
"Lee Minho keren banget mbak" Ujar Putri semangat.
"Jelas dong! mau peranin apa saja dia bisa" Ujar Fitri sambil menatap laptop di hadapannya.
"Tapi minho oppa sering nya dapat peran orang kaya terus ya Mbak" Ujar Putri tetap fokus menatap laptop.
"Wajar dong dek, lihatlah wajahnya wajah wajah sultan seperti lee minho memang lebih cocok dapat peran Prince" Jawab Fitri
Putri mengangguk setuju "Uuhhh minhoo oppa makin di lihat kok makin ganteng ya" Kagum Putri terpesona oleh ketampanan lee Minho salah satu aktor Korea yang sangat populer.
Melihat Putri yang begitu bersemangat membuat Fitri terkekeh kecil, Fitri mengusap rambut Putri sayang. Putri yang rambut nya di usap Fitri tidak perduli dan tetap fokus menonton drama di laptopnya
'tok tok tok' terdengar suara ketukan pintu, Andi masuk membawa nampan berisi 2 gelas jus mangga. Andi menaruh nampan tersebut di meja, lalu mengambil 1 gelas jus dan menghampiri 2 gadis yang sedang asyik menonton drama di atas kasur.
"Minum dulu sayang" Ujar Andi sambil mengulurkan segelas jus mangga di hadapan Fitri.
Fitri tersenyum manis "Terima kasih Kak" Ujar Fitri lalu meminum setengah gelas jus tersebut. Setelah itu Fitri mengembalikan gelas tersebut kepada Andi. Andi menerimanya sambil tersenyum, lalu mengelus sayang rambut Fitri.
Andi menaruh kembali gelas tersebut ke meja, lalu kembali menghampiri kedua gadis tersebut
"Punya gue mana Bang?" Tanya Putri menatap Andi berharap
"Ambil saja sendiri" Jawab Andi, sambil menunjuk jus mangga milik Putri di meja menggunakan dagunya.
Putri mendengus kesal "Dasar pilih kasih!" Sindir Putri, lalu berdiri mengambil jus mangga miliknya.
Andi menaiki kasur lalu berbaring di samping Fitri yang masih fokus menonton drama. Setelah minum jus mangga nya, Putri kembali naik dan duduk di kasurnya.
"Abang ngapain sih ikutan naik ke kasur, sempit tahu" Ketus Putri
"Cepat turun" Usir Putri sambil mendorong tubuh Andi dari kasurnya. Namun sekuat apapun Putri mendorong, Andi sama sekali tidak bergerak.
Andi mengabaikan Adiknya dan Fokus menatap Fitri yang sedang menonton drama dari belakang.
"Nggak mau, gue nggak mau jauh-jauh dari Fitri" Tolak Andi tidak mau mengalah.
"Ihhh nyebelin gue aduin Mama ya" Ancam Putri pada Andi.
Andi mengedikkan bahunya "Terserah" Jawab Andi tidak perduli.
"Pergi pergi pergi" Usir Putri tidak mau menyerah, sambil berusaha mendorong Andi
__ADS_1
"Nggak mau!" Tolak Andi tegas
Fitri yang mulai terganggu dengan perdebatan Kakak beradik tersebut menoleh kebelakang "Dek biarkan saja Abang kamu jangan di perdulikan, Kita fokus nonton drama saja, lagi seru-serunya ini" Ujar Fitri melerai.
"Tapi mbak-"
"Sudah tidak apa-apa, Sini" Ujar Fitri lalu menarik Putri untuk kembali duduk di sampingnya.
Putri menatap Andi tidak suka, namun meski begitu tetap menuruti Fitri dan kembali duduk menonton drama.
Merasa di abaikan oleh dua gadis di hadapannya, Andi pun mulai jahil mempermainkan rambut panjang Fitri menggunakan tangannya. Namum Fitri yang sedang asyik menonton drama, mengabaikan tingkah kekanakan Andi. Karena Fitri tahu Andi sedang mencari perhatian.
"Putriiii sini sebentar!" Panggil Mama Sekar
"Iya Maaa" Jawab Fitri sedikit berteriak.
"Mbak gue keluar dulu" Pamit Putri, Fitri hanya mengangguk.
Setelah Putri keluar Andi bangun lalu duduk mendekati Fitri "Nonton apa sih dari tadi?" Tanya Andi menaruh dagunya di bahu Fitri, lalu memeluk nya dari belakang.
"Nonton drama Korea Kak" Jawab Fitri tetap fokus pada dramanya.
"Apa bagusnya sih itu drama, Kamu sampai cuekin Aku dari tadi. Kita kan sudah 1 bln nggak ketemu, Kamu nggak kangen Aku apa?" Tanya Andi manja sambil mengeratkan pelukannya.
Andi mulai jahil dan mengecup pipi Fitri manja "Apa sih kak, jangan gini nanti kalau putri lihat bagaimana" Ujar Fitri tidak nyaman, Andi terlalu menempel padanya.
"Aku kan kangen!" Ujar Andi manja
Fitri berusaha melepaskan pelukan Andi, namun Andi justru memeluknya semakin erat "lepas Kak, terlalu erat bisa-bisa Aku susah nafas" Ujar Fitri meminta di lepaskan.
"Nggak apa-apa nanti biar Aku kasih nafas buatan" Bisik Andi
Fitri memukul lengan Andi yang sedang memeluknya "Kak!" Tegur Andi.
Sedang sibuk-sibuknya berusaha melepaskan diri dari Andi, Drama yang di tonton Fitri justru sedang menunjukkan adegan ciuman yang panas. Seketika tiba-tiba suasana nya berubah jadi tegang. Dengan cepat Fitri langsung menutup laptopnya tanpa mematikan drama tersebut.
"Kenapa di tutup?" Tanya Andi pura-pura polos.
"Nggak apa-apa dramanya sudah selesai" Jawab Fitri pelan.
"Katanya masih ada beberapa menit lagi?" Tanya Andi semakin menempel. Fitri diam tidak menjawab.
__ADS_1
"Kak gimana kalau Kita keluar saja, Tante pasti sudah selesai masaknya" Ujar Fitri mencoba untuk kabur.
"Fit bagaimana kalau Kita praktikan, adegan yang ada di dalam drama tadi" Bisik Andi menggoda.
"Apa?" Seru Fitri terkejut.
"Kita praktekkan, Kita kan belum pernah ciuman sampai sepanas itu" Ujar Andi merayu.
Fitri sangat gugup rasanya dia ingin kabur sekarang juga "Kak seperti nya Aku butuh ke toilet dulu" Ujar Fitri beralasan, berbahaya baginya untuk ciuman di dalam kamar seperti ini.
Fitri hendak berdiri, namun Andi justru menariknya membuat mereka berdua terjatuh di kasur.
Andi mengurung Fitri di bawah nya. Tangan Andi terjulur dan merapikan rambut Fitri yang menutupi wajahnya.
Andi menatap lekat mata Fitri, lalu pandangan Andi beralih ke arah bibir Fitri, yang sedari tadi menarik perhatiannya.
Andi mengecup bibir Fitri lembut lalu memeluk pinggang Fitri, mencoba untuk memangkas jarak di antara mereka. Andi hendak memperdalam ciumannya, namun kedua tangan Fitri menahan, dan mendorong dada Andi menjauh.
"Kak! Aku kan sudah pernah bilang, Aku nggak bisa kalau berlebihan" Ujar Fitri menatap Andi mengingatkan.
Andi tersenyum manis "Iya sayang Aku janji, Kita hanya akan ciuman oke?" Ujar Andi menatap Fitri berharap.
Fitri yang luluh akhirnya mengangguk setuju, melihat itu Andi tersenyum senang. Andi kembali mendekat kan wajahnya ke arah Fitri, namun lagi-lagi tangan Fitri mendorong dada Andi pelan.
Fitri menatap Andi ragu "Aku janji sayang, hanya ciuman!" Janji Andi sekali lagi, Fitri yang sudah benar-benar luluh akhirnya menyerah.
Andi kembali mendekat, bibir mereka sudah hampir bersentuhan. Tapi tiba-tiba terdengar teriakan, dan suara pintu yang akan terbuka. Reflek Fitri tanpa sengaja mendorong Andi dengan keras, sampai Andi terjatuh dari kasur.
"Awwhhh!!!" Teriak Andi kesakitan sambil menyentuh pantatnya yang mencium lantai
"Mbak! ayo turun makan, masakannya sudah jadi" Teriak Putri sambil membuka pintu
Putri menatap Andi heran "Abang ngapain duduk disitu?" Tanya Putri polos.
"Lo ngapain sih, datang tiba-tiba begitu!" Kesal Andi sambil mencoba untuk bangun. Fitri dengan segera membantu Andi untuk bangun.
"Maaf Kak nggak sengaja" Ujar Fitri merasa bersalah.
"Nggak apa-apa sayang" Jawab Andi mencoba tersenyum.
Putri berjalan mendekat "Gue disuruh Mama untuk panggil Mbak Fitri makan" Jawab Putri lalu menggandeng lengan Fitri dan membawanya keluar kamar, mengabaikan Andi yang masih meringis kesakitan.
__ADS_1
"Dasar Adek durhaka!" Maki Andi kesal