Flower Of War

Flower Of War
Chapter 1 : Permainan Takdir


__ADS_3

JieFang Yiu, gadis berusia 27 tahun yang berprofesi sebagai Komandan Pasukan Elite Angkatan Darat China. Sangat ahli dalam menyusun strategi dan memainkan senjata maupun shotgun.


Dirinya bukanlah anak keturunan China melainkan seorang anak keturunan Rusia yang mengalami kecelakaan saat berlibur ke China bersama orang tuanya menyebabkan kedua orang tuanya meninggal.


Dirinya ditemukan tak sadarkan diri dengan tubuh penuh luka akibat terpental dari mobil yang dikendarainya bersama orang tuanya sebelum akhirnya mobil tersebut masuk jurang dan terbakar, kedua orang tua Yiu pun ikut menjadi korban.


Saat itu Yiu masih berusia 1 tahun dan dirinya ditemukan oleh seorang kakek bernama JieFang Zhou dan kakek Zhou pun mengadopsi bayi yatim piatu yang malang ini dan memberikannya nama Jiefang Yiu, karena saat ditemukan terdapat kalung bertuliskan Yiu dileher bayi perempuan itu.


Kakek Zhou adalah seorang mantan tentara dan mata mata perang sehingga dirinya mengajari Yiu kecil cara menyusun strategi dan mengajarkan cara menggunakan pedang, panah, tombak, hingga senjata api.


Berkat kegigihan, semangat, dan dukungan sang kakek yang sudah dianggap Yiu ayah sendiri akhirnya Yiu pun bisa menjadi Komandan Pasukan Elite Angkatan Darat China.


Yiu adalah salah satu wanita berpengaruh di dunia militer dan dikenal sebagai wanita berdarah dingin dengan tatapan yang membunuh saat berhadapan dengan musuhnya.


Ia tak akan memberi ampun pada siapa saja yang telah berbuat jahat di negeri tercintanya ini.


♣♦♣


"Lapor Komandan, saya ingin mengabarkan bahwa saya menemukan tempat dimana para sandera disembunyikan" ucap seorang tentara yang ditugaskan Yiu untuk menyelidiki tentang sindikat perdagangan anak.


"Baiklah, segera panggil Kepala Staf Han dan semua Pemimpin Pasukan, suruh mereka datang ke ruang rapat kita bicarakan ini dengan presiden" ucap Yiu tegas.


"Siap laksanakan"


10 menit kemudian Presiden Zang Li Wen, Yiu, Kepala Staf Han dan 5 Pemimpin Pasukan Tengah telah berkumpul di ruang rapat.


"Kita harus bergerak cepat dan mengagalkan rencana Mafia itu untuk menjual anak dibawah umur ke pasar gelap" ucap Presiden Zang sembari membolak balikkan dokumen berisi informasi kasus tersebut.


"Anda benar Presiden, saya akan segera menurunkan pasukan terbaik kita dan segera meringkus mafia tersebut." ucap Yiu segera menanggapi ucapan Presiden dengan tegas.


"Saya percayakan kasus ini padamu dan bawahanmu Komandan Yiu, dan yang terpenting adalah keselamatan sandera. Kalau begitu saya permisi dulu karna ada urusan yang harus saya urus dan kalian harus segera menyusun strategi untuk menyelamatkan sandera." ucap Presiden Zang sambil berdiri dan menyalami peserta rapat kemudian bergegas pergi meninggalkan ruangan rapat untuk mengurus urusan negara lainnya.


Sekarang tinggallah Yiu, kepala staf, dan pemimpin pasukan yang sedang merundingkan strategi untuk menyelamatkan sandera.


1 jam berlalu dan mereka telah menyusun rencana dan nantinya misi ini akan dipimpin Yiu dan Kepala Staf Han langsung karna misi ini sungguh berbahaya dan target bukan sembarang mafia dia adalah mafia yang telah diincar selama 4 tahun oleh pihak kepolisian negara dan saat ditangkap dia selalu berhasil lolos dan akhirnya meminta bantuan pasukan militer.


♣♦♣


Keesokan harinya Yiu bersama Kepala Staf Han dan 20 prajurit terlatih mulai menjalankan misi, Yiu bersama 5 prajurit berhasil masuk ke dalam gudang guna menyelamatkan sandera sedangkan Han dan sisa prajurit bertugas mengepung kawasan gudang tua tersebut.


Yiu terbiasa bertugas tanpa memakai rompi anti peluru jika tidak sedang berhadapan dengan musuh dimedan perang atau musuh yang terlalu berbahaya dengan kekuatan yang tidak mudah dihadapi, karena baginya memakai rompi akan memperlambat geraknya.


Dengan lincahnya Yiu melompati pagar gudang, bersembunyi diantara rumput liar yang menjulang tinggi lalu masuk melalui jendela dan langsung menghabisi para penjaga tanpa menimbulkan suara, segera ia memberi kode pada pasukannya untuk segera masuk dan mengevakuasi sandera ke tempat yang aman.


Semua sandera dibagian selatan telah berhasil diamankan setelah melumpuhkan seluruh penjaga digudang tersebut, hanya tinggal sandera dibangsal bagian timur saja dengan cepat Yiu berlari kearah bangsal tersebut.


"Kerja bagus komandan Yiu." suara bariton pria mengejutkan Yiu yang langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke sumber suara.


Yiu sempat terkejut setelah mengetahui suara tersebut berasal dari pria yang merupakan otak dibalik semua ini. Ya, dia adalah GuWen Chen, mafia yang telah menjadi buronan polisi selama 4 tahun belakangan ini oleh negara.


Chen berdiri tak jauh dari Yiu dan ditangan kanan Chen mendekap seorang anak lelaki dan tangan kirinya memegang sebuah pistol yang menempel tepat di pelipis sang anak.


"Lepaskan dia Chen atau bisa kupastikan kau tak akan melihat hari esok." ancam Yiu dengan ekspresi datar dan dingin.

__ADS_1


"Wah aku takut sekali baiklah akan ku lepaskan anak ini agar aku bisa hidup" ucap Chen dengan mimik wajah takut yang dibuat buat dan setelah itu terdengar suara gelak tawa yang memenuhi ruangan tersebut.


"Ha..Ha..Ha.. Kau kira aku akan takut dengan ancaman busukmu itu komandan ha..ha..ha" ucap Chen diiringi dengan gelak tawa yang cukup lama.


Kelemahan orang ini terlalu mudah dimengerti, kenapa para polisi itu kesulitan menangkap mafia yang terlalu lengah seperti ini huh merepotkanku saja.


Memanfaatkan kelengahan Chen, Yiu segera memberi kode pada salah satu pasukannya yang berdiri didekat Chen, dengan cepat prajurit itu merebut anak yang berada dalam gengaman Chen tersebut serta mengambil pistol ditangan Chen, kemudian berlari membawa anak itu menjauh.


'Sial.. Aku lengah, awas kau"


Chen langsung berlari ke arah prajurit tadi berniat mengambil anak tersebut atau setidaknya dia bisa melarikan diri karna dia yakin pasti utusannya telah ditangkap pasukan Yiu, tanpa menunggu lama dengan cepat Yiu mengeluarkan pistol dari sakunya dan menembak lengan kiri Chen.


Dorr..


"Akh... Sialan"


Chen jatuh terduduk sambil memegangi tangan kirinya. Yiu segera berlari ke tempat Chen dan berniat akan memborgol Chen, menyadari itu Chen segera berguling ke kiri dan dari saku kemejanya ia mengeluarkan sebuah pistol dan menghujani Yiu dengan peluru secara bertubi-tubi.


Disisi lain prajurit Yiu bergerak membebaskan sandera setelah mengetahui Yiu tengah mengalihkan perhatian Chen.


Dengan lincah Yiu menghindar dan menembak kaki kanan Chen 2 kali.


"Sial.. Aku tertembak lagi.. Tak akan kubiarkan, Dia bukan sembarang tentara dia sangat terlatih!"


Ia belari dan sesekali berguling menghindari peluru Yiu dan tangan nya mengambil sesuatu di saku kemeja kirinya dan dengan cepat ia lemparkan benda itu ke arah Yiu.


Yiu meringis saat sebuah belati perak menancap dibetis kanannya, tanpa menghiraukan belati yang menancap dalam dibetis kanannya itu, Yiu segera menembak Chen dan peluru Yiu bersarang manis didalam dada kanan Chen. Chen ambruk seketika.


Bangsal tersebut sangat sulit dibuka karna terdapat jeruji itu terbuat dari besi yang sangat kuat dan hanya bisa dibuka dengan kode rahasia salah sedikit saja bangsal itu akan meledak dan menewaskan sandera disekitarnya sehingga para prajuritnya sedikit kesulitan.


"Minggir.." ucap Yiu tegas agar Prajurit memberinya jalan.


Berbekal kemampuannya dalam IT, Yiu berhasil membuka jeruji tersebut dan mengawal para sandera ketempat aman. Saat hendak keluar dari gudang bersama sandera terakhir yang berada dalam dekapannya ia tak segaja melihat Chen yang terkapar masih bisa mengangkat pistol yang berada dalam genggamannya, pistol itu mengarah ke arah Yiu dengan kesadaran yang semakin menipis Chen menarik pelatuk dan...


Dorr..


"Awasss.."


Peluru tersebut ternyata melenceng ke arah sandera yang berada tepat didepan Yiu dengan cepat Yiu membuat tameng dari tubuhnya untuk melindungi sendera dan peluru itu berhasil menembus dada kiri Yiu.


Seketika itu juga Yiu ambruk dan darah segar mulai merembes kepakaiannya. Nafasnya memburu dadanya terasa sesak dan sangat sakit dan mulutnya memuntahkan seteguk darah segar.


Kenapa dia belum mati? sial kenapa aku baru sadar jika pelurunya bersarang didada kanannya bukan kiri argh


Kepala Staf Han berlari menghampiri Yiu setelah melihat Yiu ambruk dengan darah memenuhi pakaian hitamnya.


"Komandan bertahanlah anda akan selamat bertahanlah" ucap Han dengan setengah panik.


Han adalah sahabat dekat Yiu saat ia dan Yiu masih menjalani pelatihan kemiliteran. Dengan cepat Han mengendong Yiu namun dicekal oleh tangan lemah Yiu. Yiu sadar hidupnya tak akan lama lagi.


"Sudahlah aku tak akan lama lagi akh.. Jaga dirimu baik baik Han akh.. Jadilah pemimpin yang tegas dan menjunjung martabat negara stttss.. Jangan kecewakan aku.. Selamat tinggal"


Kata kata terakhir Yiu berhasil membuat Han mengeluarkan air matanya.

__ADS_1


"Tunggu aku disana sahabatku hikss.. Bersabarlah.." ucap Han sambil menggendong mayat Yiu keluar dari gedung.


♣♦♣


Dilain tempat dan lain waktu, kelopak mata seorang gadis berusia 17 tahun terbuka setelah tak sadarkan diri selama 4 hari.


"Putri Ying anda bangun?!" ucap salah satu pelayan yang terkejut melihat tuannya membuka mata setelah insiden yang menimpanya 4 hari yang lalu.


"Nghh.. Dimana aku... Kenapa kepalaku pusing sekali.. Dan siapa itu Putri Ying?" ucap Yiu sambil menjambak rambutnya akibat sakit yang luar biasa dikepalanya.


"Anda berada di Istana Qiu Wang putri, dan anda adalah Putri Wang YingMei anak dari Kaisar Wang dan Permasuri FuYao, putri" ucap pelayan tersebut dengan sedikit binggung.


"Jangan bercanda! Aku ini bukan Ying! Dan kenapa aku bisa disini?! Tempat ini sungguh kuno dan kenapa kalian memakai pakaian kuno apa kalian sedang bercosplay dengan tema kerajaan China jaman dulu?!"


Yiu mengira dia berada dirinya berada di ruang inap pasien di rumah sakit khusus prajurit, tapi kenapa tempat ini sungguh aneh dan asing.


Ini bukan rumah sakit prajurit lalu dimana aku? Tempat ini sangat asing. Gumamnya dalam hati.


"Saya tidak bercanda tuan putri, anda adalah Putri Ying dan sekarang anda berada di pavilium Dahlia di Kerajaan Qiu Wang, tuan putri" pelayan itu menjelaskan dengan kepala tertunduk menyembunyikan raut wajah binggungnya.


Tidak.. Tidak mungkin aku berada di jaman China kuno.. Tidak.. Harusnya aku sudah mati karena tertembak peluru saat menjalankan misi.. Ini pasti mimpi ya ini mimpi.. Gumam Yiu dalam hati sambil menutup matanya dan meyakinkan bahwa dirinya hanya bermimpi.


Yiu membuka matanya kembali berharap dia hanya bermimpi dan sekarang berada di kamarnya. Nihil, ini bukan mimpi ini nyata! Lalu bagaimana bisa aku berada dalam tubuh tuan putri?.


Tak lama tabib Ming datang dan langsung memeriksa keadaan Putri Ying. Tak lama kemudian pintu kamar terbuka dan nampak Kaisar, Permasuri, dan Putra Mahkota Xiao Ce memasuki kamar dimana Yiu berada.


"Bagaimana keadaanmu sayang?" tanya Permaisuri FuYao sedikit cemas.


"Siapa kau? Berani sekali menyentuhku!" ucap Yiu datar dan dingin dengan sorot mata tajam menatap permaisuri dan mencengkram tangan Permasuri kencang.


Yiu pikir mungkin dia bermimpi atau berhalusinasi jadi dia bisa berbuat apa yang dia mau toh inikan mimpinya sendiri.


Permaisuri sangat terkejut sekaligus kesakitan saat mendengar perkataan dan cengkraman Ying alias Yiu, ia tak percaya putri semata wayangnya berani berbuat seperti itu.


"Lepaskan Permasuri!! Berani sekali kau berbuat seperti itu kepada ibumu Putri Ying!" Kaisar menatap Yiu penuh amarah.


Permaisuri langsung ditarik Putra Makhota Xiao menjauh, Permaisuri mulai menangis didalam pelukan Xiao.


"Pengawal bawakan aku cambuk akan kucambuk tangannya karena sudah berani melukai permaisuri!" Titah Kaisar dengan amarah yang sudah dipuncak.


Permaisuri yang mendengar hal itu langsung terduduk lemas ia tak berani melawan Kaisar jika mode marahnya sedang On, sungguh itu membuat permaisuri takut.


Yiu tampak tenang dan sama sekali tak menampakkan raut wajah ketakutan, ia masih berpikir jika ia dicambuk maka tak akan sakit dan mungkin ia akan segera bangun dari mimpinya.


Ctar...


TBC


**Hai hai semua.. Selamat datang di cerita pertamaku semoga kalian suka ya dengan ceritaku.. Maaf ya kalau ceritanya agak ngawur atau gaje.. Maklum masih amatir hehe.


Oh ya kalau mau baca part yang lebih banyak bisa mampir ke lapak sebelah tapi yang disana belum aku revisi tapi yang disini sudah selesai revisi ya.


Selamat membaca ceritaku**..

__ADS_1


__ADS_2