Flower Of War

Flower Of War
Chapter 11 : Terbongkar Sudah


__ADS_3

Yiu menyerang lawannya yang merupakan seorang lelaki berumur sekitar 30an dan berpakaian layaknya prajurit istana yang mempunyai pangkat.


Yiu tak perlu khawatir akan dikenali oleh Pangeran Huang ataupun Putra Mahkota karena para bangsawan hanya bisa melihat dari sudut atas bukan sejajar dengan tempatnya sehingga topi besarnya dapat menutupi wajah Yiu sepenuhnya dari atas.


Yiu lupa jika sang kakak juga membawa beberapa prajurit dari Kerajaan mereka yang kini tengah berdiri melihat pertandingan itu disisi timur lapangan.


Tak ada suara yang terdengar memenuhi aula istana selain suara dentingan pedang mereka berdua.


Yiu menyerang dengan gesit dan sesekali melakukan tipuan gerakan untuk mengelabuhi lawan agar sang lawan lengah. Itu sudah menjadi ciri khasnya.


Prajurit tersebut nampak kewalahan menghadapi serangan Yiu, dibuktikan dengan banyaknya luka yang dihasilkan dari goresan pedang Yiu yang mengenai dirinya.


Tak butuh waktu lama untuk Yiu mengalahkan lawannya, setelah lawan pertama digotong keluar dari arena masuklah seorang lelaki yang berpakaian layaknya panglima perang yang gagah berani.


Sorot mata sang lawan nampak mencoba mengintimidasi Yiu, Yiu hanya tersenyum kecut.


Pertarungan keduanya pun terjadi kali ini Yiu nampak santai menghadapi sang lawan dan tak butuh waktu lama Yiu berhasil membuat sang lawan ambruk.


Kaisar nampak tersenyum bangga melihat kemampuan Tuan Zhou yang mampu mengecoh lawan dengan gerakan pedangnya yang tiba tiba.


Kali ini lawan ketiga Yiu nampak lebih gagah dan terlihat seperti ksatria yang gagah berani, Yiu menebak mungkin dia seorang Asisten Jendral terlihat dari caranya berpakaian yang sedikit mirip dengan seorang Jendral.


Lawan Yiu kali ini nampak lebih terlatih dari lawan sebelumnya, Yiu akui permainan pedangnya sangat cepat sehingga ia sedikit kewalahan diawal namun tetap bisa mengimbanginya.


Pedang Yiu sempat terjatuh akibat dirinya yang kurang fokus, ia malah memikirkan makanan yang akan ia makan setelah ini akibat tak sengaja mencium aroma masakan yang sangat lezat membuat fokusnya hilang sesaat dan ikut terjatuh bersama pedangnya yang terlontar jauh.


Karena terlempar jauh dari jangkauannya mau tak mau Yiu harus melawan dengan tangan kosong dan setidaknya berusaha mencari kesempatan mengambil pedangnya yang tergeletak ditanah.


Pertarungan semakin panas akibat Yiu yang melawan sang lawan yang memegang pedang dengan dirinya yang bertangan kosong, semua orang berpikir Yiu akan kalah dengan pertarungan tak seimbang ini.


Namun dugaan mereka salah, Yiu menunduk menghindar dari tebasan pedang dengan cepat Yiu berguling lalu melayangkan tendangan kedada sang lawan hingga mundur beberapa langkah akibat kerasnya tendangan.


Dengan cepat tangan Yiu bangkit dan memegang pergelangan kanan sang lawan, Yiu melompat hingga kakinya berada dipundak lawan dengan kepala berada dibawah dan membalikkan tubuhnya yang membuat tubuh lawan ikut terbalik dan terjatuh ditanah bahkan hampir kehabisan nafas akibat kuncian kaki Yiu dan tubuh Yiu yang kini menindih dirinya. Tidak sia sia dia sedikit belajar gulat.


Semua pasang mata yang menyaksikan pertarungan itu berdecak kagum dan sebagian dari mereka tak percaya akan hal yang terjadi diarena pertarungan disana.


Yiu menyeringai melihat ketidak berdayaan lawannya. Ia sama sekali bukan tandingan Yiu walaupun ia menggunakan senjata dan dirinya hanya menggunakan tangan kosong itu tak akan mampu mengalahkannya semudah itu.


Kaisar tersenyum cerah, ia akan memberikan lawan yang mungkin sepadan dengan Tuan Zhou dan apabila ia dapat mengalahkannya ia akan langsung diangkat menjadi Jendral Besar Kerajaan.


"Pertarungan yang menakjubkan Tuan Zhou, kau sangat pandai dalam bermain pedang dan aku sangat bangga padamu, karena kemenanganmu aku akan memberi satu lawan lagi jika engkau dapat mengalahkannya akan ada hadiah yang jauh lebih besar dari posisi panglima"


Yiu tak bergeming, ia sedikit binggung karena jelas dirinya akan menolak posisi itu karena ia merupakan seorang Putri dan tak mungkin ia akan membongkar identitasnya didepan semua orang.


Belum sempat Yiu menjawab perkataan sang Kaisar, seorang pria yang merupakan Jendral Besar Kerajaan Zhang Wu masuk kearena pertarungan, Yiu tau itu karena ia sendiri yang memperkenalkan diri saat menjamu para bangsawan diperjamuan makan malam.


Mau tak mau Yiu harus melawannya, Yiu berjalan mengambil pedangnya yang jatuh ketanah dipertarungan sebelumnya.

__ADS_1


Jendral itu menyerang lebih dulu, Yiu menangkis setiap serangan yang mengarah padanya, ia nampak kewalahan menghadapi sang Jendral yang gerakannya begitu cepat dan kadang tak terbaca.


Yiu tak tinggal diam dengan hanya menangkis serangannya saja, ia nampak serius dengan pertarungannya kali ini, Yiu mengarahkan pedangnya kearah perut dan dengan mudah sang Jendral menghindarinya.


Yiu berputar dan melakukan 2 tebasan yang kearah lengan kanan dan leher dengan cepat, bahkan hampir tak terbaca oleh sang Jendral.


Kini pedang Yiu berada tepat dibawah dagu sang Jendral jika sang Jendral bergerak sedikit saja maka nyawanya akan melayang.


Kaisar, tamu undangan, dayang, prajurit, semuanya yang menyaksikan itu tercengang dan menahan nafas mereka beberapa saat.


Mereka sedikit tak percaya jika Tuan Zhou dapat mengalahkan Jendral Besar Kerajaan Zhang Wu yang terkenal sangat mahir dalam pertarungan pedang.


Keheningan sesaat yang menyelimuti aula istana kini beralih dengan riuh tepuk tangan dan sorakan dari para tamu undangan maupun rakyat yang menonton.


"Selamat Zhou Li, kau akan kuangkat dan mengabdi kepadaku sebagai pengganti Jendral Besar Kerajaan ini menggantikan Jendral Besar Sin yang sebentar lagi akan pensiun dari jabatannya"


Yiu yang mendengar perkataan sang Kaisar menurunkan pedangnya dan berjalan mendekat kearah Sang Kaisar ia segera menunduk hormat pada sang Kaisar, ia hendak menolak tawaran sang Kaisar.


Namun sebuah suara menyela Yiu yang akan berbicara.


"Maafkan kelancangan saya Yang Mulia, namun dengan berat hati Tuan Zhou Li tidak bisa menerima posisi yang anda berikan karena ia adalah bagian dari keluarga Kerajaan Qiu Wang. Ia adalah adik saya Yang Mulia"


Tubuh Yiu menegang seketika bagai terkena kilatan petir dalam tubuhnya. Kepalanya terangkat menoleh kesamping dan mendapati tubuh seorang pemuda dengan pakaian mewah khas bangsawan dan wajah serta suara yang sangat familiar baginya.


Deg..


Putra Mahkota?!...


Bukan hanya Kaisar saja yang terkejut namun seluruh anggota kerajaan dan semua orang juga terkejut akibat pernyataan Putra Mahkota dari Kerajaan Qiu Wang.


Senyum yang tadinya terkembang diwajah Sang Kaisar kini berganti dengan raut wajah binggung dan sorot mata tajam menatap Yiu seolah meminta penjelasan atas semua ini.


"Maafkan saya Yang Mulia, saya sudah sejak awal pertandingan tadi ingin menyampaikan ini namun selalu gagal maafkan saya Yang Mulia"


Yiu berlutut namun tangan kirinya ia letakkan ditanah dengan kaki kanan yang menyangga tangan kanan Yiu.


Kaisar menimang perkataan Yiu dan akhirnya ia setuju untuk memaafkan perbuatan Yiu karena ia merupakan pangeran dari salah satu Kerajaan besar didaratan ini, dan mengizinkannya kembali ke paviliumnya karena acara untuk siang ini telah berakhir. Pertarungan tadi merupakan bagian penutup dari acara hari ini.


♣♦♣


Kini Yiu tengah berjalan beriringan dengan Putra Mahkota dan Pangeran Huang menuju pavilium Putra Mahkota, tidak mungkinkan jika Yiu yang masih berpakaian laki laki dibawa masuk kedalam pavilium putri bersama kedua kakak laki lakinya.


Tak ada yang membuka suara sedari tadi membuat suasana semakin terasa canggung diantara Yiu dan kedua kakaknya ini.


Kali ini Yiu memberanikan diri untuk membuka suara terlebih dahulu.


"Eee... Pangeran bagaimana bisa engkau ee... mengenali penyamaranku?" Yiu menatap Putra Mahkota sedikit takut karena sifat sang kakak sangat susah ditebak.

__ADS_1


Putra Mahkota tak langsung menjawab pertanyaan Yiu, ia terus berjalan seperti tak menghiraukan pertanyaan Yiu. Merasa tidak mendapatkan respon kembali menundukan kepalanya.


"Tanyakan itu pada Huang" singkat padat jelas dan dingin cukup untuk mewakili jawaban atas pertanyaan Yiu untuk Putra Mahkota.


Yiu terdiam sesaat lalu dengan perlahan namun pasti menoleh kearah Pangeran Huang yang berada disisi kiri Yiu.


"Aku tak akan tertipu untuk kedua kalinya" Datar nan dingin, aura Pangeran Hwang berubah 180° dari yang biasanya jail dan gemar menggoda Yiu kini berubah menjadi pendiam dan setiap kata yang diucapkannya mampu membuat Yiu bergidik ngeri.


Sesampainya dipavilium Putra Mahkota, Yiu dan kedua kakaknya duduk berhadapan disebuah kursi yang ditengahnya terdapat sebuah meja kecil ditengah ruangan.


Yiu berusaha bersikap tenang dan tetap menunjukan raut wajah datar dibalik rasa takutnya akibat tatapan maut untuknya dari kedua kakaknya.


Mungkin sifat Putri Ying yang asli perlahan mulai bercampur dengan sifat Yiu walau hanya berlaku dihadapan kedua kakaknya saja.


"Sekarang Ying jelaskan kepada kami, bagaimana cara dirimu bisa sampai bertarung dibawah tadi?"


"Maafkan aku yang membuat kalian khawatir tapi aku hanya merasa bosan jika hanya duduk dan berbincang dengan para putri kerjaaan lain yang hanya membahas seputar perhiasan dan status sosial mereka yang tinggi sehingga harus dihormati oleh bangsawan lain, itu sangat membuatku muak"


Putra Mahkota dan Pangeran Huang bergeming, mereka menatap tajam Yiu mencari kebohongan dimatanya namun mereka tak menemuakan kebohongan apapun.


"Artinya setelah jamuan makan malam kemarin kau melarikan diri dan menyamar lalu bertarung dengan para lelaki tangguh yang juga memperebutkan posisi panglima perang diperayaan untuk rakyat?"


Jack point!! Pernyataan Putra Mahkota tepat sasaran.


"Eeeghh.. Iya pangeran tapi aku hanya ingin melemaskan otot tubuhku yang kaku dan ku kira petarungan itu hanya pertarungan biasa bukan pertarungan perebutan posisi panglima kerajaan"


"Sejak kapan kau mahir bertarung dan menggunakan senjata?"


"Eghh aku diam diam selalu melihat para prajurit berlatih dan kemudian memprakterkannya sendiri dikamar" ucap Yiu bohong, tidak mungkinkan dia bilang bahwa ia berasal dari masa depan dan merupakan seorang komandan pasukan perang, sudah pasti dia akan dicap orang gila.


"Ini terakhir kalinya aku memperingatkanmu Ying agar kau tidak lagi berbuat ceroboh dan mencoba kabur diam-diam, kalau tidak aku tak akan segan-segan memberimu hukuman yang kejam, ingat itu Ying"


Ucapan Putra Mahkota sukses membuat Yiu gemetar ketakukan namun Yiu berusaha tetap tenang meski kepalanya tertunduk dan tangannya meremas hanfu miliknya.


"Maafkan aku" ucap Yiu lirih.


"Sudahlah kak, aku yakin A-Ying tak akan mengulanginya lagi dan aku berjanji akan terus mengawasi A-Ying."


Pangeran Huang mulai iba melihat wajah Yiu yang ketakutan akibat terkena amukan sang kakak.


Tiba tiba seorang prajurit menghampiri Putra Mahkota dan memberitahu jika Pangeran Wu Xiao dari kerajaan Zhang Wu ingin menemui Yiu.


Putra Mahkota mengangguk dan dibukalah pintu kamar, diambang pintu terlihat siluet sosok pria yang wajahnya familier bagi Yiu namun aneh, dia bukan pria yang Yiu kenal karena pria itu berpakaian seperti seorang Pangeran.


Deg..


Siapa dia?

__ADS_1


TBC


Jangan lupa vote like dan komennya hehe😚


__ADS_2