
Yiu menatap tak percaya ke arah Kaisar Wang, seolah tak percaya pada perkataan Kaisar sebelumnya dan mengira ini semua hanya halusinasinya belaka.
"Ayah tau ini berat untukmu, tapi A-Ying harus tetap memilih salah satu diantara empat lamaran ini karena dua diantaranya adalah lamaran untuk menjadi istri dari Pangeran Mahkota jadi kau harus pertimbangkan semua ini baik-baik, A-Ying."
Yiu masih terdiam kaku di tempatnya, pandangannya menatap ke arah Kaisar Wang namun terlihat jelas jika pandangannya sedang kosong.
"Pertimbangkan ini dengan matang, A-Ying. Pikirkan nasibmu, keluargamu, kerajaanmu, dan rakyatmu. Tapi jika kau sudah memiliki tambatan hati sendiri Ayah tidak akan melarangmu untuk memilih salah satu diantaranya. Dan Ayah akan mencoba mendekatkan kamu dengan dia ... jadi bagaimana A-Ying?"
Yiu tersadar dari lamunannya setelah merasa namanya dipanggil beberapa kali, tapi tak ada sedikitpun suara yang keluar dari tenggorokannya. Ia terlihat masih binggung hendak menjawab apa.
"Ahh Ayah tau kau butuh waktu untuk berpikir, kalau begitu kau bisa kembali dan memikirkan masalah ini baik-baik. Namun, jika dalam 3 hari kau belum bisa menentukan keputusan maka ayahanda sendiri yang akan memilihkan mempelai pria terbaik untukmu A-Ying. Kamu sudah lama memasuki usia menikah dan menikah adalah kehormatan perempuan dan negara jika bisa menikahkan anak perempuan mereka. Jadi harus disegerakan agar lebih baik."
Yiu kembali melotot tajam tapi setelah memutar kepalanya melihat raut wajah ramah ayahnya yang bercampur sedikit rasa 'tidak sukaan ditentang'-nya membuat Yiu mau tak mau menganggukan kepalanya lemah dan pergi setelah memberi hormat pada Kaisar Wang.
Yiu terus melamun sepanjang perjalanan menuju Paviliun Dahlia miliknya.
Pikirannya kacau, hatinya merasa tak tenang dan jiwa di dalam dirinya berteriak keras ingin mengumpat dan mengeluarkan kata-kata kasar sembari menghancurkan seisi istana.
Bagaimana bisa diusianya yang sekarang yang masih berusia 17 tahun dan tergolong baru beranjak dewasa diharuskan menikah?!
Hell ... Drama sialan apa yang sedang terjadi kali ini!
Ya walaupun wanita di zaman dulu akan dinikahkan jika sudah menginjak umur 15 tahun tapi tetap saja bagi Yiu menikah di usia 17 tahun adalah hal yang sangat mengejutkan baginya di tambah yang menikah adalah dirinya sendiri!
Jika itu adalah gadis lain Yiu tidak akan mempermasalahkan apapun namun situasi sekarang berbeda! Sangat berbeda! Dan juga Yiu pernah membaca sebuah artikel ternama tentang kekaisaraan dan berdasarkan pengetahuan umum, jika sebuah pernikahan terjalin antara dua kerajaan pasti lebih mendasarkan pada kelangsungan hubungan politik kedua negara daripada atas dasar cinta atau suka sama suka.
Itu sudah menjadi rahasia umum kala itu. Jadi bisa Yiu perkirakan jika hal yang sama akan terjadi padanya lalu buat apa kata 'memilih salah satu diantaranya' jika pilihan sudah ditentukan oleh pemimpin kedua negara.
Apalagi seorang Kaisar hanya memiliki satu permaisuri namun dapat memiliki puluhan selir untuk menjaga keturunan dan Yiu tak akan sudi untuk menikah dengan pria seperti itu dalam hidupnya!.
Ataukah dia akan menjadi satu satunya pengecualian? Bisakah dia meminta sumpah kepada seorang pria hanya akan memiliki satu wanita di sisinya seumur hidupnya, menyayanginya, menjaganya, mengasihani dan menemaninya dalam suka maupun duka? Seperti yang Ayahnya lakukan?
Namun Kaisar Wang melakukan sumpah itu dulu karena keadaan terdesak bukan sepenuhnya murni atas dasar cinta, ditambah fakta beliau pernah mengangkat tiga selir namun semuanya meninggal dengan penyakit yang tak wajar. Mungkin karena sumpah Itu? Oh ini sungguh membuat kepala Yiu terasa berdenyut sakit dan semakin sakit!
__ADS_1
Yiu lebih memilih dihadapkan dengan situasi ancaman pembunuhan atau masalah perampokan sekelompok orang di desa daripada harus berhadapan dengan masalah yang ia sendiri tidak tahu bagaimana cara menghadapinya! Kepalanya terus berputar dan sungguh serasa seperti bersiap ingin meledak detik ini juga!
Di lain tempat dan waktu tepatnya sehari setelah Yiu mendapat empat lamaran sekaligus dari empat kerajaan sahabat yang berbeda dan dua diantaranya adalah menjadi istri putra mahkota. Seluruh penjuru kota Qiu Wang langsung heboh dengan berita mengejutkan itu dan berita itu dengan cepat tersebar bahkan hingga keluar kerajaan dalam waktu satu hari satu malam.
Berita hangat yang beredar di luar bahwa Putri Ying menjadi terkenal dalam satu malam bukan hanya karena berkat parasnya saja yang menawan dan anggun tapi juga karena bakat militernya yang langka dan hanya satu-satunya membuat seluruh pria maupun wanita terkagum kagum padanya.
Di tambah dengan berita lama yang menyebar kembali tentang Putri Ying yang memimpin pasukan di garis terdepan pasukan di perbatasan ibukota saat melawan Tian Lu membuat sebagian orang tak heran jika Putri Ying dilamar oleh putra mahkota dari kerajaan besar.
Berita ini juga membuat beberapa putri kerajaan lain menumbuhkan pohon keirian untuknya. Di zaman ini, mendapatkan satu lamaran dari kerajaan besar sudah merupakan prestasi yang patut dibanggakan dan Putri Ying mendapatkan empat lamaran sekaligus! Itu sungguh membuat para putri itu berdecak kesal.
.
.
.
Yiu kini sedang duduk melamun di tangga paviliunnya dengan tangan kanan yang terus menangkap dan melambungkan kembali kerikil-kerikil kecil yang berada disekitarnya dan manik kosongnya yang menatap lurus ke udara dan tentu saja dengan raut wajah masih sedingin biasanya dengan tambahan alis tegas yang menekuk tajam.
Yiu yang terusik dari lamunannya akhirnya tersadar dan menoleh ke samping menatap dingin Chichi yang masih setengah membungkuk untuk menatap wajahnya itu kemudian menggeleng pelan.
"Apa karena lamaran itu, Putri? Anda tenang saja, Saya terus berdoa agar putri selalu dikaruniai kebahagiaan serta kemuliaan dari dewa selamanya."
Yiu tersenyum melihat senyum manis yang ditunjukkan Chichi dan untuk sesaat hatinya terasa menghangat.
Tak lama kemudian, seorang pria berpakaian ungu dengan topi hitam bermotif hiasan emas di kepalanya (ciri khas seorang kasim kaisar) masuk ke dalam Paviliun Dahlia lalu membungkuk hormat ke arah Yiu.
"Maaf menganggu waktu anda, Yang Mulia Putri Ying. Saya disini membawa pesan dari Yang Mulia Kaisar untuk anda agar segera menemui beliau di Aula Shanliang untuk membahas masalah yang cukup penting."
Yiu paham apa yang akan dibicarakan dan mengangguk kecil sebelum menegakkan punggungnya, berdiri dan berjalan di belakang kasim itu.
Sesampainya di Aula Shanliang, Yiu melihat Kaisar Wang duduk bersama seorang pemuda yang sekilas memiliki paras rupawan dengan ujung alis yang tegas, hidung yang bagai lereng gunung, manik yang selembut buah persik, dan bibir tipis serta lesung pipi tipis menghiasi wajah putihnya yang membuatnya terlihat semakin menawan saat tersenyum.
Pemuda itu tampak menawan di bawah sinar matahari dengan kulit seputih salju dan baju berwarna merah berhias kilauan emas tampak kontras padanya, dengan punggung tegap serta manik hitam kelam segelap langit malam yang sudah dapat dipastikan akan membuat seluruh wanita terhipnotis olehnya dalam sekali pandang.
__ADS_1
Yiu membungkuk memberi salam kepada keduanya, saat maniknya bertemu pandang dengan manik hitam kelam pemuda itu Yiu sempat bergeming untuk beberapa detik.
Siapa pemuda menawan ini? Dia memang sangat menawan tapi kenapa aku merasakan perasaan aneh seperti seperti ... dia begitu asing dan mencurigakan ... Siapa dia?
"A-Ying duduklah kemari, nak ... Perkenalkan dia adalah Putra Mahkota Kerajaan BaiQing Liu, Pangeran Liu Yu. Dia merupakan tunanganmu mulai sekarang."
Tubuh Yiu mematung untuk beberapa detik dengan manik yang melebar setelah mendengar kata 'tunangan' terucap dari mulut Kaisar Wang yang masih penuh senyum.
Dia ... tunanganku?! Aku bahkan belum memutuskan memilih salah satu dari lamaran itu dan tiba-tiba aku sudah menjadi tunangan orang lain yang bahkan sama sekali tidak ku kenal?!
Namun Yiu pernah mendengar sedikit tentang Negara bernama BaiQing Liu dari wilayah tengah, itu adalah negara terkuat di wilayah tengah yang dipimpin oleh Kaisar bernama Liu Song yang terbilang kejam dalam peperangan dan hampir selalu menang dalam peperangan, bahkan luas wilayah kekuasaannya tiga kali lipat luas wilayah Qiu Wang.
"Jangan bersikap tidak sopan seperti itu di depan tunanganmu, A-Ying. Ayo duduklah sebentar dan akan ayah jelaskan semuanya, kami sudah membahas banyak hal."
Amarah Yiu belum sepenuhnya mereda namun tubuhnya mulai merileks dan akhirnya berjalan menuju kursi kosong di samping Pangeran Liu Yu mendudukan dirinya dengan badan yang sedikit menjauh, maniknya masih menunjukkan rasa menuntut penjelasan dari Kaisar yang merupakan ayahnya itu.
Pangeran Liu Yu menatapnya hangat dengan senyuman ramah masih terpancar di wajahnya, tak ada sama sekali aura kesal atau marah yang terbaca dari raut wajahnya, membuat Yiu semakin bergidik ngeri.
Kaisar mulai menjelaskan maksud kedatangan Pangeran Liu Yu dan sedikit menyanjungnya, "Pangeran Liu Yu datang jauh dari wilayah tengah kemari khusus untuk membawa 'hadiah dari surga' ini untukmu, menjadi istrinya sekaligus menjemputmu untuk kembali bersamanya ke 'rumah barumu' ... sebenarnya ini terlalu berlebihan Pangeran, Kerajaan Qiu Wang hampir tidak memiliki muka untuk anda."
Pangeran Liu Yu menjawab dengan suara halus lembut dan tenang sebelum tersenyum menampilkan lesung pipi tipis di wajah tampannya membuat Yiu tidak bisa tidak meliriknya barang sesaat, "Kaisar tidak perlu bersikap seperti itu pada saya, saya datang kemari karena memang ingin membuktikan keseriusan saya untuk Putri Ying, lagipula bakat yang ia miliki sangat langka, saya sendiri sudah lama kagum padanya jadi bagaimana bisa saya berani mengirimkan lamaran oleh wakil saya untuk orang yang semenakjubkan seperti putri anda ini, Yang Mulia. Saya tidak memiliki nyali untuk itu."
Kaisar Wang kembali tersenyum dan kembali menjelaskan, "Maaf telah sangat merepotkanmu Pangeran ... ah iya A-Ying, Pangeran Liu Yu akan menginap di sini beberapa hari selagi mengurus persiapan pernikahan kalian di sini sebelum mengurus upacara pernikahan kalian di BaiQing, jadi segera persiapkan dirimu, A-Ying. Ah ya dan jangan buat masalah lagi."
Yiu terlonjak kaget dan menatap horor ayahnya itu. Melihat itu, Pangeran Liu Yu menahan senyumnya dan berkata, " Aku yakin Putri Ying tidak suka membuat masalah jadi tolong jangan begitu menekannya, Yang Mulia."
Kaisar kembali tersenyum lega sebelum kembali berbicara panjang lebar mengenai rencana upacara pernikahan antara Yiu dan Pangeran Liu Yu dengan wajah penuh binar, sangat kontras terlihat menunjukkan rasa suasana hatinya yang sedang sangat baik.
Yiu yang hanya diam memperhatikan dengan wajah bosan bercampur kesal hanya bisa bergumam mengejek dalam hati.
Drama menjijikan apa yang sedang kalian mainkan ini?! Bisakah kalian tidak menyeretku dalam rencana kotor ini ku mohon ... aku belum ingin menikah! Oh ya tuhan hidupku akan berakhir detik ini juga di neraka kesuraman ....
TBC
__ADS_1