
Keesokan harinya, Yiu telah berpakaian sebagai pelayan agar bisa mengelabuhi prajurit penjaga dipaviliumnya, ia ditemani pelayan setia skaligus sahabatnya didunia ini, siapa lagi kalau bukan Chi chi dan dengan alasan sang putri menginginkan sesuatu untuk dibeli di pusat kota mereka diperbolehkan keluar istana tanpa dicurigai berkat token paviliun dahlia milik Chichi.
Kini mereka telah berada dipasar pusat kota, terdapat berbagai macam pedagang yang menjajakan dagangannya dengan suara lantang supaya menarik perhatian para pejalan kaki.
Yiu dan Chi chi akhirnya sampai disebuah tempat pembuatan senjata yang cukup terkenal.
"Selamat datang ditoko kami nona, apakah anda ingin membuat senjata nona?"
"Ya tuanku ingin membuat ini, apa kah kau bisa?" Yiu menyerahkan 3 lembar kertas hasil gambarannya. Yaitu pistol dan senapan AK-47 beserta amunisinya.
Yiu yang masih menyamar sebagai pelayan berpura pura bahwa tuannya yang ingin membuat senjata disini bukan dirinya.
"Disitu sudah ada bahan dan cara membuatnya apakah kau bisa? Dan tuanku juga sudah menulis berapa banyak dia membutuhkan benda itu. Kau hanya perlu membuatnya sesuai arahan dikertas itu tuanku sendiri yang akan merakitnya"
Pelayan toko menggerutkan kening saat melihat gambaran yang nona muda didepannya ini serahkan.
"Tentu bisa nona, tapi saya tidak tau ketiga benda ini nona dan gunanya apa nona?"
"Kau tak perlu tau yang jelas ini rancangan tuanku dan hanya tuanku yang boleh punya benda ini, kalau kau sampai membuat dan menjualnya pada orang lain sudah kupastikan perang,perampokan,atau pencurian akan lebih menggerikan dari yang sekarang karena benda ini sangat berbahaya apabila jatuh ketangan yang salah."
"Baik nona, kami bisa menyelesaikan ini dalam waktu seminggu nona. Namun dengan bayaran yang sedikit mahal."
"Bukan masalah, Chi chi tolong" Yiu memberi kode pada Chi chi agar memberikan kantung kecil berisi 5 tael emas.
"Itu untuk uang muka sisanya tuanku akan membayarnya setelah kau mengirimkan pesanannya ke alamat ini dan jangan lupa bawa giok ini agar penjaga mengijinkan kau masuk." ucap Yiu sembari menyerahkan kertas kecil dan sebuah giok
"Baik nona muda, kami akan membuatnya sebaik mungkin" pelayan tersebut tersenyum dan diangguki oleh Yiu sembari melangkahkan kaki menjauh dari tempat itu.
Putri Ying Meiwang
Pavilium Dahlia, Istana Qiu Wang
Apa? Yang benar saja!!
Pelayan itu terdiam cengo tak habis pikir bahwa Putri Ying yang mendesain senjata ini. Bagaimana mungkin?!
♣♦♣
Yiu dan Chi chi sedang berkeliling melihat suasana pasar yang cukup ramai setelah memesan barang dari tempat pembuatan senjata.
Sebuah suara mengagetkan mereka berdua dan terdapat 3 sosok laki laki bertubuh tegap dan berpakaian serba hitam menghadang jalan mereka.
"Serahkan semua uangmu itu gadis cantik atau kau ingin mati?" ucap salah seorang diantara ketiganya sembari menyeringai.
"Minggir atau kau akan menyesal" Yiu masih dengan tatapan datar nan dingin, sedangkan Chi chi terlihat mulai ketakutan dengan segera menyembunyikan tubuhnya dibelakang sang putri.
"Berani mengancam ya, kalau aku tak mau minggir bagaimana cantik" ucap perampok yang berada ditengah dengan gaya centil dan akan menyentuh dagu Yiu dengan jari telunjuknya.
Belum sempat jari perampok itu menyentuh dagunya Yiu dengan cepat mencengkram tangan perampok itu.
Wajahnya yang datar nan dingin kini telah berubah, Yiu memberikan sorot mata tajam dan membunuh.
__ADS_1
"Kau akan menyesal" Yiu memutar tangan perampok itu dan terdengar suara kesakitan dari perampok itu.
"Beraninya kau" dengan cepat perampok itu melayangkan tinju kearah Yiu, dengan mudah Yiu menghindar dari pukulan pemuda itu dan menendang lutut perampok itu hingga ia jatuh tersungkur.
Kedua temannya tak tinggal diam, mereka melayangkan tinju kearah Yiu namun dengan cekatan tangan Yiu menangkap tangan mereka dan memutarnya hingga mereka mengaduh kesakitan.
Ketiga Perampok itu bangkit dan menyerang Yiu secara bergantian, Yiu hanya menghindar tak berniat melawan. Tubuh gadis ini tidak sekuat tubuhnya dulu jadi lebih baik menghemat tenaga sebisa mungkin.
Hingga salah satu dari mereka kelelahan dan dengan cepat Yiu melayangkan tendangan kearah perutnya.
Bugh..
Perampok itu mundur beberapa langkah dan terjatuh kebelakang akibat tendangan Yiu.
Perampok berikutnya hendak menendang perut Yiu dengan cepat Yiu menghindar, memukul wajah perampok itu hingga darah segar keluar dari hidungnya mungkin tulang hidungnya patah dan ia jatuh pingsan.
Perampok berikutnya menendang dan memukul Yiu asal asalan, Yiu menendang kepala perampok tersebut dan membanting tubuh perampok itu dengan kakinya yang berada dileher perampok itu hingga perampok tersebut jatuh pingsan.
"Aaaa... tolong jangan bawa uangnyaa" teriakan itu berasal dari Chi chi saat salah satu perampok berhasil merampas kantong uang dari Chi chi dan berlari secepat mungkin kedalam pasar.
Tak ada yang berani menolong Yiu karena mereka takut dengan perampok yang juga selalu merampok para warga disana.
Yiu mengejarnya tak kalah cepat menaiki atap para pedagang dan mengambil jalan pintas, hanya dengan meluruskan tanganya kedepan perampok tersebut terjatuh akibat menabrak lengan Yiu dan tak sadarkan diri.
Sungguh cara bertarung yang santai tapi mengerikan. Mungkin begitulah yang ada dipikiran orang yang melihat pertarungan antara Yiu dan para perampok itu
"Sudah kubilang pilih minggir atau menyesal ehh kau malah memilih menyesal ya jadi beginikan uuuu kasihan" Yiu berkata sambil menunduk mendekat kearah perampok itu, tangannya beralih ke tangan perampok itu mengambil kantong berisi uangnya dengan kasar lalu melenggang pergi menuju tempat Chi chi berada.
Sejujurnya ia tak mengapa jika kantong tersebut yang hanya tersisa 10 tael perak diambil oleh perampok tadi namun ia tak terima jika ada yang berani melecehkan dirinya dan juga bisa menjadi efek jera bagi mereka untuk berhenti merampok.
"Ini uangnya Chi chi tolong jaga dengan baik, sekarang ayo kita kembali ke Istana" titah Yiu dan hanya diangguki oleh Chi chi.
Sesampainya di paviliumnya, Kaisar sudah berada didepan pintu pavilium dengan tangan yang bersedekap didepan dada, pandangannya menatap lurus ke arah Yiu.
"Dari mana saja kau Putri Ying? Dan kenapa kau memakai pakaian pelayan?! Lalu kudengar kau baru saja berkelahi dengan 3 perampok di pasar bukan?!" tanya Kaisar dengan nada yang sedikit tinggi menandakan dia sedang marah.
Sial!! Ternyata dari tadi aku diikuti mata mata istana.
Yiu yang binggung harus menjawab apa karena sudah tertangkap basah hanya tertunduk sembari menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Eeeee.. Anu ayahanda aduh begini ayah aku tidak.."
"Cukup, kenapa kau jadi susah diatur Putri Ying. Kau bertindak seenaknya tanpa memikirkan status yang kau sandang yaitu seorang putri bangsawan. Seorang putri haruslah bersikap manis, penurut, dan lemah lembut" Kaisar masih dengan raut wajah dan suara yang datar nan dingin.
"Aku hanya tak suka diatur ayahanda, lagi pula aku hanya ingin melihat dunia luar kenapa tidak boleh dan perampokan tadi aku hanya ingin melindungi diriku dan chi chi dari pelecehan yang mereka lakukan pada kami, dan satu lagi dimataku semua orang itu sama tak ada bedanya ayahanda." ucap Yiu datar, ia sedikit kesal dengan ucapan ayahandanya itu.
Seulas senyum terlihat diwajah sang kaisar walau hanya beberapa detik saja dan ia kembali merubah raut wajahnya datar.
Kaisar sempat tertegun dengan jawaban sang putri yang tak pernah diduganya. Ia merasa bangga pada anaknya namun sebagai seorang ayah ia juga sangat mencemaskan putrinya.
"Baiklah aku memaafkanmu kali ini Putri Ying, namun aku akan memperketat penjagaan dipaviliummu agar kau tak kabur dari istana dan membuat kerusuhan lagi"
Kaisar berjalan melewati Yiu dan mengacak acak rambut putrinya gemas setelah itu beranjak meninggalkan pavilium.
Pelayan sempat tertegun dengan sikap sang kaisar karena baru kali ini sang kaisar memperlakukan putrinya sangat manis.
__ADS_1
"I don't give a fu*k, dude. Your stupid bodyguards can't make me stop to do anything what i want" Yiu berkata dengan nada meremehkan dan memilih masuk ke kamarnya meninggalkan para pelayan yang kebinggungan akibat tak mengerti apa yang Yiu ucapkan.
♣♦♣
Yiu sedang membaca buku sejarah kesukaannya yang berhasil ia curi dari perpustakaan didalam kamar, fokusnya terganggu saat mendengar suara samar-samar para pelayan dari balik dinding kamarnya.
"Kudengar nanti malam dipusat kota akan ada pasar malam, pasti disana banyak lampion lampion yang indah dan penjual aksesoris serta makanan yang lezat pasti akan sangat seru, bagaimana kalau kita kesana malam ini lagipula tugas kita hari ini sudah selesai." ucap salah satu pelayan.
"Ya aku setuju, aku ingin sekali melihat lampion lampion itu."
"Iya aku juga mau ikut."
Ketiga pelayan itu terdengar sangat senang dan melompat lompat kecil karena terlalu bersemangat.
"Hmm kedengarannya seru, aku akan pergi kesana juga malam ini hihihi" Yiu tersenyum kecil, ia terlihat memikirkan sesuatu.
Saat malam tiba, Yiu sudah berpakaian rapi namun ia tidak memakai pakaian ala putri bangsawan melainkan memakai hanfu laki laki berwarna hitam dan merah.
Sebelumnya, Ia menyuruh Chi chi pergi dari kamarnya dengan alasan dirinya ingin tidur lebih awal.
Dengan hati hati Yiu keluar dari jendela kamarnya dan memanjat dinding hingga keatap dan meloncati dinding istana yang berbatasan langsung dengan pusat kota.
Untuk mencapai pasar malam dengan berjalan kaki akan memakan waktu puluhan dupa pembakaran jadi ia putuskan untuk menumpang kereta kuda yang berada didekatnya secara diam diam.
Tak lama akhirnya Yiu telah tiba dipasar malam. Maniknya berbinar senyumnya terkembang jelas, pasar malam sangat ramai dipadati masyarakat yang ingin melihat lihat dan pedagang yang menjajakan dagangannya.
Seketika Yiu teringat dengan masa kecilnya bersama kakek Zhou, setiap ada pasar malam didesanya, Kakek Zhou selalu mengajak Yiu. Mereka akan bermain permainan lempar kaleng, naik bianglala atau perahu dayung dan membeli makanan kesukaan Yiu sewaktu kecil yaitu permen kapas. Dan kini dirinya sangat rindu kepada kakek Zhou, rasanya ia ingin sekali kembali kemasa depan namun ia tak tau bagaimana caranya.
Tersadar dari lamunannya, Yiu segera mencoba beberapa permainan dipasar malam ini.
Yiu mencoba permainan memanah,menjatuhkan kotak hadiah yang digantung dengan menggunakan panah, dan berbagai macam permainan lainnya.
Yiu yang merasa haus berjalan kesebuah kedai, namun manik matanya tak sengaja menangkap sekumpulan orang tengah berkumpul sambil memegang lampion dan menerbangkannya.
Yiu pun berlari kearah sekumpulan orang itu, matanya berbinar saat mereka menerbangkan lampion itu, Yiu tersenyum bahagia, hari ini dia sangat bahagia. Dia hendak meraih lampion yang berada tak jauh didepannya agar ia juga bisa membuat harapan.
Ya Dewa, terimakasih atas kesempatan hidup kedua kalinya untukku, aku akan menghargai hidup ini sungguh sungguh dan dewa kuharap kehidupan yang sekarang aku tidak kesepian dan aku harap aku juga menemukan seseorang yang bersedia menemaniku apapun yang terjadi dikehidupan kali ini.
Selesai mengucapkan permohonan, Yiu menerbangkan lampion itu dan bergegas pergi karena tenggorokannya sudah terlalu kering sekarang, namun..
.
(Anggep aja mantel yang Yiu pakai itu gk ada ya:v)
Brukk..
TBC
**Jangan lupa vote like dan komennya ya..
__ADS_1
Trima kasih sudah bersedia meninggalkan jejak😊**