
"Serius Lo?" Tanya Mayang antusias.
"Hmmm" Gumam Fitri sambil mengangguk.
Mayang langsung menepuk kedua tangan nya 'Plakk' "Gue yakin Itu pasti dia, si Barbie yang di bilang anak anak" Ujar Mayang yakin.
Fitri terkejut karena Mayang menepuk kedua tangan nya di depan wajah Fitri "Apaan sih Lo bikin Gue kaget aja! Gue kan cuma bilang dia sedikit mirip Dayu Gue nggak bilang dia mirip Barbie" Ujar Fitri sebal.
"Itu kan udah pasti! Lo sendiri yang bilang kalau dia mirip Dayu, Dayu aja secantik itu" Ucap Mayang sambil mengingat betapa Cantik nya Dayu.
"Gue tahu Dayu cantik tapi emang nya dia mirip Barbie apa?" Tanya Fitri heran.
"Lo gimana sih Fit, Lo kan sahabat nya masa nggak tahu, Dayu itu udah mirip kayak barbie hidup" Ucap Mayang lebay.
"Ah iya kah, Gue nggak tahu tuh" Ujar Fitri lagi. Fitri menyadari Dayu memang sangat cantik, tapi apa iya sampai mirip barbie. Apa karena Fitri sudah terbiasa melihat nya dari kecil, karena itu Fitri tidak menyadari nya.
"Lo itu terlalu sibuk sama dunia halu Lo, sampai nggak terlalu merhatiin orang orang di sekitar Lo" Ujar Mayang sebal.
Untuk hal yang satu itu Fitri juga mengakui nya "Yah mau gimana lagi, Gue nggak bisa ninggalin dunia halu Gue, itu tempat ternyaman buat Gue ngelampiasin perasaan entah itu marah atau sedih" Ujar Fitri pelan.
"Iya deh terserah Lo aja" Ujar Mayang menyerah, Fitri dan dunia halu nya dua hal yang sudah tidak mungkin bisa di pisah kan.
Fitri mengendikkan bahu nya tidak terlalu perduli. "Oh iya Ely kemana kok belum keliatan dari tadi?" Tanya Fitri heran tidak melihat Ely di manapun.
"Ely lagi tebar pesona sama Adek kelas, Kata nya ada Adek kelas yang menarik perhatian nya" Jawab Mayang tidak perduli.
"Anak itu ya kebiasaan, sebenar nya dia mau ngumpulin gebetan sebanyak apa sih" Ujar Fitri tidak habis fikir.
"Biarin aja dia itu lagi galau, kemaren dia tahu kalau pacar nya jalan sama cewek baru nya, mangka nya sekarang dia sibuk cari gebetan baru" Ujar Mayang menjelaskan.
"Udah kayak gitu kenapa nggak putus aja sih, Apa mereka nggak nyadar kalo mereka cuma saling menyakiti saja" Ujar Fitri tidak habis fikir. Ely ini nasib nya sama seperti Dayu beda nya Dayu hanya menangis saat di khianati tapi Ely membalas dengan melakukan hal yang sama.
"Nama nya juga cinta Fit, nggak semudah itu untuk putus" Ucap Mayang.
"Iya sih Gue juga tahu tentang itu Gue cuma heran aja, yang satu nya cari cewek lain karena nggak tahan pacaran LDR. Yang satunya lagi karena nggak terima pacar nya punya cewek lain. Tapi yang Gue nggak habis fikir, mereka sama sama tahu kalau pacar mereka begitu, tapi waktu mereka ketemu, mereka masih bisa mesra seolah nggak ada apapun yang terjadi" Ujar Fitri tidak habis fikir.
__ADS_1
"Hahahaha" Mayang justru tertawa.
Fitri mengernyitkan dahi nya bingung melihat Mayang tertawa "Kok Lo malah ketawa sih?" Ujar Fitri heran.
"Nggak apa apa" Jawab Mayang menggeleng.
"Mungkin mereka beneran jodoh, Lo pernah denger kan jodoh itu cerminan diri kita" Tambah Mayang lagi.
"Hahahaha benar juga ya Lo" Ujar Fitri Ikut tertawa menyetujui pendapat Mayang.
Ely yang baru datang menatap kedua sahabat nya heran, apa yang mereka tertawakan pagi pagi begini "Ngetawain apa kalian?" Tanya Ely penasaran.
"Ngetawain Lo" jawab Mayang jujur.
Ely mengernyit heran "Emang nya kenapa sama Gue?" Tanya Ely heran.
"Kita lagi ngomongin, jodoh Lo itu cerminan dari diri Lo" Jawab Fitri jujur.
"Terus?" Tanya Ely heran di mana letak kelucuan nya? pikir Ely bingung.
"Hey! jelasin dong" Ujar Ely yang kesal di tertawakan kedua sahabat nya.
Tapi Mayang dan Fitri tidak perduli dan terus tertawa.
🦋🦋🦋
Kantin selalu menjadi tempat paling ramai saat jam makan siang. Di tempat duduk pojok dekat jendela, terlihat ada 6 murid yang sedang menikmati makan siang nya sambil berbincang bincang.
"Udah cukup, jangan banyak banyak sambal nya" Tegur Andi tidak suka melihat Fitri terlalu banyak menaruh sambal di mangkuk soto nya.
"Ini cabe nya nggak terlalu pedas Kak, Kalau nggak banyak kurang pedas, nggak enak" Ujar Fitri keras kepala.
"Aku tahu Kamu suka pedas, tapi jangan berlebihan juga" Ucap Andi tidak suka Fitri terlalu banyak menaruh menaruh sambal di makanan nya.
"Udah Fit, dengerin aja apa Kata Kak Andi, itung itung latihan nurut sama calon imam" Ucap Ely meledek.
__ADS_1
"Iya Lo itu jangan terlalu keras kepala" Ucap Mayang menyetujui lalu terkekeh pelan.
Fitri langsung cemberut "Kalian tuh ya bukan nya belain Gue, dan juga lihat itu mangkuk kalian sambal nya bahkan lebih banyak dari punya Gue" Ujar Fitri sebal.
"Yah suka suka Kita dong Fit" Ucap Ely sengaja ingin membuat Fitri kesal.
"Kaakk!" Ucap Fitri menatap Andi dengan ekspresi wajah melas.
"Huuffftt" Andi menghela napas berat "Yaudah boleh tambah, tapi sedikit aja" Ujar Andi yang akhir nya mengalah.
"Yeeayyy" Girang Fitri senang
"Sayang deh sama Kakak" Ucap Fitri menatap Andi penuh cinta.
Andi tersenyum lembut ke arah Fitri "Kamu itu kalau ada mau nya aja baru bilang sayang" Ujar Andi mengeluh sambil mengelus lembut rambut Fitri.
"Kalian tuh ya sampai sesuka itu ya sama sambal?" Ujar Herman bertanya, sambil menatap ngeri mangkuk makanan ketiga gadis di hadapan nya.
"Suka banget" Jawab Fitri, Mayang, dan Ely secara bersamaan.
Herman menggeleng pelan 'Untung aja cewek Gue bukan penggila sambal' Batin Herman bersyukur.
"Padahal Gue udah sering banget ngeliat kalian makan sambal sebanyak itu, tapi tetap aja Gue takjub setiap kali ngeliat kalian makan" Ujar Irwan takjub melihat ketiga gadis di hadapan nya memiliki lambung yang kuat.
"Gue justru heran sama orang orang yang nggak suka sambal" Ucap Ely yang melirik mangkuk Herman, 'Kak Herman makan mie ayam tanpa sambal apa enak nya' Batin Ely bingung.
"Nama nya juga selera Dek ya wajar kalau setiap orang nggak sama" Jawab Irwan bijak.
"Kakak juga nggak suka sambal kan?" Tanya Mayang menebak kepada Irwan.
Irwan menggeleng kan kepala nya "Nggak terlalu suka" Jawab Irwan jujur.
"Kenapa?" Tanya Mayang heran.
Irwan tampak berfikir sebentar "Hmmm... Karena pedas" Jawab Irwan santai.
__ADS_1
Mayang mendecih sebal "Cih bukan sambal nama nya kalau nggak pedas" Ujar Mayang sebal. Melihat Mayang yang sebal Irwan justru terkekeh pelan.