
Tak terasa hari berganti dengan begitu cepat dan kini tibalah hari dimana Perayaan sekaligus Perlombaan persahabatan antar kerajaan di wilayah utara dan barat diselenggarakan.
Yiu sudah berada di wilayah utara tepatnya di ibukota Fufeng sehari sebelumnya bersama dengan Kaisar Wang dan Permaisuri FuYao tak lupa dengan duo kesatria giok dari QiuWang siapa lagi kalau bukan Pangeran Xiao Ce dan Pangeran Huang.
Yiu berjalan mondar-mandir nampak gelisah di kamar yang disediakan oleh Kerajaan Xiang Feng sebagai tuan rumah.
Pikiran Yiu terus terpaku pada kontes bermain alat musik yang akan di lihat oleh banyak pasang mata dari kalangan bangsawan, pejabat istana dan para saudagar-saudagar kaya yang jelas sangat memiliki selera musik yang terbilang cukup berkelas di eranya.
Hanfu biru mudanya mengombak pelan terseret seirama dengan langkah kakinya dan dengan rambut yang sebagian di sanggul sederhana lengkap dengan hiasan rambut berwarna senada membuat Yiu terlihat bak kecantikan abadi yang sedang menunggu kedatangan seseorang tapi, Yiu tak terlalu perduli dengan penampilannya sekarang ini.
"Putri ... Pangeran Mahkota dan Pangeran Huang sudah menunggu anda diluar apakah putri sudah siap?" suara Chichi menyeret paksa kesadaran Yiu yang tengah tersesat di ruang angan-angan, dengan cepat Yiu mengangguk sebagai jawaban dan berjalan keluar kamar.
Di ujung koridor, Yiu melihat kedua kakaknya sudah menunggunya sembari berbincang ringan.
Yiu segera bergabung di antara mereka, pada saat yang bersamaan Kaisar dan Permaisuri sudah keluar dari ruangannya.
♣♦♣
"Bukankah itu Putri Ying yang tak berbakat tapi bertingkah sangat sombong?" Seseorang dengan suara lembut berbisik dengan komplotannya.
Salah satu dari mereka menjawab, "Memang, sewaktu di Kerajaan Zhang Wu saya pernah merendahkan diri mengorbankan waktu luang saya untuk dibagi bersamanya, duduk minum teh bersama tapi tanpa sopan santun dia menolak saya dan membuat saya kehilangan wajah, memangnya dia siapa? Sudah bagus ada yang menawarkan namun ia tolak mentah-mentah menganggap semua orang adalah debu di mata air hitamnya."
Sisa kelompok berjumlah lima orang itu menjawab saling bersahutan, "Ya, dia begitu sombong karena berasal dari kerajaan yang cukup berpengaruh di daratan utara tapi sebenarnya ia tidak bisa berbuat apa-apa!"
Orang terakhir mengambil nomor, "Sangat berbeda dengan kedua pangeran Qiu Wang yang sangat tersohor dan terkenal karena wibawa dan keberaniannya. Mereka bagai dua malaikat surgawi!"
Salah satu menyahut, "Dia dari dulu hanya seorang sampah tak berguna diantara tumpukan emas berkilau! Menyedihkan!"
Baru saja memasuki area perjamuan Yiu sudah di sambut dengan cemooh dan tatapan mata tak bersahabat dari bangsawan wanita maupun Putri dari kerajaan lainnya.
Yiu hanya melirik mereka sekilas dari sudut matanya kemudian kembali menegakkan kepalanya bersikap acuh dan berjalan menjauh dari kerumunan wanita penggosip itu.
"Jangan dengarkan mereka, semuanya yang mereka katakan tentangmu hanya bualan belaka," Yiu menoleh kearah Pangeran Huang yang berada tepat di sampingnya.
Yiu terdiam kemudian tersenyum sinis berujar penuh sarkas, "Saya tidak mendengar ada orang yang berbicara tentang saya, Pangeran, saya hanya mendengar suara ringkihan dari beberapa keledai saja."
Pangeran Huang mengacak singkat puncak kepala Yiu, "Bagus!"
Pangeran Huang menampilkan smirk evilnya dan kembali menatap ke depan mengamati setiap bagian dari perjamuan kemudian melangkah dengan kedua tangan berada di belakang mendekat ke arah meja yang di sediakan untuk anggota kerajaan Qiu Wang di sisi kanan dengan Yiu di belakangnya.
Tak berselang lama, Kaisar tuan rumah yaitu Kaisar Feng Lan memasuki acara perjamuan beserta permaisuri Hua Ji berdampingan dengannya dan membuat seluruh ruangan terdiam, menunduk hormat ke arah keduanya.
Setelah Sang Kaisar duduk di ikuti seluruh tamu yang berada di ruangan. Kaisar Feng Lan pun membuka pita suaranya untuk menyambut sekaligus membuka acara perlombaan sekaligus perayaan tahunan wilayah Utara dan Barat di Ibukota Fufeng.
__ADS_1
Kaisar Feng Lan berseru sembari mengangkat cangkir arak di tangannya di ikuti oleh seluruh bangsawan lainnya sebelum menenggak habis riak air tak bersisa.
"Bersulang untuk semuanya dan mari kita nikmati perlombaannya!"
"Yang Mulia sungguh murah hati!"
Tak berselang lama masuklah sekelompok penari wanita untuk memeriahkan acara sebelum memulai perlombaan antar bangsawan pertama yaitu bermain alat musik.
Saat penari itu mulai menari, sebagian dari Putri Kerajaan mulai berdiri dan melangkah menuju balik dinding ruangan untuk bersiap dan menunggu giliran dengan pelayan pribadi mereka di belakang membawakan alat musik yang akan mereka gunakan.
Acara ini selain sebagai acara hiburan juga merupakan ajang menentukan posisi wanita paling berpengaruh di daratan dan bahkan sampai ajang menarik calon kaisar muda untuk menaruh perhatian dan memberikan gelar permaisuri kepada mereka atas kemampuan yang mereka miliki.
"Putri Ying cepatlah menuju balik ruangan, pelayanmu sudah mempersiapkan alat musikmu disana kau bisa bersantai dan menunggu giliran," ucap Kaisar Wang yang hanya berselisih dua tempat duduk saja dari Yiu, membuat Yiu refleks memutar kepala sebelum merasa jantungnya mulai berdetak sangat keras.
"Kau pasti bisa ini adalah kesempatanmu untuk membuktikan pada mereka jika mereka selama ini keliru tentangmu," ucap Pangeran Huang dengan tangan tergerak menggenggam erat tangan Yiu, menyalurkan keberanian.
Yiu tersenyum kemudian mengangguk dan berjalan menuju balik ruangan tempat bangsawan wanita lainnya juga menunggu giliran.
Riuh tepuk tangan terus bersautan saat seorang bangsawan wanita urutan pertama selesai memainkan alat musik sembari bernyanyi dengan suara lembut khas yang membuat kagum kerajaan tamu atas penampilan mereka yang Yiu akui memang sangat mengagumkan.
Dan sekarang adalah giliran Yiu untuk menunjukan kemampuannya. Yiu segera melangkah ke tengah aula menunduk hormat kepada Kaisar dan Permaisuri, mendudukan dirinya di belakang alat musik guzheng-nya kemudian dengan satu tarikan nafas Yiu mulai memetik senar guzheng-nya dengan lembut.
Kerumunan itu awalnya hening, terlalu hening bahkan suara jarum jatuh saja seluruh penjuru akan dapat mendengarnya.
Hingga akhirnya, jari lentik seputih salju Yiu bergerak di atas guzheng-nya, petikan senarnya nyaring nan nyata selembut kapas namun juga setajam pisau setinggi tebing dan se dalam jurang kematian tanpa dasar.
Bahkan ada beberapa wanita yang meneteskan air matanya di sudut matanya, menghapusnya dengan sapu tangan secara kasar saat mendengar alunan musik menyayat hati itu.
Tak terasa petikan senar Yiu telah mencapai nada terakhirnya, Yiu membuka manik coklatnya perlahan dan menghembuskan nafas lega setelah menyelesaikan lagunya.
Bersamaan dengan terbukanya manik Yiu, bagai sesendok air jernih yang dicipratkan ke dalam wadah berisi minyak yang mendidih, riuh tepuk tangan bergema di seluruh penjuru ruangan bahkan Kaisar Feng Lan dan Permaisuri Hua Ji bertepuk tangan sembari berdiri dari duduknya di ikuti oleh seluruh pasang mata yang berada di ruangan dengan senyum haru terpasang di wajah mereka tspi tak sedikit yang menampilkan senyum kecut terutama para Putri Kerajaan yang ikut bertading dalam kontes ini.
Seseorang berseru di tengah riuh tepuk tangan, "Itu adalah permainan paling menyentuh yang pernah saya dengar seumur hidup! Terlalu Indah!"
"Anda benar! Walaupun Putri Ying tidak melantunkan sedikitpun nyanyian seperti yang lainnya lakukan tapi alunan musik yang ia mainkan sudah cukup membuat saya mengeluarkan air mata haru."
"Sangat bagus! Terlalu bagus! Saya tak habis pikir jika Putri Agung Kerajaan Qiu Wang ternyata sangat berbakat! Kenapa ia baru muncul sekarang jika di masa lalu ia selalu mengikuti acara Kerajaan seharusnya namanya sudah sangat terkenal di seluruh daratan ini!"
Yiu menatap sekelilingnya dan menampilkan senyum tipis sembari mengangkat dagunya penuh percaya diri setelah itu berdiri untuk memberi hormat dan kembali menuju tempat kosong di sebelah Pangeran Huang.
Masih dengan senyum anggun di wajahnya, Yiu menoleh ke arah Pangeran Huang yang berbicara dengan pandangan yang masih tertuju ke depan tanpa berniat menoleh sedikitpun seolah itu bukan hal yang mengejutkan, "Permainan yang luar biasa Putri Ying, sejak kapan kau mahir memainkan alat musik? Setahuku kau selalu mengurung diri di kamar dan selalu sibuk menyulam di sapu tangan barumu. Kenapa sekarang kau tidak mengikuti kontes menyulam?"
Tepat setelah Pangeran Huang menyelesaikan ucapannya, ia memutar tulang lehernya menatap lekat manik Yiu seolah tengah mencari sesuatu mencurigakan yang tersembunyi di dalamnya.
__ADS_1
Yiu dengan tenang nan senyum manis tercetak jelas itu menjawab, "Belakangan ini saya bosan selalu menyulam di waktu senggang, sebaliknya akhir-akhir ini saya mulai tertarik untuk bermain alat musik sehingga saya mulai mempelajarinya beberapa bulan kebelakang."
"Hm ... masuk akal, tapi tunggu kenapa kau tadi tak bernyanyi?" ucap Pangeran Huang sembari mengubah posisi duduknya sedikit condong ke arah Yiu dan menopang dagunya dengan tangan kanan seputih salju miliknya.
"Itu karena tenggorokan saya sedang bermasalah, Pangeran," Jawaban yang Yiu berikan cukup tegas dan meyakinkan.
Sebelum Pangeran Huang ingin mengatakan sesuatu seorang kasim terlebih dahulu menyerukan kepada seluruh tamu Kerajaan untuk berpindah menuju ke tempat pertarungan memanah dan berpedang untuk bangsawan pria.
Seluruh tamu kerajaan pun berpindah memposisikan diri di menara penonton yang mengelilingi halaman kosong di tengah menara yang akan dipergunakan sebagai lokasi perlombaan memanah.
Baru saja Kaisar Wang duduk di kursinya tiba-tiba Chichi datang dan langsung berlutut beberapa langkah di samping Kaisar Wang, "Mohon seribu ampun, Yang Mulia, hamba ingin menyampaikan sesuatu yang penting dan begitu mendesak, Yang Mulia."
Kaisar Wang menekuk alisnya dalam, "Katakan."
Kaisar Wang menatap Chichi penuh selidik, Chichi tampak mencuri lirikan ke arah Yiu yang juga tengah menatapnya setelah itu kembali tertunduk dan mulai berbicara, "Mohon ijin lapor, Jendral Rong saat ini sedang dalam keadaan tidak sehat setelah tak sengaja memakan telur rebus dalam sajian kuah mie di acara sebelumnya, menimbulkan alergi yang cukup parah sehingga tidak dapat menyanggupi titah, Yang Mulia."
"Ceroboh sekali! Lalu bagaimana ini Ayahanda? Bukankan persyaratan yang tertulis adalah setiap Kerajaan harus mewakilkan 3 wakil terbaiknya untuk mengikuti lomba memanah dan berpedang?"
Kini giliran Pangeran Xiao Ce yang angkat bicara dengan awalan nada tinggi dan Kaisar Wang juga tengah sedang memikirkan sesuatu.
"Anda benar, Pangeran, sedangkan disini hanya tinggal kita berdua dan kerajaan kita tak membawa wakil yang cukup mumpuni untuk bersaing dengan wakil terbaik dari kerajaan lain selain *Xiao Rong," sahut Pangeran Huang yang mulai bersedekap tangan dengan raut wajah berpikir.
*Xiǎo (小) artinya Kecil dapat ditambahkan untuk menyebut teman dekat yang usianya sedikit atau lebih muda dari kita dengan catatan keduanya haruslah sudah akrab satu sama lain.
"Mohon ijin berbicara, Yang Mulia."
Suara Chichi memecah keheningan sesaat yang terjadi di antara mereka dan setelah mendapat anggukan dari Kaisar ia melanjutkan kalimatnya.
"Kerajaan Qiu Wang masih mempunyai satu harapan lagi yang memiliki kemampuan hebat dan hamba yakin ia mampu bersaing dengan kerajaan lain, Yang Mulia."
"Pemuda siapa yang kau maksud itu pelayan?" tanya Kaisar Wang.
Chichi terdiam sejenak sebelum berujar dengan penuh kesungguhan, "Orang itu adalah Yang Mulia Putri Ying, Yang Mulia."
"Apa!!"
Jawaban serempak keluar dari bibir Kaisar dan Permaisuri beserta ketiga anaknya.
TBC
**Jejaknya jangan lupa ya beb😚
Oh ya aku mau bikin jadwal update nih, kan minggu ini aku up di sini nah mingdep aku giliran up yg disebelah trus mingdepnya lagi baru aku up disini lagi, gimana?
__ADS_1
Jadi singkatnya, aku up disini 2 minggu sekali hehe.. mohon pengertiannya soalnya aku juga punya kesibukan sendiri di rl hehe
Makasih pengertiannya ya, salam manis dariku😚**