
"Huffftt" Aku menghela nafas berat.
"Day Lo nggak Lupa kan sama janji Kita, Saat Raya pergi" Kataku mengingatkan.
"Gue inget Fit, secinta apapun Kita, Jangan sampai berlebihan" Ujar Dayu sedih.
"Gue inget banget, karena itu Gue selalu nolak setiap kali Rayan berlebihan, Tapi Gue benar benar takut kehilangan Rayan, mau sesering apapun Rayan nyakitin Gue, Gue tetap nggak bisa ngelepasin Rayan" Ucap Dayu menahan tangis.
"Jangan nangis" Kataku sambil mengelus bahunya.
"Lo pasti inget kan apa yang dialami Raya, apa yang di alami teman teman di sekitar Kita, dan.." Aku berhenti sejenak " Apa yang hampir Gue alami" Ucap ku pelan.
Dayu langsung mengangkat wajah nya menatap ku "Gue nggak bermaksud ngingetin Lo sama kejadian itu" Kata Dayu sedih.
"Gue tahu, Gue cuma sekedar mengingatkan Apa yang pernah Gue lihat, dan yang pernah Gue alami, hal itulah yang buat Gue sedikit berbeda dari yang lain, cara pandang Gue juga berbeda Lo tahu itu kan?" Tanyaku.
Dayu mengangguk "Gue tahu" Kata nya pelan.
"Gue nggak akan ngelarang Lo, Gue cuma mengingatkan resiko resiko yang mungkin nanti akan Lo tanggung, kalau Lo udah berani ngelakuin Itu, itu berarti Lo juga udah siap menghadapi resiko nya, gimanapun Lo yang jalani hidup Lo sendiri" Ujarku pelan.
Sedangkan Dayu hanya diam menunduk "Pesan Gue seberapa kacau Lo nanti, Lo harus inget ada Gue yang akan nemenin Lo, jangan sampai Lo ngikutin jejak Raya Lo ngerti kan?" Tanyaku
Dayu mengangguk, Aku memeluknya "Gue sayang banget sama Lo, karena itu jangan pernah tinggalin Gue sendiri" Ujarku pelan
Dayu mebalas memeluk ku, "Gue juga sayang Lo, Gue janji nggak akan nyimpan rahasia apapun dari Lo" Janji Dayu, Aku hanya mengangguk saja.
Rasa takut Dayu kehilangan Rayan mengalahkan Rasa takut Dayu akan kehancuran dirinya sendiri.
Dan Rasa takut menghadapi cemoohan dunia terhadap dirinya, membuat Raya tenggelam dalam kesakitan nya sendiri, Rasa takut itu mengalahkan rasa takut Raya akan kematian.
Sejak saat Itu Fitri berjanji pada dirinya sendiri, Dia tidak akan melakukan hal yang sama seperti Dayu ataupun Raya. Cukup untuk sekedar melihat, Dia tidak mau mengalaminya sendiri lalu baru menyadari kesalahan.
****
Aku berjalan menuju taman di belakang sekolah, hari ini Kak Andi meminta bertemu disana. Sebenarnya suasana hatiku sedikit buruk sekarang. Tapi meskipun begitu, Aku tetap ingin bertemu dengan nya. Mungkin saja dengan melihat wajah tampannya, akan memperbaiki suasana hatiku sekarang.
"Kak" Panggil ku pelan
Kak Andi menoleh "Sini duduk dulu sayang" Ucap nya sok manis sambil membersihkan tempat duduk disampingnya. Membuatku ingin tertawa, tapi Aku harus menahan nya. Pasti Kak Andi masih berfikir jika Aku masih marah padanya.
Aku langsung duduk di sampingnya "Kenapa ngajak ketemu disini?" Tanyaku pura pura cuek.
Kak Andi mengambil gitar disamping kirinya "Aku baru aja menghafal kunci gitar Lagu, Aku mau Kamu dengerin, semalaman Aku hafalin kunci gitar ini khusus untuk Kamu" Katanya merayu. Membuatku menahan senyum.
Suara petikan gitar mulai terdengar mengalun, Kak Andi menatapku sambil tersenyum. Membuat hatiku terasa tergelitik. Selalu seperti ini, setiap kali Aku mendengar permainan gitarnya.
...๐ถ Dengarkan aku wahai sayangku...
...Dengarkan lah isi hatiku.....
...Hanya kamu semangat hidupku...
...Hanya kamu...๐ถ...
...๐ถ Satu pintaku pada dirimu...
__ADS_1
...Tempatkanlah indah namaku ...
...Dihatimu sebagai kekasimu ...
...Yang tak pernah sirna๐ถ...
Sembari bernyanyi dan bermain gitar, sesekali Kak Andi menatapku dalam. Seolah mengatakan lagu ini mewakili kesungguhan hatinya. Mungkin ini hanya sekedar khayalan dan harapanku saja, tapi Aku tetap ingin mempercayainya.
...๐ถ Tak ada, sungguh tak ada...
...Seseorang yang bisa menggantikanmu......
...Sampai kapan pun tak ada...๐ถ...
...๐ถ Kaulah yang terakhir bagiku.....
...Engkaulah hidup dan matiku.....
...Jiwa dan ragaku untukmu.....
...Aku sangat menyayangimu...๐ถ...
...๐ถ Izinkan aku memelukmu...
...Aku takut kehilanganmu......
...Tak bisa hidupku tanpamu.....
...Karena kaulah.....
...Terang dalam gelapku...๐ถ...
...๐ถTak ada, sungguh tak ada...
...Seseorang yang bisa menggantikanmu...
...Sampai kapan pun tak ada...๐ถ...
...๐ถ Kaulah yang terakhir bagiku...
...Engkaulah hidup dan matiku...
...Jiwa dan ragaku untukmu...
...Aku sangat menyayangimu...๐ถ...
...๐ถIzinkan aku memelukmu...
...Aku takut kehilanganmu......
...Tak bisa hidupku tanpamu......
...Karena kaulah...
...Terang dalam gelapku...๐ถ...
__ADS_1
Tapi meskipun begitu, tidak bisa Aku pungkiri perasaan bahagiaku juga sama besarnya. Hanya dengan menatap mata dan senyumannya seperti sekarang, semua rasa takutku terasa menghilang. Hanya dengan kehadiran dirinya saja di sampingku, Aku sudah merasa bahagia.
Kak Andi mengakhiri permainan gitar nya, lalu meletakan gitarnya di samping kiri. Setelah itu Kak Andi memusatkan semua perhatiannya padaku "Gimana?" Tanyanya.
"Lagu ini cukup nggak untuk meredakan kekesalan Kamu?" Tanya nya harap harap cemas.
Aku langsung memeluknya, untuk sesaat Kak Andi terasa tegang. Tapi tidak lama setelah itu tubuhnya terasa lebih rileks lalu membalas pelukan ku.
"Kak?"Panggil pelan
"Hmm?" Jawabnya
"Aku udah pernah bilang belum, kalau Aku sayang banget sama kakak?" Tanyaku.
"Entahlah, tiba tiba Aku hilang ingatan" Katanya sambil terkekeh.
Aku sedikit mencubit pinggangnya dan berusaha melepaskan pelukanku. Tapi Kak Andi justru mengeratkan pelukannya.
"Lepasin" Pintaku sambil berusaha melepaskan pelukannya dari tubuhku.
"Nggak mau, kan Kamu duluan yang peluk Aku" Tolak nya.
"Maaf karena peluk Kakak tiba tiba" Kataku.
"Nggak apa apa, Aku suka kok Kamu peluk" Katanya sambil tertawa.
Aku kembali memeluk nya "Aku juga suka meluk kakak" Kataku.
"Kak?" Panggil ku lagi.
"Hmm" Jawabnya hanya bergumam.
"Kakak harus tanggung jawab" Kataku penuh penekanan.
"Tanggung jawab apa? Aku kan belum ngapa ngapain Kamu" Jawabnya
Aku mencubit pinggangnya lagi "Awwhh sakit banget cubitan kamu" Keluh nya tapi tidak melepaskan pelukannya.
"Iss bukan itu maksud Aku" Kataku kesal.
"Iya terus Apa?" Tanyanya.
"Kakak harus tanggung jawab sama perasaan Aku, sepertinya Aku benar benar jatuh cinta sama Kakak sekarang" Aku ku.
Andi tersenyum "Jadi Apa yang harus Aku lakuin untuk tanggung jawab?" Tanya nya lagi.
"Jangan tinggalin Aku, karena Aku merasa akan patah hati untuk waktu yang lama, kalau Kakak benar benar tinggalin Aku" Pintaku pelan.
"Akan Aku usahakan, karena Kita nggak Akan tahu apa yang akan terjadi di masa depan" Jawab Andi. Aku hanya mengangguk menyetujui.
"Jadi Kamu udah nggak marah lagi ini?" Tanya Kak Andi.
Aku menggeleng "Karena Aku baik, jadi Aku maafin Kakak" Jawabku tersenyum meski dalam hati Aku tertawa.
Saat itu harusnya Aku menyadari jawaban Kak Andi. Jika dirinya sendiri tidak yakin akan perasaan nya terhadapku. Karena itu Dia tidak mampu berjanji. Jika saat itu Aku menyadari nya lebih awal, mungkinkah Aku tidak akan terlalu terluka.
__ADS_1