Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 80


__ADS_3

2 Hari kemudian..


Sepanjang kelas Fitri selalu diam, beberapa teman kelas yang mengajaknya berbicara pun hanya di tanggapi nya dengan sekedarnya saja. Beberapa teman kelas Fitri merasa Fitri sedikit aneh, karena menjadi terlalu tenang. Hanya Mayang dan Ely saja yang mengetahui penyebab alasan Fitri menjadi begitu diam hari ini, namun mereka berdua hanya bisa diam dan bersikap seperti biasanya. Sesuai permintaan Fitri, Fitri tidak ingin orang lain di sekolahnya mengetahui kejadian tentang Fitri Andi dan juga Fia.


"Fit ke kantin yuk" Ajak Ely


"Gue nggak lapar" Jawab Fitri pelan.


"Tapi gue lapar banget nih, Ayuk dong makan sama Kita" Ujar Mayang sambil menyentuh lengan Fitri dan menatap Fitri dengan tatapan memohon.


"Lo juga tetap harus makan kan meskipun cuma sedikit. Lo jangan lupa hari ini kan, Kita janji mau nengokin Dayu ke rumah sakit" Ujar Ely.


"Iya Fit, kalau Dayu lihat lo lemas nggak bertenaga gitu kan Dayu bisa sedih, apalagi dia kan sudah mau melahirkan. Kita harus membuat suasana hatinya tetap bagus" Sahut Mayang merayu.


Fitri terdiam, Apa yang di katakan Ely dan Mayang benar. Karena kejadian 2 hari yang lalu sudah membuat Dayu sangat menghawatirkan nya. Meskipun mereka tidak mengatakan apa yang sebenarnya terjadi demi menjaga kondisi Dayu yang sedang hamil besar, Dayu mungkin tidak percaya sepenuhnya. Karena itu sekarang dirinya tidak boleh membuat Dayu khawatir.


"Baiklah, ayo kita ke kantin" Ujar Fitri yang akhirnya setuju. Ely dan Mayang tersenyum senang lalu segera menggandeng Fitri untuk pergi ke kantin.


Tadi pagi Rayan memang mengabari Fitri jika Dayu seperti nya akan melahirkan, jadi sekarang Dayu sedang berada di rumah sakit. Meskipun persalinan Dayu menjadi lebih cepat dari perkiraan dokter, namun dokter bilang semua ini masih terhitung normal, jadi tidak perlu terlalu khawatir. Awalnya Fitri ingin langsung ke rumah sakit, Namun Rayan melarang. Sebentar lagi Fitri akan Ujian nasional, karena itu Rayan tidak ingin Fitri melewatkan pelajaran penting, dan menyuruh Fitri untuk datang setelah pulang sekolah bersama Ely dan Mayang.


🦋🦋🦋


Mayang, dan Ely sedang menikmati makan siang mereka dengan lahap, sedangkan Fitri hanya makan sedikit. Baru juga setengah makanan Fitri yang di makannya namun seseorang justru mengganggu makan mereka.


"Kak Fitri" Panggil Fia sambil meremas tangannya gugup.


Fitri yang mengenali suara tersebut langsung menghentikan makan nya.


"Mau ngapain lo kesini?" Sentak Mayang judes.

__ADS_1


"Pergi lo" Ujar Ely dingin. Sedangkan Fitri hanya diam tanpa kata.


"Ada yang mau gue bicarakan sama Kak Fitri" Ujar Fia gugup.


"Fitri nggak mau bicara apapun sama lo" Ujar Ely menatap Fia dingin, Fia langsung menunduk takut.


Fia meremas tangannya kuat, dia semakin gugup, tapi meskipun begitu dia tetap ingin bicara dengan Fitri.


"Ta-tapi-" Kata-kata Fia terpotong.


"Apanya yang tapi, memang apa yang mau lo bicarain hah? lo pasti cuma mau nyombongin diri lo yang sudah buka ka-"


"May!" Tegur Fitri yang tahu apa yang akan Fitri katakan.


Mayang langsung terdiam, Mayang tidak habis fikir kenapa juga Fitri tidak ingin orang lain tahu kelakuan tidak bermoral Andi dan Fia. Fitri terlalu baik hati, bisa-bisanya dia menyuruh Mayang dan Ely tutup mulut agar nama baik Andi dan Fia tidak rusak. Jika hal seperti itu terjadi padanya, Mayang pasti akan menyebarkannya ke seluruh dunia agar mereka berdua di hujat.


Mayang mendengus kesal, lalu membuang wajahnya enggan melihat wajah Fia yang sok polos dan membuat nya emosi itu.


"Fit!" Seru Mayang marah karena Fitri menuruti keinginan Fia.


"Nggak apa-apa, gue juga pengen tahu apa yang mau dia bicarakan" Ujar Fitri.


"Memang nya apalagi yang mau dia bicarakan, pasti hanya omong kosong yang nggak perlu untuk lo dengar" Ujar Ely yang juga tidak setuju dengan keputusan Fitri.


Fitri tersenyum kepada kedua sahabat nya "Kalian tenang saja, gue nggak apa-apa" Ujar Fitri tersenyum menenangkan.


Fitri beralih menatap Fia, yang sedari tadi hanya menunduk tidak berani menatap wajahnya.


"Ayo Kita pergi" Ujar Fitri dingin, lalu berjalan duluan meninggalkan Fia.

__ADS_1


Fia dengan segera menyusul kemana Fitri pergi.


Fitri membawa Fia ke taman sekolah, yang di jam makan siang seperti ini memang selalu sepi, karena siswa-siswi jam segini pasti masih berkerumun di kantin.


Fitri menghentikan langkahnya lalu berbalik "Jadi apa yang mau lo bicarakan?" Tanya Fitri menatap Fia tajam.


Sedangkan Fia hanya menunduk merasa bersalah.


Fia meremas tangannya yang berkeringat dingin "Kak gue mau minta maaf" Ujar Fia pelan.


"Cih" Fitri berdecih kesal.


"Untuk apa lo minta maaf untuk sesuatu yang lo tau salah, tapi lo dengan sengaja tetap melakukan nya" Ujar Fitri menatap Fia dingin.


Fia mengepalkan tangannya lalu menatap Fitri serius "Gue minta maaf karena gue nggak jujur sama lo, seharusnya gue jujur kalau gue suka sama Kak Andi, seharusnya gue jujur kalo gue dan Kak Andi saling menyukai" Ujar Fia memberanikan diri.


Fitri mendengus kesal "Jadi lo minta maaf sama gue karena lo nggak jujur tentang hubungan kalian, bukan karena lo merasa bersalah sudah selingkuh sama pacar gue?" Tanya Fitri menatap Fia tidak percaya.


"Gu-gue cuma jatuh cinta, gue nggak salah" Ucap Fia terbata.


Fitri menggeleng kan kepalanya tidak habis fikir "Jatuh cinta memang nggak salah, tapi cara lo dan Andi yang salah!" Ujar Fitri kesal.


Fia dengan berani menatap mata Fitri "Kak gue cuma berusaha untuk bisa bersama dengan orang yang gue cintai, gue cuma berjuang demi kebahagiaan gue sendiri. Dimana salahnya?" Seru Fia yang tidak terima karena Fitri menghakimi perasaannya.


Fitri melangkah mundur lalu terkekeh pelan "Wah gue benar-benar nggak nyangka, bisa dengar kata-kata yang nggak tahu diri begitu dari lo" Ujar Fitri yang terkejut dengan kata-kata Fia.


Fitri menatap Fia dingin "Tapi Andi itu pacar gue, kalau memang kalian mau memulai hubungan seharusnya Andi selesaikan dulu hubungan dia dan gue, bukannya seperti sekarang main di belakang gue. Lo dengar sendiri kan yang Andi katakan 2 hari yang lalu, dia bilang dia cuma cinta sama gue, dia sama sekali nggak ada perasaan sama lo! Itu berarti selama ini lo cuma di jadikan tempat buang ****** saja. Andi cuma mau manfaatin lo, dia sama sekali tidak berfikir untuk menjalin hubungan yang serius sama lo!" Ujar Fitri kejam penuh penekanan.


Fia menggeleng kan kepalanya tidak percaya "Itu nggak mungkin! Kak Andi bilang sayang sama gue, dia bilang gue jauh lebih baik dari lo. Sekarang Kak Andi hanya belum menyadari perasaannya dengan benar. Dia pada akhirnya akan menyadari kalau yang dia cinta itu gue bukan lo!" Ujar Fia tidak terima.

__ADS_1


Fitri menatap Fia tidak habis fikir "Dasar gila!" Umpat Fitri, menatap Fia miris.


__ADS_2