
"Mbaakkkkk!" Teriakan lantang Andre yang memeluknya, membuat kesadaran Fitri yang hampir hilang kembali
Fitri melepaskan pelukannya dan menatap wajah adiknya putus asa "Dayu Dayu Dayu!" Ujar Fitri panik langsung sadar jika Dayu sedang terluka, dan kembali menghampiri Dayu.
Melihat darah yang mengalir di kaki Dayu membuat kepala Fitri kembali pusing, namun Fitri langsung menggeleng kan kepalanya. Jika ingin menyelamatkan Dayu dia harus tetap sadar.
Fitri harus segera membawa Dayu kerumah sakit, tetapi tetangga dekatnya tidak ada yang memiliki mobil. Fitri menangis kebingungan, Apa yang harus dia lakukan? siapa yang bisa menolong mereka sekarang. Seketika Fitri teringat Ahmad, yang mengatakan habis mengantar barang di tempat Bos Danu. Ahmad pasti membawa mobil, dengan Panik Fitri mencari ponselnya yang tadi dia jatuhkan karena terkejut.
"Ponsel ponsel gue dimana hiks" Panik Fitri sambil menelusuri setiap sudut kamarnya
Andre yang tahu Fitri mencari ponselnya dengan cepat membantu mencari, setelah menemukan Ponsel Fitri di dekat pintu kamar, dengan cepat Andre mengambil dan meyerahkan ponsel itu kepada Fitri.
"Ini Mbak ponselnya" Ujar Andre menyodorkan ponsel ke arah Fitri
Dengan panik dan tangan bergetar Fitri mengambil ponselnya, dan mencari kontak Ahmad. Setelah ketemu dengan cepat Fitri menelpon Ahmad
Teleponnya berdering, pada dering pertama Ahmad langsung mengangkat nya
'Halo' Sapa suara di seberang telepon
"Hiks hiks Mad tolongin gue hiks cepat kesini hiks hiks tolongin Dayu hiks cepat cepat kesini gue mohon" Ucap Fitri memohon putus asa
🦋🦋🦋
Ahmad menatap ponselnya cukup lama, Ahmad saat ini sedang berada di dekat rumah Fitri. Awalnya Ahmad sangat senang mendapatkan pekerjaan untuk mengantar barang ke tempat Bos Danu. Dengan begitu dia jadi memiliki alasan untuk bisa bertemu dengan Fitri, meskipun mungkin hanya sebentar, Ahmad sangat merindukan Fitri. Dia sangat ingin melihat wajah Riri nya, Tapi lagi-lagi Fitri menolak bertemu dengan nya. Ahmad menghela nafas panjang, lagi-lagi dia harus menahan rindu nya.
Ahmad meletakkan ponselnya ke kursi di sampingnya, dia bersiap untuk pergi. Meski tidak rela, tidak ada yang bisa dia lakukan sekarang. Ahmad menyalakan mobil pickup nya namun saat dia hendak menginjak gas mobilnya, ponselnya berdering.
Melihat layar ponselnya yang menunjukan 'My RiRi calling' Seketika membuat Ahmad senang
__ADS_1
Dengan senyum bahagia Ahmad langsung menerima panggilan telepon tersebut
"Halo" Sapa Ahmad
'Hiks hiks Mad, tolongin gue hiks cepat kesini hiks hiks, tolongin Dayu hiks cepat cepat kesini gue mohon' Jawab Fitri di seberang telepon terdengar putus asa
Seketika Ahmad panik mendengar suara tangis Fitri yang terdengar sangat menderita, membuat jantung Ahmad Seketika terasa seperti di remas sakit.
Tanpa bertanya apa yang terjadi, dengan cepat Ahmad mengegas mobilnya dan bergegas ke rumah Fitri. Saat sampai di depan rumah Fitri Ahmad segera turun, dilihatnya sudah banyak orang yang berkerumun di depan rumah Fitri, dan sedang menggedor-gedor pintu rumah Fitri.
"Pak, Bu ada apa ini?" Tanya Ahmad panik
"Ri RiRi ini gue Ahmad" Teriak Ahmad meggedor pintu rumah Fitri
"Apa yang terjadi?" Tanya Ahmad panik
"Terdengar suara Teriakan dan tangisan histeris Dari dalam, Sepertinya ada sesuatu yang terjadi. Tapi Andre dan Fitri tidak ada yang membuka pintu" Jawab Ibu-ibu yang menangis ketakutan, ibu tersebut merupakan bude dari Andre dan Fitri
Saat mereka bersiap akan mendobrak pintu, pintu sudah terbuka terlebih dahulu. Andre membuka pintu dan langsung menubruk bude nya sambil menangis ketakutan
"Bude hiks hiks cepat tolongin Mbak Dayu Hisk hiks" Tangis Andre sambil menarik bude nya masuk
Karena pintu sudah terbuka, seketika Ahmad dan para tetangga yang berada disana langsung menerobos masuk, mencari sumber suara tangisan Fitri. Dengan cepat Ahmad menemukan Fitri yang sedang menangis tergugu dengan Dayu yang berada dalam pelukannya. Dilihatnya bagian bawah Dayu sudah berlumuran banyak darah bahkan pakaian Fitri pun terkena banyak darah.
orang-orang langsung segera berusaha menolong Dayu "Cepat-cepat bawa kerumah sakit" Teriak orang-orang tersebut
"Cepat cari kendaraan"
"Dimana kita bisa dapat mobil?"
__ADS_1
"Darahnya banyak sekali, cepat bawa kerumah sakit!"
Orang-orang panik dan kebingungan karena di desa mereka jarang yang memiliki mobil
"Pak pakai mobil saya saja, mobil saya ada di depan" Ucap Ahmad segera
Orang-orang tersebut dengan segera mengangkat Dayu, dan membawanya ke mobil, tapi tangan Dayu terus menggenggam erat tangan Fitri. Seorang ibu-ibu berusaha melepaskan genggaman tangan mereka
"Fit" Rintih Dayu pelan
Ahmad langsung memeluk Fitri membantu ibu tersebut melepaskan genggaman tangan mereka, karena Fitri pun menggenggam erat tangan Dayu.
"Ri lepaskan dulu genggaman tangan Lo, Kita harus segera bawa Dayu kerumah sakit!" Ujar Ahmad dengan suara lantang agar Fitri tersadar.
Fitri menatap Ahmad yang memeluknya, lalu melepaskan genggaman tangannya. Setelah itu dengan segera orang-orang membawa Dayu ke mobil. Ahmad hendak melepaskan pelukannya pada Fitri lalu mendudukkan nya di ranjang.
"Gue antar Dayu ke rumah sakit dulu" Ujar Ahmad hendak pergi. Tapi Fitri meremas baju bagian bawah Ahmad
"Gue ikut" Pinta Fitri pelan. Fitri menatap Ahmad dengan wajah berderai air mata. Ahmad yang tidak tega melihat ekspresi wajah Fitri yang terluka mengangguk setuju.
Ahmad menggenggam tangan Fitri dan menggandeng nya untuk pergi bersama. Saat akan keluar rumah, Ahmad melihat Andre yang masih menangis ketakutan di pelukan ibu-ibu yang dipanggil nya bude tadi.
"Bu tolong titip Andre dulu ya" Pinta Ahmad pada ibu-ibu yang sedari tadi memeluk dan berusaha menenangkan Andre. Ibu itu hanya mengangguk setuju.
Ahmad membantu Fitri untuk naik ke bagian belakang mobil pickup yang di bawanya. Disana sudah ada Dayu dan beberapa orang yang tadi membantu menaikkan Dayu ke mobil. Setelah berhasil naik dengan segera Fitri menggenggam tangan Dayu, dilihatnya Dayu masih terus merintih kesakitan.
Dengan segera Ahmad melajukan mobilnya ke arah rumah sakit. Butuh waktu hampir 20 menit untuk sampai di rumah sakit terdekat. Setelah sampai dengan segera Dayu di bawa ke UGD untuk segera di tangani. Fitri terus menangis dan menatap cemas pintu UGD di hadapan nya. Fitri sangat ketakutan, Ahmad yang cemas melihat Fitri menangis ketakutan langsung memeluk nya.
"Kita berdoa saja semoga Dayu baik-baik saja" Ujar Ahmad sambil mengelus rambut Fitri berusaha menenangkan nya
__ADS_1
Fitri menangis tergugu di dalam pelukan Ahmad "Gue takut hiks hiks, gimana kalau Dayu juga pergi ninggalin gue hiks hiks kalo Dayu juga ninggalin gue seperti Raya hiks hiks maka gue nggak akan bisa ngelanjutin hidup gue lagi hiks hiks" Ujar Fitri sedih sambil menangis
Mata Ahmad berkaca-kaca melihat wanita yang di cintainya menderita, membuat hatinya terasa hancur.