
Fitri terlalu fokus dengan ponselnya sampai tidak menyadari ada orang yang datang.
"Mbak ngapain disini?" Tanya Putri yang baru saja datang.
Fitri langsung menengok "Putri kok sudah pulang, bukannya hari ini Kamu ada les matematika ya?" Tanya Fitri heran.
Putri mengangguk "Iya tapi tadi tiba-tiba gurunya dapat telepon penting mendadak, jadi kelasnya harus di pulangkan lebih awal" Jawab Putri.
"Mbak ngapain disini?" Tambah Putri bertanya.
"Abang Kamu di telepon nggak di angkat-angkat Mbak kan khawatir" Ujar Fitri gelisah.
Putri menatap Fitri heran "Bukannya Abang ada janji mau keluar sama Mbak ya? Waktu Putri mau berangkat les, Abang kan sudah siap-siap mau berangkat. Waktu Putri tanya katanya mau jemput Mbak Fitri" Ungkap Putri tidak mengerti.
Fitri mengangguk "Iya tapi katanya Abang Kamu tiba-tiba nggak enak badan, jadi nya nggak jadi datang. Karena Mbak Khawatir dia sakit tapi sendirian di rumah, maka nya Mbak kesini" Ujar Fitri menjelaskan.
Putri mengangguk paham 'Padahal siang tadi Abang nya terlihat sangat sehat, bahkan dia terus menerus bersenandung dan pamer padanya. Karena akan pergi kencan dengan Mbak Fitri, kenapa sekarang bisa tiba-tiba sakit' Batin Putri tidak mengerti.
"Put Kamu bawa kunci rumah kan?" Tanya Fitri, akhirnya tersadar jika Putri juga adalah penghuni rumah ini.
Putri mengangguk, Fitri langsung tersenyum lega "Syukurlah, cepat buka pintunya, Mbak khawatir karena dari tadi Abang Kamu tidak mengangkat panggilan ponselnya" Pinta Fitri
Putri langsung menurut dan mengambil kunci rumah yang di simpannya di tas, setelah menemukan nya dengan segera Putri membuka nya. Setelah terbuka dengan cepat Fitri masuk ke rumah Andi, dia berlari ke arah lantai 2 ke kamar Andi.
Karena khawatir, Fitri dengan cepat pergi menuju kamar Andi saat sudah sampai di depan pintu kamar Andi, Fitri langsung menyentuh gagang pintu hendak membuka nya. Namun tangan Fitri langsung terhenti, terdengar suara aneh dari kamar Andi, saat Fitri diam suara tersebut menjadi lebih jelas. Terdengar suara ******* wanita dari kamar Andi. Seketika tubuh Fitri terasa seperti tersiram air dingin, membeku tidak mampu bergerak. Tangan Fitri yang berada di gagang pintu langsung terlepas seolah kehilangan tenaga.
Putri yang Kamarnya berada tepat di sebelah kamar Andi pun langsung menyusul Fitri pergi ke lantai 2. Namun Saat sudah sampai di lantai 2, Putri menatap Fitri bingung. Karena bukannya masuk ke kamar Abangnya, Fitri justru diam terpaku di depan pintu kamar Abangnya.
__ADS_1
Putri mendekat ke Arah Fitri lalu menyentuh lengannya "Mbak kok nggak langsung masuk?" Tanya Putri tidak mengerti.
Fitri tidak merespon nya, Fitri tetap terdiam dengan tatapan mata yang berkaca-kaca ke arah pintu kamar Andi.
Putri beralih menatap ke Arah pintu kamar Abangnya, lalu samar-samar terdengar suara aneh dari kamar Abangnya. Seperti nya Abang nya tidak sendirian di dalam kamar. Karena penasaran Putri pun langsung membuka pintu kamar tersebut.
'Brakkk' Suara pintu yang terbuka dengan keras.
"Kyaaaaaa" Terdengar suara teriakan seorang gadis
"PUTRI!!" Teriak Andi marah.
"Apa-apaan lo! gue kan sudah sering bilang jangan sembarangan masuk ke kamar gue tanpa mengetuk pintu!" Seru Andi marah.
Putri menatap kedua orang yang sedang berada di atas kasur tanpa mengenakan pakaian. Gadis di sebelah Andi tersebut dengan segera menutupi tubuhnya dengan selimut.
Melihat Putri yang menunjuk tidak sopan ke arah gadis di sampingnya membuat Andi tambah marah.
"Putri! jaga sopan santun Kamu" Teriak Andi marah.
Mendengar teriakkan marah Andi demi gadis yang bersamanya, membuat Fitri tersenyum miris tidak menyangka. Demi gadis itu Andi bahkan meninggikan suaranya kepada Adik kandungnya sendiri. Sepertinya bagi Andi gadis itu benar-benar penting.
Fitri mengusap Air mata yang entah sejak kapan mengalir di pipinya. Sepertinya dirinya sudah di bodohi habis-habisan. Dengan berusaha untuk kuat Fitri melangkah kan kakinya masuk ke kamar Andi, lalu menarik Putri pelan karena menghalangi jalan nya.
Andi yang melihat Fitri memasuki kamarnya langsung terkejut "Fitri!!!" Seru Andi kaget.
Fitri tidak mengatakan sepatah katapun, dan hanya menatap Andi dengan tatapan dingin tidak terbaca. Tatapan Fitri beralih ke arah gadis, Ahh tidak dia sudah bukan gadis lagi. Fitri menatap wanita yang berada di sebelah Andi, Fitri tidak bisa melihat siapa wanita itu karena dia menutupi dirinya dengan selimut.
__ADS_1
Andi dengan segera turun dari ranjang dan mengenakan celananya "Sayang! biar Aku jelasin" Ujar Andi panik.
Setelah mengenakan celananya, Andi dengan cepat menghampiri Fitri dan menggenggam tangan nya "Sayang dengarkan penjelasan ku dulu" Panik Andi.
Fitri melepaskan genggaman tangan Andi di tangannya, tatapan Fitri tetap tertuju tajam ke arah wanita di atas kasur.
"Putri" Panggil Fitri pelan
"Iya Mbak" Jawab Putri langsung mendekati Fitri. Entah kenapa saat ini Mbak Fitri terlihat menakutkan di mata Putri.
"Kamu tarik selimut itu, Mbak ingin melihat secantik apa wanita yang dengan sukarela membuka kedua kakinya, untuk melayani nafsu Abang Kamu" Perintah Fitri dengan suara yang tajam.
"Sayang, jangan begini" Ujar Andi dengan mata yang berkaca-kaca masih berusaha menggenggam tangan Fitri, namun Fitri selalu menepisnya. Selama lebih dari 3 tahun dia mengenal Fitri, baru kali ini Andi melihat ekspresi Fitri yang sangat dingin. Fitri tidak menangis histeris, ataupun mengamuk marah seperti gadis pada umumnya saat mengetahui kekasih berselingkuh. Justru sebaliknya meskipun ekspresi Fitri berubah menjadi dingin, Fitri terlihat cukup tenang. Entah kenapa respon Fitri yang seperti ini justru membuat Andi lebih ketakutan.
"Iya Mbak" Jawab Putri patuh, meskipun Putri tidak benar-benar memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi. Namun dia tetap menuruti nya, Putri juga merasa marah. Gara-gara wanita itu Mbak Fitrinya yang selalu tersenyum hangat kepada nya, sekarang menunjukkan ekspresi yang membuat nya takut.
Dengan sekuat tenaga Putri menarik selimut yang menutupi wanita itu.
"Kyaaaaaa" Teriak gadis itu berusaha untuk mempertahankan selimut yang menutupi dirinya.
Namun putri tidak mau menyerah "Sialan siapa sih lo? berani-berani nya naik keranjang Abang gue" Teriak Putri marah sambil berusaha menarik selimut tersebut.
"Jangan!!" Teriak wanita tersebut
"Buka Sialan! Gara-gara lo Mbak Fitri marah ke Abang gue!!" Umpat Putri kesal, lalu menarik sekuat tenaga sampai Akhirnya selimut tersebut terbuka.
Saat melihat siapa wanita di balik selimut tersebut membuat Fitri lemas, dan hampir kehilangan tenaga nya. Namun dengan cepat Andi menangkap tubuh Fitri yang terlihat seperti akan terjatuh.
__ADS_1