
Seluruh pasang mata menatap tak percaya kearah Mu Tong yang menjabat sebagai Menteri Keuangan Kerajaan Zhang Wu yang berbicara lantang sembari menunjuk tegas kearah Pangeran Wu Xiao.
Pangeran Wu Xiao nampak tenang menatap Menteri Mu Tong seolah ia tak terkejut akan tuduhan lancang tak beralasan sang menteri.
Prajurit yang berada dipihak sang menteri pun mendekati Pangeran Wu Xiao dan akan menangkapnya, Wu Xiao masih tetap dalam posisi duduk santainya menatap tajam Menteri Mu Tong.
"Kenapa kau sangat yakin jika akulah dalang dari semua ini Menteri Mu Tong? Bukankah laki laki sejati akan mempertanggung jawabkan kesalahannya dan tidak menyalahkan seseorang atas kesalahan yang tidak ia perbuat? Atau bisa dibilang ini acara untuk menjebak diriku agar seseorang bisa menaiki tahta kerajaan ini?" Wu Xiao angkat bicara membuat sebagian orang terdiam termasuk Menteri Mu Tong.
"Bukankah sudah jelas bahwa keluarga kerajaan yang tidak keracunan disini hanya anda pangeran, pasti anda memiliki rencana untuk menyingkirkan Kaisar dan Putra Mahkota agar anda dapat segera naik tahta karena anda adalah calon pewaris tahta kedua setelah Putra Mahkota Wu Tian, maka dari itu anda pasti mencampurkan gula beracun diminuman mereka" ucap Menteri Tong menggertak Wu Xiao.
Wu Xiao terkekeh pelan namun semakin lama tawa Wu Xiao semakin kencang membuat orang yang berada disekitarnya bergidik ngeri.
"Bagaimana kau tau jika aku yang meracuni mereka dengan gula beracun bukankah kau bisa menuduhku meracuni air mereka atau teh mereka yang mungkin lebih masuk akal atau bisa juga racun yang sudah dilapiskan di sendok untuk mengaduk teh tapi tanpa diberitahu oleh siapapun kau dengan percaya diri berkata aku meracuni keluargaku dengan gula beracun, bukankah sudah jelas disini siapa pelakunya" Wu Xiao mengeluarkan smirk-nya membuat Sang Mentri mati kutu.
Tiba-tiba seluruh anggota kerajaan yang pingsan terbangun dan berdiri seakan tak terjadi apapun pada mereka, termasuk Sang Kaisar yang kini berdiri tegap menatap marah kearah Menteri Mu Tong.
Seluruh pasang mata terkejut menatap drama yang sedang berlangsung di istana.
Wajah Menteri Mu Tong semakin pucat, ia tak mengira jika Pangeran Wu Xiao dan seluruh keluarga Kerajaan sudah mengetahui rencana busuknya untuk menguasai istana, kini mereka berhasil memainkan sandiwara yang membuat dirinya tertangkap basah menjadi otak dibalik ini semua.
"Tak kusangka kau udang di balik batu, Menteri Keuangan Mu Tong! Atas tindakan yang kau lakukan yaitu percobaan membunuh seluruh anggota Kerajaan Zhang dengan ini ku jatuhi hukuman gantung untukmu dan juga untuk seluruh orang yang terlibat dalam rencana busukmu, tak cukup itu saja kalian akan di eksekusi di alun-alun dan mayat kalian akan diarak keliling kota!" Kaisar menatap nyalang Menteri Mu Tong.
"Maafkan hamba Yang Mulia, tapi bukan hamba dalang dibalik semua ini hamba bahkan tak terlibat sama sekali dengan peristiwa ini, hamba hanya panik Yang Mulia" Menteri Mu Tong bersujud memohon pengampunan Sang Kaisar yang hanya tersenyum kecut.
"Dia berbohong Yang Mulia" suara lantang yang berasal dari pintu masuk taman istana membuat seluruh pasang mata menatap kearah sumber suara.
Yiu berdiri tegap didepan pintu masuk taman istana, tangan kanannya mencengkram erat tangan seorang pelayan yang tertunduk pasrah.
"Dia berbohong Yang Mulia, hamba membawa saksi disini. Ayo cepat katakan yang sejujurnya kepada semua orang" bentak Yiu yang menguncang tubuh pelayan yang sudah sangat ketakutan itu.
"... Atau seluruh keluargamu akan mati jika kau tidak berkata jujur" bisik Yiu disamping telinga pelayan itu.
Manik pelayan itu membelalak mendengar perkataan Yiu, kepalanya menggeleng lemah dan matanya mulai menitikan air mata.
Pelayan itu jatuh terduduk dengan sendirinya sambil menangis dan mulai bersujud dihadapan sang Kaisar.
"Maafkan hamba Yang Mulia hamba terpaksa menuruti perintah dari Menteri Mu Tong karena hamba membutuhkan uang untuk membiayai pengobatan ibu hamba yang kini sedang sakit keras, Yang Mulia tolong maafkan hamba hiks hiks."
__ADS_1
Yiu yang berada disampingnya merasa iba karena memang pelayan muda ini tidak berbohong dan Yiu tau itu dari sorot matanya yang memancarkan aura kesedihan.
Kaisar yang masih marah pun tidak memperdulikan alasan sang pelayan, ia sudah terlanjur dibutakan oleh amarahnya yang meledak ledak.
"Alasan! pengawal cepat penjarakan mereka berdua dan semua orang yang terlibat dalam kasus ini dan lusa akan ada hukuman gantung bagi mereka di alun-alun kerajaan. Cepat bawa mereka pergi!"
Menteri Mu Tong dan pelayan itu semakin histeris termasuk beberapa prajurit serta pengawas dan pemasok makanan yang ikut andil dalam kasus ini diseret paksa dari Taman Istana menuju ke penjara bawah tanah.
Setelah itu, keadaan menjadi hening seketika. Kaisar yang termenung akibat kejadian yang menimpa kerajaannya kali ini dan para tamu undangan yang masih sangat syok dengan peristiwa besar yang baru saja dialami dan pasti akan tercatat dalam sejarah kerajaan ini selamanya.
"Maaf atas kejadian yang tidak menyenangkan tadi yang telah membuat kalian terkejut namun jika saja tidak ada Pangeran Wu Xiao dan Pangeran Zhou Li yang bertindak cepat maka mungkin kejadian tadi memang akan terjadi sungguhan oleh karena itu aku akan menghadiahkan Pangeran Wu Xiao naik pangkat menjadi Jendral Besar Kerajaan serta daerah kekuasaan di pesisir dermaga utara Kerajaan dan Pangeran Zhou Li giok tanda tamu kehormatan yang bisa keluar masuk Kerajaan Zhang Wu sesuka hati dan akan ku beri hadiah barang apapun yang ia inginkan selama berada di Kerajaan ini hingga akhir hayatnya"
"Terima kasih Yang Mulia" ucap Wu Xiao dan Yiu serempak sembari menundukan badannya sebagai penghormatan kepada sang Kaisar.
Kaisar tersenyum samar namun sangat jelas dimatanya ia sangat bangga akan jasa sang Pangeran keduanya dan Pangeran Zhou Li.
Seluruh tamu bertepuk tangan untuk Wu Xiao dan Zhou Li, termasuk kedua kakak Yiu siapa lagi kalau bukan Pangeran Xiao Ce dan Pangeran Huang yang juga sempat terkejut melihat keterlibatan Yiu dalam peristiwa ini.
Pantas saja ... Anak itu menghilang tiba-tiba sejak tadi ... Batin Putra Mahkota Xiao Ce.
Yiu yang sudah memutar tubuhnya hendak melangkah kembali menuju paviliumnya merasakan seseorang memangilnya dari belakang akhirnya menoleh ke sumber suara itu.
"Terima kasih atas bantuan dan ide darimu Li Ying jika bukan karena kau mungkin hari ini Kerajaan Zhang akan mengalami kehancuran."
Ternyata suara itu berasal dari Pangeran Wu Xiao yang sudah berada tepat dibelakang Yiu.
"Sama-sama ... Eh tunggu dulu kau tadi memangilku apa?"
Yiu tersenyum manis namun singkat kearah Wu Xiao. Entah mengapa ada perasaan aneh yang menjalar keseluruh tubuh diri Pangeran Wu Xiao saat menatap senyum manis Yiu.
Wu Xiao mendapatkan kembali kesadarannya setelah merasakan dorongan keras di bahunya membuatnya terdorong mundur.
"Eghh ... Terserah diriku ingin memanggilmu apa lagipula aku memang memanggil namamu apa itu salah? Bukankah nama samaranmu Zhou Li dan nama asli Wang YingMei jika keduanya digabung menjadi Li Ying" Wu Xiao mulai menampilkan raut wajah tak berdosa.
"Terserah!" Yiu mengibaskan tangannya dan hendak melangkah pergi menuju pintu keluar taman istana.
"Tunggu dulu Li Ying!" Wu Xiao sedikit berteriak memanggil nama Yiu dengan julukan baru yang ia ciptakan sendiri.
__ADS_1
"Apa lagi?" Yiu memutar tubuhnya malas dan menatap Wu Xiao jengah.
"Bukankah kau akan kembali ke Kerajaanmu esok siang Li Ying?" Wu Xiao mendekatkan dirinya kehadapan Yiu.
"Iya ... Lalu?" jawab Yiu malas.
"Esok pagi saat sang surya belum bangun segera bersiap diri dan jangan kunci jendela sebelah barat karena aku punya kejutan untukmu esok sebagai tanda terima kasih" bisik Wu Xiao di telinga Yiu yang membuat Yiu bertanya-tanya dalam hati.
"Kenapa tidak sekarang saja? Kenapa harus esok pagi dan kenapa juga jendela kamarku tak boleh dikunci? Kau mau berbuat macam macam ya! Sialan tak akan ku biarkan kau hidup!" Yiu mulai tersulut emosi namun dirinya masih menginginkan penjelasan Wu Xiao selanjutnya.
"Kau gila? Ingat, kau itu sama sekali bukan kriteriaku jadi jangan berpikir terlalu liar dan untuk masalah esok kau akan tau sendiri nanti" ujar Wu Xiao ketus lalu pergi meninggalkan Yui sendiri.
Yiu mendengus kesal lalu berjalan pelan menuju pintu taman dan disana ia melihat Pangeran Huang dan Putra Mahkota Xiao Ce berdiri disana dan mungkin sedang menunggu Yiu sembari berbincang.
Yiu sangat gugup sekaligus takut jika harus mendapat hukuman dari Putra Mahkota Xiao Ce karena ia berbuat ulah lagi.
Yiu berjalan pelan menuju kearah mereka berdua, ia menelan ludahnya susah payah akibat ketakutannya yang setengah mati.
Pangeran Huang yang menyadari kehadiran Yiu tersenyum manis kearah Yiu namun berbeda dengan Putra Mahkota Xiao Ce yang menatapnya datar namun tajam.
Entah apa yang sedang dipikirkan Putra Mahkota Xiao Ce apakah ia memang menatap seseorang dengan tatapan elangnya atau memang ia marah dengan Yiu, raut wajahnya sama sekali tak dapat dibaca oleh Yiu.
"Mari kita kembali ke pavilium bersama-sama" ucap Pangeran Huang yang berjalan pelan disusul Putra Mahkota Xiao Ce dan Yiu yang berjalan mensejajarkan langkah dengan Pangeran Huang menuju pavilium mereka yang terletak bersebelahan.
Yiu berjalan menunduk ia tak berani jika harus menengok kembali wajah menyeramkan dari Putra Mahkota Xiao Ce, mungkin sifat asli Ying mulai bereaksi saat berada didekat kakaknya yang satu ini.
Yiu terus merapalkan doa dalam hati saat maniknya tak sengaja bertemu dengan manik elang Putra Mahkota.
"Dewa tolong selamatkan hambamu dari amukan Pangeran Xiao Ce."
TBC
**Hai hai semua! masih nungguin cerita ini kah? aiyo maafkan daku yang ngilang dan nepatin janji huhu.
Aku kemaren" sibuk ama project brg tmn" authorku ditambah PAT trus mikir kelanjutan cerita ini dilapak sebelah.
Maklum lah aku ngetiknya perlu mood yang bener" gede 555 sampe yang disana aja aku juga anggurin. Sekali lagi maapin yaak* :
__ADS_1