Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 74


__ADS_3

Fitri menatap Andi tajam "Fia bahkan belum genap 16 tahun Ndi, bagaimana jika dia sampai hamil? Apa lo nggak pernah berfikir itu bisa merusak masa depannya!!" Teriak Fitri marah, Fitri sangat benci jika harus melihat gadis yang di kenal nya, mengalami hal yang sama seperti Dayu.


Andi langsung menggeleng "Dia nggak akan hamil, setiap melakukan nya Aku selalu memakai pengaman" Ujar Andi menatap mata Fitri dengan yakin.


Fitri menatap Andi terluka, mata Fitri berkaca-kaca menahan tangis "Jadi ini bukan yang pertama kali nya?" Ucap Fitri pelan.


Andi terdiam lalu langsung menunduk tidak berani menatap mata Fitri.


Diam nya Andi sama dengan membenarkan, Fitri melangkah mundur, kaki nya serasa kehilangan tenaga. Fitri menutup mulutnya seolah ingin menahan segala rasa sakit nya. Hatinya seolah di remas dengan kuat, Rasanya sangat sakit. Fitri menatap Andi seolah tidak percaya apakah orang di hadapannya adalah Andi yang di kenalnya selama ini.


"Lalu sekarang apa yang akan lo lakukan?" Tanya Fitri dengan pandangan yang seolah masih berharap, jika Andi setidaknya masih memiliki sedikit hati nurani.


Andi menggenggam kedua tangan Fitri, kali ini Fitri tidak menepisnya. Merasa Fitri sudah tidak menepisnya membuat Andi tersenyum, Andi merasa masih ada peluang untuk mendapatkan maaf dari Fitri. Fitri diam menatap Andi, menanti jawaban apa yang akan Andi berikan.


"Aku akan putuskan Fia, setelah itu aku akan menebus semua kesalahan Aku ke Kamu. Aku akan berusaha untuk memperbaiki semua nya. Aku janji Aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama, Kita bisa memulai lagi semuanya dari awal" Ujar Andi menatap Fitri berharap.


Mendengar jawaban Andi membuat Fitri tersenyum "Lalu bagaimana dengan Fia? lo kan sudah sampai menidurinya?" Tanya Fitri lagi.


"Itu bukan masalah, selama ini Aku selalu pakai pengaman. Lagi pula selama ini Aku tidak pernah menjanjikan apapun ke dia. Dia yang dengan sendirinya menawarkan diri. Yang Aku cinta dari awal sampai akhir hanya Kamu" Ujar Andi


'PLAAKKK' Fitri menambah pipi Andi.


Fitri menatap Andi kecewa "Lo bahkan tega meninggalkan wanita yang sudah menyerahkan segalanya ke lo. Dan dengan percaya dirinya lo bilang mau memulai dari awal sama gue" Ujar Fitri sambil menunjuk dirinya sendiri.

__ADS_1


Fitri tersenyum miris "Apa lo tahu apa yang paling gue benci?" Tanya Fitri sambil menatap Andi tajam.


"Gue paling benci orang yang tidak bertanggung jawab! gue benci lelaki yang sudah membuang Raya seenaknya, padahal Raya sudah menyerahkan segalanya untuk lelaki itu. Gue juga benci dengan apa yang sudah Rayan lakukan, Gue benci Rayan yang sudah menghancurkan masa depan Dayu yang cerah. Dan sekarang gue paling benci sama lo, lo nggak ada bedanya dengan lelaki bajingan yang sudah mencampakkan Raya, Lo juga sama saja seperti Rayan bajingan yang bertindak tanpa berfikir" Fitri menatap Andi benci.


"Lo sudah berubah menjadi jenis orang yang paling gue benci. Bajingan tidak tahu malu, dan tidak bertanggung jawab. Gue sampai nggak bisa ngenalin lo lagi sekarang" Ujar Fitri tajam


Kenapa sekarang dia terasa sangat berbeda, Andi yang di kenal nya adalah lelaki yang lembut, baik hati, dan penyayang. Tetapi lelaki di hadapannya adalah lelaki brengsek yang tidak punya hati.


"Gue bahkan ragu sekarang, apa gue pernah benar-benar mengenal lo dengan baik. gue tahu lo cerdas, tapi gue nggak pernah menyangka kecerdasan lo juga lo pake buat mempermainkan gue dan Fia habis-habisan. lo benar-benar manipulatif" Ujar Fitri penuh kebencian.


Andi hanya diam menatap Fitri, dia tidak tahu harus bilang apa. Yang Fitri katakan benar, jelas-jelas selama ini Andi sudah tahu sebenci apa Fitri dengan lelaki yang sudah menyakiti kedua sahabatnya. Namun sekarang dirinya justru melakukan kesalahan yang sama. Sepertinya Andi baru tersadar, jika dirinya sudah benar-benar melukai Fitri, bahkan membuat luka lama Fitri kembali terbuka


"Lo bahkan nggak ingat kalau lo punya adik perempuan, apa lo nggak pernah berfikir apa yang lo lakukan sekarang bisa saja akan menimpa adik lo sendiri nantinya" Ujar Fitri tajam.


Fitri melihat ke arah tangga, Fitri sedikit terkejut. Karena melihat Fia dan Putri yang berdiri di tangga sedang terdiam sambil menatap ke arah Fitri dan Andi. Entah sudah sejak kapan mereka berdua berada di sana, namun melihat dari ekspresi mereka, sepertinya mereka sudah berada di sana cukup lama.


Fitri langsung mengalihkan pandangannya enggan menatap Fia dan Putri.


"Mulai sekarang jangan pernah muncul di hadapan gue lagi, gue benar-benar benci sama lo" Ujar Fitri tajam. Lalu langsung berbalik pergi meninggalkan rumah Andi.


Andi menatap punggung kecil Fitri yang pergi meninggalkan nya, ingin rasanya Andi kembali mengejar Fitri, namun kakinya terasa berat. Andi merasa tidak memiliki hak untuk kembali mengejar Fitri.


Andi terduduk di lantai hatinya terasa sangat sakit, Andi benar-benar mencintai Fitri dan tidak ingin kehilangannya. Andi mengacak-acak rambutnya frustasi.

__ADS_1


"Apa yang harus gue lakukan sekarang" Gumam Andi bingung.


"Aaakkkkk Sial!!" Teriak Andi frustasi.


🦋🦋🦋


Fitri mengendarai motornya dengan pelan, hatinya terasa sakit, dan fikiranya terasa kacau. Sesekali Fitri mengusap Air matanya yang tidak mau berhenti menetes.


Fitri menatap langit, langitnya terlihat gelap karena mendung, sepertinya akan hujan deras. Dirinya harus segera pulang sebelum hujan.


Tapi tiba-tiba saja motornya mati "Kenapa lagi sih ini motor hiks, padahal belum lama keluar dari bengkel hiks hiks" Kesal Fitri sambil menangis.


"Sialan!!!" Umpat Fitri kesal sambil menendang motornya.


Fitri mengusap Air matanya, gerimis sudah mulai turun. Dengan terpaksa Fitri harus berjalan, sambil mendorong motornya untuk mencari bengkel.


Namun baru beberapa langkah Fitri berjalan, hujan deras langsung turun, di sertai dengan suara gelegar langit yang keras.


"Aaakkkk Sial banget gue hari ini" Teriak Fitri frustrasi


'Jeder!!!' lagi-lagi gelegar langit yang keras terdengar, di sertai cahaya yang seperti petir menyambar.


Fitri langsung ketakutan dan segera menoleh ke segala arah, mencari tempat untuk berteduh. Fitri melihat ada sebuah ruko yang tutup di pinggir jalan, dengan segera Fitri mendorong montornya untuk berteduh. sesampainya di depan ruko, Fitri memarkirkan motornya lalu langsung berlari ke arah teras ruko tersebut.

__ADS_1


Tidak ada kursi di depan ruko tersebut, namun kaki Fitri terasa lemas tidak bertenaga. Fitri terduduk di lantai depan Ruko, Fitri terdiam menatap pilu hujan deras di hadapannya.


__ADS_2