Flower Of War

Flower Of War
Chapter 9 : Bertemu Kembali


__ADS_3

Mentari mulai menampakkan sinarnya, awan awan putih yang nampak menghiasi langit biru, burung burung berkicau ria menyambut datangnya pagi hari.


Yiu, Pangeran Huang, dan Putra Makhota, beserta beberapa prajurit dan dayang tengah bersiap untuk keberangkatan mereka ke Kerajaan Zhang Wu.


Yiu nampak anggun dengan hanfu berwarna ungu tua dengan sanggul kecil diatas kepala berhiaskan mahkota kecil berwarna perak dan hiasan bunga dirambut dekat telinga sisanya dibiarkan tergerai begitu saja.



Sedangkan Pangeran Huang memakai hanfu putih berbalut zirah berwarna hitam dengan hiasan emas dan rambut yang dikuncir sedikit berantakan yang semakin menambah kesan tampan padanya.



Sedangkan Putra Mahkota memakai hanfu berwarna hitam dengan motif angsa emas, Putra Mahkota terlihat sangat gagah dan berwibawa dibalik sikap super dinginnya.



Setelah berpamitan dengan Kaisar dan Permaisuri mereka menempuh perjalanan menuju Kerajaan Zhang Wu dengan waktu tempuh yang lumayan jauh yaitu sekitar setengah hari.


Dan untuk alasan mengapa Yiu bisa diijinkan pergi oleh Kaisar, karena dia sudah menjelaskan kepada mereka apa yang terjadi semalam.


Tentu saja Yiu berbohong dia kan sangat pandai membuat siasat jadi untuk masalah membuat alasan ia sudah sangat profesional, dan seperti biasa Kaisar dan Permaisuri percaya pada kebohongan Yiu terlebih dengan kesaksian palsu dari Chi chi. Dasar Yiu.


Putra Mahkota dan Pangeran Huang menunggangi kuda sendiri sedangkan Yiu berada dikereta diiringi pasukan prajurit berkuda disekelilinginya.


Merasa bosan, Yiu akhirnya memilih tidur saat perjalanan menuju istana Kaisar Zhang Wu.


♣♦♣


Kini Yiu telah berada dipavilium yang telah disediakan untuk tempatnya menginap selama menjadi tamu undangan di Kerajaan Zhang Wu.


Maniknya menerawang setiap sudut kamar yang ia tempati, kamar ini sangat nyaman ditambah dengan hiasan ornamen dari kayu menghiasi setiap sudut ruangan ini dan pengharum ruangan yang berbau kayu manis semakin memabukkan Yiu.


Sebentar lagi acara jamuan makan malam akan dimulai dengan segera Yiu bersiap sembari menunggu Pangeran Huang dan Putra Mahkota datang menjemputnya.


Tak berselang lama, Putra Mahkota dan Pangeran Huang datang dan sekarang mereka telah berjalan menuju ruangan tempat diadakan perjamuan makan malam.


Mereka duduk terpisah karena meja antara bangsawan laki laki dan perempuan dipisah. Yiu sedikit canggung karna duduk bersebelahan dengan para putri bangsawan yang menurutnya sangat anggun berbanding jauh dengannya.


Bukannya dia malu hanya saja dia selalu kabur dari pelajaran seorang putri bangsawan dan ia takut akan mempermalukan kedua kakaknya disini.


Hey tunggu dulu dimana sifatmu yang tidak peduli itu? Kenapa kau memikirkan tanggapan orang lain tentang dirimu kau bodoh atau pelupa yiu?!


Yiu terkejut dalam hati tersadar dari lamunannya disaat dirinya mendengar seorang kasim berteriak kencang memberitahukan bahwa Kaisar Wu Zhang beserta anggota keluarganya masuk ke dalam.


Para tamu undangan berdiri menyambut sang tuan rumah, kemudian duduk kembali setelah sang Kaisar dan anggota kelurganya telah duduk dikursi mereka dan mempersilahkan para tamu undangan menikmati jamuan.


Semua mata putri bangsawan menatap kearah 3 pangeran yang berperawakan tegap, gagah, terlihat sangat berwibawa dan pahatan sempurna diwajah mereka menambah kesan sempurna padanya.


Para putri bangsawan menatap kagum para Pangeran itu berharap bisa mendapatkan perhatian salah satu dari mereka namun berbeda dengan Yiu.


Memang benar Yiu ikut menatap salah satu pangeran itu tapi bukan karena parasnya namun sepertinya ia merasa pernah melihat wajah pangeran yang berada ditengah itu sebelumnya terutama manik hijau gelap yang sangat tak asing baginya.

__ADS_1


Siapa pria itu? Aku seperti tak asing dengan wajahnya.. Apakah dia Yuwen? Yah wajahnya sangat mirip dengan pria gila itu.


Saat sedang asik melamun sembari menatap pangeran yang sedang duduk santai dikursinya dengan memegang cangkir berisi teh, Pangeran yang Yiu duga adalah Yuwen tak sengaja manik mereka bertemu.


Raut wajah datar yang semula terpasang diwajah pangeran yang ditatap Yiu itu kini mulai terlihat guratan halus dikeningnya saat menatap Yiu.


Tersadar dari lamunannya, Yiu memalingkan wajahnya, memutus kontak mata antara mereka berdua.


Yiu mencoba memutar memori tentang dirinya yang kabur dari istana dan bertemu dengan pria gila di festival lampion.


Tidak mungkin kalau dia adalah Yuwen, ia adalah seorang pangeran dan Yuwen hanya pemuda biasa dan mungkin mereka hanya mirip saja dan bukan orang yang sama. Tapi tidak menutup kemungkinan jika ia menyamar bukan? Arghhh ada apa denganmu Yiu.


Yiu mencoba berpikir positif namun gagal ia terus menerka nerka apakah Pangeran itu adalah Yuwen atau bukan, dan Yiu berusah bersikap sebiasa mungkin selama acara berlangsung.


Malam semakin larut, kini tiba saatnya menuju ke puncak acara, para pangeran dan bangsawan laki laki diarahkan menuju kesebuah ruangan khusus untuk area pertandingan yang akan dimainkan.


Dan para wanita bangsawan diarahkan menuju aula yang cukup besar beserta beberapa kursi yang mengelilingi beberapa meja dan alas duduk, diatas meja terdapat cangkir teh diatas meja.


Yiu diam diam memisahkan diri dari kerumunan bangsawan dan berjalan menuju lorong yang gelap, segera berganti pakaian dengan hanfu pria yang ia sembunyikan dibalik hanfu panjangnya.


Saat hendak pergi diam diam ia mendapat beberapa ajakan mengobrol bersama dengan beberapa putri bangsawan namun sebisa mungkin Yiu menolaknya secara halus.


Setelah berganti pakaian seperti rakyat biasa dan memakai topi besar untuk menutupi wajahnya, Yiu tak sengaja berpapasan dengan rakyat biasa yang juga berjalan menuju halaman depan istana disana tempat perayaan untuk rakyat biasa dan Yiu pun menguntit dibelakangnya agar tidak ada yang curiga jika ia adalah seorang bangsawan.


Untuk perayaan kali ini memang rakyat diperbolehkan memasuki lingkungan istana namun penjagaan disana diperketat untuk menghindari musuh yang mungkin saja bisa menyusup masuk.


Maniknya berbinar senyumnya terkembang jelas saat dirinya memasuki area perayaan.


Yiu berkeliling sembari membawa dua buah tanghulu ditangannya seperti anak kecil, Yiu tak sengaja mendengar sesorang berteriak dengan suara lantang tak jauh dari tempatnya berdiri.


Saat mendengar kata 'bertarung' entah mengapa tangannya merasa gatal untuk memukul orang. Lagipula tubuhnya harus selalu dipaksa bertarung dengan keras agar daya bantingnya bertambah, semakin sering dia bertarung semakin bagus.


Tanpa pikir panjang kakinya bergerak menuju kerumunan orang yang juga ingin melihat pertarungan itu dan merangsak masuk kedalam kerumunan.


Yiu sudah berada tepat dibelakang tali pembatas arena pertarungan, disana sudah berdiri dua pemuda yang satu bertubuh ideal dan satu lagi bertubuh kekar yang sedang asyik bertarung memukul lawannya satu sama lain.


Tak lama pria yang bertubuh ideal itu sudah terkapar ditanah dengan darah mengucur deras ditubuhnya dan beberapa luka memar akibat pukulan pria kekar itu.


"Kalian semua lemah!! Aku yang terkuat aku tak terkalahkan ayolah para pria yang berjiwa besar cobalah lawan diriku yang tak terkalahkan ini" pria berbadan kekar itu berteriak menyombongkan dirinya dan itu membuat Yiu semakin muak dengan sikapnya.


"Jangan besar kepala dulu tua bangka!!"


Seluruh mata yang berada disekitar arena pertarungan menatap Yiu dengan pandangan terkejut.


Melompati tali pembatas, Yiu bergerak mendekati pria kekar yang tengah menatapnya remeh.


"Ohh mau jadi jagoan kau anak muda? Dengan tubuhmu yang kecil ini apa kau yakin bisa mengalahkanku?, nak lebih baik kau pulang dan kembali menyusu pada ibumu"


Pria bertubuh kekar itu tertawa setelah mengejek Yiu diikuti dengan tawa para penonton disekitarnya.


Yiu tak merasa tersinggung sama sekali ia malah menyeringai dibalik topi besarnya.

__ADS_1


"Kita lihat saja siapa yang akan jadi pemenangnya tua bangka"


Pria bertubuh kekar itu mengeram marah dengan cepat ia melayangkan tinju kearah Yiu yang dengan cepat menghindar.


Yiu memukul pinggang kanan pria itu dan pria itu nampak sedikit kesakitan akibat pukulan Yiu, tanpa basa basi Yiu menendang perut pria itu bertubi tubi hingga pria itu terjatuh.


Setelah menunggu pria itu berdiri, Yiu dengan cepat menghujani pukulan kearah wajah pria itu.


Saat akan memukul wajah pria itu untuk kesekian kalinya tubuhnya terdorong mundur dan terjatuh akibat pukulan dari pria itu.


Menahan rasa sesak didadanya, Yiu berlari mendekati pria itu hendak menendang wajahnya namun gagal karena kakinya lebih dulu ditangkap dan dihempaskan ketanah.


Pria itu akan memukul Yiu yang sudah jatuh ketanah namun dengan cepat Yiu berguling menghindari pukulan pria itu.


Yiu mencoba berdiri, lalu pria itu melayangkan pukulan kearah wajah Yiu, dengan cepat Yiu menangkap kepalan tangan pria itu dan memukul lengan serta menyikut dagu pria itu kemudian jarinya memukul ke telinga pria itu sehingga ia kehilangan fokus.


Nampak santai, Yiu menendang dada pria itu dengan kakinya, pria itu ambruk tak sadarkan diri.


Seluruh penonton terkejut saat sang juara bertahan yang namanya sangat tersohor sebagai pendekar hebat dikalahkan oleh seorang pria misterius.


"Yaaaa ternyata kita mempunyai juara baru yaitu tuan..." pembawa acara itu melirik Yiu sejenak. "Tuan Zhou" balas Yiu dengan santai.


"Perkenalkan juara baru kita Tuan Zhou.. Apakah masih ada yang ingin bertarung melawan juara baru kita yang telah berhasil melawan juara bertahan?"


Banyak pemuda yang akhirnya mencoba bertarung dengan Yiu akibat penasaran bagaimana bisa pemuda seperti dia berhasil mengalahkan pendekar hebat yang gagah perkasa.


Namun naas seluruh pemuda yang melawan Yiu akhiranya bernasib sama yaitu babak belur.


"Apakah masih ada yang ingin melawan juara bertahan kita Pendekar Zhou?"


Semua orang terdiam tak ada lagi yang berani melawan Yiu. Hampir dua pembakaran dupa Yiu menunggu lawan berikutnya namun tak ada yang berani melawannya.


"Kalau sudah tidak ada berarti kita telah menemukan calon Panglima perang di Kerajaan Zhang, selamat untuk mu.."


"Tunggu!!"


Belum sempat pembawa acara menyelesaikan perkataannya tiba tiba suara seorang pria yang berasal dari belakang Yiu menarik perhatian seluruh penonton termasuk Yiu yang menengok kebelakang.


"Aku ingin menantangmu bertarung denganku Pendekar Zhou" pemuda dengan postur tubuh proposional, tegap dengan pahatan wajah yang sempurna ditambah manik hijau gelap yang memabukkan setiap mata yang melihatnya walau pakaian yang ia kenakan hanya seperti pakaian pria biasa.


Pembawa acara nampak terkejut lalu sedikit berlari mendekati sang pemuda dan membisikan sesuatu kepadanya.


"Pangeran kenapa anda kemari bukankah anda seharusnya berada diarena pertarungan para bangsawan"


"Aku bosan dengan bangsawan yang terus menyombongkan diri mereka sendiri dan berusaha menjilat Kaisar dengan bakat yang mereka punya, lagipula aku ingin berjalan jalan sebentar disini namun sepertinya aku tertarik untuk menguji seberapa layak dia menjadi calon panglima kerajaan ini"


Pembawa acara mundur sembari menunduk mempersilahkan mereka untuk bertarung.


"Yuwen?"


"Hai Zhou Li kita bertemu kembali rupanya" Pria itu mengeluarkan smirknya melihat keterkejutan Yiu.

__ADS_1


TBC


Jangan lupa vote like dan komennya😊


__ADS_2