal.
Mendengar perkataan Andi otomatis Fia langsung menatap Andi terkejut, Fia tidak menyangka jika Andi akan mengatakan jika dia tidak mencintai nya. Meskipun selama ini Andi tidak pernah mengatakan cinta kepadanya, tapi Andi selalu memperlakukan nya dengan lembut dan penuh perhatian. Fia pikir tidak mendapatkan pengakuan cinta pun tidak masalah. Karena Andi memperlakukan nya seolah mencintainya, dan Fia selalu mempercayai jika itu adalah cinta.
Fitri tersenyum melihat pandangan terluka Fia , sepertinya Fia juga sudah di permainkan Andi habis-habisan.
"Fia lo sudah dengar kan? dia bilang dia cuma cinta sama gue. Itu berarti dia selama ini main sama lo tanpa perasaan" Ujar Fitri kejam, dengan sengaja ingin menyakiti Fia. tangis Fia semakin kencang.
"Fia apa dia pacar lo yang selalu lo bangga-banggain selama ini?" Tanya Fitri menerka.
"Hiks hiks hiks" Fia hanya menangis tapi meski begitu dia mengangguk mengakui.
__ADS_1
Setetes Air mata jatuh di pipi Fitri, tangan Andi terangkat ingin menghapus Air mata Fitri namun Fitri langsung menepisnya.
"Jangan sentuh gue!!" Ujar Fitri geram
"Lo benar-benar hebat ya Ndi, 8 bulan! 8 bulan lo bodohi gue habis-habisan!" Teriak Fitri marah
Andi menatap Fitri dengan pandangan memohon "Sayang Aku minta maaf, Aku benar-benar minta maaf. Semua ini karena dia yang menggoda Aku duluan, Aku sudah berusaha menolak, tapi dia tetap tidak mau menyerah Aku cuma cinta sama Kam-"
"Diam!!!" Teriak Fitri marah
"Heh!" Fitri menatap Andi tidak percaya
"Gue nggak mau dengerin omong kosong lo lagi" Fitri menatap Andi dan Fia bergantian lalu tersenyum miris.
"Biar gue yang mundur, mulai sekarang Kita putus!" Ujar Fitri lalu berbalik hendak pergi, Air mata yang sedari tadi di tahannya akhirnya luruh juga.
Fitri hendak pergi, namun Andi dengan segera memeluknya dari belakang menahan Fitri pergi.
"Lepas!!" Ujar Fitri dingin.
Andi menggeleng mengeratkan pelukannya "Aku mohon Fit, Aku janji nggak akan pernah mengulanginya lagi. Aku mohon maafin Aku sekali ini saja" Mohon Andi terdengar pilu.
Putri yang sejak tadi menonton melihat Abangnya memohon sambil terisak, akhirnya mendekati Andi dan Fitri.
Putri ikut menangis "Mbak maafin Abang ya hiks, Mbak Fitri jangan marah lagi hiks. Abang sudah janji nggak akan bikin mbak Fitri marah lagi hiks hiks" Ujar Putri ikut memohon agar Fitri memaafkan Andi
"Putri mohon maafin Abang hiks hiks" Mohon Putri sambil menggenggam lengan Fitri.
Fitri terdiam tidak mengatakan sepatah katapun, Fitri melepaskan tangan Putri di lengannya, lalu sekuat tenaga berusaha melepaskan pelukan Andi. Saat pelukan Andi akhirnya terlepas Andi justru menggenggam tangan Fitri, tetap tidak mau menyerah.
Dengan terpaksa Fitri mendorong Andi hingga tangannya terlepas, dan Andi bahkan terdorong ke lantai setelah itu Fitri dengan segera berlari keluar kamar Andi.
__ADS_1
"Fitri!!!!" Teriak Andi.
"Mbaakkkk!!!" Teriak Putri
Fitri tidak memperdulikan panggian dari kedua kakak beradik itu, yang ingin Fitri lakukan sekarang adalah pergi dari sini secepatnya.
Andi dengan segera berlari dan menyusul Fitri, mengabaikan Fia yang menatap Andi dengan pandangan terluka. Fia tidak pernah menyangka akan berakhir seperti ini, jika pun akhirnya akan ketahuan oleh Fitri, Fia fikir Andi akan memilih nya. Tidak pernah Fia sangka akhirnya yang Fia dapatkan lagi-lagi hanyalah, melihat punggung Andi yang selalu pergi mengejar Fitri.
Fitri sudah sampai di lantai 1 dan berlari ke arah pintu keluar, namun langkah nya tetap kalah cepat dengan langkah kaki Andi yang panjang. Andi yang berhasil mengejar Fitri dengan segera mencekal lengan Fitri.
"Aku mohon jangan tinggalkan Aku, Aku nggak mau putus, Aku benar-benar hanya mencintai Kamu" Ujar Andi dengan pandangan memohon.
Fitri mendengus kesal "Kalau lo benar-benar cuma cinta sama gue, lo nggak akan mungkin menghianati gue seperti sekarang!" Teriak Fitri marah
Andi merasa tersinggung, karena Fitri meragukan perasaan Andi kepadanya "Kalau Kamu nggak selalu menghindar setiap kali Aku mendekat, Aku juga nggak akan melampiaskan nya ke wanita lain!" Ujar Andi yang ikut terbawa emosi.
"Apa?" Teriak Fitri tidak percaya.
"Sekarang lo nyalahin gue!" Ujar Fitri tidak percaya, bisa-bisanya sekarang Andi melempar kan kesalahan kepada nya.
Andi yang sadar tidak seharusnya mengatakan itu langsung panik "Maaf bukan begitu maksud ku, Aku tau Kamu punya prinsip Kamu sendiri. Aku yang salah, Aku minta maaf" Ujar Andi menyesal.
Fitri langsung buang muka tidak ingin menatap Andi "Sekalipun Kamu benar-benar tidak bisa menahan diri, kenapa harus Fia? Fia masih terlalu muda. Kenapa Kamu tega merusak dia" Ujar Shifa pelan. Setetes Air mata Fitri menetes, Fitri benar-benar menyukai Fia, Fitri sudah menganggap Fia seperti adiknya sendiri.
Andi langsung menggeleng "Bukan Aku yang merusak nya, Saat bersamaku dia sudah tidak perawan!" Sangkal Andi tidak terima di bilang merusak seorang gadis.
"Apa?" Kaget Fitri menatap Andi tidak percaya.
"Lalu lo sengaja memanfaatkan dia, karena tahu dia sudah tidak perawan?" Tanya Fitri menatap Andi benci
"Bukan begitu maksud ku" Panik Andi lalu mengusap wajahnya bingung. Sebenarnya bagaimana caranya menjelaskan nya kepada Fitri, agar dia mau mengerti.
__ADS_1