Flower Of War

Flower Of War
Chapter 10 : Kecerdikan Sesaat


__ADS_3

Yiu terkejut saat melihat Yuwen berdiri tak jauh dari tempatnya dan menatapnya penuh teka teki.


Bagaimana bisa dia mengenaliku?.


Yiu tak sadar jika kini topi besar yang ia gunakan untuk menutupi wajahnya telah berada dilehernya akibat terjatuh saat bertarung dan tali topi menyangkut dileher Yiu.


"Aku menantangmu bertarung Zhou Li" Yiu tak merespon pernyataan Yuwen, ia masih setia berdiri kaku ditempatnya.


Sebuah pukulan keras menghantam perut Yiu, seketika Yiu tersadar dari lamunannya.


Bughh..


Yiu meringis menahan sakit diperutnya, merasa marah karena tanpa aba aba Yuwen menendang keras perutnya Yiu menyerang Yuwen secara membabi buta.


Yuwen akui ia sangat kewalahan menghadapi serangan dari Yiu namun ia masih bisa mengimbangi perlawanan Yiu.


Karena mereka sama sama kuat akhirnya untuk menambah panas pertarungan, pembawa acara melemparkan 2 buah pedang kearah Yiu dan Yuwen.


Dengan cepat Yuwen mengambil satu pedang dan menyerang Yiu yang masih berusaha menggapai pedang yang berada di tanah tak jauh dari tempatnya dan mendorong tubuh Yiu sampai jatuh.


Yuwen menancapkan pedangnya kebawah tepat berada diatas Yiu, namun dengan cekatan Yiu menghindar dan mengambil pedangnya.


Pertarungan pedang antara Yiu dan Yuwen tak terelakan, Yiu menyeringai lantaran senang ia tak perlu mengeluarkan banyak tenaga saat bermain pedang berbeda dengan pertarungan dengan tangan kosong yang cukup menguras tenaga Yiu.


Dentingan pedang yang terus terdengar semakin membuat rakyat yang menonton pertarungan mereka berdecak kagum atas kemahiran mereka dalam bermain pedang.


Yuwen mengarahkan pedangnya kearah leher Yiu dan dengan cepat berhasil ditangkis Yiu dan ia memutar pedangnya sehingga pedang Yuwen hampir terlepas dari genggamannya lalu dengan cepat Yiu memukul lengan Yuwen.


Alhasil pedang Yuwen jatuh dan kini pedang Yiu sudah bertengger manis diatas bahu Yuwen bersiap untuk menggores leher mulus Yuwen.


Semua orang bertepuk tangan saat melihat Yiu memenangkan pertarungan.


"Kita telah mendapat Juara baru malam ini dan Tuan Zhou telah menjadi calon Panglima Kerajaan Zhang Wu dan akan menunjukan langsung kemampuannya dihadapan Kaisar Wu Zhang.. Selamat untukmu Pendekar Zhou"


Yiu sempat binggung bagaimana bisa ia besok bertemu dengan Kaisar dengan penyamarannya ini, dia seorang Putri Kerajaan Qiu Wang dan ia pasti tak akan bisa menjadi panglima perang Kerajaan ini.


Karena sifat Yiu yang keras kepala dan pandai membuat siasat otomatis Yiu bisa mencari cara untuk tetap menghadiri pertarungan esok hari.


Namun saat akan diangkat menjadi panglima ia akan bilang ia hanya ingin bebas dan tak ingin memihak pada kerajaan manapun mudah bukan?.


Kau sangat cerdik Yiu. Batin Yiu memuji dirinya sendiri sembari menyeringai.


Sorak sorai penonton bertambah riuh akibat senang akan memiliki calon panglima yang bisa dibilang cukup tampan dan para gadis disana mulai mencari perhatian dari Yiu agar bisa dekat dengannya tapi tentu saja Yiu tak menghiraukan mereka hei dia masih waras ya!.


Yiu menyodorkan tangan kanannya yang langsung digapai tangan Yuwen.


Mereka berjalan beriringan keluar dari arena pertarungan melangkah menuju sebuah kedai untuk sekedar minum mengobrol dan menikmati suasana perayaan dengan iringan musik tradisional.


Musik ini sungguh membuatku mengantuk, ku kira disini akan ada permainan musik dan orang orang yang menari nari bagai orang gila namun ternyata musik ini adalah musik pengantar tidur yang sangat halus. Bisakah aku request lagu Martin Garrix-Tremor versi China disini?


"Kau sangat hebat Zhou Li aku bangga padamu, omong omong bagaimana bisa kau berada disini?" ucapan Yuwen membuyarkan pikiran aneh Yiu.

__ADS_1


"Aku sedang berjalan jalan disini dan tak sengaja mendengar akan ada perayaan disini lalu kuputuskan untuk mampir sebentar kesini "


"Tapi tunggu Yuwen lalu kenapa kau juga bisa berada disini?"


"Aku hanya rakyat biasa yang kebetulan juga tinggal disini" ucap Yuwen yang hanya diangguki oleh Yiu yang kembali menyesap tehnya.


"Egh Zhou Li bolehkah aku bertanya sesuatu?" Yuwen berkata seraya menatap Yiu lekat yang diangguki oleh Yiu.


"Apa maksud dari suratmu itu? Ok dan bi.. Eh yiie.. Ah apapun itu aku tak mengerti apa maksudnya"


Yiu menahan tawa dalam diam melihat raut wajah polos Yuwen yang nampak kebinggungan.


"Itu bahasa planet lain dimasa depan kau berikan saja kertas itu pada cucumu dan suruh cucumu itu berikan ke cucunya lagi dan berikan pada cucunya lagi pasti keturunanmu yang ke 10 akan mengerti maksud dari perkataan ku itu " Yiu terkekeh dan menatap Yuwen yang malah bertambah binggung, tawa Yiu pecah seketika.


"Akhh aku semakin tak mengerti kita berganti topik saja. Omong omong setelah ini kau mau pergi kemana?"


Yiu sedikit terkejut dengan pertanyaan Yuwen, ia menyembunyikan keterkejutannya.


"Ehh.. Oh aku sepertinya akan menyewa kamar dipenginapan sekitar sini untuk beristirahat sejenak dan melanjutkan perjalanan esok hari."


"Bagaimana kalau kau menginap dirumahku saja?"


Apa? Kau pasti gila!!.


"Tidak usah aku masih mempunyai persediaan uang jadi tenang saja"


"Hmm baiklah aku akan kembali kerumahku sebentar lagi tengah malam hawa akan semakin dingin.. Ah iya aku akan datang ke pertarunganmu besok dan kau pasti akan mengenaliku disana Zhou Li"


Apakah dugaanku benar?


Belum sempat Yiu melayangkan pertanyaan ke Yuwen lelaki itu sudah tak terlihat batang hidungnya.


"Dasar pria gila.. Hawanya mulai dingin aku harus segera kembali sebelum mati kedinginan dan ada yang curiga kalau aku kabur lagi"


Yiu berjalan cepat melewati perayaan yang terlihat hampir sepi karena rakyat yang mulai kembali kekediaman mereka masing masing, hanya tersisa beberapa pedagang yang tengah membereskan dagangannya serta prajurit yang nampak lalu lalang memantau situasi agar tetap aman.


Yiu menyelinap masuk kedalam pavilium yang menjadi tempatnya tidur selama diKerajaan ini.


Diam diam Yiu masuk melewati jendela kamar yang terhubung langsung dengan taman depan tempat Yiu berdiri.


Yiu mengganti pakaiannya secepat yang ia bisa, perlahan ia merebahkan dirinya diranjangnya dan segera menuju alam mimpi.


Ia tau pasti sekarang kedua kakaknya itu sedang mabuk berat kalau dipikir dengan logika dizaman ini tidak mungkin seseorang mengadakan pesta tampa adanya arak bukan.


♣♦♣


Tak seperti biasa, Yiu kali ini bangun terlambat mungkin akibat ia kelelahan akibat memaksakan dirinya semalam, matahari telah menampakan seluruh sinarnya dipagi hari dan embun pagi juga masih sedikit terasa.


Yiu segera memulai ritualnya setiap pagi dan bersiap diri karena acara hari ini adalah menonton pertunjukan dan keahlian anggota istana Zhang Wu maupun keahlian rakyatnya.


Tak lupa Yiu juga menyelinapkan hanfu pria dibalik pakaiannya, ia mana mungkin melupakan jadwalnya yang akan bertarung dengan para Panglima dan Jendral dan disaksikan langsung oleh Kaisar kerajaan ini, justru ia sangat antusias dalam hal ini.

__ADS_1


Tak berselang lama Putra Mahkota datang ke pavilium Yiu.


"Sudah siap?" ucap Putra dengan wajah sedatar papan pengilas, Yiu mengangguk mantab.


Mereka berdua berjalan bersama menuju aula kerajaan yang cukup luas. Saat memasuki ruangan Yiu dan Putra Mahkota diarahkan oleh seorang kasim kerajaan menuju 2 meja kosong dan disamping meja itu terlihat Pangeran Huang duduk terlebih dahulu sembari menatap kedatangan keduanya.


Yiu duduk diantara Pangeran Huang dan Putra Mahkota, tempat duduknya yang berada disebelah kanan anggota kerajaan Zhang Wu yang menandakan ia adalah keluarga bangsawan terhormat dan jika duduk dibagian kiri Kaisar merupakan orang penting di Kerajaan entah tuan rumah maupun tamu undangan.


Dari sana Yiu dapat melihat jelas para penari yang tengah menari menunjukan bakatnya dihadapan Kaisar yang juga nampak tersenyum melihat penampilan mereka.


Disusul dengan permainan musik para pemuda dan juga beberapa pertunjukan yang sangat memukau tamu undangan.


Yiu yang menyadari sebentar lagi adalah gilirannya mulai melancarkan aksi pura pura sakitnya.


Wajah Yiu sedikit ia buat melas dan lesu, tatapan matanya ia buat kosong dan ia diam diam menempelkan cawan berisi teh panasnya ke dahi agar ia seolah olah sedang demam.


"Pangeran bolehkah aku kembali ke paviliumku? Aku merasa tidak enak badan" ucap Yiu dengan wajah selesu mungkin.


"Kau nampak pucat Yiu, kau panas juga ternyata baiklah kembalilah ke paviliummu aku akan mengantarmu" ucap Pangeran Huang sembari menempelkan punggung tangannya ke dahi Yiu lalu mengandeng tangan Yiu untuk mengantarnya kembali ke Pavilium.


"Tidak perlu pangeran aku akan kembali dengan Chi chi, dia juga yang akan merawatku disana anda tetaplah berada disini dengan Putra Mahkota agar Yang Mulia Kaisar tidak tersinggung akibat mengira kita tidak suka dengan jamuannya"


Pangeran Huang nampak menimbang perkataan Yiu dan sepersekian detik Huang pun mengangguk membenarkan ucapan sang adik.


Sebelum berdiri Yiu juga berpamitan dengan Putra Mahkota Xiao, dan Putra Mahkota hanya menyuruhnya istirahat tanpa berniat menawarkan diri mengantarkan Yiu kembali seperti Pangeran Huang. Itu yang Yiu inginkan!


Yiu berdiri dan undur dari acara itu, setelah keluar dari aula, ia dan Chi chi segera pergi ketempat sepi dan berganti pakaian.


Yiu berganti pakaian menjadi pria biasa dengan topi besar terbuat dari rotan yang menutupi wajahnya sedangkan Chi chi yang menggunakan pakaian sang Putri namun dengan tambahan cadar.



Mereka telah sepakat untuk menjalankan rencana ini, ya walaupun kalian tau pasti Chi chi akan menolak keras perbuatan sang putri, namun ia hanyalah seorang pelayan yang harus mematuhi segala ucapan sang putri.


Yiu berjalan santai menuju aula istana saat tiba dipintu utama ia menyerahkan giok sebagai tanda pengenal yang sempat pembawa acara kemarin berikan kepada Yiu agar ia bisa masuk kedalam aula istana.


Yiu masuk kedalam lalu menuju tempat duduk yang kosong tepat dibagian bawah kursi para pejabat negara, menunggu gilirannya untuk menujukan kemampuan bertarungnya.


"Hadirin mari kita sambut pertunjukan terakhir sekaligus pengujian calon panglima kita yang berhasil mengalahkan 50 pemuda seusianya sendirian.. Kita sambut Tuan Zhou"


Seorang Kasim yang juga bertugas menjadi pembawa acara berteriak lantang mengumumkan pertunjukan di puncak acara.


Penonton yang antusias melihat pertunjukan itu bertepuk tangan sembari bersorak sorai. Kaisar dan para Pangeran tersenyum samar melihat kedatangan Yiu dari sudut arena.


Yiu memasuki arena pertarungan dan memberi salam pada sang Kaisar yang tersenyum ramah kemudian para Pangeran, anggota kerajaan lalu seluruh tamu undangan.


Selesai memberi hormat, Yiu membalikkan tubuhnya dan melihat lawannya yang sudah berdiri sembari memegang 2 buah pedang dan melemparkan satu kearah Yiu yang dengan cepat ditangkap Yiu.


"Bersiap.... Pertarungan dii... mulai!!"


TBC

__ADS_1


Tidak bosan bosan ku ucapkan terimakasih untuk vote like dan komennya hehe😁


__ADS_2