Flower Of War

Flower Of War
Chapter 6 : Teror Misterius


__ADS_3

"Aduh.." Yiu mundur beberapa langkah karena dirinya tak sengaja menabrak sesuatu.


"Aduh.. Aku yakin pasti aku menabrak batu atau patung karena benda itu sangat keras" Yiu menggerutu sembari mengusap keningnya yang sakit.


"Kau punya mata atau tidak bodoh!!"


Yiu terkejut dan spontan mendongakkan kepalanya. Maniknya bertatapan dengan manik seorang pemuda yang lumayan tampan, rahang tegas, hidung mancung, bibir tipis, dan manik mata yang indah, pahatan diwajahnya sangat sempurna, Yiu terpaku dengan maniknya untuk beberapa detik begitu juga dengan pria bermanik hijau gelap itu dan setelah kesadarannya kembali Yiu segera memaki pria itu.


"Hey tuan yang kau bilang bodoh itu siapa hah berani sekali kau berkata seperti itu!!" Emosi Yiu mencuat naik ke permukaan.


"Cih memangnya kau siapa sehingga aku harus bersikap baik padamu" pria itu masih menampilkan raut wajah datar dan dingin.


"Dasar pria tak punya sopan santun harusnya kau..."


Belum sempat Yiu melanjutkan perkataannya datanglah sekumpulan prajurit istana dan berteriak "Cepat cari Putri Ying, bisa jadi Putri berada disini dan untuk semuanya apabila kalian bisa memberitahu kami keberadaan Putri Ying maka akan diberi imbalan 500 tael perak oleh Kaisar"


Rakyat yang mendengar itu mulai berlomba lomba mencari Putri Ying demi imbalan tersebut walaupun tak sedikit rakyat yang tidak peduli dengan Putri sampah itu.


"Buat apa kita mencari putri yang tak berguna seperti dia, bisa saja dia pergi ke hutan dan memilih mati dimakan binatang buas karna malu haha" ucap seorang pria yang disetujui beberapa orang yang mendengarnya.


Yiu yang mendengar itu mengepalkan tangannya menahan amarahnya yang semakin membuncah.


"Sial" maki Yiu.


Tanpa memperdulikan pemuda yang akan terkena semburan amarah Yiu tadi, ia berlari bersembunyi ditengah kerumunan orang agar para prajurit istana tak dapat menemukannya.


Pemuda yang ditabrak Yiu nampak binggung dan curiga dengan sikap Yiu yang tiba tiba pergi begitu saja, amarah sang pemuda saja belum ia keluarkan ke orang itu dan dia tiba tiba pergi begitu saja!.


Yiu berjalan santai walau berdesakan dengan rakyat, kepalanya menunduk kebawah membiarkan rambutnya menutupi sebagian wajahnya. Itu bertujuan agar prajurit istana tak melihat wajahnya lalu prajurit itu akan menyeretnya kembali ke istana dan hukumannya pasti akan berlipat ganda.


Rencananya, Yiu akan kembali diam diam, menyelinap masuk ke kamarnya, berganti pakaian setelah itu ia akan beralasan jika dirinya baru saja dari kolam ikan di paviliumnya agar para prajurit tidak curiga dengannya yang baru saja kabur dari istana tapi untuk sekarang Yiu masih ingin berada sedikit lebih lama dipasar malam.


Yiu tau betul mengapa penghuni istana bisa tau kalau dirinya keluar dari istana diam diam ini semua pasti akibat Chi chi yang masuk kekamarnya dan tak menemukan dirinya, chi chi pasti panik dan memberitahu Kaisar kalau Yiu keluar dari istana dan mungkin pergi ke pasar malam.


Mengingat bahwa kini chi chi sering diajak sang putri untuk keluar istana secara diam diam selama hukumannya belum berakhir entah untuk sekedar berjalan jalan atau yang lainnya.


"Kenapa kau kabur apa kau takut dengan diriku atau kau ada sangkut pautnya dengan putri sampah itu"


Suara datar yang tiba tiba terdengar tepat disebelah Yiu membuatnya berjingkat kaget dan menoleh ke sumber suara itu.


"Jangan sembarang menunduh kau, aku hanya ingin ikut mencari Putri Ying dan kau jangan pernah sekalipun kau menyebut dia Putri Sampah!!"


"Apa hubunganmu dengan putri itu apakah kau kekasihnya, sungguh malang sekali nasibmu kenapa kau bisa sampai jatuh cinta pada putri sampah itu apa kau sudah tak waras?" Pemuda itu berkata dengan sedikit tertawa mengejek dalam ucapannya.

__ADS_1


Amarah Yiu semakin membuncah ia tidak terima dirinya disebut sampah ingin sekali dirinya menonjok wajah sombongnya itu dan memakinya tapi saat ini ia harus mengontrol dirinya agar identitias aslinya tak terbongkar.


"Bukan!! namaku adalah Zhou Li, aku dulu adalah mantan pengawal Putri Ying dan tadi setelah mendengar bahwa putri hilang aku langsung meninggalkanmu untuk mencari putri" Yiu mengucapkan kalimat itu sedikit emosi sembari memberikan tatapan membunuh pada Yuwen.


"Hmm baiklah aku akan membantumu mencari putri itu"


Yiu nampak terkejut dengan ucapan pemuda disampingnya itu namun dengan segera ia merubah ekspresinya datar kembali.


"Baiklah sekarang temani aku menuju gerbang belakang istana agar aku bisa bertanya kepada pelayan pribadinya kemana terakhir kali Putri Ying terlihat"


Mereka berdua berjalan beriringan menuju istana, menembus kerumunan orang di pasar malam dan melewati sebuah hutan untuk mempersingkat waktu.


Sepanjang perjalanan mereka saling diam, pemuda itu nampak berjalan santai menyusuri hutan dengan lentera kecil ditangannya sedangkan Yiu yang terlihat sedikit gelisah.


Yiu terus memikirkan bagaimana caranya ia bisa mengelabuhi pemuda disampingnya ini. Dan pemuda itu terus bertanya pada dirinya kenapa ia seperduli ini dengan pria bodoh disebelahnya, ia hanya ingin mengetahui siapa pria itu karena sepertinya ada yang ia sembunyikan.


Keduanya tenggelam dalam pikiran masing masing hingga mereka tak sadar sedang diikuti oleh sekelompok orang dengan jarak yang semakin mendekat.


Yiu tersadar dari lamunannya setelah mendengar suara ranting terpijak dari arah kirinya. Ia berhenti melangkah dan menghentikan langkah pemuda disebelahnya dengan tangannya. Pemuda itu nampak binggung melihat Yiu yang terlihat waspada dan memperhatikan keadaan sekitar.


Sudut matanya menangkap sosok hitam bergerak cepat disampingnya.


"Keluar kalian semua, tunjukan wajah kalian jangan jadi pengecut!!"


Pemuda itu juga terlihat waspada, mungkin kelompok yang mengikuti mereka adalah perampok yang ingin merampok harta mereka.


"Hey apa kau bisa bertarung?" Yiu berbisik pada pemuda disampingnya.


"Harusnya aku yang bertanya padamu, tak apa jika kau tak bisa bertarung aku akan melindungimu jadi kau tenang saja"


"Aku adalah prajurit jadi tak mungkin aku tak bisa bertarung, apa kau gila?!" Yiu berkata penuh penekanan namun masih dengan suara yang sangat pelan agar hanya dapat didengar pemuda disampingnya ini. Yiu kembali fokus pada keadaan sekitar.


"Kalau kalian mengincarku tapi tak ingin menunjukkan wajah kalian bukankah itu sama saja kalian adalah pengecut yang tak berani menghadapi masalah!! cih dasar kalian semua lemah seperti anak kecil saja haha"


Yiu merasa kesal karna tak mendapat jawaban dan mulai melancarkan sistem mengkompor kompori mereka agar mereka semakin terpancing keluar.


Yiu mundur selangkah sembari menarik mundur pemuda yang ada disampingnya saat mendengar sebuah anak panah melesat dan mengarah padanya. Suasana yang hening dan akan membuat suara apapun bisa terdengar jelas ditambah pendengaran Yiu yang tajam.


Sedetik kemudian 5 orang berpakaian serba hitam dengan penutup wajah dengan memegang pedang ditangan masing masing mulai keluar dari persembunyian dan menyerang mereka berdua.


Yiu dengan cekatan menghindar dari tebasan pedang lalu mendekatkan diri keorang tersebut dan merampas pedang dari tangannya.


Yiu terlihat santai menganyunkan pedangnya namun maniknya tetap waspada karena penerangan yang hanya berasal dari lentera kecil yang dibawanya tadi sehingga ia harus berhati hati karna bisa saja masih ada teman mereka yang bersembunyi dikegelapan.

__ADS_1


Pemuda yang bersama Yiu pun juga sibuk berkelahi dengan pria berpakaian serba hitam itu. Pemuda itu menghindar dari tebasan pedang dan meninju bagian bagian vital lawannya hingga jatuh tak berdaya.


Hanya butuh waktu semenit untuk mereka berdua mengalahkan 5 orang berpakaian serba hitam itu.


"Cukup bagus untuk ukuran prajurit"


Pemuda itu berbicara meremehkan Yiu yang masih setia memegang pedang dikedua tangannya.


Yiu hanya diam tak menjawab perkataan pemuda gila disampingnya ini. Maniknya masih menatap sekitar dengan waspada, ia merasa masih ada orang yang mengawasi mereka.


"Diamlah pria gila, ambil ini pertarungan belum usai" Yiu melempar pedang yang berada ditangan kirinya dan ditangkap baik oleh Yuwen.


"Keluar kalian semua aku tau kalian masih bersembunyi jangan buat kesabaranku habis" Yiu berkata dengan tegas, sorot matanya memancarkan aura yang membunuh.


Mereka keluar dari persembunyiannya membentuk lingkaran yang mengepung Yiu dan pemuda itu, kali ini mereka berjumlah sekitar 15 orang. Keduanya saling membelakangi sembari memasang kuda kuda.


Pertarungan pun tak terelakkan, dentingan pedang memecah keheningan didalam hutan.


Kali ini Yiu terlihat serius melawan mereka, mereka sangat handal dalam memainkan pedang sepertinya mereka adalah pembunuh bayaran yang dikirim seseorang untuk dirinya melihat dari banyak orang yang menyerangnya daripada menyerang Yuwen.


Apakah Ying punya musuh sehingga musuhnya menyewa pembunuh bayaran untuk mengawasinya sembari menunggu waktu yang tepat untuk membunuhnya?.


Pertarungan pedang terjadi sangat sengit dan kini hanya menyisakan satu pria berpakaian hitam yang diam terpaku akibat pedang Yiu dan Yuwen berada sangat dekat dengan leher dan punggungnya.


"Siapa yang menyuruhmu katakan!!" kali ini Yuwen yang bertanya.


"Cepat katakan atau pedang kami akan menembus leher dan jantungmu!!"


Pria itu hanya diam sembari memasang wajah datar seakan tak takut dengan ancaman pemuda itu.


"Bunuh saja diriku tapi jangan harap kalian akan mendapatkan informasi sedikit pun dariku." Pria berpakaian hitam itu berkata dengan nada datar dan dingin.


"Kurang ajar" Yiu nampak emosi kali ini, ia membuka penutup wajahnya dan mulai mengiris tipis leher pria itu dengan ujung pedangnya. Pria itu menahan perih akibat luka iris dilehernya.


Pria itu tak bisa berbuat banyak, pedang pemuda yang berada dipunggungnya sudah tak dirasakannya lagi namun pemuda itu mencekal kedua tangan dan menendang lututnya agar ia tak bisa lari.


"Kenapa berhenti apa kau ingin menyiksaku agar aku mengatakan semuanya padamu? Jangan harap aku sudah disumpah lebih baik mati daripada berkhianat pada tuanku jadi kenapa kau bersusah payah ingin mengetahui dalang dibalik semua ini." tak lama pria tersebut jatuh tak berdaya dengan mulut penuh busa.


Sial.. Pasti dia sudah meminum racun sebelumnya, pantas dia tidak takut saat diancam akan dibunuh. Yiu berdecak sebal dan membuang pedangnya.


"Siapa mereka dan apa hubungan mereka denganku?" Yiu masih memasang raut wajah dingin namun maniknya menggambarkan kegelisahan.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa vote like dan komennya ya Terima kasih<3


__ADS_2