
Yiu mengerti ucapan Putra Mahkota karena jika seseorang sedang diintrogasi dan berbohong maka orang itu akan lupa dengan kebohongannya setelah didesakkan oleh pertanyaan lain yang membuat ia berbohong lagi.
Yiu berusaha tersenyum tenang meskipun ia sangat gugup didalam.
"Dimana dirimu melihat Mentri Mu Tong dan pelayan itu bertemu untuk bersekongkol?" ucap Putra Mahkota Xiao Ce tegas menatap lurus Yiu.
"Aku melihat mereka bertemu di taman belakang sebelah barat istana yang cukup sepi bersama Pangeran Wu Xiao" ucap Yiu mantab.
"Lalu bagaimana bisa kau bersama Pangeran Wu Xiao berada ditempat sepi seperti itu? Apa yang kalian berdua lakukan sebelumnya?" ucapan Putra Mahkota Xiao Ce naik satu oktaf.
Yiu terdiam sejenak, ia lupa membuat alasan yang kuat tentang masalah ini. Apa ia memang harus menceritakan kepada kakaknya jika ia yang waktu itu sedang melerai ketiga putri yang berdebat tiba-tiba ditarik paksa Wu Xiao ke tempat itu lalu ia menjahili Yiu dan bahkan sempat memeluk Yiu?
Hoho apa kau sudah hilang akal Yiu?.
"Saya sedang berbincang dengan ketiga putri dari kerajaan lain sembari berjalan mengitari taman istana dan tak sengaja bertemu dengan Pangeran Wu Xiao, ia mengajak kami berbincang sebentar kemudian ketiga putri tadi undur diri karena pesta akan segera dimulai namun saya masih berbincang dengan Pangeran Wu Xiao."
Yiu semakin memantapkan nada bicaranya.
"Selang beberapa waktu kami memutuskan untuk kembali ke acara pesta dan kami tak sengaja melihat siluet seorang pria berjubah berjalan menuju tempat yang temaram lalu kami sepakat untuk menyelidiki siapa pria itu, mencuri dengar percakapan pria berjubah itu dengan seorang pelayan kemudian kami menyusun rencana untuk menjebak pria berjubah itu yang ternyata adalah Menteri Mu Tong. Dan pelayan yang saya bawa tadi adalah pelayan yang bertemu dengan Mentri Mu Tong sebelumnya. Kami tidak melakukan apapun selain hanya berbincang dan merencanakan siasat yang sudah menjadi tontonan hari ini."
Yiu menjelaskan sebagian fakta dan mengarang sebagian cerita agar tidak semakin menimbulkan kecurigaan bagi Putra Mahkota Xiao Ce.
Yiu sudah biasa menghadapi situasi yang mengharuskannya mengarang alur cerita yang sedikit meleset dari fakta yang ada.
Ia pernah dilatih untuk bersikap tenang saat mengarang sebuah cerita bahkan ia sempat diajarkan oleh Pimimpinnya langsung dikehidupan sebelumnya, saat itu Yiu masih menjadi anggota baru dari personil khusus dan hanya diberikan kepada orang yang terbaik dari pasukan khusus itu.
Ia mendapatkan pelajaran itu guna mengelabuhi musuh agar ia bisa bernegosiasi dengan musuh supaya melepaskan sandera tanpa dicurigai dan juga untuk menyelamatkan diri dari ancaman musuh, namun ia tak akan bisa berbohong jika sudah berhadapan dengan Kepala Staf Han yang dulu juga diajarkan cara ini sekaligus sahabat Yiu yang sangat mengenalnya melebihi siapapun.
Sepertinya sifat asli Yiu mulai mendobrak paksa sifat Putri Ying yang asli untuk kembali memimpin tubuh sang Putri saat bersama kedua kakaknya.
Putra Mahkota Xiao Ce terdiam sejenak, ia tidak bisa langsung percaya pada apa yang dikatakan adik perempuan semata wayangnya itu.
__ADS_1
Melihat sedikit kerutan diwajah sang kakak, Yiu dengan cepat melayangkan pernyataan yang harus bisa menjawab semua pertanyaan dibenaknya seolah Yiu memang mengetahui isi pikiran Putra Mahkota.
"Apakah Pangeran lupa jika saya sedang menyamar sebagai seorang Pangeran dan yang mengetahui identitas asli saya hanya Pangeran Huang dan anda sendiri bukan begitu, Pangeran?" Yiu menatap Putra Mahkota mantab seolah meyakinkan sang kakak untuk percaya terhadap perkataannya.
"Jika hanya Pangeran dan Pangeran Huang saja yang mengetahui identitas asli saya bukankah itu berarti Pangeran Wu Xiao memang mengira saya adalah laki-laki dan ia memang tak memiliki niat apapun selain berbincang? Namun lain halnya jika Pangeran Wu Xiao ternyata memang menyukai sesama lelaki" Yiu melanjutkan perkataannya menepis pikiran buruk Putra Mahkota.
"Ucapanmu ada benarnya Putri Ying, untuk sementara ini aku melepaskanmu namun aku tak akan jatuh untuk kedua kalinya seperti waktu itu. Sekarang sudah malam lebih baik kau segera beristirahat dan mengumpulkan tenaga untuk mempersiapkan keberangkatan kita esok siang menuju kembali ke Kerajaan Qiu Wang"
Putra Mahkota berdiri diikuti oleh Pangeran Huang dan Yiu, kemudian Putra Mahkota secara tiba-tiba mengelus kepala Yiu lembut membuat sang empu yang sedang tertunduk sontak mengangkat kepalanya menghadap Putra Mahkota dengan pandangan terkejut. Ia merasa dejavu dengan perilaku Putra Mahkota yang sangat mirip dengan Ayahandanya waktu itu.
"Aku senang kau berubah banyak Putri Ying" ucap Putra Mahkota Xiao Ce tersenyum samar lalu melangkah pergi keluar pavilium Yiu.
Pangeran Huang yang melihat kejadian langka itu hanya terdiam kaku tanpa sepatah kata terlontar darinya.
Ia larut dengan pikirannya sendiri dan tak menyadari kepergian Putra Mahkota, Pangeran Huang masih setia berdiri kaku menghadap Yiu yang sama halnya dengan dirinya yang menatap sosok yang melangkah keluar pavilium dengan pandangan tak kalah terkejutnya.
Ini adalah pertama kalinya Putra Mahkota Xiao Ce bersikap hangat dengan adik bungsunya yang terkenal lemah itu. Putra Mahkota Xiao Ce dikenal sebagai pribadi yang sangat membenci orang yang masih muda namun mempunyai sifat yang lemah tak perduli jika adik bungsunya sendiri lemah ia tak akan segan-segan menunjukan kebenciannya.
Dan hari ini, Yiu berhasil membuktikan jika dirinya sudah tidak dianggap lemah oleh Putra Mahkota, ada perasaan senang tersendiri yang dirasakan oleh Yiu.
Menyadari jika Putra Mahkota sudah melangkah pergi, Pangeran Huang bergegas pamit kepada Yiu dan tak lupa memeluk singkat Yiu sebagai tanda kasih sayang seorang kakak kepada adiknya lalu bergegas keluar menuju paviliumnya.
Yiu merebahkan tubuhnya di tempat tidur miliknya, ia mendesah pelan melepaskan segala penat yang ia rasakan sepanjang hari ini.
Yiu menatap langit-langit kamarnya yang berwarna coklat tanah, otaknya memutar kembali memori hari ini bersama dengan Pangeran Wu Xiao.
Entah kenapa Yiu merasa damai ketika melihat sepasang manik berwarna hijau gelap yang menghipnotisnya saat manik mereka bertemu, ia merasa seperti melihat Han sahabatnya yang sangat ia rindukan. Tak terasa sudut bibir Yiu terangkat keatas membentuk guratan melengkung samar.
Apa yang kau pikirkan Yiu! Dia bukan Han tapi dia adalah Pangeran Wu Xiao. Kau sudah mati dan kini kau terperangkap ditubuh Putri yang sudah meninggal dan kini yang harus kau lakukan adalah membuat tubuh ini tidak dihina dan dipandang rendah lagi. Jadi jangan libatkan perasaan dalam misi khusus dari Dewa.
Yiu memaki dirinya sendiri dalam hati, memang bagi Yiu terperangkap ditubuh lemah ini adalah amanah khusus dari Dewa untuk membantu mengangkat nama baik tubuh ini.
__ADS_1
Perlahan rasa kantuk dan lelah mulai menyebar keseluruh tubuh Yiu yang akhirnya memejamkan maniknya membiarkan sang kegelapan mengambil alih kesadarannya.
♣♦♣
Yiu terbangun saat mendengar suara ketukan di jendela bagian barat kamarnya.
Yiu bangkit dari kasurnya secepat kilat dan sudah mempersiapkan nyali untuk bertarung mungkin saja orang yang mengetuk jendela itu ingin merampok barang barang disini namun memastikan di dalamnya tak ada orang atau memang orang itu berniat buruk padanya.
Untung saja jendela tersebut masih terkunci rapat sehingga ia masih bisa bersiap sebelum menghadapi orang dibalik jendela itu.
Tangannya bergerak membuka kunci jendela dan secepat mungkin mendorong jendela itu agar terbuka.
Dukkk ...
"Awww."
Terdengar suara seperti jendela ini menabrak sesuatu yang keras dan diikuti suara erangan lirih nan berat khas seorang pria.
"Rasakan itu pencuri bodoh!" Yiu tersenyum bangga pada dirinya sendiri dan mulai menggertak pria yang sudah jatuh terduduk sembari menunduk memegang kepalanya yang berdenyut sakit.
Tapi tunggu ...
Kenapa Yiu merasa ada yang janggal disini atau mungkin ada sesuatu hal yang ia lupakan?
Yiu yang masih setengah sadar mengira jika ia kini tengah berada di kamar rumah miliknya di kehidupan sebelumnya dan mengira orang yang berada di balik jendela adalah pencuri yang ingin merampok rumahnya.
Yiu terdiam sesaat, maniknya masih tertuju pada pria yang terlihat berpakaian seperti rakyat biasa, pria itu mencoba berdiri mensejajarkan tingginya dengan Yiu.
Terlihat pria itu ingin sekali menyembur wajah Yiu yang masih melamun dengan kekesalannya dan unek-unek yang sudah tak dapat Ia bendung lagi.
Tangannya bergerak memegang bahu Yiu dan menguncangnya keras agar ia kembali tersadar dari lamunannya dan agar ia bisa cepat kembali menyembur Yiu dengan kekesalan yang ia rasakan ditambah sedikit bentakan.
__ADS_1
"Kau memang sengaja ingin membunuhku atau bagaimana hah! Apa kau lupa dengan ucapan ku semalam Li Ying? Dasar pelupa seperti orang tua saja!"
TBC