Flower Of War

Flower Of War
Chapter 44 : Rasa Sakit


__ADS_3

Kepala Lembaga Penyelidikan, Guo SanGong, muncul dari tengah kerumunan pejabat dan berkata sembari mengeluarkan sampel biji bunga, botol berisi madu dan kertas bertuliskan transaksi pembelian bunga.


"Semuanya, setelah Lembaga Penyelidikan melakukan observasi dan melihat kronologi kami berspekulasi bahwa, Mendiang Yang Mulia Kaisar Liu Xun meninggal setelah meminum teh madu beraroma bunga wisteria. Setelah kami selidiki lebih lanjut bahan dari teh tersebut, kami curiga dengan kandungan yang terdapat dalam bunga dan gula teh tersebut."


Yiu gelisah dalam diamnya, kepalanya terus-menerus menggeleng, berusaha menyangkal tuduhan.


Seisi Aula riuh sebelum Guo SanGong kembali bersuara, "Setelah Divisi Racun menyelidiki, kami menemukan barang bukti berupa racun dari bunga wisteria yang ternyata itu bukan tanaman hias biasa, bijinya mengandung racun. Semua bagian tanaman mengandung saponin yang disebut wisterin. Zat tersebut beracun dan jika tertelan, dapat menyebabkan pusing, kebingungan, mual, muntah, sakit perut, diare dan yang terparah pingsan, jika dicampur dengan campuran madu beracun yang hanya bisa didapatkan dari wilayah barat tepatnya di gunung utara QiuWang, dapat menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Lalu kami mencoba mengeledah setiap kamar dan hasilnya kami menemukan adanya bukti transaksi pembelian bunga wisteria beserta madu lebah gunung utara ini di dalam kamar anda, Putri."


Sekitar 6 prajurit segera menahan tubuh Yiu dan menyeretnya paksa Yiu keluar aula.


Yiu yang masih belum mengerti bagaimana bisa dia dituduh melakukan pembunuhan kepada Kaisar Liu Xun, ia mencoba berontak dan berteriak kearah Kaisar Liu Yu.


"Apa-apaan ini Yang Mulia! Saya tidak bersalah! Lepaskan! Saya berani bersumpah bukan saya yang melakukannya! Saya tidak berbuat apapun! Saya difitnah, Yang Mulia!"


Kaisar Liu Yu menghela napas dan bersuara sedikit rendah, "Semua bukti sudah sangat jelas, Putri, kamu seharusnya dijatuhi hukuman penggal. Namun, mengingat jasamu dalam peperangan ini aku akan meringankan hukumanmu, aku sekarang adalah seorang kaisar, aku tidak bisa mengesampingkan kejahatan demi urusan pribadi. Aku tidak bisa membantu banyak. ... Dengan ini aku menjatuhi Putri Mahkota Wang YingMei hukuman penjara 20 tahun, hukuman cambuk 100 kali dan akan dipenjara di sel terdalam di Penjara Langit."


Yiu masih berusaha memberontak, meneriakkan semua kata sanggahan atas tuduhan kepadanya. Namun, seolah tuli, Kaisar Liu Yu bahkan tidak menatap ke arah Yiu sama sekali. Wajahnya menggelap nan rumit.


Suaranya perlahan mulai teredam akibat semakin menjauh dari aula istana. Dirinya difitnah! Dia sendiri bahkan tak pernah memikirkan hal itu sama sekali, Yiu berani bersumpah untuk itu!


Berita siang ini dengan cepat menyebar ke kalangan bangsawan dan keluarga kaya di seluruh penjuru Ibu Kota namun seolah sangat dijaga ketat agar berita tidak bocor keluar Ibu Kota dan masyarakat sipil.


Yiu sudah ditempatkan di sel gelap, dingin dan sangat kotor. Sel itu cukup besar jika hanya diisi satu orang, dinding dan lantainya terbuat dari balok batu yang dingin dengan sebuah tempat tidur kayu beralaskan jerami di sudut ruangan untuk tidur dan di tengah ruangan terdapat sebuah meja kursi kecil dengan lilin yang menyala temaram di atasnya.


Di samping meja sudah terdapat kayu terlilit tali tambang yang diperkirakan digunakan untuk penyiksaan, dan benar saja setelah Yiu masuk kedua tangannya diikat memeluk kayu yang berdiri kokoh.


Yiu ingin memberontak namun luka di tangan kirinya kembali terbuka karena gerakannya tadi di aula sehingga membuatnya tidak bisa bergerak banyak untuk memberontak dan hanya bisa pasrah.


Ditambah cambukan yang dilakukan prajurit itu menambah lebar lukanya dan juga menimbulkan luka di sekujur punggungnya.


Malam telah tiba, Yiu duduk di sudut sel. Tangannya terikat, rambutnya acak-acakan, tubuhnya lemas menanggung luka yang hanya diberi saleb di wadah kecil dan hanya cukup untuk satu kali oles rata, ditambah ia tidak diberi makan seharian!


Malam itu ia habiskan untuk berpikir bahwa dia sedang difitnah dan bagaimana bisa dirinya dituduh melakukan hal yang bahkan dia sendiri tak pernah bayangkan.


Ia hanya bisa berharap jika Liu Yu hanya  sedang dibohongi dan akan segera mengeluarkan dia dari sel ini. Yiu yakin Liu Yu tidak akan sekejam itu padanya. Ia akan menunggu.


Seminggu telah berlalu, luka-lukanya beranjak tertutup dengan sendirinya walau tanpa pengobatan lanjutan, tubuhnya semakin lemas. Yiu diberi jatah makan sehari sekali itu saja hanya sebuah ubi bakar.


Jika saja sekarang Yiu tengah dalam misi bertahan hidup dia pasti akan memiliki cukup tenaga untuk berdiri hanya dengan memakan ubi. Namun, konteksnya sekarang berbeda, dia sedang terluka parah dan membutuhkan makanan yang cukup serta obat-obatan untuk pulih.


Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Apakah Liu Yu sengaja memfitnahku? Tidak, itu tidak mungkin! Lalu, siapa yang berani memfitnahku dengan keji seperti ini? Kenapa Liu Yu tidak segera membebaskanku?


Sesaat setelahnya terdengar langkah kaki dari kejauhan, Yiu melirik sekilas ke arah luar sel.


Sesosok bayangan tinggi bertubuh tegap berjalan sendirian di lorong gelap sel dengan hanya terdapat beberapa obor di sisi kanan sebagai penerangan.

__ADS_1


Pria itu memakai pakaian dari kain sutra berwarna emas dengan jubah luar berwarna hitam bermotif sulaman naga dari benang emas, sepatu bot berwarna hitam dan seluruh rambut yang disanggul cepol di atas kepala.


Siapa lagi yang akan berpakaian begitu mewah seperti itu kalau bukan seorang Kaisar.


Kaisar Liu Yu datang sendirian tanpa siapapun bersamanya, raut wajahnya datar dengan alis tegas yang memberi kesan sorotan tajam dan lesung pipi yang tercetak di wajahnya.


Yiu berkata dengan lirih, "Liu Yu?! Aku tahu kamu pasti akan membebaskanku. Kamu percaya aku tidak bersalah, bukan aku yang melakukan itu semua. Kau percaya padaku, 'kan?"


Kaisar Liu Yu masih diam tak berkata apa pun, wajahnya terlihat sedikit menakutkan di bawah cahaya obor yang temaram.


"Aku percaya bukan kamu yang melakukan ini semua, A-Ying. Aku percaya," dia mendekat selangkah, "Karena yang melakukan ini semua adalah ... adalah aku."


Hati Yiu yang awalnya menghangat kini pecah bagai dihantam hujan pisau yang mengarah padanya. Seseorang tolong pukul dia dan katakan semua ini hanya mimpi. Semuanya ini pasti hanya mimpi!


"Apa?! Ba-bagaimana mungkin?! Kenapa ... Liu Yu! Kenapa kau menjebakku! Dasar Binatang!"


Kaisar Liu Yu terkekeh sejenak sebelum kembali bersuara, "Aku sama sekali tidak menjebakmu, aku hanya memanfaatkan kebodohanmu itu saja, A-Ying."


Jadi selama ini aku dibohongi oleh binatang itu? Selama ini dia bersandiwara? Sungguh tak tahu malu!


"Ini bukan salahku, A-Ying. Semua ini salahmu dan kakak tertuamu yang sangat angkuh itu. Kamu dan keluargamu itu juga terlalu bodoh haha."


Kaisar Liu Yu kembali tertawa, kali ini tawanya lebih keras dan menakutkan dari sebelumnya. "Ya, aku sudah merencanakan ini semua. Bagaimana mungkin aku mau menikahi seorang wanita saja! Aku bisa mendapatkan puluhan ribu wanita jika aku mau.


Yiu semakin terbakar emosi, wajahnya semakin menggelap dan dia meraung serta mencaci binatang bernama Liu Yu itu dengan sisa tenaganya. Mencoba berdiri dan berjalan walau terseret-seret, mencoba mendekatinya dan membunuhnya.


Namun, sekarang ia berada di dalam sel sehingga tidak bisa mendekati Liu Yu yang berjarak beberapa kaki dari sel, membuat Yiu tidak bisa menjangkau tubuh tegapnya sekeras apa pun dia mencoba.


"Kau mau tahu sebuah rahasia, A-Ying? Aku melamarmu agar kau bisa membantuku memenangkan wilayah selatan sehingga mendapat kepercayaan Kaisar tua itu dan juga membunuh saudara-saudaraku yang ingin menggulingkanku seperti hewan mati. Aku yang mengancam Jendral Hai jika ia tidak membunuh Mo JiHan maka seluruh keluarganya yang akan membayarnya."


Liu Yu terdiam sejenak lalu terkekek. "Asal kau tau, aku yang merencanakan kematian ketiga saudaraku karena aku menempatkan mata-mataku di antara Prajurit LingJian. Berkat bantuanmu beserta pasukanmu aku bisa memenangkan wilayah selatan tanpa perlu mengerahkan pasukan cadanganku yang berada di kamp militer tersembunyi dan posisiku tak tergoyahkan. Terima kasih."


Binatang tak tahu malu ini masih tau caranya berterima kasih?


Tangan Yiu terkepal erat di jeruji besi sel yang dingin, "Kamu ... kamu sungguh biadap! Kamu bukan manusia kamu adalah binatang buas!"


"Aku? Aku tentu saja adalah Penguasa Wilayah Tengah dan Selatan Yang Agung. Yang Mulia Kaisar Liu Yu dan aku akan menguasai dunia di bawah sayapku!"


Napas Yiu terengah-engah karena menahan sakit di sekujur tubuhnya. Namun, sekarang hatinya ribuan kali lebih sakit. "Jadi kamu juga yang membunuh ayahmu?"


Kaisar Liu Yu bergerak maju selangkah, kepalanya menunduk mendekat ke arah Yiu dan berkata dengan lirih, "Tentu saja, pria bodoh itu pantas mati."


Tubuh Yiu semakin merosot ke bawah dan akhirnya jatuh terduduk di lantai, kepalanya mendongak ke arah Liu Yu. Sorot mata tajam membunuh penuh aura kebencian terpancar jelas di wajah pucatnya.


Liu Yu tidak takut sedikit pun, wajahnya malah semakin menampilkan senyuman mengerikan dengan lesung pipi terpahat jelas.

__ADS_1


"Aku datang ke tempatmu bukan hanya untuk melamarmu, tapi juga untuk membeli racun dan tanaman itu atas namamu. Kenapa? Kau terkejut sekarang? Kau ingin membunuhku? Lebih baik kau mengakhiri hidupmu saja dan mempersiapkan kedatangan keluargamu di neraka."


Mendengar itu Yiu langsung mengerti arah pembicaraan Kaisar Liu Yu. Tangannya segera berusaha mengapai kaki Liu Yu, tetapi gerakannya kalah cepat.


"Dasar Binatang! Jangan sentuh keluargaku!"


Kaisar Liu Yu berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Yiu. "Pilihan ada di tanganmu. Kalau kau ingin menyelamatkan keluargamu kau harus bertahan menerima siksaan setiap hari tapi jika kau tidak kuat kau bisa membunuh dirimu sendiri dan tepat saat itu juga aku akan mengirim pasukanku untuk menyerang QiuWang, bagaimana? Ide bagus, 'kan?"


Tubuh Yiu terlalu lemah, pikirannya sudah terlalu kacau saat ini. Dia tidak bisa berpikir jernih. "Baiklah, aku bersedia ... ta-tapi jangan sentuh kelurgaku."


Kaisar Liu Yu semakin mengembangkannya senyum liciknya dan berkata, "Aku tidak."


Setelah itu, Liu Yu mengelus kepala Yiu yang sudah bersandar lemas di dinding sel kemudian beranjak pergi.


"Itu baru A-Ying ku."


Setelah kepergian Liu Yu, air mata Yiu tak dapat terbendung lagi. Air matanya meluncur jatuh bak sungai yang tak terbendung, ia meraung dan mengutuk tanpa henti. Tangannya memukul jeruji kayu hingga berdarah. Hatinya mencelos sakit. Terlalu sakit bagai hujan paku yang membombardir dirinya tanpa henti.


"Dasar Pengkhianat! Dasar iblis! Tak punya hati! Kenapa ... Liu Yu, kenapa? Apa salahku padamu? Kenapa kau tega melakukan ini padaku? Bahkan setelah ... semua ini kau tega mengkhianati ku. Kenapa Liu Yu, kenapa? ... arghhhhhh kenapa Liu Yu! Padahal ... padahal ak-aku sudah mempercayaimu. Aku sudah menyerahkan hatiku padamu! Sialan! Kali ini aku akan membunuhmu, membakarmu hidup-hidup, memotong tubuhmu menjadi bagian terkecil dan menggantung kepalamu di gerbang Ibu Kota! Liu Yu! ... tunggu pembalasanku! Aku pasti akan membalas dendam!"


Yiu berteriak kencang sebelum tubuhnya benar-benar lemas dan tergeletak di lantai sel. Yiu pingsan!


Sebelum kesadarannya benar-benar menghilang, Yiu berkata lirih nyaris tak terdengar, suaranya terlalu kecil.


"Tolong aku."


♣♦♣


Di lain tempat, Pangeran Wu Xiao terbangun ditengah tidurnya dengan keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya dan napas yang tersengal-sengal sembari berteriak, "LiYing!!"


Setelah napasnya sedikit teratur, Wu Xiao segera menyeka keringat di dahinya dan bergumam, "Aku bermimpi buruk ternyata, tapi kenapa terasa begitu nyata? Kenapa dalam mimpiku aku melihat Putri Ying dalam bahaya?"


Wu Xiao mencoba menganggap ini semua hanyalah sebuah bunga tidur belaka dan melupakannya. Ia kemudian melirik ke luar jendela yang memantulkan cahaya mentari pagi, ia bangun dari tempat tidurnya dan segera bersiap.


Hari ini Wu Xiao sedang ingin bersantai menikmati suasana lembah Kota YanCheng setelah mengubur diri dalam masalah kota akhir-akhir ini.


Dirinya menjadi semakin tertutup dan sifatnya yang pendiam membuat para wakilnya yang berumur tidak jauh berbeda darinya lebih memilih menjauh tak menganggu, lagipula dirinya juga tidak terlalu mempermasalahkan juga.


Ditengah asik menikmati hamparan hutan dari tebing, seorang pelayan membawa sebuah gulungan di tangannya.


"Yang Mulia, daerah perbatasan mengalami sedikit masalah. Silahkan anda melihat surat dari Tuan Qin."


Wu Xiao mengambil dan membukanya. "Kenapa tiba-tiba begitu banyak pasukan BaiQing yang menuju wilayah barat?"


TBC

__ADS_1


__ADS_2