
Yiu melangkah keluar arena dengan langkah tegap nan tegas, maniknya yang masih sebening kaca dan setajam elang dengan wajah yang sedikit menunduk.
Tak jauh di dekat jalan keluar dari arena sudah ada Chichi yang menunggu Yiu disana dengan senyuman cerah di wajahnya.
"Selamat Putri atas kemenangan anda! Saya sangat bangga dengan anda, Putri!"
Chichi membungkuk memberi selamat ke arah Yiu yang hanya dibalas anggukan singkat darinya.
Melihat pakaian Yiu yang penuh debu dan sebagian dari rambut yang dikuncir kuda itu sedikit mengendur ditambah wajah penuh keringat nan lesu membuat Chichi segera menawarkan Yiu untuk berganti pakaian, "Pakaian anda terlihat kotor, Putri, apakah anda ingin mandi dan berganti pakaian? Saya sudah siapkan air hangat dan pakaian ganti untuk Putri."
Yiu mengerutkan kening tanda berpikir sebentar dan kemudian menjawab singkat dengan gumaman 'Mn' sembari mengangguk singkat dan segera berjalan keluar dari menara menuju kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.
Di sisi lain Pangeran Huang yang masih berkutat dengan hidangan buah-buahan di mejanya tak sengaja samar-samar mendengar obrolan empat Pangeran yang berasal dari Kerajaan Hua Lin dan Kerajaan Ming Guang di sebelahnya.
Pangeran yang memiliki tubuh paling kecil diantara Pangeran lainnya memulai percakapannya, "Wanita itu terlalu mengerikan, Xiongzhang! Aku belum pernah bertemu dengan gadis yang bisa berpedang dan memanah bahkan sampai mengalahkan kita semua!"
Pangeran yang berbadan tegap dan wajah seputih salju mulai membalas dengan penuh semangat, "Kau benar, Pangeran! Aku juga baru kali ini selama hidupku menyaksikan laki-laki dapat dikalahkan oleh seorang wanita yang awalnya ku kira dia sama sekali bukan merupakan sebuah ancaman serius!"
Pangeran yang terlihat paling bijaksana ikut mengambil giliran dalam obrolan itu, "Saya pernah mendengar kabar sebelum insiden percobaan pembunuhan Putri Ying, ia adalah seorang yang tak berbakat sama sekali dan selalu bersembunyi dari dunia luar, tak menampakan wajahnya akibat terlalu malu. Namun setelah insiden itu terjadi ia berubah menjadi Putri yang pemberani dan berbakat dalam pertarungan bahkan pernah terjun langsung memimpin pasukan untuk menghabisi Kerajaan Tian Lu! ... Apa selama ini dia memang sengaja menyembunyikan bakat luar biasanya itu?"
Pangeran yang sejak tadi hanya diam dan mendengarkan obrolan mereka pun kini tak mau kalah angkat bicara, "Saya menduga sebelum insiden percobaan pembunuhan itu terjadi Putri Ying diam-diam sudah berlatih berpedang hanya saja ia terlalu malu untuk menunjukannya dan memilih bersembunyi dari dunia namun setelah insiden itu terjadi ia tidak ingin ada orang yang meremehkannya lagi dan mulai menunjukan taringnya ke dunia."
Ketiga Pangeran lainnya tampak setuju dengan ucapan Pangeran itu dan kembali membicarakan hal seru lainnya yang bisa dibicarakan.
Pangeran Huang tersenyum disela acara makannya dan berujar pelan sebelum menyatap apel ranumnya kembali.
"Kerja bagus, Ying. Aku bangga padamu."
♣♦♣
Setelah berganti pakaian, Yiu berjalan santai mengelilingi taman di sekitar pavilium tempatnya tinggal sementara dengan Chichi yang terus patuh mengekorinya di belakang tanpa suara.
Yiu berjalan cukup pelan dan santai sembari maniknya terus tertuju pada objek keindahan taman yang suasananya yang tenang dan damai membuat nyaman hati siapa saja yang mengunjungi taman itu. Sejujurnya ia hanya sedang ingin mencari ketenangan sejenak.
Yiu berjalan melewati jembatan kayu berwarna merah yang melengkung indah dan di bawahnya terdapat kolam ikan dengan berbagai jenis dan ukuran ikan koi dan ikan emas yang di pelihara di kolam air yang sangat jernih ini, mereka selalu menggerakkan sirip mereka kesana kemari tanpa henti.
__ADS_1
Yiu berdiri tepat di tengah jembatan, terus menatap ke arah ikan-ikan yang berenang lincah di bawahnya cukup lama dan sesekali ia melemparkan sedikit pakan untuk ikan-ikan itu dan membuat ikan-ikan itu pun berkumpul dan melompat lompat kecil ke atas air untuk mendapatkan makanan yang di lempar Yiu.
Cukup lama Yiu berdiri di atas jembatan di temani suasana damai serta gemiricik air ulah ikan di kolam dan angin sejuk yang terus bertiup, sehingga Yiu tak sadar jika ada seseorang dengan jubah berwarna perak dengan manik hijau seterang dan sebening kaca sedang berjalan menuju kearahnya.
Chichi yang hendak memberitahu Yiu pun menghentikan tangannya di udara kosong dan mundur perlahan kemudian menjauh setelah melihat pria bermanik hijau itu menggeleng ke arahnya.
"Memang tempat yang cocok untuk menenangkan diri, benar begitu LiYing?"
Yiu terkesiap dalam hati, dan menjawab singkat dan datar tanpa menolehkan kepalanya sedikit pun, "Ya."
Karna tanpa ia menoleh pun, ia sudah tau siapa pemilik suara itu. Siapa lagi kalau bukan si 'Pria Gila' alias Pangeran Wu Xiao.
Pangeran Wu Xiao tersenyum sembari melangkah maju meletakan kedua tangannya di pembatas jembatan di depannya kemudian menutup matanya sembari menghirup udara dalam-dalam menikmati suasana sejuk yang menyelimutinya.
Yiu tetap pada fokusnya, memberi makan kepada ikan-ikan di kolam seolah tak menganggap ada satu pun makhluk yang tengah berdiri di sebelahnya.
Wu Xiao menoleh ke arah Yiu dan tanpa merasa bersalah sedikitpun ia ikut mengambil sedikit pakan ikan yang berada di wadah dekat Yiu dan melemparnya ke bawah dengan ekspresi riang.
Yiu menoleh tidak suka dan menatap tajam pria di sebelahnya yang sama sekali tak punya sopan santun itu.
Merasa tak akan ada gunanya berurusan dengan orang yang sangat tidak beretika dan sangat tidak peka satu ini membuat Yiu memukul kesal pembatas jembatan dan berbalik pergi meninggalkan Pangeran Wu Xiao yang masih tidak mengerti dengan sikap Yiu yang pergi begitu saja.
Samar-samar Yiu mendengar pemuda berjubah perak itu berteriak, "Astaga kenapa kau mudah sekali tersinggung? Hei LiYing!! Jangan marah padaku ya?! Kau tidak boleh bersikap tidak ramah pada teman tampanmu ini!"
Yiu kembali berjalan keluar taman dan menuju kembali ke kamarnya dengan raut wajah kesal tapi perasaannya menjadi lebih tenang ... entahlah mood Yiu sedang bermasalah hari ini.
Akhirnya, Yiu memutuskan berdiam diri di kamarnya daripada harus menghadiri perjamuan penutup yang membosankan dan hanya berisi pembahasan politik, kekuasaan, harta, dan masih banyak 'hal sombong' lain lagi yang akan dibahas oleh golongan orang orang kelas atas seperti mereka di jaman ini yang membuat Yiu muak.
♣♦♣
Embun pagi mulai menghilang sedikit demi sedikit meninggalkan hawa kehangatan yang samar dari sinar mentari pagi diiringi kicauan pagi dari burung-burung yang sudah berterbangan kesana kemari.
Yiu sudah bersiap dengan hanfu berwarna hijau dengan tambahan hiasan rambut berwarna emas berbentuk bunga mangnolia yang sederhana namun tetap menampilkan kesan cantik dan elegan pada Yiu.
Hari ini seluruh tamu undangan perjamuan akan kembali ke Kerajaan mereka masing-masing setelah perjamuan penutup yang ditutup dengan para pria yang menghabiskan separuh malam dengan meminum arak bersama hingga beberapa sampai hilang kesadaran.
__ADS_1
Sehingga mereka menunggu untuk pulih kembali dan bersiap kembali di saat hari menjelang siang bersama seluruh anggota kerajaan mereka.
Suasana hati Yiu hari ini sedang tidak bagus jadi ia memutuskan untuk segera bersiap dan setelah memberi salam kepada anggota Kerajaan Xiang Feng ia segera masuk ke dalam kereta kudanya mendahului Kaisar Wang yang masih sedikit berbasa-basi dengan Kaisar Feng Lan yang terlihat lebih sumringah dari hari-hari sebelumnya.
Memang terkesan seperti tidak sopan tapi Yiu beralasan sedang tidak enak badan sehingga tidak bisa berdiri terlalu lama, walau yang sebenarnya ia hanya sedang malas dan sedang ingin sendirian saja.
Entah kenapa suasana hati Yiu sedang tidak baik dan ia terus merasa gelisah namun ia lebih memilih mengakhirinya dengan memejamkan mata dan tidur di dalam kereta yang entah sejak kapan sudah berjalan meninggalkan area istana Xiang Feng.
Hari-hari Yiu selanjutnya berjalan seperti biasa, bedanya ia kini diperbolehkan berlatih senjata secara terang+terangan di lapangan pelatihan bersama kedua kakak dan anggota prajurit kerajaan lainnya membuat Yiu tanpa perlu kesulitan harus memakai acara menyamar lagi.
Yiu masih sibuk dengan pertarungan pedangnya bersama Pangeran Huang hingga suara berat Kasim Zu menghentikan pertarungan keduanya.
"Yang Mulia Putri Ying, maaf menganggu waktu anda. Anda diminta oleh Yang Mulia Kaisar untuk datang menemuinya di Aula Shanliang sekarang jadi mari saya hantarkan."
Yiu mengangguk singkat kemudian memasukkan pedangnya keselongsongnya dan berjalan mengikuti arah jalan Kasim Zu.
Sesampainya Yiu di Aula Shanliang yang memiliki ornamen kuno tapi tetap terkesan sangat mewah di jaman ini dan tempatnya yang cukup besar walau tidak sebesar aula-aula istana lainnya dan teramat sangat dijaga ketat oleh prajurit istana dan tidak sembarang orang boleh masuk ke dalam tanpa seizin Kaisar Wang langsung. Atau lebih singkatnya jika diera modern disebut ruang kerja Kaisar.
Kaisar Wang tengah duduk di kursi kebesarannya sembari serius membaca catatan arsip negara di tangan kanannya, setelah melihat Yiu senyum ramah terkembang di wajahnya.
"Salam Yang Mulia, ada hal penting apa yang ingin Yang Mulia sampaikan pada saya?" Yiu menunduk hormat cukup lama menunggu balasan sampai akhirnya tangan Kaisar Wang terulur untuk menegakkan kembali posisinya.
"Tak perlu terlalu formal, A-Ying. Aku memanggilmu kemari karena ada suatu hal yang perlu aku sampaikan padamu sebagai seorang Ayah."
Yiu menatap Kaisar Wang penuh tanya yang hanya dibalas senyuman kecil dan tangan yang mengelus kepala Yiu pelan sebelum berbalik duduk di kursi kebesaran miliknya.
"Kau tau, A-Ying. Kau sekarang sudah dewasa dan ayahanda tidak bisa egois dengan terus menahanmu disini selamanya." tenggorokan Yiu gatal ingin bertanya maksud dari semua ini namun ia memilih tetap diam dan menunggu Kaisar Wang menyelesaikan maksudnya.
"Ayahanda tau cepat atau lambat ini akan terjadi dan dari tiga hari kemarin ayahanda menerima berbagai surat dari Kerajaan sahabat yang beberapa di antaranya berisi lamaran untukmu ... jadi Ayahanda memanggilmu kemari karena ingin bertanya dari semua lamaran ini mana yang akan kau terima?"
Deg ....
Apa!!
TBC
__ADS_1