Flower Of War

Flower Of War
Chapter 31 : Menyalahi Aturan


__ADS_3

"Hamba yang rendahan ini adalah pelayan milik Yang Mulia Putri Ying dan saya menyaksikan sendiri bagaimana Putri Ying berlatih dengan sangat lihai dalam bermain pedang dan juga seluruh anak panah yang melesat dari busurnya tak pernah sekalipun meleset dari target Yang Mulia, ... maafkan jika hamba lancang tapi Yang Mulia Putri Ying pernah bercerita kepada saya jika ia ingin sekali mengikuti lomba memanah ini."


Apa?! Hei aku tak pernah berkata seperti itu! Dari mana kau mengarang cerita ini hm?! ... Ahh mungkin kau belum pernah dan ingin merasakan pukulan mautku ini ya!!!


Kaisar tampak menimang perkataan Chichi, selang sepersekian detik Pangeran Huang berbicara, "Mungkin yang dikatakan pelayan ini ada benarnya Ayahanda, semua sudah terbukti dengan rangkaian peristiwa yang terjadi beberapa bulan yang lalu terutama peristiwa penyerangan pasukan Tian Lu, saya harap ayahanda mengijinkan Putri Ying untuk ikut serta sebagai bentuk penghormatan dan harga diri."


Permaisuri kemudian angkat bicara setelah sedari tadi hanya menjadi pendengar tanpa berniat berkomentar, setelah pulih dari trauma akibat penyerangan Tian Lu Permaisuri nampak lebih pendiam dari biasanya dan sering kali terlihat sedang melamun, "Tapi pertandingan ini khusus untuk pria bukan wanita lagipula A-Ying adalah seorang Putri Kerajaan bagaimana mungkin seorang Putri melawan seorang Pangeran itu sangat tidak adil!"


Chichi segera menyahut dan berbicara penuh nada percaya diri dengan kepala masih senantiasa tertunduk hormat, "Dipersyaratan resmi tidak tertulis bahwa wakil dari perlombaan ini haruslah seorang pria maupun Pangeran, Yang Mulia."


Hening seketika ...


"Baiklah ... Putri Ying bersiaplah kau akan mengantikan posisi Jendral Rong." Kaisar Wang sudah mengeluarkan perintah mutlaknya kepada Yiu yang setengah syok setelah mendengar titahnya.


Yiu dengan cepat tersadar dari syoknya dan berusaha mengelak dari titah ayahnya itu, "Tapi Ayahanda ... tidak mungkin saya memakai pakaian seperti ini untuk bertanding"


"Saya sudah siapkan pakaian yang cocok untuk anda kenakan bertanding, Putri," Chichi dengan suara lembutnya menjawab perkataan Yiu.


Kaisar yang mendengarnya melirik Chichi sedikit dari sudut matanya sebelum beralih menatap Yiu, "Jadi?"


Merasa tak mempunyai jalan lain untuk mengelak, Yiu dengan pasrah mengangguk dan berdiri sebelum melangkah pergi untuk berganti pakaian.


Saat tengah melewati lorong sepi di perjalanan menuju kamarnya, Yiu yang berjalan di depan Chichi tiba-tiba menghentikan langkahnya dan dengan cepat berbalik meraih kedua bahu Chichi dan menyudutkannya ke dinding.


"Apa maksud dari semua ini!" manik Yiu menatap tajam ke arah Chichi yang tampak tak menunjukan ekpsresi takut atau semacam melainkan tetap tersenyum manis.


"Saya hanya membantu putri untuk memenangkan perlombaan tahunan sesuai bakat anda, Putri."


Setelah beberapa detik mencerna perkataan Chichi, Yiu sadar jika memang tempo hari Chichi sudah merencanakan hal ini supaya ia setidaknya tetap bisa memenangkan satu pertandingan tahunan.


"Jadi, yang membuat Jendral Rong tak sengaja memakan telur adalah ulahmu?"


"Itu benar, Putri."


"Tapi bagaimana mungkin seseorang seperti Jendral Rong yang bisa dibilang bukan orang yang ceroboh dan terbilang sangat teliti dalam hal sekecil apapun termasuk dalam hal memakan makanannya bisa memakan makanan yang membuatnya alergi?"


"Anda yang paling tahu, Putri, sebenarnya telur yang dimakan Jendral Rong sudah saya campur dengan ramuan penimbul reaksi alergi milik Putri." Ekspresi Chichi masih dengan raut wajah tersenyum seperti merasa tanpa dosa saat mengatakannya.


"Apa kau gila?! Dia bisa mati kau tahu!"


"Anda tenang saja Putri, saya mencampurkan ramuannya sangat sedikit sesuai arahan Putri dulu."


Memang benar jika Yiu pernah membuat ramuan yang akan menimbulkan efek gatal dan panas di sekujur tubuh mirip seperti seseorang yang sedang alergi terhadap sesuatu dan ramuan itu ia berikan kepada Chichi jika ia sewaktu-waktu menghadapi masalah.


"Saya tahu ini salah tapi percayalah Putri saya hanya tidak ingin melihat anda terus diremehkan oleh mereka."


Yiu terdiam sesaat dan kemudian dengan perlahan melepaskan cengkramannya dibahu Chichi dan menghembuskan nafas kasar, "Baiklah ... terima kasih ... yahh mari berganti pakaian sekarang secepat mungkin."


"Baik, Putri!"

__ADS_1


Tak butuh waktu lama bagi Yiu untuk berganti pakaian dari hanfu wanita yang super panjang menjadi pakaian bertarung ala pendekar dengan beberapa rambut di bagian depan digulung sederhana dengan tusuk rambutnya di belakang agak tak menghalangi pandangan saat bertarung nanti dan rambut di bagian belakang dibiarkan tergerai begitu saja.


Tepat setelah Yiu memasuki pintu masuk halaman luas tempat diselenggarakannya pertandingan, terdengar suara gong yang mengema sangat keras di udara, suara gong itu menandakan pertandingan tak lama lagi akan dimulai.


Yiu bergegas melewati menara yang terhubung langsung dengan tempat para bangsawan melihat jalannya pertandingan dan menuruni tangga kemudian bergabung dengan kedua kakaknya yang sudah menunggu diarea pertandingan.


Semenjak Yiu menapakan kakinya di pintu masuk arena dan berlari menuju halaman hampir seluruh pasang mata mulai dari Kaisar dan Permaisuri Kerajaan yang berpartisipasi hingga para pelayan menatap kearahnya dengan raut wajah yang sulit dijelaskan namun hal itu tak berlaku untuk kedua giok dari Qiu Wang yang malah menampilkan raut wajah datar nyaris memutar mata malas mereka.


Seketika suasana yang awalnya sepi berubah menjadi ramai penuh dengan bisik-bisik dari menara yang seluruhnya adalah bangsawan yang hadir di acara pertandingan.


Yiu berjalan cepat tapi juga terlihat santai menuju ke tempat kedua kakaknya berdiri dengan selusin pasukan berbaris rapi di belakangnya, ia sama sekali tak terlihat peduli dengan pandangan penuh tanda tanya dari setiap pasang mata di sekitarnya yang tertuju padanya.


"Bagaimana Pangeran apakah terlihat cocok untukku?" Yiu berbicara sembari tersenyum gembira menatap kedua kakaknya yang kini ikut menatapnya penuh tanda tanya.


"Aahh sangat cocok! Terlihat seperti pendekar wanita yang bengis! Cocok!" Pangeran Huang menjawab dengan tersenyum sembari bertepuk tangan ringan dan mencondongkan badannya ke arah Yiu kemudian mengedipkan sebelah matanya.


"Apa kau bilang ha?!" Yiu tanpa sadar meninggikan suaranya dan mengangkat jari telunjuknya ke arah Pangeran Huang.


Tersadar perbuatannya salah dan menyadari tatapan tajam dari Pangeran Xiao Ce, Yiu segera menurunkan tangannya dan menundukan kepalanya, "Maafkan aku."


Belum sempat Pangeran Huang ingin membalas ucapan Yiu, dua orang Pangeran berpakaian kuning keemasan dan putih seputih awan dari wilayah barat menghampiri mereka bertiga dan membungkuk memberi salam.


Pangeran berpakaian kuning keemasan tampak berkilau di bawah sinar matahari dengan senyum lebar dan raut wajah ramah juga terlihat sedikit banyak bicara terpampang jelas di wajahnya sedangkan untuk pangeran berpakaian putih disamping nya nampak memiliki sifat yang berkebalikan dengan sifat pangeran berpakaian kuning keemasan.


Pangeran berpakaian putih itu sekilas terlihat pendiam dan irit bicara, tatapannya tajam namun meneduhkan hati, wajahnya seputih giok dan sifatnya seperti air mengalir.


Seorang Pangeran berpakaian kuning keemasan berbicara dengan nada bicara ramah tak lupa dengan senyum tipis terpancar diwajahnya yang seputih salju.


"Beri tahu kami." Pangeran Huang membalas dengan sedikit membungkukkan badannya dengan tangan terlipat di depan dadanya.


"Nona muda ini apakah akan ikut bertanding dengan kalian? Ah maaf jika saya lancang namun saya hanya bertanya saja tak ada maksud lain."


Yiu mendengar pertanyaan Pangeran Lin Yang tak bereaksi sama sekali, ia melirik ke arah kedua kakaknya dengan raut wajah dingin.


"Dia adalah Putri satu satunya di Kerajaan Qiu Wang, Putri Ying dan ia akan mewakili Kerajaan Qiu Wang dalam pertandingan ini"


Pangeran Huang menjawab dengan tegas tapi santai tanpa keraguan dengan posisi badan yang tak berubah dari sebelumnya.


"Apakah Pangeran sedang bercanda?" Kedua Pangeran itu terlihat mengerutkan keningnya kemudian saling tatap satu sama lain.


"Apakah wajahku pernah terlihat seperti sedang bermain-main?" ucap Pangeran Huang dengan menaikan sedikit nada bicaranya dan Yiu yang mengangkat sebelah alisnya.


Tak usah perdulikan Pangeran Xiao Ce, ia sama sekali tidak tertarik dengan pembicaraan mereka dan lebih memilih mengalihkan pandangan ke arah lain.


Lin Yang, "Bukan begitu, Pangeran, tapi bukankah Kerajaan anda memiliki cukup banyak darah keturunan bangsawan yang cukup mahir dalam pertarungan seperti ini?"


Pangeran Huang, "Yahh saya rasa di antara mereka semua Putri Ying-lah yang terbaik."


"Pilihan anda tak pernah salah, Pangeran." Pangeran Lin Yang mengulas senyum tipis, berhenti bertanya lebih jauh dan memutuskan untuk mengganti topik pembicaraan ke arah teknik memanah.

__ADS_1


Yiu hanya menonton dalam diam percakapan antara Pangeran Huang dan Pangeran Lin Yang dan jika diperlukan maka Pangeran Ming ZiJing juga akan bergabung dalam pembicaraan mereka.


Tak berselang lama seorang pria berjubah perak dengan pedang di tangan kirinya berteriak lantang kemudian menangkupkan kedua tangan dan membungkuk.


"Perhatian semuanya! Saya adalah Meng Yao Jendral Perang Kekaisaran Xiang Feng. Kepada seluruh wakil Kerajaan dipersilahkan memposisikan diri di pinggir arena karena pertandingan panahan akan segera dimulai."


Yiu beserta kedua kakaknya dan kedua pangeran itu segera menuju pinggir arena pertandingan dan berbaris rapi disana.


"Baiklah sebelum kita mulai pertandingannya apakah para wakil kerajaan memiliki sesuatu yang ingin ditanyakan?"


Mendengar itu, entah kenapa Yiu merasa bulu kuduknya berdiri merasakan seluruh pandangan tertuju padanya.


"Saya ingin bertanya!" Seorang pria dengan pakaian berwarna hijau tua berbicara lantang di sisi arena dan disambut anggukan ramah dari Jendral Meng Yao.


"Apakah pertandingan kali ini seorang wanita diperbolehkan mengikuti pertandingan? Bukankah itu menyalahi persyaratan?"


Seluruh penjuru halaman tiba-tiba menjadi hening seketika dan seluruh pasang mata menatap ke arah Pangeran berpakaian hijau tua tersebut. Tapi menjadi ramai dalam sekian saat setelah seorang wakil kerajaan juga mendukung ucapan pangeran berpakaian hijau tua disusul bisikan-bisikan dari para prajurit dan bangsawan lainnya.


"Itu benar! Bagaimana mungkin seorang wanita bisa mengunakan senjata itu mustahil!"


"Benar juga, wanita seharusnya pandai bermusik dan menyulam! Bukannya bermain senjata, mereka terlalu lemah lembut jadi bagaimana bisa?!"


"Mungkin Putri itu hanya bercanda."


"Dia mungkin sudah sakit jiwa."


Yiu mati-matian menahan amarah yang semakin membuncah mendengar seluruh pandangan miring mengenai dirinya.


"Cukup! Anda semua boleh saja menghina saya namun saya tidak akan bisa menerima penghinaan tentang betapa lemahnya kaum wanita!" Ucapan Yiu membuat beberapa bangsawan pria terdiam merenung namun tetap saja tak sedikit yang malah semakin mencemooh.


"Lihatlah otaknya mungkin memang sudah bermasalah kasihan sekali."


"Omong kosong belaka haha."


"CUKUP!!"


Ditengah tengah kekacauan, Kaisar Feng Lan hanya mengucapkan sepatah kata dengan tegas namun berhasil membuat semua orang terdiam tanpa terkecuali, "Kenapa seorang Putri tidak boleh mengikuti pertandingan memanah dan berpedang? Dipersyaratan hanya tertulis setiap kerajaan hanya harus mengirimkan tiga wakil terbaiknya dan tidak tertulis apakah harus seorang pria atau wanita lalu apa masalahnya? Selama mereka memiliki kemampuan mereka diperbolehkan bertanding!"


Banyak dari pangeran yang awalnya ingin menentang kembali mengurungkan niatnya dan memilih diam. Tak berselang lama Jendral Meng Yao kembali bersuara.


"Apa ada keluhan lagi? Baiklah kita mulai saja pertandingan memanah pertama. Pangeran Lin Yun dari Hua Lin melawan Putri Ying dari Qiu Wang."


TBC


Duibuqi Duibuqi smuaanyaa saia ngaret lagi untuk kesekian kalinya.. di RL bener" sibuk gegara daring dan latihan😭


Jadi mohon pengertiannya ya:".. jan lupa stay tune terus dan tinggalkan jejak!


WAJIB HUKUMNYA😙

__ADS_1


__ADS_2