
Flashback 2...
Saat Fitri membuka matanya yang pertama kali di lihatnya adalah langit-langit yang tampak asing. Kepala Fitri terasa berdenyut nyeri, Fitri berusaha untuk bangun tapi tangannya terasa sakit. Fitri melirik tangannya ternyata tangannya sedang di infus, sepertinya dirinya sedang berada di rumah sakit.
"Kenapa gue bisa disini" Gumam Fitri pelan, belum sepenuhnya tersadar
Meskipun Fitri merasa pusing dia tetap berusaha untuk duduk, tetapi seluruh badannya terasa sangat lemas. Karena Fitri yang terus-menerus berusaha bangun membuat darah dari selang infusnya naik. Saat melihat darah tersebut seketika ingatan-ingatan sebelum dia jatuh pingsan menerpa Fitri. Membuat Fitri di landa perasaan panik dan ketakutan dan juga khawatir
"Raya" Panggil Fitri pelan
Dengan sekuat tenaga Fitri hendak turun dari ranjang, namun karena tubuhnya masih lemas, membuat nya terjatuh ke lantai. Fitri sudah tidak memperdulikan rasa sakit di tubuhnya, saat ini yang ada dalam fikiran nya hanya Raya. Fitri mencabut jarum infus di tangannya dengan paksa, membuat tangannya berdarah. Namun Fitri tidak perduli, yang ingin Fitri lakukan saat ini adalah sesegera mungkin menemukan Raya. Dengan sekuat tenaga Fitri berusaha untuk bangkit kembali, namun lagi-lagi gagal dan membuat nya kembali terjatuh ke lantai.
"Hiks Raya hiks Raya lo di mana?" Ujar Fitri sambil menangis putus asa
'Ceklek' Pintu ruangan inap Fitri terbuka
Rina Ibu Fitri yang melihat putrinya menangis terduduk di lantai, dengan tangan yang berlumuran darah langsung menghampiri sang putri dengan panik
"Fitri, kamu kenapa bisa ada di lantai" Ujar Ibu Fitri panik
"Ayo bangun nak" Ujar Ibu Rina
Melihat ibunya yang datang, dengan cepat Fitri menggenggam tangan ibunya erat "Bu Raya dimana?" Tanya Fitri langsung dengan tatapan penuh harap
__ADS_1
Ibu Rina mengalihkan pandangannya, tidak sanggup menjawab pertanyaan pitrinya
"Ayo bangun dulu" Pinta Ibu Rina berusaha memapah Fitri bangun
Fitri langsung menggeleng "Nggak mau, Aku mau ketemu Raya" Ujar Fitri keras kepala
"Setelah Kamu sembuh Ibu akan bawa Kamu ke tempat Raya" Ujar Ibu Rina
Fitri melepaskan tangan ibunya "Aku mau ketemu nya sekarang Bu, Sekarang!" Teriak Fitri tidak mau menyerah
Penolakan Ibunya membuat Fitri ketakutan pasti terjadi sesuatu pada Raya
Teriakan Fitri membuat suster berdatangan, melihat kondisi Fitri mereka dengan segera mencoba membantu Fitri bangun. Namun Fitri langsung menolak dan menepis tangan mereka
Fitri langsung menangis dan berteriak histeris "Aku mau ketemu Raya! Raya! Rayaaaa" Teriak Fitri keras
Sang Ibu yang melihat putrinya menderita, hanya bisa melihatnya sambil menangis tanpa bisa melakukan apapun
"Tenang dulu, setelah sembuh pasti bisa bertemu Raya" Bujuk salah satu suster di sana
"Lepasin, gue nggak mau! hiks gue mau ketemu Raya hiks gue cuma mau ketemu Raya hiks Rayaaaaa" Teriak Fitri putus asa
Beberapa suster mencoba menenangkan Fitri, namun Fitri terus menerus menangis histeris mencari Raya, dengan terpaksa salah satu suster menyuntikan obat penenang di lengan Fitri, tidak lama setelah itu Fitri kembali tertidur.
__ADS_1
🦋🦋🦋
Fitri menatap hampa kamar dengan dekorasi serba merah muda di hadapannya, perlahan Fitri melangkah masuk lalu duduk di ranjang. Tangan Fitri terjulur lalu mengelus bantal merah muda di hadapannya
'Disinilah tempat Raya biasanya tertidur dengan nyaman, tapi sekarang tempat ini sudah kehilangan kehangatan pemilik nya' Batin Fitri sedih, tetesan Air mata mulai membasahi pipinya.
Setelah Fitri terbangun kemarin barulah dia mengetahui, Jika Raya ternyata tengah hamil. Dayu menceritakan kepada dirinya, jika Raya hamil tanpa memberitahu siapa pun. Bahkan kepada Dayu dan Fitri sahabat baiknya pun Raya tidak mengatakan nya. Raya yang merasa ketakutan memilih meminum obat penggugur kandungan, entah dari mana Raya mendapatkan nya. Raya mengalami pendarahan yang parah, sehingga tidak dapat tertolong. Seseorang yang menemukan Fitri dan Raya terbaring di tengah jalan, dalam keadaan berlumuran darah mengira jika mereka mengalami tabrak lari dan segera membawa mereka kerumah sakit. Ketika sampai di rumah sakit Raya sudah tidak bernyawa, mungkin Raya menghembuskan nafas terakhirnya saat berada dalam pelukan Fitri .
Belakangan ini kelakuan Raya memang sedikit aneh, beberapa kali Raya mengatakan ingin mengatakan sesuatu tetapi selalu berakhir tidak mengatakan apapun. Fitri terlalu sibuk dengan dunianya sendiri, meskipun dia menyadari Raya bersikap aneh, namun Fitri mengabaikannya. Dengan beranggapan jika Raya memiliki masalah pasti akan mengatakan kepadanya dan Dayu. Andai saja dirinya bersikap lebih perduli pada Raya, mungkinkah saat ini Raya masih ada bersamanya. Fitri merasakan penyesalan yang sangat besar, dia merasa semua ini terjadi karena dirinya. Soni kekasih Raya, Fitri lah yang mengenalkan mereka berdua. Andai saja dulu saat Soni meminta untuk di kenalkan dengan Raya Fitri menolak, maka semua ini tidak akan terjadi, semua ini adalah salahnya.
Fitri berbaring di ranjang Raya lalu memeluk bantal nya dengan erat, disitu Fitri menangis sesenggukan. Tiba-tiba terasa ada sesuatu di dalam bantal Raya, dengan perlahan Fitri mengambil barang yang ada di dalam sarung bantal Raya. Ternyata adalah sebuah buku harian milik Raya, Fitri bangun dan duduk lalu membuka buku harian tersebut. Seketika hatinya bagai di tikam pisau, sakit
'Sudah 2 bulan Aku telat datang bulan, aku sangat takut. Bagaimana jika aku benar-benar hamil, Kak Soni bilang untuk jangan khawatir. dia bilang dia akan bertanggung jawab. Tapi aku masih tetap tidak bisa tenang'
'Aku hari ini nekad pergi ke apotek untuk membeli tespack, penjual nya terus menerus melirikku dengan pandangan yang Aneh. Aku mengatakan membelinya untuk bibiku, tapi dia terlihat tidak percaya'
'Aku benar-benar hamil, apa yang harus aku lakukan sekarang, Aku sangat ketakutan. bagaimana cara memberi tahu orang tuaku juga Dayu dan Fitri'
'Aku mengatakan kepada Kak Soni jika Aku hamil, tetapi dia terus menerus menyangkal dan mengatakan aku tidak mungkin hamil anaknya. Dia bilang dia dan keluarganya akan segera pindah ke luar kota, dia bilang tidak akan bertanggung jawab'
'Aku mencari Kak Soni kerumahnya namun tetangganya bilang dia sudah pindah rumah. sekarang apa yang harus aku lakukan, Kak Soni bahkan sudah memblokir nomor ponselku. Pesan terakhir yang di katakan nya adalah menyuruh ku untuk menggugurkan kandungan ku'
'Aku ingin menceritakan kepada Dayu dan Fitri tetapi Aku sangat takut, bagaimana jika setelah aku mengatakannya mereka jadi memandangku rendah'
__ADS_1
'Aku sudah tidak sanggup lagi, aku sangat takut. Rasanya seperti seluruh dunia akan menghujatku, haruskah aku benar-benar menggugurkannya'
Fitri menutup buku harian tersebut, dia tidak sanggup untuk terus membacanya hatinya terasa sangat sakit. Kasihan Raya dia pasti ketakutan sendirian. Fitri menangis pilu sambil memeluk buku harian Raya