Flower Of War

Flower Of War
Chapter 2 : Perubahan Drastis


__ADS_3

Ctar ...


"Akh ... kenapa sangat sakit!" gumam Yiu menahan sakit.


Secepat kilat ia berdiri mengambil cambuk yang ada di tangan pelayan yang diperintahkan mencambuk tangannya.


Kini cambuk itu telah berada di tangan Yiu dan dalam satu gerakan mengarahkan cambuk itu ke kaki pelayan tadi hingga ia jatuh terduduk.


"Jika kau berani memukulku lagi maka ku pastikan kau tak akan bisa mengunakan tanganmu lagi besok!" bentak Yiu kepada pelayan tadi.


Pelayan tersebut hanya menundukkan kepala dan mulai gemetar ketakutan.


"Dasar lemah!"


Entah setan apa yang merasuki Yiu sehingga ia bisa semarah dan senekat itu pada orang lain. Yah walau sebenarnya ia hanya ingin melindungi diri dari orang asing di sekitarnya ini.


Kaisar yang semakin marah pun menyuruh lima penjaga tambahan untuk menangkap Putri Ying agar tidak semakin berulah.


"Ohh jadi kalian tak menghiraukan ucapanku? Baiklah ... kalian akan rasakan akibatnya," desis Yiu dengan nada yang sedikit meremehkan.


Kelima penjaga tersebut maju dan hendak menangkap Yiu, dengan cepat Yiu mengayunkan cambuknya, melilit tangan ketiga prajurit bersamaan memutar cambuknya sehingga ketiga prajurit tersebut menabrak dua prajurit lain yang berada di sebelah mereka.


Brukk ...


"Sudah ku bilang jangan main-main denganku," cibir Yiu.


Kelima prajurit itu langsung mengeluarkan pedang mereka agar Putri Ying takut tapi nihil, Putri Ying alias Yiu itu malah menyeringainya semakin terlihat bersemangat dengan binar cerah di sudut matanya.


Dengan cekatan Yiu mengulurkan cambuknya melilit salah satu pedang dari prajurit tersebut dan membuang cambuknya ke sembarang arah kemudian beralih menggunakan pedang.


Kaisar, Permaisuri, Pangeran Xiao Ce dan Pangeran Huang yang baru saja datang, semuanya terkejut bukan main melihat Putri Ying bisa menggunakan cambuk, kini yang ada dipikiran mereka adalah ....


Bagaimana bisa Putri Ying yang terlihat lemah lembut, patuh, dan penakut itu bisa mahir menggunakan cambuk?! Apa dia kerasukan roh jahat?!


Pertarungan antara Yiu dan kelima prajurit tersebut tak dapat terelakan, mereka menyerang Putri Ying dari segala arah dan melihat kamar Putri Ying ini ternyata cukup sempit sehingga Yiu tak bisa bergerak bebas.


Berbekal pengalamannya menjadi prajurit militer, Yiu dalam setengah dupa berhasil mengalahkan ke seluruh prajurit itu hingga mereka jatuh tak berdaya terkapar di lantai dengan tubuh penuh luka sayat walau tak mengenai titik sensitif yang bisa menyebabkan risiko kematian, Yiu pun menjatuhkan pedangnya melihat kelima prajurit itu sudah terkapar tak berdaya.


Semua yang berada di kamar Putri Ying hanya melongo melihat bagaimana Putri Ying berhasil mengalahkan lima prajurit dengan cepat dan hanya sendirian.


Permaisuri yang tersadar dari lamunannya tanpa ragu langsung menghampiri dan memeluk Yiu.


"Kau tak apa, A-Ying? Ibunda mengkhawatirkan dirimu sayang. Darimana kau belajar bermain senjata, A-Ying? Itu sangat berbahaya ... kau bisa terluka nanti." Tubuh Yiu terasa kaku dan tak bisa digerakan.


Jadi begini rasanya mendapatkan kasih sayang seorang ibu? Beruntung sekali dirimu Ying karna mempunyai ibu sebaik dia. Ia merasa iri pada Ying karna dia tak pernah mendapatkan kasih sayang seorang ibu di kehidupan masa depannya.


Kaisar dan yang lainnya akhirnya tersadar dari lamunannya dan dengan hati-hati Kaisar mendekati Yiu, dengan lembut menarik Permaisuri ke pelukannya. Kaisar membuka mulutnya hendak bersuara namun sebuah suara berhasil membuatnya kembali bungkam.

__ADS_1


"Yang Mulia, tolong jangan hukum Putri Ying aku mohon, Yang Mulia. Tabib Ming mengatakan bahwa Putri Ying hilang ingatan dan sedang berhalusinasi. Putri Ying menganggap kita ini musuhnya tapi jika kita menjelaskan secara baik-baik dia pasti akan mengerti dan perlahan ingatannya akan pulih, Yang Mulia." Permaisuri langsung bersimpuh di kaki Sang Kaisar dan memeluk kakinya agar Kaisar mau memaafkan Putrinya.


"Permaisuri benar, Yang Mulia. Putri Ying mengalami benturan keras saat insiden rencana pembunuhan di Desa Hong dan itu mengakibatkan Putri Ying kehilangan ingatannya."


Tabib Ming yang sedari tadi ingin menjelaskan keadaan Putri Ying kepada Kaisar terhalangi oleh amarah Kaisar.


Kaisar pun luluh dengan ucapan Permaisuri tercintanya itu dan kalau dipikir pikir ucapan Tabib Ming benar juga.


"Baiklah, kali ini dia ku maafkan karena Putri Ying memang lupa ingatan. Sekarang beristirahatlah dan kalian semua kembali ke tempat masing-masing," titah Kaisar dan di angguki seluruh orang.


Tak lupa Kaisar menyuruh beberapa prajurit membawa prajurit yang terluka dan membawanya ke tempat tabib Ming untuk diobati.


Entah mengapa aku merasa penghuni disini tidak suka padaku dan yang perduli padaku hanya wanita ini saja? Apa yang sedang di alami gadis yang kini tubuhnya ku tempati ini? Apakah dia pernah melakukan sebuah kesalahan fatal sehingga Kaisar pun dengan tega menghukum anaknya sendiri?


Berbagai macam pertanyaan bermunculan di benaknya membuat Yiu semakin pusing yang akhirnya memilih merebahkan dirinya di tempat tidur dan segera menuju alam mimpi.


♣♦♣


Yiu sudah terbangun sejak matahari belum terbit, itu adalah kebiasan tentara yang harus disiplin pada waktu.


Matahari memunculkan sinarnya dari ufuk timur, Yiu telah selesai mandi dan mengenakan hanfu yang sederhana namun tetap terkesan anggun.


Yiu tak pernah memakai pakaian seperti ini di dunianya, biasanya ia hanya memakai celana olahraga dan kaos oblong dengan rambut yang di kuncir kuda atau di biarkan tergerai saja tapi ya mau bagaimana lagi?


Saat berpakaian di bantu pelayan yang menemaninya kemarin, setahu dirinya pelayan itu bernama Chichi. Yiu berbicara beberapa patah kata dengan pelayan itu, "Ceritakan padaku tentang kisah hidupku, aku ingin mengetahuinya."


Chichi menghentikan ucapannya sebentar untuk mengambil nafas sebentar sebelum melanjutkan bercerita.


"Ku mohon maafkan hamba Yang Mulia jika anda nanti merasa tersinggung," ucap Chichi gemetar karena takut akan kemarahan Yiu yang masih menakutinya kemarin.


"Tak apa ceritakan saja semuanya aku tak akan marah," Yiu mulai melembutkan suaranya.


Ia merasa Chichi sangat baik padanya dan mungkin dia terlihat sangat menyayangi Putri Ying karna Yiu bisa melihat ketulusan di matanya. Ditambah dia sangat mengetahui apa yang Tuannya sukai meskipun kadang berlawanan dengan selera Yiu.


Mendengar jawaban sang Putri, rasa takut Chichi mulai sedikit memudar dan kembali memiliki sedikit keberanian untuk bercerita, "Anda dikenal sebagai ... Putri yang lemah di tumpukan bakat emas, penakut, dan tidak mempunyai keahlian yang dapat di banggakan oleh kerajaan. Ta-tapi tapi bagi saya anda tetap memiliki bakat langka! Saya sangat yakin Yang Mulia ini pasti dapat bangkit jika Yang Mulia lebih berani! .... Setiap hari anda hanya berdiam diri di paviliun, anda menghabiskan waktu dengan menyulam, menyirami tanaman, atau bercanda dengan para pelayan, Yang Mulia."


"Lalu bagaimana sikap Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri padaku?" Yiu semakin penasaran.


"Permaisuri sangat menyayangi anda sedangkan Kaisar dan para pangeran, mereka hanya sedikit membenci karena di masa lampau sewaktu anda berumur sekitar tujuh tahun, anda tak sengaja melukai kaki Pangeran Xiao Ce dengan pedang dan menyebabkan Pangeran Xiao Ce tidak dapat berjalan selama seminggu padahal saat itu Pangeran akan mengikuti pertarungan terbuka, dan rakyat perlahan mulai tidak menyukai anda karena melukai Pangeran kebangaan negara dan karena anda ... sedikit pemalu dan memilih tidak menunjukan bakat maka disini jika anda tak mempunyai bakat apapun anda akan dianggap sebagai sampah."


Sungguh malang sekali nasib Ying, tapi tenang saja Ying karena sekarang aku sudah di beri kesempatan hidup sekali lagi oleh Dewa, aku akan mengangkat harga dirimu dan membungkam mulut semua orang yang menganggapmu lemah dan tak bisa apa-apa!


♣♦♣


Karena bosan berada di Paviliun seharian, Yiu akhirnya memutuskan untuk pergi ke perpustakaan kerajaan yang berada di Istana inti.


Yiu ingin mengetahui keadaan di Kerajaan ini dan mempelajari strategi perang di kerajaan ini. Lebih dari *3 Dian untuk Yiu menyibukkan diri dengan membaca buku tentang strategi perang yang super tebal.

__ADS_1


(Diǎn juga digunakan secara bergantian dengan shí untuk jam. Ini juga dapat digunakan untuk berbicara tentang waktu pada jam tersebut — misalnya, jam 8 ditulis sebagai 8 diǎn (八点;八點).)


Ternyata strategi di buku ini cukup lemah dan terdapat banyak celah.


Karena masih merasa sedikit bosan Yiu memutuskan untuk berjalan-jalan msngelilingi istana.


Tampak beberapa prajurit dan pelayan yang berlalu lalang menatapnya dengan tatapan sedikit menghujat di balik bulu matanya yang menurun tapi Yiu tak terlalu memusingkan hal itu. Yiu terus berjalan dengan dagu terangkat menandakan kebangsawanannya.


Saat Yiu melewati lapangan yang cukup luas, Yiu berhenti sejenak dan menatap ke arah prajurit yang sedang berlatih pedang, "Permainan mereka banyak sekali celah kalau terus di biarkan lama-lama kerajaan ini bisa hancur!"


Yiu terus meracau sendiri melihat para prajurit yang tengah berlatih itu dari sudut tikungan, para pelayan yang berada di belakang Yiu terlihat binggung mendengar ucapan Putri Ying seolah-olah dia ahli bertarung dan sedang memberi kritik permainan prajurit.


Tangan Yiu tiba-tiba terasa gatal ingin bermain pedang, sudah lama ia tak bermain pedang atau dulu Yiu berlatih samurai sebenarnya tetapi ia akan mencobanya setelah mempelajari buku di perpustakaan kerajaan. Lagipula ia ingin menguji ketahanan tubuh Ying. Segera Yiu di ikuti para pelayan menuju ke tempat latihan para prajurit.


"Maaf Yang Mulia karena saya lancang tapi sesuai peraturan istana, wanita dilarang memasuki tempat pelatihan prajurit dan dilarang memainkan senjata, Putri."


Tiba-tiba suara Chichi dari arah belakang menghentikan langkah Yiu, ia menoleh ke arah Chichi, "Siapa kau berani sekali menghalangi jalan putri kerajaan ini?"


Chichi sedikit terkesiap hanya bisa menunduk pasrah setelah Yiu memarahi dan memberikan tatapan membunuh padanya. Sungguh Chichi benar-benar takut dengan Putri Ying yang saat ini berada di hadapannya, Putri Ying saat ini seperti bukanlah Putri Ying yang lemah lembut seperti yang ia kenal.


Yiu melangkahkan kakinya penuh semangat menuju tempat para prajurit berlatih pedang, "Hormat saya Yang Mulia Putri Ying, maaf atas kelancangan hamba, ada apa gerangan putri datang kemari? Seharusnya Putri tidak berada disini karena tempat ini dilarang untuk seorang putri bangsawan." Suara Jendral Rong menghentikan langkah Yiu. Sejak kapan Jenderal Rong telah berada di sampingnya?.


"Tidak ada yang bisa menghalangi jalanku termasuk dirimu."


"Maaf Putri tapi ini sudah menjadi peraturan istana dan saya harus mematuhinya," ucap Jenderal Rong yang masih menundukkan kepala sebagai bentuk hormatnya.


Sekelebat ide licik merangsak masuk ke dalam otak Yiu. Yiu menyeringai, "Bilang saja dirimu takut bertarung denganku, Jenderal."


Yiu ingin bertaruh dengan mencoba membuat kesabaran jenderal yang berada di hadapannya habis dengan begitu dia bisa menantangnya bermain pedang tanpa perlu susah payah membujuk jenderal itu.


Jenderal Rong sedikit terkejut dengan ucapan Putri Ying namun dengan cepat ia merubah raut wajahnya menjadi datar dan menangkupkan kedua tangan sedikit tertunduk, "Beribu maaf, Yang Mulia. Hamba tak berani menyakiti anda."


"Hanya karna diriku seorang perempuan kau takut menyakitiku? Apakah kau yakin pedangmu itu dapat menyentuh kulitku?"


Ayo Yiu dia mulai terlihat emosi. Yiu menyemangati dirinya setelah melihat wajah Jenderal Rong berubah menjadi merah akibat menahan amarah, "Hamba tidak ingin anda terluka, jadi sebaiknya anda segera meninggalkan tempat ini, Putri."


Sebisa mungkin Jenderal Rong melembutkan gaya bicaranya akibat menahan amarahnya yang mulai naik ke permukaan.


"Kau secara tidak langsung baru saja mengusirku Jendral tapi tidak apa aku memaafkanmu dan akan pergi dari sini tapi dengan satu syarat ..." Yiu mengantungkan ucapannya dan mengeluarkan sorot mata tajam ke arah Jenderal Rong.


"Aku ingin kau bertarung melawanku dengan pedang," ucap Yiu lantang membuat prajurit yang sedang berlatih menghentikan latihannya dan menatap ke arah Yiu.


Pikiran Putri Ying sudah mulai rusak!


-TBC-


Jangan lupa vote dan komennya ya Terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2