
"Aku bukan nya marah sama Kamu" Ucap Andi tanpa melepaskan pelukan nya
"Aku marah sama mantan Kamu yang brengsek itu" Tambah Andi menahan emosi nya
"Brengsek berani berani nya dia sembarangan peluk peluk pacar orang" Ujar Andi lagi kesal
"Maaf Kak" Ucap Fitri pelan
"Udah nggak apa apa jangan menangis" Ucap Andi lembut mengelus punggung Fitri berusaha menenangkan
Setelah Fitri di rasa sudah tenang Andi melepaskan pelukan nya, tetapi Fitri tetap menunduk tidak mau menatap Andi. dengan lembut Andi memegang kedua pipi Fitri lalu lalu membuat nya mendongak menatap Andi
"Jangan nunduk terus, Aku kan pengen lihat wajah Kamu" Ujar Andi lembut
Dengan mata yang memerah Fitri menatap Andi "Senyum dong jangan cemberut begitu" Ujar Andi sambil menarik kedua pipi Fitri berusaha membuat gestur tersenyum.
Dengan terpaksa Fitri berusaha tersenyum, Tapi Andi masih merasa kurang puas "Senyum nya yang lebar dong tunjukin lesung pipi Kamu yang manis" Ujar Andi manis membujuk sambil mengusap lembut kedua pipi Fitri
Baru setelah itu Fitri baru bisa tersenyum lebar, sampai lesung pipi di kedua pipi nya terlihat
Andi tersenyum senang "Nah gini kan cantik lihat nya" Ucap Andi tersenyum manis
__ADS_1
Fitri yang di puji cantik menjadi malu, melihat Fitri yang terlihat malu malu membuat Andi merasa sangat gemas 'Cupp' Andi mengecup pipi cabi Fitri dengan lembut.
Fitri langsung menutup pipi nya dengan tangan "Jangan cium sembarangan" Ujar Fitri yang malu
Andi yang melihat ekspresi Fitri menjadi semakin gemas 'Manis banget sih pacar gue' Ujar Andi dalam hati.
Andi kembali mendekat mencoba untuk mengecup kembali sebelah pipi Fitri yang belum dia kecup. Namun dengan cepat Fitri menutup kedua pipi nya dengan kedua tangan nya mencoba menolak. Tapi Andi tidak mau menyerah dan terus mencoba mendekati Fitri. Fitri yang terus menghindar akhir nya, jatuh terbaring di sofa.
Andi terus mendekati Fitri "Mau kabur kemana?" Bisik Andi di depan wajah Fitri.
Fitri hanya menggeleng kan kepala nya pelan, dia sangat gugup karena wajah Andi berada sangat dekat dari nya. Tapi meski begitu Fitri enggan melepaskan kedua tangan nya yang menutupi pipi.
Fitri menatap Andi bingung "Apa?" Tanya Fitri tidak mengerti. Tanpa menjawab Andi langsung mencium bibir Fitri yang dari tadi menarik perhatian nya. Mata Fitri membulat terkejut, Andi memejamkan mata nya ******* lembut bibir Fitri yang selalu menjadi candu nya. dengan pelan Andi meraih kedua tangan Fitri lalu meletakkan kedua tangan Fitri di leher nya, Andi melepaskan sejenak tautan bibir mereka lalu menatap Fitri lekat "Jangan lupa nafas Fit" Bisik Andi tanpa menjauh kan wajah nya. Fitri yang sejak tadi menahan nafas akhir nya mulai bernafas dengan normal "Buka sedikit bibir Kamu, Lalu tutup mata Kamu" Ujar Andi berbisik
"Apa?" Tanya Fitri bodoh tanpa menjawab, Andi kembali mencium bibir Fitri kali ini Andi memperdalam ciuman nya. Sebelah tangan Andi memeluk pinggang Fitri membuat mereka menjadi menempel tanpa jarak. Fitri yang awal nya kaku mulai memejam kan mata membuka sedikit bibir nya menuruti permintaan Andi. Fitri sudah mulai terbuai dan mulai membalas ******* bibir Andi, kedua tangan Fitri yang berada di leher Andi pun mulai bergerak, Fitri memeluk leher Andi dengan erat. Mendapat kan respon balik dari Fitri membuat Andi senang dan bersemangat. Membuat Andi ******* bibir Fitri menjadi lebih intens. Tangan Andi yang awal nya hanya diam memeluk pinggang Fitri mulai bergerak berani dan memasukkan tangan nya ke dalam baju Fitri. Menyentuh langsung pinggang Fitri dengan lembut, Fitri yang merasakan tangan hangat Andi menyentuh kulit punggung nya langsung terkejut. Akal sehat nya mulai kembali, Fitri melepaskan kedua tangan nya dari leher Andi lalu mencoba mendorong pundak Andi dengan kedua tangan nya. Fitri memalingkan wajah nya berusaha melepaskan tautan bibir mereka. Setelah berhasil terlepas Andi justru mencium pipi dan dagu Fitri "Kak!!" Tegur Fitri mengeraskan suara nya. Mendengar teguran Fitri yang keras Andi akhir nya tersadar dan mengerti penolakan dari Fitri, dengan segera mengeluarkan tangan nya dari baju Fitri lalu memeluk Fitri dengan erat.
"Maaf" Bisik Andi pelan tetap memeluk Fitri
"Lepas!" Ucap Fitri penuh penekanan
"Sebentar, biarin Aku peluk Kamu sebentar lagi saja" Ujar Andi pelan menenggelamkan wajah nya di leher Fitri. Andi harus menenangkan diri nya, Andi tidak ingin Fitri melihat wajah nya yang sekarang. Fitri benar, terlalu berbahaya bagi Fitri untuk hanya berdua saja dengan nya di rumah yang tidak ada orang lain seperti ini. Andi memiliki pengontrolan diri yang buruk, jika Fitri tidak menegur nya tadi entah apa yang akan Andi lakukan terhadap Fitri. 'Dasar brengsek!' Maki Andi kepada dirinya sendiri.
__ADS_1
Dengan pelan Andi melepaskan pelukan nya lalu mencium kening Fitri lembut, Andi langsung bangkit dan tidak berani menatap wajah Fitri "Kita pergi cari makan dulu, setelah itu Aku akan antar Kamu pulang" Ujar Andi pelan, Fitri hanya diam mengangguk lalu bangkit dari sofa dan pergi mengikuti Andi
*****
"Keren juga ya pacar lo Fit" Ujar Dayu mengomentari penampilan Andi yang tadi bernyanyi rock bersama anggota band nya
Fitri tersenyum bangga "Iya dong pacar gue!" Jawab Fitri bangga
"Bukan nya lo bilang nggak suka cowok yang punya potensi jadi tukang selingkuh Fit" Komentar Rayan menyebalkan
"Kak Andi nggak sama kayak lo, dia itu setia tahu!" Kata Fitri kesal menatap Rayan tidak suka
Rayan tersenyum meremehkan "Lo nggak lihat tadi yang neriakin nama pacar lo itu banyak banget, dia itu nggak beda jauh sama gue" Ujar Rayan memanas manasi
"Andi itu nggak akan jadi tukang selingkuh kayak lo" Balas Fitri kesal
Rayan menggelengkan kepala nya tidak percaya "Gue ini cowok Fit, paling pinter menilai mana cowok yang punya potensi tukang selingkuh mana yang enggak" Ujar Rayan lagi
Fitri mendelik sebal "Diem deh lo, lagian ngapain sih lo ikut kita, kalau cuma bikin gue kesal aja disini" Ucap Fitri kesal, lalu menyeruput Es coklat di tangan nya.
Rayan menghisap rokok nya dengan santai "Mana mungkin gue biarin cewek gue pergi ketempat begini cuma berdua sama lo, cewek gue cantik gitu, pasti banyak yang ganggu kalo gue nggak ikut" Ujar Rayan memberikan alasan, lalu tersenyum meledek ke arah Fitri
__ADS_1