Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 56


__ADS_3

Dayu menatap Fitri sedih "Maaf" Gumam Dayu pelan


Mata Fitri berkaca-kaca melihat keadaan Dayu yang sekarang membuat dadanya terasa sakit, Fitri menggenggam tangan Dayu


"Gue memang sempat marah karena lo nggak bilang apa-apa ke gue, padahal lo sudah janji nggak akan merahasiakan apapun dari gue" Ujar Fitri pelan


"Maaf" Cicit Dayu merasa bersalah


"Tapi gue paham kenapa lo nggak berani bilang, lo pasti takut kan?" Tanya Fitri


Dengan mata memerah Dayu menatap Fitri "Lo takut reaksi gue? lo takut gue kecewa sama lo?" Tanya Fitri


Dayu mengganguk pelan "Gue emang kecewa sama lo, tapi yang lebih buat gue kecewa adalah karena lo nggak mau cerita ke gue. Gue ngerasa gue sebagai sahabat lo nggak bisa buat lo percaya ke gue" Ujar Fitri pelan Air mata Fitri yang sedari tadi di tahan nya akhirnya luruh juga


Dayu menggeleng kan kepalanya cepat "Bukan Fit hiks bukannya gue nggak percaya sama lo, gue cuma takut kalo lo tahu keadaan gue, gue takut lo teringat lagi dengan kejadian 3 tahun yang lalu Hiks hiks" Ujar Dayu sambil menangis


Fitri mengusap air matanya "Kita nggak bisa mengubah kejadian 3 tahun yang lalu, tapi Kita bisa berusaha untuk memperbaiki kehidupan lo kedepannya" Ujar Fitri pelan


Dayu menatap Fitri ragu "Tapi gue takut Fit, hiks sekarang pasti orang 1 desa sudah tahu kalau gue hamil, hiks gue takut, gue malu, gue nggak tahu bagaimana caranya gue ngelanjutin hidup hiks" Ujar Dayu sambil tergugu menangis.


Fitri langsung memeluk Dayu dan mengelus rambutnya mencoba menenangkan " Nggak apa-apa gue akan temani lo, lo nggak sendirian gue akan selalu ada di samping lo" Ucap Fitri sambil menangis. Fitri sendiri tidak tahu apa yang bisa dia lakukan untuk bisa membantu Dayu. yang bisa Fitri lakukan sekarang hanya menemani Dayu


"Mungkin mulai sekarang hidup lo nggak akan sama seperti sebelumnya, mungkin lo juga akan dapat cacian atau hinaan dari banyak orang. Kalau lo mau menangis nggak apa-apa menangislah, tapi gue harap lo nggak menyerah. Lo harus selalu ingat kalo ada gue yang akan selalu ada buat lo. Karena itu Yu gue mohon jangan ikuti jejak Raya, gue disini masih sangat membutuhkan kehadiran lo" Ujar Fitri memohon, Fitri sungguh merasa takut bagaimana jika Dayu juga meninggalkannya seperti Raya


Fitri melepaskan pelukannya "Lo mau janji kan sama gue Yu, apapun yang terjadi kedepannya, lo tetap harus bertahan?" Tanya Fitri sambil menatap Dayu berharap

__ADS_1


Dayu menatap Fitri dengan mata yang berlinang air mata, Dayu mengangguk "Gue janji" Jawab Dayu pelan


Fitri tersenyum "Sudah jangan menangis lagi, kita sarapan dulu lo pasti lapar kan?" Tanya Fitri tersenyum, Dayu tersenyum dan mengangguk.


"Yaudah lo cuci muka dulu, gue tunggu di luar ya" Ujar Fitri, Dayu mengangguk patuh


🦋🦋🦋


Sudah 3 hari Dayu menginap di rumah Fitri, Rayan pun saat ini sedang berusaha untuk mencari kontrakan rumah yang baru. Karena Kos-kosan yang di tempati nya saat ini adalah kos-kosan khusus laki-laki. Terakhir kali Rayan mengabari jika orang tua Rayan sudah setuju untuk menikah kan mereka. Saat pertama kali memberi tahu orang tua nya Rayan juga babak belur karena di pukuli ayahnya. Tapi menurut Fitri itu adalah hal yang pantas di dapatkan nya. Hanya saja orang tua Rayan mengatakan tidak akan memberikan bantuan apapun secara materi. Mereka ingin Rayan bertanggung jawab sendiri atas perbuatannya.


"Fit" panggil Mayang sambil menepuk pundak Fitri.


Fitri menatap Mayang bertanya "Lo kenapa sih akhir-akhir ini aneh banget" Tanya Mayang penasaran


Sedari tadi Fitri terlihat Aneh, tangannya memegang novel kesukaannya. Tapi dirinya sendiri terlihat seperti sedang melamun


Mayang menyentuh kening Fitri dengan tangannya "Lo sakit? Wajah lo emang kelihatan pucat sih, gue anterin ke UKS aja gimana?" Tanya Mayang khawatir


Fitri menggeleng nggak perlu "Gue cukup banyak istirahat saja nanti, besok pasti sudah lebih baik" Jawab Fitri menenangkan


"Beberapa hari ini lo kelihatan pendiam banget? lo kenapa sih ada masalah?" Tanya Mayang penasaran. Fitri beberapa hari ini berubah menjadi sangat pendiam, Mayang dan Ely sebenarnya ingin bertanya tapi melihat ekpresi wajah Fitri seperti mengatakan jangan tanya, Membuat Mayang dan Ely menjadi enggan bertanya


"Atau lo berantem sama Kak Andi?" Tanya Mayang lagi tidak meyerah


Fitri menggeleng pelan "Gue sama Kak Andi baik-baik saja kok" Jawab Fitri pelan

__ADS_1


Mayang mengangguk mengerti "Yaudah deh tapi kalau lo ada masalah, jangan ragu untuk cerita ke gue atau Ely. Meskipun mungkin kita nggak bisa bantu tapi Kita pasti akan jadi pendengar yang baik. Seenggaknya itu bisa buat perasaan lo sedikit lebih lega" Ujar Mayang menatap Fitri dengan tulus


Mata Fitri berkaca-kaca mendengar perkataan Mayang membuat Fitri merasa tersentuh, Fitri langsung memeluk Mayang "Terimakasih, nanti kalau gue sudah siap, pasti gue ceritain" Gumam Fitri pelan, Mayang membalas pelukan Fitri lalu mengganguk.


Fitri melepaskan pelukannya "Gue ada janji sama Kak Andi, gue harus pergi sekarang" Ujar Fitri pamit.


Mayang mengangguk "Yasudah pergi sana" Jawab Mayang tersenyum


Fitri balas tersenyum lalu berlalu pergi, Mayang memandang punggung Fitri yang menjauh, Mayang merasa Fitri masih enggan untuk terbuka kepada dirinya dan Ely. Tapi Mayang yakin suatu saat Fitri pasti akan menceritakan nya.


Fitri berjalan ke taman belakang sekolah tempat biasa dirinya bertemu dengan Andi, yang Fitri pikirkan sekarang hanyalah Dayu. Sampai sekarang Fitri masih belum tau apa yang bisa dia lakukan untuk membantu Dayu. Langkah Fitri terhenti Fitri menyerngitkan dahinya


" Siapa cewek yang lagi sama Kak Andi" Gumam Fitri pelan.


Pandangan Fitri tertuju Pada Andi dan seorang cewek yang duduk di sebelah nya, posisi cewek itu yang membelakangi Fitri membuat Fitri sulit untuk mengenalinya. Dada Fitri tiba-tiba terasa sesak, Fitri melihat Andi sedang memainkan gitar nya sambil bernyanyi dengan ekspresi yang bahagia. Ekspresi itu, Fitri kira Andi hanya akan menunjukan ekspresi itu kepadanya. Tapi ternyata Andi juga bisa menunjukkan ekspresi penuh cinta seperti itu kepada orang lain. Setetes Air mata jatuh di pipi Fitri, dengan cepat Fitri mengusapnya. Fitri menatap air mata di tangannya, entah kenapa Fitri memiliki firasat buruk.


Saat cewek itu pergi barulah Fitri mendekati Andi. Dilihatnya Andi sedang bermain gitar dan bersenandung dengan bahagia


"Kak" Panggil Fitri


Andi menatap Fitri lalu tersenyum senang "Sudah datang sayang, ayo duduk" Ujar Andi menggenggam tangan Fitri dan menariknya untuk duduk di sampingnya


Fitri menyentuh kursi kayu yang di duduki nya "Kursinya hangat Kak, apa ada yang duduk disini tadi?" Tanya Fitri sambil tersenyum


Andi sempat terdiam lalu melihat ekspresi wajah Fitri, melihat Fitri yang tersenyum Andi pun langsung tersenyum "Sebelum Kamu datang tadi aku duduk di sebelah situ, mungkin karena aku baru pindah duduk nya. jadi sekarang masih terasa hangat" Jawab Andi dengan lancar dan tanpa menunjukkan ekspresi bersalah.

__ADS_1


"Oh begitu" Jawab Fitri mengangguk sambil tersenyum manis. Tetapi dada Fitri terasa seperti tertusuk.


__ADS_2