
Saat ini Ada dua pasang mata yang menatap Fitri dengan tajam. Fitri yang di tatap hanya melirik kesana kemari, memindai isi ruangan ini seolah baru pertama kali melihatnya. Meskipun sebenarnya Fitri bahkan sudah sangat bosan. sangking terlalu sering kemari ke kos'n Mayang.
"Jadi gimana?" Tanya Mayang penasaran
"Apa nya yang gimana?" Jawab Fitri pura-pura tidak mengerti.
" Nggak usah pura-pura bego deh Fit" Kata Ely kesal.
"Gue emang nggak ngerti kok maksud kalian berdua" Kilah Fitri pura-pura polos.
"Nggak usah ngeles udah cepet ceritain gimana bisa dan kapan Lo jadian sama kak Andi?" Tanya Mayang panjang lebar.
"Udah cepat ceritain Gue udah penasaran banget nih" Kata Ely mendesak Fitri.
"Cckk" Decak Fitri sebal.
"Kalian ini nggak sabaran banget, Gue pasti cerita lagi" Ucap Fitri kesal.
"Halah Lo itu kalo nggak di tanya nggak pernah mau cerita apa-apa" Keluh Mayang.
"Iya Lo itu kebanyakan mendem jadinya kebiasaan, hari ini aja mungkin kalo Kak Andi nggak ngomong apa-apa, Kita nggak akan tahu kalau Kalian udah resmi pacaran" Keluh Ely panjang lebar.
"Huffttt" Fitri menghela nafas berat.
"Gue itu bukan nya nggak mau cerita, Gue cuma tunggu waktu yang tepat aja" Alasan Fitri.
"Halah alasan mulu Lo" Kesal Mayang.
"Udah buruan ceritain nggak usah kebanyakan ngeles" Ucap Ely menuntut.
"Oke-oke Gue ceritain" Kata Fitri Akhirnya. Fitri memandangi kedua sahabatnya yang sedang menatap antusias kepada Fitri.
"Jadi ya seperti yang Lo berdua Tahu, Gue Udah hampir 2 bulan mulai dekat Kak Andi dimulai dari chatingan, telvonan, bahkan akhir-akhir Ini Kak Andi suka nyanyi sambil main Gitar buat Gue" Kata Fitri memulai ceritanya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Uhhh so sweet" Kata Mayang "Gue itu ya dari dulu pengen banget punya pacar yang pintar main gitar, tapi pacar-pacar Gue selama ini pada nggak becus semua" Curhat Mayang kesal.
"Kak Andi ini pintar banget ya natural banget pdkt nya, bukan nya dulu Lo bilang alasan Kak Andi minta nomor WA Lo buat urusan pulsa kan? tapi kata Lo sampai sekarang Dia blm pernah minta pulsa ke Lo?" Tanya Ely ingin memastikan sesuatu.
"Iya juga ya" Kata Fitri, setelah dipikir-pikir Kak Andi sama sekali belum pernah membeli pulsa ataupun paketan internet padanya.
Ely menepuk tangan nya senang "Nah itu Dia maksud Gue, berarti sebenarnya Dia itu udah lama tertarik sama Lo" Tebak Ely.
"Apa lagi dari awal masuk sekolah Lo kan kelihatan banget naksir Dia, Kak Andi pasti sadar Sih sama gerak gerik Lo" Kata Mayang menambahkan.
"Tapi karena Fitri selam ini cuma ngeliat Dia dari jauh, tanpa pergerakan apapun makanya akhirnya Kak Andi sendiri yang mulai inisiatif" Tebak Ely panjang lebar.
"Yakin Lo?" Tanya Fitri Ragu
"Yakin banget Gue" Ucap Ely percaya diri.
"Gue juga setuju sih sama pendapat Ely, karena Kalau Kak Andi nggak inisiatif sendiri buat deketin Lo, nggak akan pernah ada kemajuan, mau sesuka apapun Fitri sama Kak Andi Fitri kelihatan banget nggak akan pernah mau mulai mendekat duluan" Ucap mayang panjang lebar.
"Jadi kapan tepatnya Lo dan Kak Andi mulai pacaran" Tanya Mayang
Pertanyaan Mayang menyadarkan Fitri dari lamunannya. "Hmm, baru kemarin" jawab Fitri malu.
"Ceritain donk gimana jadian nya?" Tanya Ely antusias.
"Jadi sebenarnya 2 hari yang lalu, Kak Herman telpon Gue buat minta dikirimin paket internet, Tapi karena Kak Herman ini sering banget telat bayarnya, jadi Gue agak malas mau kasih Dia" Kata Fitri menghentikan sejenak kalimat nya.
"Tapi karena Gue tahu Kak Herman ini salah satu teman dekatnya Kak Andi, Gue kasih syarat ke Dia baru Gue mau kirimin Itu paketan" Cerita Fitri.
"Terus-Terus?" Tanya Mayang antusias.
"Jadi Gue tanya Kak Andi udah ada pacar atau belum, tapi Gue nggak tahu kalau Kak Herman hidupin speaker handphone nya ditambah lagi ternyata dari awal Kak Andi lagi sama Kak Herman.
"Wihh kedengaran semua donk" Tanya Ely.
__ADS_1
"Iya" Jawab Fitri "Bukan cuma kedengaran tapi pertanyaan Gue langsung di jawab sama Kak Andi, Dia bilang gini, Gue masih jomblo Fit, Kenapa? Lo mau daftar?" Cerita Fitri malu.
"Hahahahahahaha, Gila sih Gue malu banget kalo jadi Lo Fit" Kata Ely mentertawakan Fitri.
"Hahahahaha, rencana mau kepo tanya ke teman nya, malah langsung di jawab sama yang bersangkutan ya Fit, kalo Gue jadi Lo Gue bakal bolos sekolah selama seminggu" Ucap mayang sambil tertawa terpingkal-pingkal.
"Cckk" Decak Fitri kesal.
"Gue juga malu banget sumpah" kata Fitri.
"Tapi keesokan harinya Kak Andi langsung ngajak Gue ketemuan berdua, katanya ada yang mau Dia omongin, otomatis Gue ketakutan donk" Jelas Fitri.
"Hahahaha Kalo Gue jadi Lo nggak bakal Gue mau ketemu, mau di taruh dimana muka Gue" Kata Ely mengejek.
"Gue juga mau nya gitu, tapi mau gimana lagi nggak enak Gue kalo nolak jadi yah Gue terima" jelas Fitri.
"Jangan-jangan karena itu seharian Lo nggak mau keluar kelas?" Tanya Mayang tepat sasaran.
"Iya Gue malu banget kalau sampai papasan Dia, jadi Gue milih di kelas aja, sambil mempersiapkan mental dan hati Gue" Ucap Fitri menjelaskan.
"Hahahaha" Tawa Ely meledak "Penakut banget sih Lo" Ejek Ely.
"Gue takut banget tahu nggak, Gue kira kak Andi ngajak ketemuan itu buat ngomelin Gue, atau Dia mau bilang terganggu sama sikap Gue, Mana tahu Gue Dia malah ngajak pacaran" Cerita Fitri di akhiri senyuman di Kalimat terakhirnya, karena mengingat kejadian kemarin.
"jadi Kak Andi ngomong apa waktu ngajak jadian?" Tanya mayang penasaran.
sedang Ely hanya menatap Fitri menantikan cerita selanjutnya.
"Awal Gue datang kesana dia kasih Gue roti sama minuman, dan rasanya Gue tuh kayak hewan kurban yang divkenyangin dulu perutnya sebelum divsembelih, tegang banget Gue" Fitri berhenti sejenak untuk mengambil nafas.
"Eh setelah itu Dia main gitar sambil nyanyi buat Gue, Kalian tau lagu yang judulnya Dari hati? Dia nyanyi lagu itu buat Gue" Cerita Fitri sambil tersenyum bahagia, mengingat nyanyian Andi kemarin yang membuat jantung nya berdetak kencang.
"Ternyata Kak Andi punya sisi romantis juga ya" Kata Mayang ikutan tersentuh mendengar cerita Fitri.
__ADS_1