
.
.
.
Kenan meninggalkan Sysy dan Ketty yang terkikik lucu sebab Kenan kan sudah dewasa dari mereka tentu saja akan aneh jika dimanja oleh Carrina berbeda dengan mereka yang anak perempuan masih haus dimanja Keluarga kecuali nanti sudah punya suami.
jam makan malam,
"kamu lulus My Son..? apa maumu? papa akan kabulkan apapun permintaanmu." tanya An dengan senyum tipis ke Kenan.
Kenan melirik Keluarganya yang tampak penasaran akan permintaannya.
"tidak ada?" tanya Kanze meledek Kenan.
Kenan beralih ke Kanze dengan datar.
"Abang? katakan saja apa maumu? Model Papan atas? Bintang Holliwood? Artis ternama? Wanita Karir yang sedang naik daun? katakan semua..!" cecar Kanze tidak merasa berdosa.
Kenan memutar kedua bola matanya dengan malas, An menahan tawa nya saja ke arah Carrina yang tersenyum manis.
"jangan jodoh-jodohkan abangmu Kanze? dia akan menemukan belahan jiwanya sendiri." peringatan Carrina.
Kenan tersenyum tipis seolah setuju dengan kata-kata Carrina,
"Ma? kalau Abang Kenan membawa gadis biasa bagaimana? mama sama Papa terima?" tanya Ketty penasaran.
"terima." jawab Carrina dan An cuek saja seolah tidak peduli siapa gadis yang Kenan bawa nanti, asalkan Kenan mencintai gadis itu.
"serius Ma?" tanya Sysy memastikan.
Carrina menatap lembut anak-anaknya, "Mama percaya hati kalian tidak akan salah sayang dan kalian juga tidak bodoh memilih pasangan..? Mama tidak pernah mempermasalahkan asal-usul pasangan yang kalian pilih karna kalian yang akan menjalani kehidupan itu..! Mama tidak mau mengatur hidup kalian."
"Lagian kita kaya-raya kan? memang kenapa kalau kita dapat pasangan dari kalangan biasa? bukankah itu mulia?" sambung Kanze.
Kenan diam saja mendengar percakapan keluarganya itu, An kembali memandang Kenan.
"serius son? tidak ada yang kamu mau? saham? Perusahaan? tahta?" tanya An ke Putra sulungnya itu.
Keluarga An pun menoleh menatap Kenan yang diam saja memandang An.
"baiklah..! pikirkan baik-baik, Papa tidak akan memaksa harus jawab sekarang." kata An mengangguk paham tatapan Kenan.
__ADS_1
Kenan pun bangkit, "Lobsternya enak Ma..!." ucap Kenan lalu berlalu meninggalkan Keluarganya.
"Lobsternya enak Ma..!" beo Kanze memperagakan gaya angkuh Kenan membuat Sysy dan Ketty tertawa terbahak-bahak.
plak..
sebuah bola kecil mengenai kepala Kanze.
"aduuh...!" pekik Kanze memutar kepalanya kearah Pelaku yang melempar bola itu ke dirinya.
"Ahahaa...!" Adik perempuan Kenan hanya tertawa lepas sementara Carrina dan An geleng-geleng kepala saja melihat kenakalan satu persatu anaknya itu.
"sayang? apa Kenan ada minta sesuatu padamu?" tanya An ke Carrina dengan lembut.
Carrina memutar tubuhnya ke arah An dan menggeleng kepalanya, "Tidak suamiku..! Kenan tadi cuma minta pengen makan Lobster." jawab Carrina.
An mengangguk, "sifat siapa yang dia tiru." gerutu An.
Carrina mendengarnya tertawa, "sifatmu suamiku."
"mana mungkin..! aku tidak mungkin semenyebalkan itu sayang." bela An tak terima.
Carrina terkikik, "kamu sangat menyebalkan Suamiku..! kamu juga jahat tapi aku cinta banget."
An dan Carrina pun saling meradu kening dengan mesra, sedangkan Kanze dan kedua anak gadis mereka sudah pergi karna bosan melihat kemesraan An dan Carrina yang tak pernah kenal tempat.
An terkekeh, "tidak apa sayang..! kita sekarang seperti pengantin baru yang belum punya anak." bisik An dengan mesum.
Carrina memukul bahu An, "mesum..!" cibir Carrina tapi An malah tertawa dengan cibiran Istri tercintanya itu.
.
ke esokan harinya,
Kenan mengatakan keinginannya ke An bahwa Ia ingin hidup sendiri di luar Rumah mereka kini untuk mandiri, Awalnya Carrina tidak setuju tapi An langsung menyetujui karna Kenan memang seorang calon Penguasa yang harus belajar melihat dari bawah.
"An? kenapa kamu menyetujui Permintaan Kenan?" tanya Carrina tidak terima ke An.
"sayang? aku sudah berjanji pada Kenan untuk mengabulkan apapun permintaannya kan? aku tidak mungkin ingkar janji tapi minta saja syarat padanya." bujuk An.
Kenan menaikkan sebelah alisnya, "syarat?"
Carrina mendengarnya pun tersenyum lebar seketika lalu mengatakan keinginannya kalau Kenan harus pulang sekali dalam seminggu namun Kenan merasa berat dengan permintaan Carrina, akhirnya sekali sebulan Kenan harus pulang untuk bermalam.
__ADS_1
.
kini Kenan dan An duduk berdua saja di Sofa.
"apa tujuanmu son?" tanya An serius.
"aku hanya ingin mencari jati diriku yang sebenarnya Pa..! aku ingin jadi orang biasa selama beberapa bulan." kata Kenan.
"kamu ingin belajar terbuka kan? supaya tidak menyendiri terus iya kan?" tanya An.
Kenan mengangguk, "aku bosan jadi mata-matamu."
An terkekeh, "baiklah..! kamu ingin mencoba hal baru, Papa tidak akan mencegahmu. papa yakin kamu pasti akan menemukan perempuan yang kelak tulus mencintaimu tanpa tau Identitasmu kini."
Kenan diam saja tanpa protes karna tujuannya bukan hal itu melainkan ingin mandiri saja, jujur saja Kenan muak berurusan dengan Orang tidak tau malu jadi Kenan ingin membumi hanguskan Orang tidak tau malu di Negaranya demi kebaikan banyak Orang yang tidak punya kekuasaan.
siang harinya,
Kenan tidak membawa apa-apa dari Rumahnya selain uang Tunai dan kartu Identitasnya saja, Carrina sampai cemas melihat kepergian Putranya itu yang begitu keras kepala ingin hidup bebas secepatnya di luar sana.
"kenapa sedih hmm?" tanya An merangkul pinggang Carrina.
"kenapa anakku jadi begitu An? apa dia bosan dengan kita? kenapa dia tidak mau bersama kita lagi? apa tidak bisa berangkat besok? dia terlalu terburu-buru kan?" cecar Carrina ke An.
"kamu tidak ingat apa kata Alena?" tanya An membuat Carrina terdiam.
Alena pernah mengatakan pada mereka kalau Kenan nanti akan lebih senang hidup dengan kesederhanaan, Alena bahkan kagum dengan Carrina yang bisa membuat Kenan berdiri sendiri tanpa bantuan nama Keluarga Maldev untuk mengatasi setiap masalahnya dari Kenan masih di Sekolah Dasar.
"tapi kenapa bisa An? apa salah kita? apa kita punya salah pada anak kita? kalau memang iya aku bisa meminta maaf kok." Carrina.
"sayang? Kenan itu sudah dewasa, dia kelak akan menanggung beban nya sebagai Seorang Penguasa X Company Group yang baru..! biarkan dia hidup tenang selama yang dia mau ya?" bujuk An yang seorang Pria memahami keinginan Kenan.
Kenan masih ingin bersenang-senang dan tidak mau terkekang dengan yang namanya tahta, An dulu juga membuat Perusahaan BlackMalv (Bodyguard) seorang diri dan tidak mau meneruskan Perusahaan Rovert tapi karna kelemahan An ada pada Carrina tentu An mau menjadi Pimpinan X Company Group.
"semoga saja anakku baik-baik saja." gumam Carrina.
"kenapa kamu selalu berpikiran buruk hmm? anak kita itu tidak selemah itu." An mengusap kepala Carrina.
"bagaimana pun Kenan itu anakku..! siapa yang menggosokkan bajunya? memasak untuknya? bekerja untuknya? membuatkannya minuman ketika lembur? menyusun lemari pakaiannya? bagaimana jika ada Orang yang iri padanya membayar Preman jahat?" celoteh Carrina.
An tergelak lalu membawa Carrina masuk, Carrina memang terlalu mengkhawatirkan Kenan padahal Kenan juga tidak semanja itu harus di rawat seperti bayi memang Carrina saja yang memperlakukan Kenan seperti anak kecil.
.
__ADS_1
.
.