
7 Bulan kemudian...
"Kenapa lo Fit, sakit?" Tanya Mayang melihat Fitri yang sedang meletakkan kepalanya di meja sambil memejamkan mata.
"Nggak apa-apa" Jawab Fitri sekedar nya.
"Lo kenapa sih akhir-akhir ini kok sepertinya murung terus, apa ada masalah?" Tanya Mayang lagi
Fitri menghela nafa panjang "Gue nggak apa-apa" Jawab Fitri lagi tanpa membuka matanya
Ely yang habis pergi dari kamar mandi dengan semangat menghampiri Fitri dan Mayang
"Ke kantin yuk! lapar nih gue habis setor" Ajak Ely sambil menepuk-nepuk perutnya yang rata
"iya gue juga udah laper nih!" Jawab Mayang
"Yuk Fit ke kantin" Ajak Mayang ke pada Fitri
"Kalian saja deh, lagi nggak nafsu makan gue" Tolak Fitri malas
Ely menatap Mayang dengan pandangan bertanya "Kenapa nih anak?" Tanya Ely tanpa suara
Mayang menggeleng "Nggak tau, galau kali" Jawab Mayang tanpa suara.
Ely memberikan Mayang kode untuk memaksa Fitri makan, Mayang langsung mengangguk setuju.
"Nggak nafsu makan juga tetap harus makan" Ujar Ely lalu menarik bahu Fitri agar Fitri bisa duduk dengan benar
Dengan malas Fitri membuka matanya lalu duduk, Fitri menatap Ely malas "Gue benar-benar lagi nggak nafsu makan" Jawab Fitri lagi
Mayang duduk di samping Fitri lalu menggandeng tangan sebelah kiri Fitri "Nggak nafsu makan juga tetap harus makan, jangan sampai nanti lemak lo berkurang. Kan nggak lucu kalau nanti Kak Andi nggak bisa ngenalin lo lagi karena lemak lo hilang" Ujar Mayang asal
Mendengar ucapan Mayang Fitri langsung menatap Mayang, lalu mata Fitri tiba-tiba jadi berkaca-kaca
Otomatis Mayang langsung panik "Loh loh! kenapa? kok kayak mau nangis gitu?" Tanya Mayang tidak peka
"Lo ada masalah sama Kak Andi?" Tanya Ely
Fitri menggeleng pelan "Terus kenapa?" Tanya Mayang kesal
__ADS_1
Fitri menatap Mayang sedih "Gue kangen banget sama Kak Andi sudah 1 bulan gue nggak ketemu" Ujar Fitri sendu
Ely langsung memutar bola matanya malas "Baru juga 1 bulan Fit, lebay banget deh, gue yang sudah 2 bulan nggak ketemu Rofi saja biasa saja" Ujar Ely
Fitri menatap Ely prihatin "Lo hebat banget ya Ly, gue yang baru 1 bulan saja rasanya kangen banget!" Ujar Fitri lebay
Mayang mendengus kesal "Ely nggak ketemu Rofi 2 bulan juga nggak masalah, dia kan ban serep nya banyak" Ujar Mayang menatap Ely kesal
"Bilang saja lo iri May" Ujar Ely menegejek lalu memeletkan lidah nya
Mayang mendengus kesal "Udah deh nggak usah galau lagi, galau juga tetap harus makan!" Mayang menarik Fitri bangun
"Yuk ah kita isi perut dulu" Ujar Mayang menarik Fitri keluar dari kelas
"Hey tungguin gue!" Teriak Ely, karena Mayang dengan sengaja meninggalkan nya
"Oh iya Fit, Dayu gimana? katanya sebentar lagi mau lahiran?" Tanya Mayang
Fitri mengangguk "Katanya sih perkiraan 2 Minggu lagi kahiran, semakin dekat hari lahirannya gue semakin takut. Katanya melahirkan itu rasanya sakit banget" Ujar Fitri yang takut terjadi sesuatu kepada Dayu
Ely yang telah menyusul langkah Fitri dan Mayang langsung menyahut "Kata saudara gue yang sudah pernah melahirkan, katanya sakitnya seperti tubuh kita terbelah" Ujar Ely
Fitri langsung meringis "Ihhh kok ngeri banget sih! gimana dong, gue makin khawatir Dayu kan lemah anak nya. Apa dia sanggup melahirkan secara normal" Ujar Fitri khawatir
Fitri mengangguk pelan "Semoga saja begitu" Ujar Fitri pelan
Mereka bertiga akhirnya sampai di kantin "Rame banget, sepertinya Kita nggak kebagian tempat duduk nih" Ujar Ely kecewa
"Kak! Kak Fitri, Kak Mayang! Kak Ely" Teriak seorang gadis yang berteriak, sambil melambaikan tangannya ke arah mereka
"Eh itu Fia, yuk kesana seperti nya dia makan sendirian" Ujar Mayang, Fitri dan Ely pun setuju dan menghampiri Fia
"Sini Kak duduk saja disini" Ajak Fia ceria
"Kok lo makan sendirian Fi?" Tanya Fitri
Fia tersenyum manis "Iya tadi gue ada urusan dulu, jadi terakhir ke kantinnya. Teman-teman gue udah pada selesai makan, dan balik ke kelas" Ujar Fia ceria
Mereka bertiga pun memesan makanan, setelah makanan mereka datang, mereka berempat pun makan sambil mengobrol.
__ADS_1
"Lo kok cuma makan sendirian tapi sepertinya happy banget Fi?" Tanya Ely heran
"Hehehe iya nih gue lagi senang" Jawab Fia ceria
"Senang kenapa pacar lo balik?" Tanya Mayang asal tebak
Fia mengangguk ceria "Iya" Jawab nya lalu tersenyum malu
"Senang nya jadi lo Fi, nggak kayak gue" Ujar Fitri sedih
"Eh emangnya kenapa Kak?" Tanya Fia penasaran
"Biasa lah Fi kena penyakit rindu" Ujar Ely mengejek, mendengar itu Fitri langsung mengerucutkan bibirnya kesal
"Memang Kak Andi nggak kasih kabar Kak, kapan pulang nya?" Tanya Fia penasaran, Fitri hanya menggeleng lesu
"Eh Fi kata lo, pacar lo kuliah di Unila juga kan?" Tanya Mayang, Fia mengangguk
"Coba deh lo minta tolong ke cowok lo kalau pulang sekalian ajak juga Kak Andi, biar nggak galau terus nih bocah" Ujar Mayang sambil menunjuk Fitri menggunakan dagunya
Ekspresi Fia sempat berubah, namun dengan segera dia kembali tersenyum ceria "Tapi mereka mungkin nggak saling kenal Kak" Jawab Fia
"Itu mah gampang! nanti pas lagi liburan semester perkuliahan, ajak saja pacar lo untuk main bareng sama Kita, biar pacar lo dan Kak Andi juga bisa saling kenal" Usul Ely
Mayang mengangguk setuju "Iya nih biar Kita juga bisa kenalan sama pacar lo, lo udah pacaran lama kan? berapa bulan kata lo lupa gue" Ujar Mayang sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
"8 bulan Kak" Jawab Fia mengingatkan
Mayang menyengir "Ah iya 8 bulan, sudah selama itu tapi nggak pernah lo kenalin ke Kita" Ujar Mayang mengeluh
"Dia agak pemalu Kak orangnya" Jawab Fia tidak enak
"Nggak perlu malu lah sama Kita mah, gue juga penasaran banget Fa sama pacar lo yang selalu lo puji-puji ganteng, pintar, dan lembut itu" Ujar Ely sambil tersenyum menggoda ke arah Fia
Fia tersenyum malu "Iya deh Kak lain kali ya, gue kenalin" Ujar Fia tersenyum manis
"Mungkin selama ini Fia sengaja nyembunyiin pacar nya Ly" Ujar Fitri tersenyum menggoda
"Eh enggak kok kak" Ujar Fia panik menyangkal
__ADS_1
Fitri tertawa "Gue bercanda kok Fi, kali aja kan lo takut pacar lo yang ganteng itu di goda Ely" Ujar Fitri lalu tertawa
"Sialan lo Fit, seberengsek-berengsek nya gue , gue paling Anti sama yang namanya ngerebut pacar teman" Ujar Ely kesal, Fitri dan Mayang pun tertawa, sedangkan Fia hanya tersenyum tipis