Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 63


__ADS_3

Flashback 3...


Sudah beberapa hari sejak pemakaman Raya, dan kondisi Fitri semakin hari semakin buruk. Dia jadi tidak berbicara kepada siapapun, saat di ajak mengobrol oleh orang lain dia hanya akan menggeleng atau mengangguk. Saat tidak sengaja melihat Aa Juna dan andre sedang menyembelih ayam di belakang rumah, dan melihat darah ayam yang berceceran di tanah Fitri langsung panik dan ketakutan, Fitri menangis histeris sampai jatuh pingsan. Semenjak itu Fitri hanya diam di kamarnya. Dia tidak mau keluar, untuk makan saja Adik nya yang mengantar makanan ke kamar, keadaan Fitri yang seperti itu membuat seluruh keluarganya sangat khawatir.


Fitri sedang duduk sambil memandang ke arah luar jendela kamarnya, Cuaca hari ini terlihat mendung, sepertinya sebentar lagi akan hujan


'Tok tok tok'


Fitri langsung menengok, Dayu datang dan mengetuk pintu yang memang sudah terbuka. Dayu tersenyum lalu masuk


"Di luar mendung banget kayaknya mau hujan deras, gue buru-buru kesini karena takut keburu hujan" Ujar Dayu


Dayu mengeluarkan kotak kue "Taraaa lihat apa yang gue bawa" Ujar Dayu semangat, Fitri hanya memandang Dayu diam tanpa kata


"Gue bikin brownis coklat kesukaan lo" Ujar Dayu senang lalu membuka kotak tersebut


Dayu mengambil 1 potong brownis "Gue suapin ya Aaaa" Pinta Dayu sambil menyodorkan brownis ke arah Fitri, Fitri membuka mulutnya dan memakan brownis tersebut sedikit


'Enak' Batin Fitri dalam hati


Fitri mengambil brownis tersebut dari tangan Dayu lalu memilih memakannya sendiri. Melihat itu membuat Dayu tersenyum senang


"Enak?" Tanya Dayu, Fitri hanya mengangguk


Fitri memakan brownis tersebut dengan lahap namun tiba-tiba Fitri berhenti memakan brownis tersebut, lalu memandang Dayu dengan mata yang berkaca-kaca


'Raya juga sangat menyukai brownis coklat' Batin Fitri dalam hati


Entah kenapa Dayu seolah mengerti Arti tatapan mata Fitri, hal tersebut membuat Dayu meneteskan air matanya.

__ADS_1


Dayu memeluk Fitri lalu mengelus punggung Fitri lembut "Nggak apa-apa sekarang Raya sudah tidak akan kesakitan lagi, lo juga pasti akan membaik. Kita pasti akan baik-baik saja" Ujar Dayu lembut


Setelah 1 jam Dayu menemani Fitri, Dayu pun memutuskan untuk pulang. Saat keluar dari kamar Fitri, Ibu Fitri langsung menghampiri Dayu


"Bagaimana?" Tanya Ibu Rina kepada Dayu


Dengan mata yang berkaca-kaca menahan tangis Dayu menggeleng kan kepalanya


Ibu Rina menghela nafas panjang "Tidak apa-apa nanti pasti akan membaik" Ucap Ibu Rina sambil mengusap pundak Dayu menghibur. Dayu hanya mengangguk


Keesokan harinya nenek Fitri dari pihak bapaknya datang, melihat kondisi cucunya membuat nya sedih.


"Biar Fitri ikut Ibuk saja untuk berobat" Ujar nenek Fitri kepada Ibu Rina


"Tetapi Bu-" Belum selesai Ucapan Ibu Rina, nenek Fitri sudah memotong nya


"Rina yang Fitri butuhkan saat ini adalah pengobatan, Ibu akan membawanya berobat ke psikiater" Ujar nenek Fitri


Nenek Fitri menggenggam tangan Ibu Rina "Kamu jangan khawatir Ibu pasti akan menjaga Fitri dengan baik, Dia menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana sahabatnya meninggal, hal tersebut pasti memberikan pukulan yang berat untuk hati dan mentalnya. Karena itu Fitri membutuhkan bantuan psikologi atau psikiater, tetapi di desa ini tidak ada, jadi biar Ibu bawa Fitri pulang untuk berobat" Bujuk nenek Fitri


Ibu Rina menangis "Iya Bu" Jawab Ibu Rina yang akhirnya setuju


Nenek Fitri memeluknya "Tidak apa-apa, Fitri pasti akan membaik" Hibur nenek Fitri sambil mengelus punggung menantunya lembut


Keesokan harinya Fitri pergi dengan neneknya, Saat dalam perjalanan Fitri menghidupkan ponselnya yang sudah berhari-hari dia nonaktifkan. Banyak pesan dan panggilan tidak terjawab dari teman-temannya, tapi yang paling banyak adalah dari Ahmad yang mengkhawatirkan nya. Ada berpuluh-puluh pesan dan panggilan dari Ahmad, Fitri merasa dirinya saat ini tidak ingin di ganggu siapapun, dia hanya ingin menenangkan dirinya sendiri.


Tanpa membaca pesan-pesan dari Ahmad, Fitri langsung mengetikan sesuatu di ponsel nya 'Maaf, mulai sekarang kita putus' Pesan Fitri kepada Ahmad


Baru beberapa detik Ahmad langsung menelepon nya, tetapi Fitri enggan menjawab dan langsung kembali menonaktifkan ponselnya

__ADS_1


Flashback End...


"Sejak saat itu nenek membawaku berobat ke psikiater, aku berobat selama 7 bulan lebih. Setelah membaik baru lah Aku pulang ke rumah dan melanjutkan sekolah" Ujar Fitri lalu mengusap air matanya yang terus menetes.


Andi menggenggam tangan Fitri, lalu mengusap nya lembut "Saat itu Kamu pasti sangat kesulitan" Ujar Andi menatap Fitri dengan pandangan berkaca-kaca


Fitri menatap Andi pilu Air matanya makin deras "Kak Ak-" Belum sempat Fitri menyelesaikan kalimatnya Andi sudah langsung memeluk nya


"Sstttt sudah tidak apa-apa, Aku mengerti" Ujar Andi sambil mengusap lembut punggung Fitri, mencoba memberinya kekuatan


Setetes air mata jatuh di pipi Andi, dia tidak pernah menyangka jika Fitri memiliki kisah yang memilukan. Saat itu Fitri masih sangat muda, dia pasti sangat menderita, tetapi apa yang telah di lakukan nya, hampir saja dirinya melukai Fitri dengan kelakuan bejad nya.


'Dasar brengsek!' Ujar Andi dalam hati, mengumpat dirinya sendiri.


"Mulai sekarang Aku janji, Aku akan melindungi Kamu dan membuat Kamu bahagia. Tidak akan Aku biarkan siapapun melukai Kamu, bahkan diriku sendiri" Bisik Andi pelan berjanji kepada Fitri dan dirinya sendiri.


Mendengar janji yang Andi bisikan membuat Fitri semakin mengeratkan pelukannya.


Tanpa sepengetahuan mereka berdua, Ahmad yang berdiri tidak jauh dari mereka, diam-diam mendengarkan semua nya. Ahmad menatap Fitri nanar, tidak disangka Ririnya mengalami luka yang sangat besar. Pertanyaan yang selama ini di carinya akhirnya mendapatkan jawaban. Namun yang tidak disangka Ahmad, jawabannya sungguh sangat menyakitkan. Riri sudah sangat menderita. Ahmad mengusap Air matanya yang entah sejak kapan mulai menetes.


Seseorang menepuk pelan pundak Ahmad dari belakang, Ahmad menoleh. Ternyata Rayan "Ayo Kita bicara sebentar" Ajak Rayan lalu melangkah pergi


"Minum dulu" Ujar Rayan sambil menyodorkan sebotol minuman coklat dingin untuk Ahmad


Rayan dan Ahmad duduk dalam diam di bangku taman rumah sakit.


Ahmad memandang minuman coklat di tangannya "Saat itu dia pasti sangat menderita" Ujar Ahmad pelan


"Benar, tapi Fitri adalah gadis yang kuat. Meskipun dia saat itu masih sangat muda, dia tidak mau pasrah begitu saja saat melihat sahabatnya terluka di hadapannya. padahal tubuhnya sangat kecil tapi dia mampu menggendong Raya dan berjalan cukup jauh, demi berusaha menyelamatkan Raya. Sayang takdir berkata lain, Raya tetap saja tidak tertolong" Ujar Rayan sedih

__ADS_1


"Yang orang lain tahu, Raya meninggal karena kecelakaan. Karena saat di temukan, Raya dan Fitri berada di tengah jalan dalam keadaan berlumuran darah. Keluarga nya menutupi apa yang terjadi, karena merasa kehamilan Raya adalah Aib di keluarga mereka. Hanya sedikit orang yang mengetahui kebenaran dari meninggal nya Raya. Kehilangan Raya memberikan dampak yang besar kepada Fitri dan juga Dayu" Ujar Rayan mengingat betapa hancur nya Fitri dan Dayu saat itu


Ahmad menangis dalam diam tidak menyangka gadis yang di cintainya melewati waktu yang sangat sulit


__ADS_2