Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 76


__ADS_3

Tadi Ahmad sekilas melihat mata Fitri membengkak. Entah sudah berapa lama Fitri menangis sendirian disini, Melihat Fitri yang menangis tersedu-sedu di hadapannya, sungguh membuat nya tersiksa. Ingin rasanya Ahmad bertanya siapa yang sudah dengan berani nya membuat Fitri menangis. Namun melihat dari keadaan Fitri, sepertinya Fitri tidak akan mengatakan apapun.


Mereka berdua terdiam cukup lama, Fitri sedang berusaha untuk menata perasaan nya, jangan sampai lagi-lagi dia bersikap memalukan di hadapan Ahmad. Sedangkan Ahmad sengaja membiarkan Fitri untuk lebih tenang terlebih dahulu.


Dirasa dirinya sudah mulai tenang, Fitri menatap Ahmad yang duduk di sampingnya.


"Lo kok bisa ada disini?" Tanya Fitri menatap Ahmad


Ahmad balik menatap Fitri, melihat mata Fitri yang bengkak membuat hatinya terasa ngilu "Gue memang sengaja kesini untuk cari lo?" Ujar Ahmad


Fitri menatap Ahmad tidak mengerti "Kenapa lo mencari gue?" Tanya Fitri bingung.


Ahmad menghela nafas panjang "Kemana ponsel lo?, kenapa lo nggak bisa di hubungin? semua orang sibuk cari lo kemana-mana" Ujar Ahmad.


"Ha cari gue? siapa yang lo maksud?" Tanya Fitri bingung.


"Gue, Rayan dan kedua teman lo yang namanya Mayang dan Ely. Andre juga khawatir sekali karena lo nggak pulang-pulang" Ujar Ahmad menjelaskan.


Fitri menunduk menyesal "Maaf gue ngerepotin kalian" Ujar Fitri sedih.


Ahmad menghela nafas panjang "Kita nggak merasa di repotkan, Kita cari lo karena Khawatir sudah malam tapi lo nggak pulang-pulang, ponsel lo juga nggak bisa di hubungin" Ujar Ahmad, yang teringat betapa paniknya dirinya tadi karena tahu Fitri menghilang.


🦋🦋🦋


Flashback


Beberapa jam sebelumnya...


Andre sedang menonton TV namun sesekali dia menatap jam dinding , sekarang sudah hampir jam 9 malam, namun Mbak nya belum juga pulang. Tidak biasanya jam segini Mbak nya belum pulang, sekalipun akan pulang terlambat, Mbak nya selalu menghubungi nya terlebih dahulu, jadi Andre tidak pernah khawatir sekalipun Mbak nya pulang malam.


Siang tadi Mbak nya hanya mengatakan jika dirinya akan pergi bermain dengan teman-teman nya, dan bilang jika pulang akan membawakan nya makan malam, namun sampai jam 8 malam pun Mbak nya tidak kunjung pulang. Jadi terpaksa Andre harus memasak mie instan untuk makan malam. Dia kira setelah di selesai makan Mbak nya akan pulang, namun meski sudah lama menunggu Mbak nya Fitri tetap tidak pulang juga.

__ADS_1


Karena khawatir Andre sudah berkali-kali menelepon Fitri, namun ponselnya tidak aktif. Andre juga sudah mencoba menelepon Kak Andi pacar Fitri, namun ponselnya sama, tidak aktif juga. Sedangkan nomor ponsel teman Fitri yang Andre punya hanyalah nomor ponsel Dayu.


Andre pun akhirnya memutuskan untuk menelepon Dayu, panggilan nya tersambung namun belum juga di angkat.


'Halo' Suara Dayu di seberang telepon.


"Mbak, ini Andre" Sapa Andre.


'Iya dek, kenapa?' Tanya Dayu di seberang telepon.


"Mbak Fitri ada di rumah Mbak nggak?" Tanya Andre.


'Nggak ada dek, memangnya Mbak Kamu kemana?' Tanya Dayu


Mendengar jawaban Dayu membuat Andre tambah khawatir "Mbak Fitri pergi main sama teman-teman nya tadi siang, tapi sampai sekarang masih belum pulang juga. Andre udah telepon berkali-kali, namun ponselnya nggak aktif. Andre juga sudah telepon pacarnya Mbak Fitri, tapi sama nomor nya nggak Aktif juga. Andre nggak punya nomor teman-teman Mbak Fitri yang lainnya" Ujar Andre menceritakan nya dengan suara yang sudah hampir menangis.


Dayu yang mendengar nya pun jadi ikut khawatir, karena Fitri setiap kali pulang telat pasti akan mengabari adiknya dulu.


'Yan Rayan!' Panggil Dayu memanggil suaminya.


"Tapi Aa Juna lagi pergi main ke luar kota sama teman-teman nya, nggak tahu kapan pulang nya" Ujar Andre sedih.


Dayu menghela nafas panjang 'Yasudah Andre jangan khawatir, Mbak Fitri pasti akan baik-baik saja. Nanti biar Mas Rayan yang pergi cari Mbak Kamu' Ujar Dayu di seberang telepon.


"Iya Mbak" Jawab Andre patuh.


Setelah itu Dayu menyuruh Rayan untuk mencari Fitri, Dayu juga menelepon Mayang dan Ely, namun karena mereka juga akhirnya tidak mendapatkan hasil, akan keberadaan Fitri ada di mana. Akhirnya Dayu juga terpaksa menepon Ahmad, Saat itu Dayu hanya berfikir, semakin banyak yang mencari Fitri, maka akan semakin cepat ketemu juga.


Dayu merasa sangat tidak berguna, di saat dirinya membutuhkan, Fitri selalu ada untuk nya. Namun saat Fitri membutuhkan, dirinya tidak bisa membantu.


Dayu mengusap air matanya yang menetes "Semoga lo baik-baik saja" Gumam Dayu lalu mengelus perut besarnya.

__ADS_1


****


Ahmad sedang ngopi di sebuah kedai kopi bersama teman-teman nya.


"Hujan-hujan begini memang paling enak ngopi" Ujar Asep salah teman Ahmad yang juga bekerja sebagai sopir.


"Berapa lama lagi Kita berangkat nya Bud?" Tanya Ahmad kepada Budi, Teman sekaligus Supir yang akan membawa barang ke Kalimantan bersamanya.


Budi meniupkan asap rokok dari mulutnya "Tadinya mau menunggu hujannya reda, tapi sepertinya hujan nya tidak akan berhenti. 20 menit lagi deh kita berangkat, kopi gue belum habis" Ujar Budi melanjutkan menghisap rokok di tangannya.


Ahmad mengangguk setuju, lalu mencomot gorengan di hadapannya "Gue ngikut lo saja deh" Ujar Ahmad


Asep menghela nafas panjang "Heran gue hujan dari sore kok sampai sekarang masih belum reda juga, Untung saja kalian tadi sore sebelum hujan, sudah selesai memuat barang ke mobil" Ujar Asep.


"Lo kapan mau pergi bawa barang keluar kota lagi Sep?" Tanya Ahmad pada temannya itu.


Asep menggeleng "Belum tahu gue, baru juga gue balik 2 hari, Pacar gue lagi ngambek ini karena 2 bulan gue baru pulang ke rumah. nanti lah 1 atau 2 minggu lagi, setelah pacar gue sudah nggak marah baru gue muat barang lagi" Ujar Asep.


"Dih dasar lo baru juga pacar sudah takut saja, apalagi jadi bini nanti nya. bisa-bisa jadi suami takut istri lo!" Ejek Budi.


Asep hanya mendengus kesal, sedangkan Ahmad hanya tersenyum saja.


Ponsel Ahmad berdering Ahmad segera melihat nama si pemanggil.


'Dayu?, ada apa dia telepon gue' Batin Ahmad. Namun jika Dayu yang menelepon pasti ada sesuatu yang penting.


"Halo yu?" Sapa Ahmad.


'Halo Mad? lo lagi sibuk nggak?' Tanya Dayu di seberang telepon. Suara Dayu terdengar serak, seperti seseorang yang habis menangis.


"Enggak Yu, ada apa memangnya?" Tanya Ahmad yang jadi khawatir, apakah terjadi sesuatu dengan Fitri.

__ADS_1


Terdengar suara isak tangis Dayu 'hiks Lo bisa bantuin untuk cari Fitri nggak?' Tanya Dayu pelan.


Seketika wajah Ahmad berubah cemas "Memang nya Fitri kemana?" Tanya Ahmad, langsung berdiri panik.


__ADS_2