Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
67


__ADS_3

Fitri mendengus kesal "Nih orang lagi ngapain sih! dari tadi telpon gue nggak di angkat-angkat!" Kesal Fitri


Ely keluar dari kelas melihat Fitri yang terlihat marah-marah sendiri membuat Ely tertarik


"Kenapa lagi lo? marah-marah sendirian, hati-hati lo kesambet!" Ledek Ely, lalu terkekeh melihat Fitri yang langsung melotot ke arahnya


"Ckkk Aa Juna dari tadi nggak mau angkat telepon gue" Ujar Fitri sebal


Ely menatap Fitri heran "Ngapain juga lo telpon dia, biasanya kalau ketemu juga kerjaan kalian cuma ribut saja. Pasti malas Aa juna angkat telepon lo" Ujar Ely menyebalkan


Fitri langsung melotot ke arah Ely "Lo itu sahabat gue bukan sih! kerjaan lo setiap hari cuma bikin gue kesal saja" Sentak Fitri kesal


Ely tersenyum tanpa dosa "Hehehe habisnya ekspresi lo waktu lagi kesal lucu sih, gue kan jadi pengen jahilin lo terus" Jawab Ely tidak tahu malu


"Elyyy reseh, sini lo!" Teriak Fitri hendak memukul Ely dengan buku


Dengan cepat Ely kembali ke kelas, namun karena Ely berlari tanpa melihat ke depan dengan benar, membuat nya menabrak Mayang yang hendak keluar kelas


'Brukkk'


"Awww" Teriak Ely kesakitan, Karena menabrak Mayang membuat Ely jadi terpental ke belakang dan jatuh terduduk, sedangkan Mayang hanya mundur beberapa langkah saja tidak sampai terjatuh


"Kalian lagi apa sih seperti anak TK saja main kejar-kejaran" Ujar Mayang kesal sambil mengelus lengannya yang tadi sempat tertabrak Ely


Ely bangun sambil mengelus pantatnya yang sakit "Sial! pantat seksi gue sakit banget!" Umpat Ely kesakitan. Karena tadi terjatuh tidak elit dengan pantat yang mendarat duluan.


"Hahahaha, mampus! suruh siapa jadi orang jahil banget!" Ejek Fitri senang


"Kalian bukannya tadi udah keluar duluan? kenapa masih disini dan malah ribut sih. Bukannya pulang" Heran Mayang


"Gue lagi kesal nggak bisa pulang! tapi Ely dari tadi ngeledekin gue mulu" Adu Fitri kesal, Ely hanya menatap Fitri sambil mendengus kesal


"Kenapa nggak bisa pulang?" Tanya Mayang heran


"Motor gue kan rusak dan lagi di bengkel dari kemarin, tadi pagi saja gue berangkat sekolah di antar Aan Juna, tapi sekarang gue telepon nggak di angkat-angkat" Ujar Fitri kesal

__ADS_1


Mayang menghela nafas panjang "Yaudah ke kos'an gue saja dulu, nanti kalau Aa juna sudah angkat telepon lo, bilang suruh jemput ke kos'an saja" Usul Mayang


Mendengar hal itu Fitri langsung tersenyum senang "Lo emang yang terbaik May!" Ujar Fitri senang dan langsung menggandeng tangan Mayang


"Yuk Kita pulang!" Ajak Fitri mengabaikan Ely yang masih meratapi pantat seksinya yang kesakitan.


"Heyy tungguin gue, tega-teganya kalian mau ninggalin gue!" Teriak Ely lalu segera menyusul Fitri dan Mayang


Fitri dan Mayang berjalan ke arah gerbang sambil mengobrol, sedangkan Ely pergi ke parkiran untuk mengambil motor nya


"Setelah lulus lo mau ngelanjutin kuliah di mana Fit?" Tanya Mayang penasaran


Fitri tersenyum "Gue mau coba daftar ke Unila juga" Jawab Fitri mantap


"Ciee yang pengen dekat sama kekasih hati" Ledek Mayang jahil


Fitri tersenyum malu "Gue memang ingin lebih dekat sama Kak Andi, tapi alasan utama gue ingin kuliah disana adalah karena gue juga ingin Kuliah di Universitas terbaik disini" Jawab Fitri dengan pandangan mata penuh semangat


"Serius?" Tanya Mayang penasaran


Fitri menatap Mayang "Kalau lo berencana mau ngelanjutin dimana?" Tanya Fitri penasaran


Mayang menggeleng bingung "Gue belum tau , nilai gue kan pas-pasan mungkin gue akan coba untuk daftar di beberapa universitas. Tinggal lihat saja nanti keterima nya dimana" Jawab Mayang seolah pasrah


"Lo nggak ada keinginan yang lebih spesifik apa?" Tanya Fitri heran


Mayang menggeleng "Nggak ada" Jawab Mayang sekedar nya


Saat Mayang dan Fitri keluar dari gerbang sekolah dan berjalan ke arah kos'an Mayang. Fitri di kejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba muncul dari arah belakang, lalu mencium pipinya dengan kilat.


Fitri yang terkejut hendak memaki orang tersebut, tapi saat Fitri menoleh hendak memaki tiba-tiba Fitri diam mematung


Fitri menatap tidak percaya orang di hadapannya "Kakak kok ada disini?" Tanya Fitri kaget


Orang di hadapannya justru tersenyum manis "Kejutan!!!" Ujar Andi riang lalu mengedipkan sebelah matanya menggoda

__ADS_1


Fitri tersenyum senang dan langsung melompat ke pelukan Andi. Andi dengan sigap langsung menangkap Fitri agar tidak terjatuh


"Kangennn" ujar Fitri menenggelamkan wajah nya ke dalam pelukan Andi


Andi membalas memeluk Fitri dengan erat "Aku juga kangennnn.. banget sama kamu" Balas Andi tersenyum sambil menghirup aroma Fitri yang sangat di rindukan nya


Mayang menatap jijik dua orang yang sedang melepas rindu di hadapannya


"Woy woy sudah cepat lepas, Kalian gila ya? ini masih di depan sekolah!" Tegur Mayang, namun Andi dan Fitri pura-pura tuli dan tidak menggubris perkataan Mayang


Mayang menarik lengan Fitri mencoba untuk memisahkan mereka berdua "Lepas! cepetan lepas! kalian nggak malu apa jadi tontonan" Tergur Mayang lagi


Saat ini memang jam pulang sekolah, jadi masih banyak Siswa-siswi yang baru keluar dari gerbang sekolah. Banyak dari mereka yang menatap Andi dan Fitri secara terang-terangan. Namun Andi dan Fitri tetap tidak perduli


"Parah kalian berdua" Kesal Mayang


"Ada pak Juwanto keluar gebang!!!" Seru Mayang agak keras, otomatis Andi dan Fitri langsung melepaskan pelukannya, dan segera saling menjauhkan diri.


"Pfffff" Mayang menahan tawanya


Andi dan Fitri yang semula tegang menyadari, jika mereka di kerjai Mayang dan langsung menatap Mayang kesal


"Sialan lo May! hampir saja gue jantungan" Umpat Fitri kesal


"Jahil banget lo May" Ujar Andi sambil menggelengkan kepalanya tidak habis fikir atas kejahilan Mayang


"Hahahaha suruh siapa dari tadi disuruh lepas nggak mau. Memang hanya kesangaran Pak Juwanto yang paling ampuh untuk kalian" Ujar Mayang lalu menyeringai licik


Andi dan Fitri memang sangat takut dengan Pak Juwanto, karena pada hari kelulusan Andi, Andi dan Fitri kepergok sedang berpacaran di kelas yang kosong. Meskipun saat itu mereka hanya ketahuan sedang berpegangan tangan. Akibatnya Andi dan Fitri di omeli habis-habisan, dan harus mendengarkan ceramah Pak Juwanto selama 2 jam. Setelah itu mendengar nama Pak Juwanto saja sudah membuat mereka ketakutan.


"Bilang saja lo iri" Ejek Fitri lalu menggandeng lengan Andi mesra, Andi langsung mengusap rambut Fitri sayang. Fitri memajukan dagunya dan menatap Mayang sombong


Mayang berdecih kesal "Cihh dasar tukang pamer!!" Kesal Mayang, lalu menghentakkan kakinya kesal, dan pergi meninggalkan sepasang sejoli yang sedang di mabuk cinta.


Melihat itu Andi dan Fitri hanya terkekeh senang, karena berhasil membuat Mayang kesal. Andi menatap ke arah gerbang sekilas, menatap siswa-siswi yang memang masih ramai di sana. Setelah itu pandangan Andi kembali ke pada Fitri, menatap penuh sayang gadis yang sangat di cintai nya.

__ADS_1


__ADS_2