Flower Of War

Flower Of War
Chapter 3 : Penyamaran yang Gagal


__ADS_3

Ia mengangguk pasrah, Jendral Rong berat hati menerima permintaan Putri Ying akibat Putri Ying yang sangat keras kepala.


Yiu menyeringai dan mengambil pedang yang berada dibelakangnya dan Jendral Rong juga mengeluarkan pedang milikkya.


Sontak kejadian ini menarik perhatian para prajurit. Para prajurit telah menebak siapa yang akan menang dipertarungan ini.


Para dayang yang mengikuti Yiu segera menjauh dari mereka berdua, lain namun berbeda dengan Chi chi, ia berlari meninggalkan tempat latihan prajurit menuju keruangan Kaisar.


Dilain tempat, Yiu dan Jendral Rong mulai saling serang. Jendral Rong sedikit terkejut melihat permainan pedang Putri Ying yang sangat hebat bahkan dirinya hampir kewalahan menghadapi serangan Putri Ying.


Para prajurit dan pelayan menatap tak percaya Putri Ying alias Yiu.


Sejak kapan Putri Ying mahir menggunakan pedang?! Pikir mereka kompak.


Yiu bergerak lincah sembari mengayunkan pedangnya, Jendral Rong bukanlah tandingan yang berat untuknya.


Tiba-tiba Jendral Rong mematung ketika pedang milik Yiu hanya berjarak beberapa centi dari lehernya.


Tidak mungkin!!.


Jendral Rong tak percaya bahwa perempuan yang berada dihadapannya ini adalah Putri Ying yang selama ini terkenal penakut dan lembut ternyata mahir menggunakan pedang bahkan berhasil mengalahkan dirinya.


"Kenapa? Terkejut Jendral?" Yiu berucap dengan nada sedikit mengejek melihat raut wajah Jendral Rong yang terkejut.


"Ternyata rumor yang tersebar selama ini tentang Putri Ying yang penakut salah besar, dia ternyata sangat mahir menggunakan pedang bahkan sanggup mengalahkan Jendral Rong" bisik salah satu prajurit yang disertai anggukan dari prajurit lainnya.


Para prajurit dan dayang yang melihat pertarungan keduanya mulai saling berbisik satu sama lain.


"Turunkan pedangmu itu Putri Ying"


Suara Kaisar dingin nan tegas membuat siapa saja yang mendengarnya akan terasa merinding dan berhasil membuat keadaan hening seketika.


"Saya hanya ingin berlatih pedang dengan Jendral Rong saja, Yang Mulia"


Yiu segera menurunkan pedangnya dan berbalik menatap Kaisar tanpa rasa takut.


"Apakah kau belum mengerti peraturan istana dan belum belajar mengenai tata krama di Kerajaan ini?!."


Yiu hanya memutar bola matanya jengah sembari tersenyum sinis mendengar pertanyaan Kaisar yang diajukan padanya.


"Mengapa seorang perempuan tidak diperbolehkan menggunakan senjata Yang Mulia? apakah anda mengira perempuan adalah makhluk lemah Yang Mulia?"


Kaisar tak menggubris pertanyaan Yiu.


"Putri Ying karena perbuatan memalukanmu kau dilarang keluar dari pavilium dahlia selama seminggu dan akan belajar mengenai tata krama dan sopan santun seorang bangsawan."


Belum sempat Yiu melayangkan protes, Kaisar mengangkat tangan kirinya sebagai tanda bahwa dirinya tak terima penolakan.


"Prajurit segera bawa putri kembali ke Pavilium"

__ADS_1


2 Pelayan wanita yang berada tak jauh dari Kaisar mengangguk patuh dan segera membawa Yiu menuju ke paviliumnya.


"Lepas!! aku bisa sendiri!" bentak Yiu kasar dengan tatapan membunuh yang masih setia ditujukan kepada Kaisar.


Kau belum mengenal diriku Kaisar hanya karna kau seorang kaisar aku akan patuh pada ucapanmu itu? Aku tak selemah itu tunggu saja apa yang akan dilakukan oleh seorang Komandan Pasukan Elite Yiu ini.


Prajurit dan dayang yang tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Putri Ying saling bertatap muka dengan raut wajah kebingunggan.


♣♦♣


Setelah masuk ke kamarnya, Yiu meminta Chi chi untuk membawakannya kertas serta tinta.


Yiu mulai menggambar benda yang dulu selalu dia gunakan disaat genting sekaligus untuk berjaga-jaga.


Hukuman yang Kaisar berikan memudahkan dirinya untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dan untuk pelajaran tata krama Yiu menyuruh Chi chi menggantikannya dengan cara menyamar menggunakan baju Putri Ying lalu memakai cadar dan bilang jika dirinya sedang sakit maka dari itu harus memakai cadar, dan lebih bodohnya lagi pengajar itu percaya saja.


Cih mudah sekali dia tertipu.. Batin Yiu sembari mengeluarkan smirknya.


4 hari sudah Yiu mengurung dirinya ditempat kerjanya, sebelum itu ruangan ini adalah kamar pelayan yang sudah tak terpakai dan disulap menjadi tempat Yiu membuat barang barang yang tak ditemukan disini.


Kali ini ia telah selesai membuat crossbow biasa dan mini yang dia buat dari kayu yang telah dipotong kecil dan diasah untuk pelontarnya ia mengunanakan tali busur yang sudah ia potong dan untuk panah crossbow mini ia ganti dengan tusuk gigi yang banyak dijual disini, dan berbagai jenis granat yang ia buat dari baju besi ringan milik prajurit yang dibentuk tabung dan menciptakan bubuk mesiu.


Pertama ia menyuruh prajurit kepercayaannya untuk kepasar membeli bahan yang diperlukan seperti bubuk sulfur atau belerang, arang, biji buah maple, dan alkohol.


Lalu Yiu menumbuk halus arang dan bubuk sulfur sampai halus, lalu campurkannya dengan 600 ml alkohol lalu campur dengan biji maple yang telah ditumbuh dengan takaran 75% dan campur dengan air mendidih dan panaskan kembali. Setelah mendidih ia menyaring bahan dengan kain dan menjemurnya seharian dibawah sinar matahari. Setelah itu menyaring campuran tadi beberapa kali sampai menjadi bubuk.


Setelah itu bubuk mesiu dimasukkan kedalam tabung dan Yiu tak lupa memberi tutup tabung khusus yang dibawahnya telah ditempel dengan sumbu yang dibalut kertas kasar agar saat sumbu itu ditarik mengeluarkan percikan api yang apabila terkena bubuk mesiu akan meledak beberapa detik kemudian. Namun Yiu juga membuat bubuk Mesiu yang tak hanya bisa meledak dan mengeluarkan asap (white powder) tetapi juga dapat membakar benda yang ada disekitarnya (black powder).


Dengan cepat Yiu berganti pakaian prajurit yang ia curi kemarin dan masih tersisa 1 pakaian sehingga bisa Yiu gunakan untuk menyamar sebagai prajurit, dan dengan bantuan sedikit make up tradisional bisa membantu penyamarannya agar terlihat seperti pria dengan menggambar garis tipis menyerupai rambut halus diarea dagunya dengan arang.


♣♦♣


Saat ini Yiu telah berada dibarisan para prajurit yang sedang melakukan latihan. Tak ada seorangpun yang menyadari bahwa dirinya adalah seorang perempuan namun mereka menganggap Yiu sebagai prajurit pria yang cantik. Baiklah tak masalah bagi Yiu.


Jadwal latihan hari ini adalah berlatih memanah yang dipandu langsung oleh Pangeran Huang dan Jendral Sui yang ahli dalam hal memanah.


Yiu sangat bersemangat karna memanah adalah hal yang paling ia sukai setelah menembak.


Sebelum berlatih Pangeran Hwang memberikan pengarahan serta motivasi kepada prajurit yang terdengar seperti ceramah seorang guru yang sangat membuatnya mengantuk.


Karna tak kunjung selesai Yiu mengeluarkan kotak berisi crossbow mininya yang berada didalam saku celananya dan dengan satu kali tembakan tusuk gigi yang berada di crossbow milik Yiu mendarat di pantat Pangeran Huang.


"Aww"


Seketika Pangeran Huang memekik tertahan dan menyentuh pantatnya saat tiba-tiba pantatnya seperti digigit semut api.


Para prajurit dan Yiu yang melihat hal itu hanya bisa mengatupkan mulut erat berusaha untuk tidak tertawa.


Pangeran Huang yang sedikit malu akhirnya mengakhiri sesi pengarahan dan memulai latihan memanah. Dalam hati Yiu bersorak gembira dan juga sedikit senang karna bisa menjahili Pangeran Huang.

__ADS_1


Sekitar 120 prajurit khusus memanah mengikuti latihan memanah dan dibagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertama dipimpin oleh Pangeran Huang dan kelompok kedua dipimpin oleh Jendral Sui. Yiu masuk ke dalam kelompok pertama.


Satu persatu prajurit mulai membidik sasaran yang berada didepannya, bidikan pertama, hanya 3 prajurit saja yang bisa memanah tepat sasaran. Salah satunya adalah Yiu. Bidikan kedua, bertambah menjadi 10 prajurit. Dan pada bidikan ketiga, setengah prajurit berhasil memanah tepat sasaran.


Namun perhatian Pangeran Huang hanya tertuju pada seorang prajurit yang berhasil membidik tepat sasaran 3 kali, panah sebelumnya pun sudah terbelah menjadi 2 oleh panah ke 3.


Pangeran Huang menghampiri prajurit yang menarik perhatiannya itu dan menepuk pundaknya pelan.


Yiu merasa ada yang menepuk pundaknya pelan segera menoleh kebelakang.


"Kau sungguh berbakat prajuritku. Siapa namamu prajurit? Kenapa aku sepertinya belum pernah melihatmu? Dan bagaimana caramu berlatih sehingga kau bisa mengenai sasaran dengan tepat?"


Deg..


Ya, prajurit yang berhasil mengenai sasaran berturut turut itu adalah Yiu yang sedang menyamar. Yiu terdiam sejenak berusaha mencari jawaban yang tepat agar pangeran Huang tidak curiga jika dirinya adalah Putri Ying.


"Hei kenapa diam? Apa yang kau pikirkan prajurit?"


"Eehh.. Maafkan hamba pangeran. Nama saya adalah Hua Zhou, saya adalah prajurit baru di istana ini Pangeran, hamba dulu adalah seorang pemburu yang berburu dengan menggunakan panah Pangeran" ucap Yiu sambil menundukkan pandanganya dalam dan memberi hormat.


Pangeran Huang mengangguk dan tersenyum, ia terlihat tak curiga dengan jawaban yang Yiu berikan.


"Baiklah Hua Zhou, maukah kau bertanding memanah melawanku?" tantang Pangeran Huang dengan senang.


"Ba.. Ba.. Baiklah Pangeran" Yiu terbata-bata karena gugup, ia ingin menolak tantangan Pangeran namun hatinya berkata lain.


Para prajurit mundur untuk memberikan ruang bagi Pangeran Huang dan Yiu yang akan bertanding.


Kali ini sasarannya bukanlah sebuah pohon dengan lingkaran merah melainkan sebuah bundaran kayu yang digantung dengan titik merah ditengahnya yang berayun kekanan dan kekiri.


Pangeran Huang yang lebih dulu melepaskan anak panahnya disusul oleh Yiu. Mereka berdua berhasil mengenai sasaran dengan tepat.


Babak selanjutnya selalu berakhir imbang antara Pangeran Huang dan Yiu. Mulai dari membidik target yang didepannya sudah berayun 2 buah ring api yang berlawanan arah, kemudian membidik apel yang berada diatas kepala kuda, membidik kelinci yang dilempar ke udara, hingga membidik burung gagak yang berada dipohon yang berjarak sekitar 1 li.


AN: 1 li (里) dalam satuan china setara dengan 500m atau sekitar 1640 kaki.


Pangeran Huang dan seluruh prajurit yang melihat pertandingan itu sangat terpukau dengan kemampuan prajurit bernama Hua Zhou itu,Pangeran Huang berniat mengangkatnya menjadi ketua pasukan memanah. Namun..


"Putri Ying apa yang kau lakukan disini!!"


Permaisuri berteriak dan berjalan cepat ke arah Pangeran Huang dan Yiu.


Tamatlah riwayatku..


-TBC-


**Hai hai gimana ceritanya? Maaf kalau gaje ya semoga kalian suka.


Jangan lupa like dan komen ya 🙌

__ADS_1


See you next chapter**..


__ADS_2