Flower Of War

Flower Of War
Chapter 34 : Menunggu Anak Singa Lemah


__ADS_3

"Putri, bersiaplah, Kaisar Wang memberikan perintah untuk anda menggantikan posisi Pangeran Mahkota dipertandingan kali ini."


Yiu terdiam sejenak--masih mencerna perkataan Chichi--dengan raut wajah tak berubah sama sekali, "Kemana perginya Pangeran Xiao Ce? Apakah terjadi sesuatu di Istana?"


"Hanya sedikit urusan istana yang sudah seharusnya menjadi tanggung jawab Pangeran Xiao Ce sehingga Yang Mulia Kaisar menunjuk Putri untuk menggantikan Yang Mulia Pangeran Xiao Ce."


Merubah posisi tangan menjadi di depan bibir. Yiu kembali bertanya, "Kenapa tidak Pangeran Huang saja yang mengantikan? Mengapa harus aku?"


"Saya dengar kalau Pangeran Huang sudah lama tak berlatih pedang sehingga takut jika kemampuan berpedangnya tidak sekuat dulu." Manik Yiu beralih melirik kearah Pangeran Huang yang berada di seberang menara.


Manik keduanya saling bertemu dengan tatapan milik Pangeran Huang yang menaik turunkan sebelah alisnya sembari dengan santai menyuapkan makanan yang berada di sumpitnya ke dalam mulutnya tanpa mengerti maksud dari tatapan Yiu yang menjadi semakin dingin sedingin es ditambah kilatan tajam miliknya.


Yiu tau ini hanya akal-akalan dari Pangeran Huang agar Yiu bisa mengikuti pertandingan berpedang dengan dia yang duduk santai sembari memakan hidangan yang tersaji di mejanya dengan tenang. Dasar Rakus!!


Dan baru sehari sebelum keberangkatan mereka kemari Pangeran Huang berlatih pedang bersama dirinya di lapangan pelatihan. Bagaimana mungkin dikatakan sudah lama tak berlatih pedang?!


Dan alasan kenapa Kaisar Wang setuju pasti karena ingin melihat bakat berpedang Yiu akibat perkataan manis yang dilontarkan Pangeran Huang padanya, Tsk tsk benar benar ingin menyusahkan Yiu saja!


Mendesis pelan, "Sungguh licik!"


"Maaf, tapi apa kata anda tadi putri?" Yiu lupa jika Chichi masih berada di dekatnya.


"Tidak ada, baiklah aku akan bertanding. Siapkan pedang untukku!"


"Baik, Putri." Chichi berjalan mundur dan pergi mempersiapkan pedang untuk Yiu gunakan bertanding dengan Yiu yang kembali menuangkan segelas teh di cangkirnya kemudian menyesapnya pelan.


Pertandingan sudah di mulai dengan pertandingan pembuka antara Pangeran Wu Xiao dari Kerajaan Zhang Wu dengan Pangeran Lin Ru yang merupakan Pangeran termuda Kerajaan Hua Lin.


Peraturan pertandingan kali ini cukup mudah yaitu hanya saat pedang sudah berada di titik vital lawan seperti leher, dada, atau gerakan mengunci lainnya, lalu apabila lawan sudah keluar dari garis arena maka pertandingan akan di anggap berakhir.


Yiu tau sedikit teknik pedang milik Wu Xiao karena dulu ia pernah bertarung bersamanya di hutan wilayah kerajaan Qiu Wang saat mereka sama-sama dalam penyamaran dan juga saat festival di Kerajaan Zhang Wu. Dan juga teknik berpedang mereka cukup sama yaitu menyerang lebih dahulu.


Pangeran Wu Xiao bergerak maju membuat gerakan vertikal yang ditangkis Pangeran Lin Ru, untuk beberapa detik tak ada pergerakan lain namun kemudian Pangeran Wu Xiao mundur selangkah dan berputar membuat gerakan mengecoh dan mencoba menebas dan menusuk bagian dada Pangeran Lin Ru membuatnya harus mundur beberapa langkah akibat serangan itu.


Pangeran Wu Xiao terus melakukan gerakan menyerang dan sebaliknya Pangeran Lin Ru terus menangkis serangan itu dan sesekali berbalik menyerang namun ia terlihat cukup sibuk menangkis serangan Pangeran Wu Xiao daripada membalas serangannya.


Pria gila itu bukan lawan yang mudah bagimu, Pangeran Lin Ru. ... Selamat berjuang!


Yiu yang menyaksikan jalannya pertandingan terus melihat bagaimana cara pangeran Wu Xiao menyerang dan cara Pangeran Lin Ru yang menangkis serangan luar biasa itu dengan cermat.

__ADS_1


Pangeran Lin Ru terus mundur akibat serangan Pangeran Wu Xiao, Yiu tau betul Pangeran Lin Ru terlihat sangat gugup saat menghadapi Pangeran Wu Xiao sehingga tak dapat berpikir jernih untuk menyerang Pangeran Wu Xiao yang bisa dia lakukan hanyalah terus menghindar dan menangkis sekuat yang ia bisa.


Sebenarnya teknik berpedang milik Pangeran Lin Ru tidaklah buruk, jika memang buruk bagaimana bisa dia bertahan dari serangan Pangeran Wu Xiao yang terbilang cukup energik dan kadang menipu mata.


Akibat terlalu gugup dan terus mundur menghindar dari serangan Pangeran Wu Xiao akhirnya Pangeran Wu Xiao yang memenangkan pertandingan dengan mudah dengan Pangeran Lin Ru yang berada di posisi terdesak kemudian keluar dari arena dan dinyatakan kalah.


Yiu duduk dengan posisi tangan kiri menopang dagu dan tangan kanan mengetuk-ketuk pelan meja di depannya selagi mengamati jalannya pertandingan tanpa sedikitpun mengalihkan perhatiannya dari arena pertandingan.


Pertandingan demi pertandingan terus berlanjut antar para Pangeran namun dalam pertandingan tahunan antara kelima kerajaan besar ini hanya tiga kerajaan yang mengirimkan putra mahkota mereka dalam pertandingan kali ini yaitu Kerajaan Hua Lin yaitu Pangeran Lin Yang, Kerajaan LiYui Feng yaitu Pangeran Feng Pei dan Kerajaan Qiu Wang yaitu Pangeran Xiao Ce akan tetapi Pangeran Xiao Ce harus mengundurkan diri karena masalah istana sehingga hanya tersisa dua kerajaan.


Sebab hukum masa ini, seorang Putra Mahkota tidak diwajibkan untuk pandai bertarung namun harus lebih unggul dalam bidang strategi dan urusan kenegaraan.


"Selanjutnya adalah petarungan antara Pangeran Ming ZiChen dari Kerajaan Ming Guang melawan Putri Wang YingMei dari Kerajaan Qiu Wang."


Merasa terpanggil, Yui segera bangkit dari duduknya dan segera menuruni tangga di dekat area bertarung.


Disana sudah ada Chichi yang berdiri di dekat arena membawa sebuah pedang bersarung merah tua dengan ukiran seperti aliran sungai hitam yang mengalir bercabang terlihat sangat menawan dan berani.


Chichi menyerahkan pedang itu ke Yiu dengan kedua tangannya dan dengan sigap Yiu menarik keluar dari sarungnya, pedang itu terlihat mengkilap dengan ukiran huruf cina kuno di besinya dan ujung pedang yang sangat tipis nan tajam.


Pedang tersebut terlihat cukup besar namun sebenarnya sangat ringan saat diangkat dan di ayunkan di udara. Sangat cocok dengan selera Yiu!


"Pedang milik anda, Putri, pedang ini adalah hadiah khusus dari Yang Mulia Kaisar khusus untuk Putri."


Sepertinya semua orang di istana yang dulu meremehkanmu sekarang telah berbalik menjadi mengagumimu, Putri Ying. Selamat! status dirimu sekarang setinggi langit dan tak ada yang akan meremehkanmu lagi di istana, aku sudah memenuhi permintaanmu, Putri Ying.


Yiu mengangguk singkat dan berjalan memasuki arena pertarungan bersamaan dengan Pangeran Ming ZiChen yang juga baru memasuki arena dari pintu lain.


Pangeran Ming ZiChen yang memakai pakaian berwarna biru tua dengan sulaman naga putih di kedua pundaknya, manik yang berwarna biru gelap yang sebening embun malam, garis wajah tegas nan tampan dengan pundak setegap papan dan tinggi yang hampir menyamai tinggi Pangeran Huang. Umurnya hanya berselisih beberapa bulan dari Putri Ying, tapi sudah terlihat seperti pendekar muda berbakat di bawah terik sang surya.


Kedua manik elang Yiu bersitatap dengan manik milik Pangeran Ming ZiChen cukup lama dengan posisi siap menyerang antar dua petarung.


Bunyi gong terdengar tak lama kemudian yang merupakan tanda dimulainya pertarungan.


Pangeran Ming ZiChen berangsak maju sembari mengayunkan pedangnya untuk memulai pertarungan.


Yiu dengan sigap menangkis pedang milik Pangeran Ming ZiChen dan membuangnya ke arah kiri kemudian melakukan tebasan di area sekitar perut membuat Pangeran Ming ZiChen mundur beberapa langkah.


Yiu segera mendekat dan kembali mengayunkan pedangnya lebih cepat dan penuh tenaga akan tetapi berhasil ditangkis oleh Pangerang Ming ZiChen.

__ADS_1


Yiu berputar dengan pedang menantang langit dan sekali lagi melakukan gerakan tipuan dan tebasan ke arah perut namun sayang, gerakannya berhasil dibaca oleh Pangeran Ming ZiChen walau sedikit terlambat dan berakibat menggores tipis lengan kiri Pangeran Ming ZiChen.


Menyentuh lukanya, Pangeran Ming ZiChen terlihat kehilangan pengendalian dirinya dan menyerang dengan cukup brutal ke arah Yiu.


Yiu menyeringai, bagus tikus sudah masuk perangkap saatnya bersenang-senang!


Dengan sedikit smirk di sudut wajahnya, Yiu hanya melakukan tangkisan demi tangkisan dengan santai menghadapi pedang Pangeran Ming ZiChen tanpa terlihat kewalahan sedikitpun.


Sekitar satu dupa pembakaran hanya dihabiskan oleh Yiu dengan menangkis serangan dari Pangeran Ming ZiChen tanpa berniat membalas sedikitpun membuat beberapa bangsawan kerajaan mulai saling melontarkan topik pembicaraan baru tentang pertarungan kali ini.


Kaisar Feng Lan dan Kaisar Wang pun sempat terlintas pikiran untuk menghentikan pertarungan akibat menduga Yiu sudah kelelahan sehingga hanya bisa menangkis serangan tanpa berniat membalas sama sekali.


Disela-sela pertarungan, Pangeran Ming ZiChen berujar sinis sembari terus menyerang ke arah Yiu. "Kenapa kau tak melawan? Apa kau takut, hah?! Baiklah Putri terima saja kekalahanmu aku masih memiliki hati untuk tidak melukai seorang wanita!"


Yiu tetap diam---tak menjawab pertanyaan dan cemooh dari Pangeran Ming ZiChen---terus fokus menangkis serangan gesit dari pedang Pangeran Ming ZiChen.


Merasa serangan milik Pangeran Ming ZiChen mulai melemah, Yiu dengan tangkisan terakhirnya kemudian berputar tiga kali dan melakukan tebasan tujuh kali tanpa henti dengan beberapa tipuan yang membuat Pangeran Ming ZiChen terdiam bagai patung setelahnya.


"Aahh jadi ini strategimu Ying? Hmm lumayan juga!" Pangeran Huang yang sedari tadi menikmati jalannya pertandingan sembari menyantap sepiring daging di mejanya berujar pelan dan mengangguk-anggukan kepalanya sedikit sebelum kembali menyantap hidangan daging asap miliknya.


"Bagaimana Pangeran masih ingin bilang aku takut padamu?" Yiu mengeluarkan smirk-nya dengan posisi pedang miliknya yang tak sedikitpun bergeser dari leher putih milik Pangeran Ming ZiChen.


Banyak dari ahli berpedang yang mengangguk paham dengan taktik yang dipakai Yiu kali ini yang biasa Yiu sebut "Taktik mundur menunggu kelemahan anak singa" yang berarti mencari atau memancing kelemahan dari anak singa yang emosinya cenderung mudah tersulut.


Dengan Yiu yang menggores lengan Pangeran Ming ZiChen yang masih tergolong begitu muda dengan emosi yang labil membuatnya naik pitam dan menyerang Yiu secara brutal dan sekuat tenaga namun tenaga miliknya akan lebih cepat terkuras habis jika dihabiskan dengan emosi tak terkontrol membuat lawan dengan mudah menyerang balik saat melihat tanda-tanda melemahnya serangan target tanpa perlu repot-repot mengeluarkan tenaga ekstra untuk melumpuhkan serangannya.


"Pertandingan kali ini dimenangkan oleh Putri Wang YingMei dari Kerajaan Qiu Wang yang melaju ke babak selanjutnya melawan Pangeran Wu Xiao dari Kerajaan Zhang Wu"


Yiu menurunkan pedangnya dan melangkah keluar arena dengan diam-diam bergumam.


Huh pria gila itu lagi ....


TBC


**Hai hai aku kembali lagii.. adakah yg nungguin? haha kayak siapa aja minta ditungguin..


so maaf bgt karena akhir" ini masih sibuk fokus rl jd yaaa tau sendirilah..


okelah babay😚**

__ADS_1


__ADS_2