
"Hari ini gue emang lagi main ke kos'n Rayan lalu tiba-tiba Dayu menelponnya dan memintanya untuk datang, Karena panik kita berdua langsung datang kerumah Dayu tapi-" Fian menatap Fitri kasihan
"Saat kita sampai di sana Dayu sudah menangis histeris di luar rumah, karena di usir ayah nya" Fian menghentikan kata-kata nya sejenak, teringat bagaimana buruk nya kondisi Dayu saat mereka baru datang. Dayu menangis tergugu di pelukan adik nya, dan ayahnya yang sedang mencaci maki dirinya. Sedangkan Ibu Dayu katanya jatuh pingsan.
"Begitu ayahnya melihat kedatangan Rayan, tanpa basa-basi beliau langsung memukuli Rayan tanpa ampun. Gue dan beberapa tetangga di sana berusaha untuk menghentikan nya, tapi seperti yang lo lihat hasilnya" Ujar Fian sambil melirik Rayan, Fitri menatap Rayan dengan benci.
"Kami datang tanpa tahu sama sekali apa yang sudah terjadi, Lalu saat Rayan bertanya apa yang terjadi, ayah Dayu justru semakin marah bahkan hampir saja mengambil senjata tajam. Saat itu baru tetangga yang sudah menyaksikan kejadian itu dari awal menceritakan jika Dayu ketahuan hamil, hingga ayah nya marah besar dan mengusirnya" Fian memperhatikan perubahan ekspresi di wajah Fitri
"Rayan sendiri tidak tahu jika Dayu hamil, saat dengar Dayu hamil Rayan juga sangat terkejut. Kita berdua benar-benar bingung harus bagaimana, dan yang terfikir kan oleh gue cuma lo. Lo satu-satunya orang yang bisa jadi sandaran untuk Dayu sekarang" Ucap Fian
"Hiks Dayu, bagaimana dengan hidup Dayu sekarang kak? Hiks hiks" Tangis Fitri pecah, Dayu pasti sangat tertekan sekarang.
"Hiks gue nggak tahu hiks hiks, apa yang bisa gue lakuin untuk Dayu sekarang hiks" Fikiran Fitri sangat kacau sekarang, Fitri ketakutan bagaimana jika dia tidak bisa menjaga Dayu dengan baik, Bagaimana jika Dayu juga memilih untuk menyerah.
"Gue yang akan tanggung jawab atas hidup Dayu sekarang" Rayan yang sejak tadi hanya diam akhirnya membuka suara.
Rayan menatap Fitri yakin "Mulai sekarang gue yang akan tanggung jawab atas Dayu, Semua ini salah gue. Li benar, gue emang Brengsek. Tapi gue akan bertanggung jawab atas apa yang sudah gue lakuin" Mata Rayan berkaca-kaca, dia sendiri belum siap menjadi seorang ayah. Tapi Rayan sangat mencintai Dayu, kelakuan bejat nya lah yang menghancurkan kehidupan wanita yang di cintainya.
Fitri menatap Rayan sinis "Tanggung jawab lo bilang? Cihh jangan membual Yan. Lo saja masih belum mampu untuk bertanggung jawab atas hidup lo. Punya kemampuan apa lo mau tanggung jawab atas hidup Dayu" Ujar Fitri marah
"Bagaimana dengan impian Dayu? harapan Dayu? 3 bulan lagi Dayu akan lulus SMA Yan. Dayu bahkan sudah menentukan Universitas mana yang ingin dia masuki. Dan sekarang dia hamil! Semua impian dia hancur, dia diusir orang tuanya. Kelak mungkin dia akan jadi bahan gunjingan orang-orang. Bagaimana cara lo untuk bertanggung jawab atas itu semua" Fitri menatap Rayan penuh kebencian
Air mata Rayan menetes, Fitri benar. Masalah ini tidak akan selesai hanya dengan dia bertanggung jawab dan menikahinya
__ADS_1
"Maaf Fit, gue nggak berfikir panjang, tapi mulai sekarang gue janji gue nggak akan nyakitin Dayu lagi, gue akan berusaha untuk membahagiakan Dayu, gue juga akan bekerja keras untuk memenuhi semua keinginan Dayu" Rayan menunduk menyesal. Hanya karena kesenangan sesaat nya, menghancurkan seluruh kehidupan Dayu. Dia benar-benar Brengsek rutuk nya dalam hati.
"Semoga saja lo benar-benar menepati janji-janji lo itu!" Ujar Fitri sinis
"Sekarang apa yang akan lo lakuin?" Tanya Fitri menatap Rayan tajam
"Untuk sementara gue minta tolong untuk ijinkan Dayu untuk tinggal disini, gue akan pulang dulu dan menjelaskan semuanya ke orang tua gue. Setelah gue selesai kan Semua nya, gue akan jemput Dayu. Karena itu gue minta tolong sama lo untuk sementara tolong jaga Dayu" Ujar Rayan memohon
Fitri hanya mengangguk setuju, Setelah itu Rayan dan Fian pun pamit pergi
Saat Fitri masuk ke kamarnya, di lihatnya Dayu sudah tertidur, jejak air mata masih terlihat di wajahnya. Fitri mengelus pelan rambut Dayu
"Kali ini gue akan terus menemani lo sampai akhir, gue harap lo tetap kuat dan bisa kembali tersenyum bahagia seperti sebelumnya" Gumam Fitri pelan
Fitri sedang membuat nasi goreng di dapur, hari ini dia menyiapkan 3 piring. Khusus untuk Dayu Fitri membuatnya agar tidak terlalu pedas. Fitri tidak tahu apa yang boleh dan tidak boleh di konsumsi oleh ibu hamil, tapi demi menjaga Dayu Fitri akan mempelajari nya nanti.
Fitri meletakkan 3 piring nasi goreng juga 3 gelas susu, setelah itu Fitri pergi ke kamar adik nya. Di lihatnya Andre sedang bersantai sambil bermain ponsel di kasurnya.
"Dek cepat sarapan, biar nggak telat sekolahnya" Perintah Fitri
Andre melirik Fitri lalu alisnya terangkat bingung "Mbak nggak sekolah?" Tanya Andre yang melihat Fitri masih memakai baju tidurnya
Fitri menggeleng "Hari ini Mbak ijin" Jawab Fitri singkat
__ADS_1
"Kenapa?" Tanyab Andre tidak mengerti
"Mbak Dayu lagi nggak enak badan, hari ini Mbak mau temenin Mbak Dayu di rumah" Jawab Fitri
Fitri menatap Andre, terlihat sekali banyak yang ingin dia tanyakan namun tidak berani
"Untuk sementara Mbak Dayu akan tinggal sama kita, Mbak Dayu lagi nggak enak badan sekarang, jadi kamu jangan nakal ya dan kalo Mbak lagi nggak di rumah Kamu bantu Mbak, jaga Mbak Dayu" Pinta Fitri kepada adiknya
Andre teringat kejadian semalam pasti sudah terjadi masalah, di lihatnya kembali Fitri mata Fitri masih bengkak karena semalam terlalu banyak menangis. Banyak yang ingin Andre tanyakan tapi entah kenapa dia merasa lebih baik diam dan jangan bertanya
"Yasudah cepat sarapan" Perintah Fitri, Andre mengangguk dan segera bangun.
"Mbak bikin nasi goreng, yang satu piring nggak pedas sebelum makan kamu lihat dulu yang ada sendok nya itu punya Mbak Dayu jangan di makan" Peringat Fitri, Andre hanya mengangguk patuh
Setelah itu Fitri pergi ke kamar nya untuk mengajak Dayu sarapan tapi saat Fitri masuk dilihat nya Dayu sedang menangis dengan cepat Fitri menghampiri Dayu
"Kenapa nangis? lo sakit? atau ada yang nggak nyaman?" Tanya Fitri khawatir
Dayu hanya menggeleng tidak menjawab "Kalo ada yang nggak nyaman atau sakit lo harus bilang sama gue" Pinta Fitri
Dayu menatap Fitri, Air matanya masih terus menetes. "Lo hiks nggak marah sama gue? hiks hiks" Tanya Dayu sambil menangis
"Tentu saja gue marah" Jawab Fitri, Dayu langsung menunduk dan tangisan nya semakin besar.
__ADS_1
"Tapi apa gunanya kalau gue marah sekarang, nggak akan ada yang berubah" Ujar Fitri pelan