Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 53


__ADS_3

Fitri sedang mengecek buku catatan hutang pulsa dengan teliti, di lihatnya siapa saja yang masih belum membayar. Fitri menghembuskan nafas lelah, lagi-lagi Panji telat membayar. Fitri memindai seisi kelas mencari di mana gerangan Panji berada, pandangan Fitri jatuh di sudut kelas di sana terlihat ada sepasang kaki yang terlihat menggantung di kursi barisan paling belakang. Dengan malas Fitri menghampiri pemilik Sepasang kaki tersebut.


Fitri menatap tidak suka lelaki yang sedang tidur di kursi tersebut, bisa-bisanya dia menggabungkan 4 kursi lalu tidur dengan lelap di atasnya.


"Nji... Panji" Panggil Fitri pelan


"Nji ... Panji Nji" Panggil nya lagi namun Panji tetap tidak merespon


Fitri mengambil buku tulis milik Panji yang berada di atas meja lalu menggulungnya setelah itu Fitri menepuk pelan lengan Panji


"Ji bangun dulu sebentar" Ujar Fitri lagi


"Apa sih Fit, masih ngantuk gue" Jawab Panji tanpa membuka matanya


"lo masih belum bayar uang pulsa" Ujar Fitri jengkel


"Aissshh besok aja deh Fit, ngantuk gue" Ujar Panji kesal karena tidurnya di ganggu


"Nggak bisa Nji, malam ini gue harus setorin uangnya ke bos" Ujar Fitri tidak Mau mengalah


"Aissshh bawel banget sih lo Fit" Ujar Fitri kesal tapi meski begitu dia tetap bangun


Dengan susah payah Panji membuka matanya lalu menatap Fitri dari atas kebawah. Fitri yang merasa di tatap pun melotot tidak suka pada Panji


"Ternyata benar ya kemarin mungkin karena ngeliat nya dari jauh mangkanya kelihatan kurus" Ujar Panji sambil mengeluarkan uang dari sakunya


"Maksud lo apaan Nji? lo ngatai gue gemuk!" Seru Fitri kesal, perempuan memang sangat sensitif terhadap pembicaraan berat badan


"Nihh" Ujar Panji sambil mengulurkan uang ke arah Fitri 'Hooaammm' Panji menguap dengan lebar


"Kemarin lo ke sunsine Cafe nggak?" Tanya Panji kemudian


"Iya emang nya kenapa?" Tanya Fitri jutek sambil menerima uang dari Panji setelah di hitung dan dirasa jumlahnya tidak kurang Fitri memasukkan uang tersebut ke saku seragam nya.


"Benar berarti, kemarin gue liat Kak Andi sama cewek di sana, cuma cewek nya kelihatan lebih kurus dari lo, gue fikir lo kurusan ternyata enggak" Ujar Panji sambil melirik Fitri sebentar


"lo yakin yang lo lihat itu Kak Andi?" Tanya Fitri menyelidik

__ADS_1


"Yakin lah jelas banget gue liat nya, tadi nya gue mau nyamperin nyapa dia, tapi karena dia nyamperin cewek yang pake seragam sekolah kita, gue nggak jadi nyapa gue takut lo nagih hutang pulsa ke gue. Uang gue kan kemarin cuma cukup buat jajan aja disana" Ujar Panji menyebalkan


Fitri terdiam 'Apakah yang di lihatnya kemarin benar-benar Kak Andi, tapi bukannya dia ada janji sama temannya, atau temannya itu cewek dia takut Fitri salah paham maka nya tidak berani bilang?' Tebak Fitri mencoba berfikiran positif


Saat Jam istirahat kedua Fitri berjanji akan menemani Andi di perpustakaan untuk belajar kisi-kisi Ujian Nasional, saat Fitri sampai di perpustakaan Fitri melihat Andi sudah datang dan sedang serius belajar. Dengan pelan Fitri mendekati Andi dan duduk di sampingnya.


Andi yang menyadari Fitri sudah datang langsung menengok dan tersenyum ke arah Fitri "Kok baru datang?" Tanya Andi sambil mengelus rambut Fitri sayang


Fitri tersenyum manis "Iya tadi habis nagihin uang pulsa ke teman-teman" Jawab Fitri sambil melirik kertas soal ujian Matematika milik Andi


"Gimana Kak persiapan untuk Ujian nya lancar?" Tanya Fitri sambil melirik ngeri angka-angka yang menyakitkan mata itu


"Yahh sulit sih tapi masih bisa di atasi" Jawab Andi tersenyum sombong


Fitri langsung memutar bola matanya malas "Sombong nya, Aku lihat angka-angka itu aja udah pusing" Ujar Fitri cemberut sambil melirik soal-soal Ujian di hadapan Andi


Andi hanya terkekeh pelan lalu mengacak rambut Fitri pelan.


"Ihhh jangan di berantakin" Rangek Fitri manja sambil merapikan rambutnya


Fitri mengerucut kan bibirnya kesal "Yaudah Kakak lanjut saja belajar nya Aku mau lihat-lihat novel dulu siapa tau ada novel yang bagus" Ujar Fitri


"Kamu juga kan sebentar lagi ada ujian, bukannya belajar kok malah mau baca novel" Ujar Andi tidak senang


Fitri tersenyum sombong "Kakak tenang saja Aku pasti akan naik kelas, gini-gini Aku ini selalu masuk peringkat 5 besar di kelas" Ujar Fitri sombong


Andi yang melihat tingkah lucu Fitri yang sombong sebisa mungkin menahan tawanya bagaimanapun ini perpustakaan. "Sombongnya" Ujar Andi menyindir, Fitri hanya tersenyum tanpa dosa lalu pergi ke arah rak buku bagian novel


Setelah mendapatkan novel yang dia ingin kan Fitri kembali duduk di samping Andi, Namun sesekali Fitri terus menerus melirik Andi. Andi yang merasa terganggu karena Fitri terus meliriknya akhirnya menyerah dan berbalik menatap Fitri


"Kenapa kok dari tadi ngelirik-ngelirik terus?" Tanya Andi akhirnya


Fitri tersenyum "Kok Kakak tahu?" Tanya Fitri tidak tahu malu


"Tahu lah wajahku rasanya mau bolong karena Kamu lirik terus" Ujar Andi menyindir


Fitri merengut kesal "Lebay deh kak" Ujar Fitri, Andi hanya tersenyum

__ADS_1


"Emm Kak kemarin gimana pertemuan Kakak sama teman kakak kemarin lancar?" Tanya Fitri Akhirnya


Sekilas ekpresi Andi sempat berubah namun dengan cepat dia kembali tersenyum "Lancar dong" Ujar Andi


"Jadi Kakak mau lanjut ke universitas mana?" Tanya Fitri penasaran


"Aku mau daftar ke Universitas Lampung (Unila)" Jawab Andi yakin


"Wahh keren Universitas itu kan susah banget masuk nya Kak?" Tanya Fitri kagum


Andi menjawil hidung Fitri pelan "Karena itu Aku berusaah keras belajar sekarang, Ayah Aku juga mau nya Aku masuk kesana" Jawab Andi


Fitri mengusap hidung nya pelan "Kakak yang semangat ya belajarnya Aku yakin Kakak pasti bisa" Ujar Fitri memberikan semangat


"Terimakasih sayang" Ujar Andi tersenyum senang


"Tapi mungkin untuk sementara Kita jadi jarang ketemu" Ucap Andi menyesal


Fitri langsung menggeleng "Kakak fokus saja belajar, nggak usah fikirin Aku, belajar lebih penting. Kalo kakak ada waktu baru kita ketemu" Ujar Fitri tersenyum manis, tidak ingin Andi mengkhawatirkan nya.


"Kamu pengertian banget sih" Ujar Andi tersentuh dengan kata-kata Fitri


"Iya dong nanti kalo Kakak sudah berhasil masuk Unila Aku akan dengan bangga pamer ke teman-teman Aku, kalau pacarku adalah mahasiswa Unila" Ucap Fitri tersenyum licik dia sudah membayangkan betapa irinya teman-teman nya nanti padanya karena memiliki pacar yang tampan dan pintar


Andi terkekeh kecil "Dasar Kamu ini" Ujar Andi sambil kembali mengacak pelan rambut Fitri


"Ihhhh udah di bilangin jangan berantakin rambutku" Ucap Fitri kesal kembali merapikan rambutnya


"Oh iya Kak, teman Kakak yang kemarin mau ke universitas lampung juga?" Tanya Fitri penasaran


Andi sempat terdiam "Mungkin, tapi dia masih belum memutuskan" Jawab Andi sekenanya


Fitri mengangguk mengerti "Kakak kemarin ketemu teman Kakak dimana?" Tanya Fitri sambil tersenyum, Fitri ingin memastikan apakah Andi akan berbohong padanya


"Nggak kemana-mana cuma di rumahku saja kemarin" Jawab Andi dengan lancar


"Ohhh begitu" Ucap Fitri mengangguk, namun sudah tidak ada senyum di wajah Fitri

__ADS_1


__ADS_2