Fitria Si Gadis Berlesung Pipi

Fitria Si Gadis Berlesung Pipi
Part 27


__ADS_3

Lelaki Itu menyentak tangan Fitri "Ogah, capek Gue, suruh aja pacar ganteng Lo itu untuk jemput" Tolak Lelaki itu lalu pergi. 'Pacar mana lagi yang lelaki itu maksud, sebenarnya ada berapa banyak pacar yang dimiliki Fitri' Batin Andi emosi


Fitri terlihat mencebik sebal, lalu bersungut sungut sendiri. Tapi karena suaranya pelan, Andi tidak terlalu jelas apa yang di katakan Fitri. Saat itu lah baru Fitri melihatnya terkejut, Andi menyeringai 'Heh pasti kaget kan Dia ketahuan sama Gue' Batin Andi marah.


Andi kira saat melihatnya Fitri akan ketakutan atau berekspresi menyesal, tapi yang dilihat Andi justru Fitri tersenyum bahagia melihatnya. Membuat Andi bertambah emosi, ternyata Fitri adalah gadis yang sangat tidak tahu malu.


Fitri yang melihat Andi menunggunya di depan gerbang, merasa sangat bahagia. Fitri pun tersenyum manis, lalu dengan semangat sedikit berlari menghampiri Andi.


"Kakak nungguin Aku ya?" Tanya Fitri senang sambil menggandeng tangan Andi.


Andi langsung menepis tangan Fitri "Gue nggak nungguin Lo" Ujar Andi dingin.


"Kok Lo sih, kan kakak sendiri yang nyuruh untuk panggil Aku Kamu" Ucap Fitri kesal.


"Sekarang udah nggak perlu" Jawab Andi dingin.


"Kakak kenapa sih?" Tanya Fitri heran, semalam mereka baik baik saja. Bahkan tadi pagi Andi masih mengiriminya pesan ucapan selamat pagi. Lalu kenapa sekarang sikap nya tiba tiba berubah bingung Fitri.


"Jadi ini pacarnya Andi?" Tanya pak Tejo menginterupsi sepasang kekasih yang terlihat sedang bertengkar.


"Bukan" "Iya" Jawab Andi dan Fitri berbarengan tapi dengan jawaban yang berbeda.


Pak Tejo yang melihatnya terkekeh kecil, Dia merasa lucu melihat dua remaja di hadapan nya sedang bertengkar.


"Kok bukan sih, maksud Kakak apa? Kakak ngajak putus sekarang?" Tanya Fitri Emosi.


"Lo yakin Gue ini pacar Lo" Tanya Andi sinis.


"Maksud Kakak apa sih?" Tanya Fitri marah.


"Pikir aja sendiri" Ujar Andi dingin, lalu masuk ke dalam gerbang meninggalkan Fitri yang terlihat emosi sendirian.


"Kenapa lagi sih tuh Cowok, tadi pagi masih sok manis, sekarang Kok tiba tiba jadi nyebelin banget, dasar sialan" Umpat Fitri kesal. Fitri mendengar pak Tejo terkekeh di dekatnya membuat Fitri tambah kesal.


"Bapak lagi, ada orang lagi berantem kok malah di ketawain" Tegur Fitri kesal.


Pak Tejo menghentikan tawanya. "Maaf neng habis nya lucu, bapak belum pernah lihat ekspresi Andi yang kayak gitu" Ucap pak Tejo.

__ADS_1


"Apanya yang lucu coba, Kita lagi berantem loh pak bukan ngelawak" Ucap Fitri sebal.


"Maaf neng ngeliat Andi yang lagi cemburu kelihatan lucu, bapak jadi keinget masa muda" Ujar pak Tejo.


"Apa? cemburu? siapa? Kak Andi?" Tanya Fitri tidak yakin.


"Iya neng, Andi tadi lagi cemburu makanya begitu" Kata pak Tejo.


"Cemburu kenapa coba" Bingung Fitri. Fitri berfikir kira kira apa yang bisa membuat Andi cemburu.


Fitri membulatkan matanya "Jangan jangan gara gara tadi" Tebak Fitri tidak yakin, Fitri menatap pak Tejo menuntun penjelasan.


"Siapa yang nggak cemburu coba neng, Udah lama lama berdiri nungguin pacar di depan gerbang, Eh malah pacar nya dianterin cowok lain. Udah gitu mesra mesraan lagi, wajar lah kalau Andi cemburu dan marah" Kata pak Tejo


"Ihhh saya nggak mesra mesraan pak" Ucap Fitri sebal.


"Yaudah saya pergi dulu susul Kak Andi, makasih untuk info nya ya pak" Ucap Fitri lalu berlari masuk kedalam sekolah.


Fitri berlari mengejar Andi tapi Dia tidak menemukan nya. Lalu Fitri pergi kearah kelas Andi. Sampai di depan pintu kelas Andi, Fitri melihat kedalam penjuru kelas mencari Andi.


"Eh maaf kak, saya cari Kak Andi, bisa tolong panggilin nggak?" Tanya Fitri.


Murid itu terlihat mencari Andi di dalam kelas lalu kembali menghampiri Fitri "Andi nya nggak ada dek, tadi cuma naruh tas lalu pergi lagi" Ujar teman Andi yang Fitri tidak tahu siapa namanya.


"Kakak tahu nggak perginya kemana?" Tanya Fitri


"Nggak tahu dek, cari aja di kantin atau ruang Osis" Ucap teman Andi memberi saran.


"Ah kalau gitu saya pergi dulu kak, makasih" pamit Fitri, teman Andi hanya mengangguk saja, lalu Fitri pun pergi kearah kantin.


"Di kantin juga nggak ada" gumam Fitri pelan


"Keruangan Osis deh" Putus Fitri


Saat membuka ruang Osis benar saja Andi sedang ada disana sambil mengerjakan sesuatu di laptop nya, Fitri langsung menghampiri Andi.


"Kak ada yang mau Aku omongin tentang hal tadi" Ucap Fitri, tapi Andi diam saja mengabaikan Fitri.

__ADS_1


Fitri menyentuh lengan Andi "Kaakk! Kakak salah faham" Kata Fitri berusaha menjelaskan.


Andi langsung menghempaskan tangan Fitri "Apanya yang salah faham, Gue lihat dengan mata Gue sendiri, Lo fikir Gue buta apa!" Balas Andi dingin.


Fitri berusaha meraih kembali lengan Andi, tapi Andi kembali menepis tangan Fitri "Dengerin Aku sebentar aja, Dia itu sebenarnya O..."


'Ceklek' Pintu ruangan Osis terbuka, beberapa anggota Osis mulai memasuki ruangan.


Andi yang melihat nya langsung mengubah ekspresi nya lebih lembut "Aku mau rapat dulu sama anggota Osis, nanti aja lanjutin lagi omongan nya ya, sekarang Kamu keluar dulu" Pinta Andi.


"Tapi kak.." sanggah Fitri.


"Keluar dulu Fitria" Perintah Andi penuh penekanan.


"Yaudah iya" Setuju Fitri cemberut. Fitri tersenyum menyapa anggota Osis yang masuk lalu permisi pergi.


🦋🦋


Sepanjang pelajaran Fitri tidak bisa konsentrasi, karena sampai sekarang Fitri masih belum bisa menyelesaikan kesalahpahaman nya bersama Andi. Dua kali Fitri mendatangi Andi lagi saat istirahat, tapi Andi selalu saja berpura-pura sibuk lalu menghindarinya, tidak memberikan Fitri kesempatan untuk menjelaskan. Sesekali Fitri melirik kearah kelas Andi takut Andi pulang terlebih dahulu sebelum Fitri menjelaskan.


Begitu bel berbunyi Fitri dengan cepat membereskan barang barang nya.


"Buru buru banget Fit, Mau kemana?" Tanya Mayang sambil memperhatikan Fitri.


"Ke kelas Kak Andi, Masih marah Dia, Gue belum sempat jelasin" Jawab Fitri.


"Wajar sih kalau Kak Andi cemburu, Orang Aa Juna Lo itu ganteng" Ucap Mayang sambil membayangkan wajah ganteng Juna.


"Ganteng dari Hongkong" Kesal Fitri, Mayang hanya mencebik sebal.


"Yaudah Gue cabut duluan bye" Pamit Fitri lalu pergi.


Untungnya kelas Kak Andi belum selesai, Fitri menunggu sambil berdiri di depan kelas Kak Andi. Tidak lama kemudian kelas berakhir dan guru pun keluar kelas. Beberapa murid sudah mulai keluar kelas, lalu saat Kak Andi keluar kelas dengan cepat Fitri merebut tas dari lengan Kak Andi.


Andi yang terkejut langsung menoleh kebelakang "Kamu ngapain disini?" Tanya Andi kesal sambil berusaha merebut kembali tas nya.


Dengan cepat Fitri memeluk erat Tas Andi di dadanya, membuat Andi tidak bisa mengambil nya. "Ikut Aku kita ngobrol dulu sebentar" Pinta Fitri Lalu berjalan meninggalkan Andi yang sedang kesal.

__ADS_1


__ADS_2