Flower Of War

Flower Of War
Chapter 26 : Misi Terakhir?


__ADS_3

Malamnya, Yiu bersiap pergi ke Nanjing menemui kakaknya, bisa dibilang ini hal ternekat yang pernah Yiu lakukan ketika dia sedang bosan.


Biasanya ia hanya akan pergi diam-diam tak begitu jauh dari kawasan istana seperti di pasar maupun ke pusat kota.


Ia kini juga beralasan sedang sakit dan menipu tabib istana dengan racun buatannya. Alhasil sang tabib meminta agar tidak ada yang menjenguk Yiu selama 3 hari karena penyakit menularnya dan sebagai ganti dirinya, ia melibatkan Chichi untuk menyamar sebagai dirinya lagi dengan tambahan cadar di wajahnya jika sewaktu-waktu ada yang menjenguknya.


Chichi awalnya menolak keras namun apa boleh buat kelakuan tuan putrinya sudah berubah total dan setelah beberapa paksaan dan tambahan tatapan membunuh dari manik Yiu akhirnya Chichi pun menyetujuinya untuk kesekian kalinya.


Racun yang Yiu minum sebenarnya hanya menyebabkan bintik-bintik kemerahan di seluruh tubuhnya tapi hanya berlangsung satu jam, setelah itu efeknya akan hilang dengan sendirinya.


Yiu memakai pakaian pria serba hitam tak lupa dengan kain hitam di wajahnya untuk menyembunyikan identitas aslinya.


"Hati-hati Putri. Cepatlah kembali," cemas Chichi.


"Kau tenang saja aku akan segera kembali."


Seperti biasanya, Yiu membuka jendela kamarnya dan memanjat naik ke atas atap paviliun, melompat ke pohon apel di halaman belakang paviliunnya kemudian melompat turun dari dinding istana.


Yiu segera menaiki kuda yang sudah ia siapkan sebelumnya di dekat dinding istana dengan lentera kecil yang menyala di samping kuda bersurai hitam itu.


Yiu mamacu kudanya menembus masuk ke dalam hutan menuju Balai Pengawasan QiuWang di Nanjing.


Semalaman Yiu memacu kudanya di tengah hutan yang lebat hingga akhirnya dia sampai di pinggir hutan dan beberapa meter di depan sudah terlihat sebuah desa yang terlihat masih sangat sepi.


Yiu memutuskan untuk beristirahat sebentar di sebuah pohon dan memakan bekal yang diberikan Chichi sebelum memasuki desa yang ia yakini adalah salah satu desa diwilayah Nanjing.


Saat asik menyantap bakpao miliknya, Yiu tak sengaja mendengar sebuah teriakan minta tolong seorang wanita dari dalam hutan.


Spontan Yiu menoleh ke kanan kiri mencari dimana suara itu berasal.


Merasa ada yang tidak beres Yiu pergi mencari sumber suara tersebut dalam kegelapan.


Ia sengaja meninggalkan kuda dan lenteranya karena takut jika itu adalah penculikan ia akan dapat dengan mudah diketahui.


Penglihatannya di malam hari cukup bagus apalagi insting dan pendengarannya.


Yiu berjalan berlahan menyusuri hutan yang gelap dengan mengikuti asal suara itu.


Tak lama kemudian Yiu melihat sebuah pondok reyot yang lumayan besar dan luas yang hanya diberi penerangan sebuah obor di dekat pintu.


Di depan pondok tersebut terlihat dua orang pria kekar sepertinya tengah berjaga di depan pondok tersebut dan keduanya dalam keadaan setengah mabuk melihat mereka meminum sekendi arak di tangan mereka masing-masing.


Yiu mengendap-endap dalam diam berjalan menuju samping pondok dan mengintip ke dalam lewat jendela kayu tua yang sedikit terbuka.


Manik Yiu melebar seketika, di dalam pondok yang luas tersebut terdapat banyak sekali gadis remaja berjumlah sekitar 15 orang dengan tangan terikat serta mulut tersumpal kain dan raut wajah ketakutan tercetak jelas di wajah mereka yang tersandera di salah satu sudut ruangan diawasi oleh empat pria kekar di tengah ruangan.


Ketakutan mereka semakin bertambah saat seorang pria gemuk masuk lalu berjalan mendekat ke arah mereka dengan memegang sebuah cambuk kuda dan sekumpulan pria berjumlah lima orang di belakang pria gemuk itu.


"Hei hei tenanglah aku tak akan menyakitimu gadis cantik, lihat apa yang aku bawa untuk kalian."


Pria gemuk itu berjongkok di depan salah satu gadis berpakaian ungu yang terlihat sangat ketakutan dan pria itu mencolek dagunya nakal.


Lalu pria gemuk itu menoleh ke samping dan mengerakkan kepalanya sedikit, memberi kode perintah kepada para anak buahnya.


Kelima anak buah itu pun mengangguk dan membawa ketiga gadis dengan mulut tersumpal kain yang baru mereka culik dan segera mengikat tangan serta kaki mereka satu persatu.

__ADS_1


Ketiga gadis itu sudah memberontak dan mencoba kabur namun mereka hanyalah seorang gadis lemah yang tak akan sanggup menghadapi kelima pria kekar seperti mereka.


"Aku membawakan teman baru untuk kalian lihatlah mereka cantik seperti kalian bukan? Hahaha sebentar lagi aku akan kaya karena besok aku akan menjual kalian semua hahaha."


Pria gemuk itu tertawa sangat keras, maniknya menelusuri ke seluruh gadis yang berhasil ia culik.


"Aku ingin gadis yang cantik itu cepat bawa ke ruanganku dan kalian pilih saja salah satu dari mereka sesuka hati tapi tetap harus ada yang berjaga," ucap pria gemuk itu sembari menunjuk gadis yang berpakaian hijau di tengah kumpulan dan melenggang pergi ke sebuah ruangan yang berada di sudut belakang pondok di ikuti senyuman nakal yang menghiasi wajah anak buah pria gemuk itu.


Gadis berpakaian hijau yang ditunjuk pria gemuk itu berusaha memberontak saat dua pria kekar menarik paksa tubuhnya yang lemah untuk di bawa ke ruangan tuan mereka.


"Sial, ini tak boleh dibiarkan!" Yiu menggeram lemah, tangannya semakin mengepal erat di tempat persembunyiannya.


Yiu segera melenggang pergi sedikit menjauh dari pondok itu, ia merogoh ke dalam tas kain yang ia bawa selama perjalanan.


Yiu mengeluarkan granat asap dari dalam tasnya kemudian menarik pelatuknya dan melemparkannya ke tempat yang tak jauh dari pondok itu untuk mengalihkan perhatian mereka.


Sekarang tak ada waktu untuk pergi ke Balai Pengawasan yang jaraknya cukup jauh dari hutan ini dan akan memakan waktu lama untuk mengumpulkan warga desa yang tengah tertidur. Kemungkinan penjahat ini akan kabur setelah mendengar keributan di desa.


Satu-satunya cara adalah dengan melawan mereka secara langsung tapi Yiu masih harus membebaskan sandera terlebih dahulu yang sebentar lagi akan menjadi santapan malam para penjahat itu.


*Duar ...


Duar ...


Duar* ...


Tiga buah granat asap meledak di dalam hutan tak jauh dari pondok dan membuat penjaga yang sedang berjaga di depan pondok langsung waspada.


Sedangkan Yiu segera menyembunyikan diri di dekat pondok menunggu waktu yang tepat untuk membebaskan para gadis itu.


Usaha Yiu membuahkan hasil, tak lama kemudian pria gemuk dan kelima anak buahnya keluar dan bergegas menuju arah ledakan yang mereka dengar dengan membawa sebilah golok dan belati.


Disaat pria itu lengah Yiu segera membekap mulutnya dan menggorok leher pria itu dengan pisau dari dalam tasnya hingga ia langsung ambruk di tanah.


Dengan cepat Yiu melangkah masuk dan menghampiri para gadis yang sudah saling berpelukan satu sama lain akibat ketakutan di tambah dengan kedatangan tiba-tiba seseorang dengan wajah tertutup kain dan berpakaian serba hitam serta membawa pisau berlumur darah di tangannya sedang berlari ke arah mereka.


Yiu berjongkok dan segera melepas ikatan gadis di depannya dengan pisau bersamaan dengan ia membuka penutup wajahnya.


"Tenanglah, kalian tak perlu takut, kalian akan selamat. Aku akan membantu kalian keluar dari tempat ini."


Rasa takut para gadis itu mulai menghilang di gantikan dengan rasa aman karena ada seseorang yang akan menyeret mereka keluar dari neraka.


Setelah selesai melepaskan ikatan seluruh gadis, Yiu mengarahkan sekelompok gadis itu untuk segera keluar dari pondok.


Namun saat hendak mencapai ambang pintu seseorang berbadan gemuk dengan beberapa pria kekar di belakangnya lebih dulu berdiri menghalangi jalan keluar mereka.


"Wah wah wah ... ternyata ada yang berhasil mengerjai kita dan berusaha membawa kabur emas-emasku hahaha. Beraninya kau!"


Pria gemuk menggeram marah dan segera mengangkat tangan kirinya memberi perintah kepada anak buahnya.


Yiu segera mendorong pria kekar itu mundur dan melawan mereka satu persatu.


"Cepat lari!!" teriak Yiu sembari bertarung melawan kelima pria kekar suruhan pria gemuk itu dan mencoba memberi jalan untuk para gadis melarikan diri.


Jangankan lima, di medan perang dulu saat Yiu masih tergabung dengan satuan militer saja Yiu bisa mengalahkan sepuluh pria tangguh hanya dengan tangan kosong.

__ADS_1


Tapi sekarang berbeda tubuh yang Yiu tempati saat ini cukup lemah sehingga Yiu harus lebih cerdik dalam menjalankan misinya.


Satu persatu kelima pria itu ambruk ke tanah dengan berlumuran darah.


Pria gemuk itu menggeram marah dan turun tangan sendiri untuk membunuh Yiu dengan cambuk kudanya.


Yiu bergerak ke kanan kiri menghindari cambuk yang mengarah padanya.


Di sela-sela sesi menghindarnya ia mencuri kesempatan untuk memukul bagian perut dan wajah.


Pria gemuk itu terhuyung-huyung ke belakang akibat pukulan Yiu dan di tangkap oleh seorang pemuda.


"Tuan anda baik-baik saja?"


Pemuda itu datang bersama hampir lima belas pemuda lainnya.


"Cepat bunuh dia!"


Pria gemuk itu berteriak marah sembari menunjuk Yiu yang masih siaga di posisinya. Para pemuda itu mengeluarkan golok dari sarungnya dan berlari memutari Yiu.


"Baiklah tak ada jalan lain."


*Dorr ...


Dorr ...


Dorr ...


Dorr* ...


Yiu mengeluarkan pistol yang ia selipkan di dalam pakaiannya.


Rentetan ledakan akibat lesatan peluru dalam sekejap mata berhasil membuat separuh pemuda yang hendak menyerang Yiu ambruk ke tanah sebelum berhasil mendekat.


Pemuda yang tersisa menatap takut ke arah Yiu lebih tepatnya ke arah benda yang di pegang oleh Yiu dan ragu-ragu untuk mendekat barang selangkah.


"Tunggu apa lagi cepat habisi dia atau kalian yang akan ku habisi!"


Pria gemuk itu berseru marah dan menunjuk tajam telunjuknya ke arah Yiu.


Para pemuda itu bergerak bersamaan menyerang Yiu.


Suara tembakan beruntun terdengar lagi dan mengenai para pemuda itu. Sekarang tersisa tiga pemuda lagi.


Akibat terlalu fokus pada dua target di depannya Yiu tak sadar seseorang di belakangnya berjalan mendekat dengan memegang kayu besar.


*Bugh ...


Dorr ...


Dorr ...


Dorr ...


Dorr* ...

__ADS_1


Yiu terjatuh ke tanah saat kayu itu mengenai lehernya tapi sebelum kesadarannya hilang ia berhasil membunuh semua pemuda dan pimpinan mereka sebelum menutup matanya.


TBC


__ADS_2