
Fitri tersenyum senang, sambil memeluk pinggang Andi yang sedang mengendarai motor. Tangan kiri Andi menggenggam salah satu tangan Fitri, yang sedang memeluk pinggangnya. Sedangkan tangan kanannya memegang stir motor.
"Kak Kita mau kemana?" Tanya Fitri
Andi tersenyum di balik helmnya "Kerumah ku, katanya Putri kangen sama Kamu" Jawab Andi sambil mengelus lembut tangan Fitri.
"Benarkah? Aku juga kangen banget sama Putri, terakhir kita janjian mau nonton drama Korea bareng. Tapi Aku belum sempat main kerumah Kamu" Ujar Fitri tersenyum senang
"Mama juga katanya mau ngajak Kamu makan bersama, hari ini mama khusus masak makanan kesukaan Kamu" Ungkap Andi
"Sungguh?" Tanya Fitri senang
"Tentu saja" Jawab Andi terkekeh pelan
Fitri tersenyum senang "Wahhh!! udah lama banget nggak makan masakan Tante, baru bayangin saja udah laper nih" Ujar Fitri senang
Andi terkekeh "Kamu itu ya, setiap bahas makanan saja semangat sekali" Ujar Andi menggeleng kan kepalanya pelan.
Fitri tersenyum tanpa dosa "Hehehe gimana dong, makanan enak kan bisa membuat orang bahagia" Jawab Fitri
"Standar bahagia Kamu itu, apa tidak terlalu sederhana?" Tanya Andi
Fitri tersenyum "Tentu saja tidak, pada dasarnya bahagia kan memang sederhana. Hanya saja setiap orang memiliki standar yang berbeda tentang kebahagiaan. Tapi bagiku bisa makan bersama orang yang di sayangi juga termasuk kebahagiaan" Ujar Fitri senang
"Kamu boleh kok, untuk bersikap lebih serakah lagi. Karena apapun yang bisa buat Kamu bahagia, Aku akan berusaha untuk mewujudkan nya" Ujar Andi serius
Fitri terkekeh pelan "Nggak perlu lagi Kak, bisa ketemu dan mengobrol seperti ini saja sudah buat Aku bahagia. Mungkin menurut Kakak standar bahagia Aku terlalu sederhana, tapi sebenarnya hal-hal yang sederhana seperti itu juga tidak mudah untuk dilakukan. Karena kebanyakan orang terlalu fokus dengan ambisi mereka masing-masing, sampai melupakan jika hal sederhana juga bisa membuat bahagia" Ujar Fitri
Mendengar kata-kata Fitri Hati Andi terasa hangat, untuk kesekian kalinya dia kembali jatuh cinta. Tidak salah Andi memilih Fitri sebagai rumah baginya, di kehidupan ini Andi hanya ingin menikahi Fitri seorang.
Mereka berdua akhirnya sampai di rumah Andi, setelah turun dari motor Fitri segera berjalan untuk masuk kerumah, meninggalkan Andi yang masih akan menaruh motor di garasi.
"Assalamualaikum" Ujar Fitri sambil mengetuk pintu yang memang sudah terbuka
"Wallaikumsallam" Jawab seorang gadis remaja yang langsung keluar menyambut Fitri.
__ADS_1
Putri keluar setelah tahu Fitri yang datang, Putri langsung berlari dan memeluk Fitri "Mbak Fitri, Akhirnya datang juga!" Ujar Putri senang
Fitri membalas pelukan Putri "Kita kan sudah janji mau nonton drama korea bareng, tentu saja Mbak pasti datang" Jawab Fitri senang
Putri melepaskan pelukannya, lalu beralih menggandeng tangan Fitri "Yuk masuk Mbak, Mama sekarang sedang masak" Ujar Putri mengajak Fitri ke dapur menghampiri Mama nya
"Ma Mbak Fitri sudah datang!" Teriak Putri saat memasuki dapur.
Terlihat seorang wanita cantik yang berusia 40 tahunan sedang sibuk bergelut dengan wajan dan kompor. Wanita itu adalah Sekar Mama Andi dan Putri, mendengar teriakkan Putrinya wanita itu pun menoleh dan tersenyum ramah.
"Fitri sudah datang" Sapa Mama Sekar hangat.
Fitri melepaskan gandengan Putri dan menghampiri Mama Sekar "Tante lagi masak apa?" Tanya Fitri sambil merlirik ke arah wajan
"Tante lagi masak semur ayam kesukaan Kamu nih" Jawab Mama Sekar sambil tersenyum hangat
"Wahhh pasti enak!" Ujar Fitri senang
"Mama begitu, setiap kali Mbak Fitri mau ke rumah, Pasti sudah sibuk mau masakin makanan kesukaan Mbak Fitri. Tapi setiap kali Aku yang minta di masakin makanan favorit ku, selalu saja banyak alasan" Ujar Putri sambil mengerucutkan bibirnya kesal
Otomatis Putri langsung memukul tangan Abang nya yang menjepit bibirnya. Melihat adiknya yang kesal sampai hampir menangis, baru lah Andi melepaskan tangannya.
"Mama Abang jepit bibirku sakit banget!" Ujar Putri mengadu kepada mamanya sambil memonyongkan bibirnya yang memerah.
"Abang jangan ganggu adek terus" Ujar Mamanya menasehati.
Andi justru terkekeh "Habis nya manja banget, Fitri kan jarang-jarang makan disini. Tapi ini anak sukanya protes terus" Ujar Andi sambil menunjukkan ekspresi menyebalkan kepada Adiknya.
"Siapa juga yang protes, gue kan cuma bilang saja, kalo gue juga mau di masakin makanan favorit gue!" Seru Putri sambil mendongak dan memelototi Abangnya yang tinggi
Andi menjitak kepala Adiknya "Awwhhh, Sakit Bang. Maa Abang memukul kepalaku!" Adu Putri sambil mengelus kepalanya
"Abang! Mama kan sudah sering bilang, jangan sering pukul kepala adik Kamu!" Seru Mama Sekar memberi peringatan
Andi mengedikkan bahunya "Habisnya Putri nggak sopan sama Abang nya Ma" Ujar Andi beralasan
__ADS_1
Mama Sekar hanya menggeleng kan kepalanya, tidak habis fikir dengan kelakuan kedua anaknya yang setiap bertemu selalu saja bertengkar. Sedangkan Fitri hanya menonton sambil terkekeh kecil.
Mama sekar menoleh ke arah Fitri "Jangan hiraukan mereka berdua" Ujar Mama Sekar kepada Fitri
Fitri tersenyum lalu mengangguk "Nggak apa-apa tante, Aku di rumah juga suka nya berantem sama adek" Ujar Fitri
"Benarkah?" Tanya Mama sekar, Fitri mengangguk.
"Aku bantuin ya Tante" Ujar Fitri hendak membantu mengiris bawang bombai yang baru di kupas kulitnya.
Mama sekar menggeleng "Nggak usah, nanti seragam Kamu kotor" Ujar Mama Sekar menolak.
"Nggak apa-apa Tante, Aku akan hati-hati" Ujar Fitri tetap ingin membantu.
"Nggak usah nak, hanya kurang beberap hidangan saja. Kata Putri kalian sudah janji mau menonton drama bersama. Kamu pergi saja nonton drama sama Putri, jika tidak mereka akan terus berdebat" Ujar Mama Sekar sambil melirik kedua anaknya yang masih sibuk berdebat.
"Tapi Tante-" Ucapan Fitri terpotong
"Sudah tidak apa-apa, Kamu pergi saja. Nanti jika sudan matang tante panggil" Ujar Mama Sekar.
Fitri hendak membantah, namun melihat Mama Sekar yang menggeleng akhirnya Fitri menyerah.
"Dek katanya mau nonton drama, ajak Mbak Fitri nya ke atas" Perintah Mama Sekar
"Iya Ma" Jawab Putri lalu menarik Fitri untuk pergi bersama nya
"Ma Aku juga kan masih kangen sama Fitri" Protes Andi tidak terima, dia sudah 1 bulan tidak bertemu Fitri, sekarang Putri justru ingin merebut Fitri darinya.
"Ngalah Bang sama Adek nya" Ujar Mama sekar.
"Tapi Ma-" Protes Andi terhenti karena Mamanya melotot memberi peringatan.
Sedangkan Putri tersenyum senang, lalu memeletkan lidah nya mengejek "Bweee" Ejek Putri.
"Awas lo ya!" Ancam Andi tanpa suara, sambil melotot ke arah adiknya.
__ADS_1
Putri mengabaikan Andi dan langsung menggandeng Fitri pergi ke lantai 2, ke arah kamarnya.